RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
KEPUTUSAN YANG MENGUATKAN HATI


__ADS_3

...***...


Raden Jatiya Dewa saat ini sedang berada di wisma tamu bersama ayahandanya prabu Lingga Dewa. Mereka merasa simpati dengan apa yang terjadi. Tidak menyangka sama sekali jika terjadi hal yang menyentuh hati dengan apa yang dialami oleh Raden Raksa Wardhana. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana telah menjelaskan semuanya. Jika saat ini Putri Andhini Andita sedang tidak bisa diganggu. Suasana hatinya sedang berkabung, setelah mengetahui, jika orang yang ia tunggu malah mengalami hal yang paling tidak diinginkan.


"Maaf ayahanda. Sepertinya ini memang diluar dugaan ayahanda prabu." Raden Jatiya merasa bersalah pada ayahandanya, karena telah mengajak ayahandanya untuk melamar putri Andhini Andita. Padahal ia telah bersemangat mengatakan pada ayahandanya, namun siapa yang menduga akan terjadi seperti ini?.


"Tidak apa-apa putraku jatiya dewa. Aku bangga padamu. Aku bangga dengan keinginanmu yang sangat luar biasa itu." Prabu Lingga Dewa tidak kecewa sama sekali pada anaknya. "Kau lebih hebat, kuat, dan bersikap layaknya seorang laki-laki. Kau telah membuktikan pada ayahanda, bahwa kau adalah putra mahkota yang sangat hebat. Kau dengan beraninya ingin melamar seorang putri raja. Kau lebih bersikap laki-laki dibandingkan aku yang hanya dijodohkan dengan ibunda mu." Tidak ada kekecewaan yang ia rasakan. Malah ia bangga dengan anaknya. "Kau telah melakukan hal yang pantas untuk diagungkan putraku."


"Benarkah itu ayahanda prabu?." Raden Jatiya Dewa merasa terhormat dengan apa yang dikatakan oleh ayahandanya.


"Ya, tentu saja nak. Kau adalah satu-satunya putraku yang sangat hebat!. Kau membuktikan betapa besar nyali yang kau miliki. Sedangkan raka mu saja belum menikah hingga sekarang. Sedangkan kau, datang dan mengatakan dengan jelas, bahwa kau akan melamar putri andhini andita. Ayahanda sangat bangga padamu." Dengan penuh kebanggan ia berkata seperti itu pada anaknya. Ia hanya ingin menyemangati anaknya agar tidak patah arang. "Kau tidak boleh menyerah. Setelah masa berkabung putri andhini andita selesai, kau sentuh lah hatinya dengan baik. Ayahanda akan menunggu kabar bahagia, dimana kau akan melamar putri andhini andita." Prabu Lingga Dewa ingin anaknya tetap bersemangat untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Termasuk mendapatkan cinta dari Putri Andhini Andita.


"Ya. Aku akan berusaha untuk mendapatkannya ayahanda prabu." Raden Jatiya Dewa merasa terbakar dengan apa yang dikatakan oleh ayahandanya. Rasanya ia tidak ingin menyerah terlalu dini. Apalagi mendapatkan semangat seperti itu dari ayahandanya.


"Ya. Ayahanda yakin kau bisa melakukannya. Ayahanda akan selalu mendukungmu." Prabu Lingga Dewa terus memberikan dukungan pada anaknya agar terus berjuang, untuk mendapatkan apa yang diinginkan anaknya.


"Terima kasih banyak ayahanda prabu. Rasanya nanda sangat bersemangat sekali. Terima kasih ayahanda prabu percaya pada nanda." Raden Jatiya Dewa sangat bersyukur, memiliki seorang ayah yang selalu memberikan semangat padanya. Apakah ia bisa mendapatkan hati Putri Andhini Andita setelah mengalami kepahitan dalam perasaan asmara?. Hanya waktu yang akan menjawabnya.

__ADS_1


...***...


Di sisi lain.


Jaya Satria, Prabu Bumi Jaya, dan Raden Bumi Putra saat ini menuju perbatasan Tebing Alas menuju kerajaan Suka Damai. Mereka sengaja memasuki daerah itu dengan menggunakan bedati, agar terlihat semakin mencolok. "Apakah kau sangat yakin jika mereka akan keluar jika kita datang seperti ini?. Jaya satria?." Prabu Bumi Jaya bertanya karena penasaran, apakah yang mereka lakukan akan berhasil memancing mereka semua untuk keluar?. Ya, tentu saja itu adalah tujuan mereka datang ke sini. Perasaan mereka yang sedang bergejolak saat ini, memberikan keberanian pada mereka untuk melakukan hal yang berbahaya dalam hidup mereka.


"Hamba sangat yakin, mereka akan keluar gusti prabu." Jaya Satria terus melihat ke arah luar. Ia merasakan ada hal yang sangat ganjil dari sekitar tempat itu. Dan benar saja, tiba-tiba saja ada beberapa orang yang muncul dari balik semak-semak.


"Gusti." Prajurit yang membawa bedati itu memberi kode pada Jaya Satria, Prabu Bumi Jaya, dan Raden Bumi Putra. Ketiganya turun dari Bedati, melihat siapa saja yang mencegat mereka semua.


"Prajurit. Kau bawa kembali bedatinya. Lebih baik kau pergi dari pada menjadi korban keganasan mereka." Jaya Satria menyuruh prajurit tersebut pergi dari sana, supaya tidak menjadi korban keganasan mereka nantinya, bukan?.


"Dengarkan apa yang ia katakan!." Prabu Bumi Jaya mengeraskan suaranya.


"Sandika gusti prabu." Prajurit tersebut hanya menurut saja. Toh rasanya memang ia tidak berguna juga bagi mereka nantinya. Dengan cepat ia meninggalkan tempat ini.


"Hei!. Siapa kalian?. Mau apa kalian lewat daerah sini?."

__ADS_1


"Kami tidak akan membiarkan kalian lewat begitu saja tanpa izin dari kami."


"Jika kalian melawan, maka pilihannya hanya kematian yang akan kalian dapatkan."


Sepertinya mereka semua memberikan lampu merah pada ketiganya. Tentunya mereka sangat kesal dengan apa yang dikatakan oleh mereka.


"Aku tidak takut dengan apa yang kau katakan!." Amarah yang dirasakan oleh Jaya Satria saat ini sedang tidak terkendalikan lagi. "Kalian harus membayar atas apa yang telah kalian lakukan tempo hari yang lalu." Sorot matanya menatap tajam ke arah mereka semua. "Aku tidak akan mengampuni kalian, karena kalian telah melakukan hal yang sangat keji." Jaya Satria telah menunjukkan bagaimana kemarahan yang ia simpan selama ini.


"Kalian harus membayar kedua nyawa yang telah kalian bunuh. Aku tidak akan mengampuni kalian!." Kemarahan yang dirasakan oleh Prabu Bumi Jaya rasanya benar-benar telah memuncak.


"Aku juga tidak akan mengampuni kalian yang telah membuat adikku meregang nyawa di tempat ini." Raden Bumi Putra juga merasa geram dengan apa yang terjadi. Ia tidak akan mengampuni mereka semua yang telah membuat adiknya kehilangan nyawanya. Ia tidak akan mengampuni orang-orang yang telah membuat adiknya pergi untuk selama-lamanya. Apakah yang akan mereka lakukan setelah ini?. Temukan jawabannya.


...***...


Di satu sisi. Putri Andhini Andita baru saja menyelesaikan shalat Zuhur. Dalam sholat yang ia lakukan, hatinya saat ini sangat sedih. Orang yang ia tunggu malah datang dalam keadaan yang sama sekali tidak ia inginkan sama sekali. Kenapa semua itu bisa terjadi padanya?.


"Ya Allah yang maha pengasih lagi maha. Hanya kepada-Mu lah hamba meminta pertolongan. Jangan goyah kan hati hamba hanya karena apa yang telah engkau tetapkan pada hamba." Putri Andhini Andita berdo'a kepada Allah SWT. "Hamba mohon, kuatkan lah hati hamba untuk menerima segala apa yang telah engkau titipkan pada hamba." Putri Andhini Andita mencoba untuk menguatkan hatinya agar tetap tidak larut dalam kesedihan yang ia rasakan selama ini. Pasti rasanya tidak akan mudah menyiapkan hatinya untuk menerima semua itu dengan hati yang lapang. "Ya Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang. Berikan hamba kekuatan iman, agar hamba bisa melangkah maju. Semoga saja engkau memberikan tempat terbaik di sisi mu untuk raden raksa wardhana, serta ibundanya selir ratna wardhani. Hamba hanya memohon padamu ya robb." Tidak henti-hentinya Putri Andhini Andita memohon dan berharap kepada Allah SWT. Hatinya sangat rapuh saat ini. Apalagi setelah ia merasakan kehilangan yang luar biasa. Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya. Bisakah Putri Andhini Andita menekan perasaannya yang terlanjur mencintai Raden Raksa Wardhana?. Temukan jawabannya di dalam cerita berikutnya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.

__ADS_1


...***...


__ADS_2