
...
...
...***...
Putri Bestari Dhatu mencoba mengingat apa yang dikatakan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana atau Raden Cakara Casugraha. Pembicaraan itu terjadi sebelum mereka berangkat menuju Bukit Setangkai.
"Yunda. Jika terjadi sesuatu pada yunda saat memasuki alam sukma. Maka gunakan ini."
"Apa itu rayi prabu?."
"Ini adalah tasbih. Semoga dengan tasbih ini. Yunda bisa mengusir setan-setan yang mencoba menggoda, ataupun yang mencoba mengganggu yunda."
"Apa kelebihan benda ini rayi prabu?."
"Tidak ada kelebihan dari benda mati yunda. Akan tetapi atas izin Allah SWT. Tasbih yang telah aku bacakan ayat suci Alqur'an ini. Aku harap bisa membantu yunda untuk mengusir mereka semua."
"Baiklah rayi prabu. Terima kasih atas bantuan yang rayi prabu berikan."
Putri Bestari Dhatu mengeluarkan tasbih yang diberikan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana padanya.
"Sebenarnya aku tidak ingin membuat masalah dengan kalian. Tapi ternyata kalian yang tidak mau berlapang hati memberi aku jalan untuk menjemput sukma pendekar tapa simulung."
Mereka semua memperhatikan apa yang telah dilakukan oleh Putri Bestari Dhatu. Mereka sangat terkejut saat melihat tasbih itu memancarkan cahaya yang menyakitkan bagi mereka. Dan mereka seakan mendengarkan bacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibacakan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
رَبَّهٗۤ اَنِّیْ مَسَّنِیَ الشَّیْطٰنُ بِنُصْبٍ وَّ عَذَابٍؕ.
رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّیٰطِیْنِۙ وَ اَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ یَّحْضُرُوْنِ.
وَ حِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَیْطٰنٍ مَّارِدٍ.
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ.
بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ , اَلَّا تَعْلُوا عَلَىَّ وَاْتُونِى مُسْلِمِيْنَ.
__ADS_1
Suara yang keluar dari tasbih itu seakan membuat mereka tidak nyaman sama sekali. Mereka melakukan perlawanan. Namun sia-sia saja. Karena kekuatan itu datang dari Allah SWT. Siapa yang mampu melawan kekuatan sang Pencipta?. Allah maha pemilik kuasa kekuatan yang tidak akan bisa dikalahkan oleh mahkluk-Nya.
Mereka semua bisa diusir dengan tasbih itu. Tentunya membuat Putri Bestari Dhatu hampir tidak percaya. Bagaimana bisa tasbih itu bisa mengusir mereka semua?. Ia ingin bertanya bagaimana bisa itu terjadi?. Tapi ada hal penting yang harus ia kerjakan. Yaitunya segera menemukan Sukma Pendekar Tapa Simulung. Ia harus segera kembali, bisa jadi mereka akan membawa Sukama itu lebih jauh lagi.
Putri Bestari Dhatu memasuki gerbang hutan larangan. Ia tidak menyangka hutan itu memang sangat menyeramkan. Dan saat itu juga ia melihat Pendekar Tapa Simulung ditahan di sebuah pohon yang sangat aneh.
Tapi sayangnya pohon itu tidak mudah didekati. Putri Bestari Dhatu bingung mau melakukan apa. Karena setiap ia mendekati pohon itu, tubuhnya seakan didorong oleh kekuatan gaib.
"Baiklah. Kalau begitu aku akan menggunakan tasbih ini sekali lagi. Atas izin Allah SWT, pohon aneh itu menundukkan diri, dan menyerahkan Sukma Pendekar Tapa Simulung baik-baik. Lagi, Putri Bestari Dhatu merasakan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
Keajaiban dari sebuah tasbih?. Apakah ini keajaiban yang dikatakan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana?. Mengenai kekuasaan Allah SWT yang selalu menolong hamba-Nya yang mendekatkan diri pada sang Pencipta?.
Tidak, ini bukan saat untuk memikirkan hal yang lain. Putri Bestari Dhatu harus segera membawa sukma Pendekar Tapa Simulung keluar dari hutan larangan. Dan ia berhasil melakukannya. Ia mengembalikan Sukma itu pada raganya.
Mereka semua yang melihat pengobatan itu merasa kagum, karena perlahan-lahan keadaan Pendekar Tapa Simulung sudah terlihat baik-baik saja. Mereka semua merasa lega. Apalagi ketika Putri Bestari Dhatu perlahan-lahan membuka matanya. Ia mengatur tenaga dalamnya, dan mencoba menutup kembali perjalanan alam sukmanya agar tidak dikejar oleh mereka makhluk halus yang ingin kembali mengambil Sukma Pendekar Tapa Simulung.
"Dinda. Apakah dinda baik-baik saja?." Raden Hadyan Hastanta terlihat khawatir dengan keadaan istrinya.
"Aku baik-baik saja kanda. Aku harus mengobatinya secara fisik. Aku harus memutuskan benang yang mengikatnya dengan hutan larangan."
Kembali pada Putri Bestari Dhatu yang saat ini sedang menyalurkan tenaga dalamnya pada Pendekar Tapa Simulung. Tak lupa ia menggunakan tasbih itu. Entah mengapa tasbih itu sangat berguna, ketika ia menyalurkan tenaga dalamnya. Rasanya tasbih tersebut benar-benar membantunya untuk memutuskan rantai gaib itu.
Tak lama berlalu. Putri Bestari Dhatu telah selesai melakukan pengobatan, dan mereka semua menunggu penjelasan darinya.
"Bagaimana gusti putri?. Apakah sudah selesai?."
"Apakah dia bisa diselamatkan?."
"Apakah gusti putri baik-baik saja?."
Mereka melemparu banyak pertanyaan pada Putri Bestari Dhatu. Mereka sangat penasaran, apakah pengobatan itu berhasil atau gagal?.
"Sebab sudah banyak tabib yang tewas, setelah mengobatinya."
"Benar gusti putri. Kami sangat khawatir dengan keadaan nyai. Kami takut nyai mengalami hal yang aneh setelah mengobatinya."
__ADS_1
"Aku baik-baik saja. Dan aku telah berhasil mengobatinya. Semua juga atas bantuan gusti prabu asmalaraya arya ardhana."
"Gusti prabu asmalaraya arya ardhana?." Tentunya mereka semua bertanya-tanya, bagaimana mungkin Sang Prabu yang tidak berada di sini membantunya mengobati pendekar Tapa Simulung?.
"Gusti prabu memberikan aku ini untuk berjaga-jaga. Beliau berkata, jika setan tidak mudah untuk dikalahkan begitu saja. Apalagi mereka telah lama bersamanya."
Mereka semua melihat ke arah Pendekar Tapa Simulung yang masih terbaring di tempat tidur. Mereka juga heran dengan apa yang terjadi.
"Jadi gusti putri sempat berhadapan dengan makhluk gaib penghuni hutan larangan?."
"Apakah karena itu mereka semua yang mengobatinya tewas?. Karena mereka tidak bisa menghadapi makhluk gaib itu?."
Mereka semua penasaran apa penyebab tabib yang mengobati Pendekar Tapa Simulung justru malah menemui kematian?.
"Aki rasa seperti itu. Karena aku sendiri yang merasakannya. Dua kali aku mencoba untuk memasukinya, dan aku berhadapan dengan seorang nenek-nenek yang merupakan penjaga pohon itu."
"Ya. Nenek-nenek itu konon memang penjaga pohon aneh di hutan larangan. Memang dari dulu tersebar kabar itu. Tapa Simulung saja yang memang tidak mau mendengarkan siapa saja yang berbicara dengannya.
"Tapi untuk saat ini keadaannya baik-baik saja. Tapi aku mohon, katakan padanya jika ia sudah siuman, bahwa ia harus banyak belajar bersabar. Dan katakan ini adalah pesan dari gusti prabu asmalaraya arya ardhana atau raden cakara casugraha. Jika ia benar-benar ingin terbebas dari tali gaib itu, ia dianjurkan untuk belajar agama islam dari seseorang."
"Tapi bagaimana jika ia tidak percaya dengan apa yang kami katakan padanya gusti putri."
Putri Bestari Dhatu mengeluarkan sebuah pesan lontar. Dan ia berikan pada salah satu dari mereka semua.
"Katakan padanya itu adalah pesan dari raden cakara casugraha. Aku harap ia mau memahami apa yang dikatakan oleh raden cakara casugraha."
"Baiklah gusti putri. Akan kami sampaikan padanya."
"Terima kasih karena gusti putri telah bersedia mau mengobatinya."
Putri Bestari Dhatu mengenakan tasbih itu dilehernya. Dan ia juga memberikannya satu pada suaminya. Karena ia juga ingat dengan apa yang dikatakan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Bahwa Makhluk gaib itu tidak akan mudah melepaskan siapa saja yang telah terlibat dengan mereka. Sifat mereka yang sangat licik, dan memiliki dendam kuat. Maka lebih harus berhati-hati, jika tidak ingin dicelakai melalui alam gaib.
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mengatakan untuk memakai tasbih itu, semoga saja Allah SWT melindungi keduanya dari kejahatan makhluk-Nya apa bila malam telah datang. Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1