
...***...
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana Jaya Satria tidak menyangka akan mendengarkan cerita yang mencengangkan dari Putri Andhini Andita.
"Bagaimana ceritanya yunda?." Jaya Satria hampir saja tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya. "Bagaimana mungkin yunda mengetahui jika sukma dewi suarabumi marah pada yunda, karena yunda mencintai adiknya sendiri?." Tentunya jadi pertanyaan besar bagi Jaya Satria.
Putri Andhini Andita masih terisak sedih. "Itu terjadi karena aku merasakan getaran yang aneh di dalam tubuhku. Saat aku meneruskannya dengan semedi. Aku bertemu dengannya. Dan ia sangat marah padaku, bahkan ia menunjukkan padaku bagaimana kejadian yang ia alami rayi." Hati Putri Andhini Andita sangat pilu. Ia tidak bisa membayangkan, apa yang dialami oleh Sukma Dewi Suarabumi juga ia rasakan.
"Yunda." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria sangat terkejut saat melihat kakaknya semakin menangis. "Tenanglah yunda. Kendalikan dirimu yunda. Jangan sampai terbawa suasana hingga merusak nilai puasanya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba untuk mengingatkan Putri Andhini Andita.
"Banyak-banyaklah beristighfar yunda. Semoga saja Allah SWT menguatkan hati yunda." Jaya Satria panik karena kakaknya semakin menangis.
...***...
Kembali ke waktu saat Sukma Dewi Suara Bumi menceritakan apa yang ia alami karena mencintai adik kandung satu ayah, dan hanya beda ibu saja. Di Kerajaan Batu agung. Prabu Brata Raksa memiliki dua orang istri. Istri pertama dua orang anak gadis, dan anak istri kedua memiliki tiga orang anak. Selain itu sang Prabu juga memiliki tiga orang selir yang juga memiliki anak.
Raden Wijaya Niagara, anak dari selir sang Prabu yang memiliki banyak kekurangan menurut mereka. Namun bagi Putri Dewi Suarabumi atau nama aslinya adalah Anggun Dewi, adiknya itu adalah jelmaan dari dewa yang sengaja turun dari langit untuk menghibur dirinya yang sedang berduka lara.
Saat ini mereka sedang latihan tanding dengan adiknya. Setiap hari ia latihan di tempat adiknya, untuk menambah kekuatan tenaga dalam yang ia miliki. Mereka terlihat sangat akrab sekali sebagai saudara. Putri Anggun Dewi sangat perhatian pada adiknya, sehingga menimbulkan perasaan cinta dihatinya.
Dengan sikap tegasnya saat ia melindungi adiknya dari jahatnya mulut mereka semua. Ia selalu melindungi adiknya dengan segenap hati dan perasaan yang ia miliki. Namun pada akhirnya perasaan cinta itu telah diketahui oleh semua orang. Sehingga ia dicaci maki oleh mereka semua. Perasaan sedih yang menyelimuti perasaannya.
__ADS_1
Semua orang semakin membenci dirinya. Banyak orang yang hendak mencelakai dirinya, serta menyakiti adiknya. Saat itulah, pedang sukma dewi mendatanginya. Namun bukan hanya sampai di situ saja. Karena cinta yang berlebihan yang dirasakan oleh Putri Anggun Dewi, ia malah terbunuh. Ia dibunuh dengan hukuman penggal. Hukuman yang membuat ia kehilangan segala-galanya.
Semua orang telah melarang dirinya untuk tidak memiliki hubungan yang lebih dari sekedar kakak dan adik saja. Putri Anggun Dewi menolak itu, karena ia tidak mudah untuk ditegur oleh mereka semua. Karena baginya cinta itu mutlak datang dari hati serta perasaan manusia itu sendiri. Jadi jangan salahkan keadaan. Apalagi jangan sampai membuat orang mati penasaran setelah mendengarkan kabar itu.
Putri Anggun Dewi akhirnya mendapatkan hukuman penggal. Akan tetapi, sebelum algojo mengayunkan pedangnya. Putri Anggun Dewi meninggal ia berpesan, bahwa suatu hari nanti ia akan terlahir dalam wujud Sukma. Dan ia akan bangkit dari dalam jiwa seseorang yang berkeinginan kuat untuk melindungi adiknya. Namun ia tidak membiarkan wanita itu akan berkahir seperti dirinya. Itulah janji yang diucapkan oleh Putri Anggun Dewi. Dan saat ini ia menjelma sebagai sukma dewi suarabumi.
Kembali ke hari ini.
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria menyimak dengan baik apa yang diceritakan oleh Putri Andhini Andita. Mereka tidak menduga sama sekali, mereka akan mendengarkannya langsung.
"Lalu apa yang dikatakannya pada yunda?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana ingin mengetahui lanjutan dari kisah yang diceritakan kakaknya.
"Aku ingin minta izin padamu rayi. Aku akan melakukan pengembaraan. Aku ingin menenangkan diriku di suatu tempat." Jawabnya mencoba untuk bersikap tegar.
"Menyendiri?. Maksud yunda semedi melakukan sesuatu?." Jaya Satria terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakaknya.
"Benar rayi. Ayahanda yang mengatakannya padaku dalam semedi yang telah aku lakukan rayi." Putri Andhini Andita berusaha untuk menahan tangisnya. Rasanya sangat sedih, ketika meninggalkan istana ini demi adiknya.
"Lakukanlah yunda. Jika yunda benar-benar mencintai aku. Maka yunda harus banyak belajar lagi di suatu tempat. Aku yakin yunda mampu melakukannya. Jika memang itu pesan dari ayahanda prabu." Jaya Satria hanya mencoba untuk memberikan semangat pada kakaknya.
"Terima kasih rayi prabu. Sungguh maafkan aku, jika selama ini aku hanya bergantung padamu rayi." Ada perasaan menyesal yang tubuh di dalam hatinya saat ini.
__ADS_1
"Sama-sama yunda. Semoga suatu hari nanti kita memiliki perasaan cinta yang tidak akan membuat satu sama lain merasakan cemburu yang luar biasa." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil. Ia mencoba memaklumi apa yang sedang dirasakan oleh kakaknya. Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
Disatu sisi.
Nyi ulis sedang memeriksa kandungan Putri Bestari Dhatu. Ada raut kebahagiaan yang terpancar di wajahnya. Mereka semua bertanya-tanya apa yang membuat dukun beranak itu tersenyum lebar.
"Bagaimana nyi?. Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan kandungan saya?." Putri Bestari Dhatu mengernyit heran.
"Kandungannya baik-baik saja. Asalkan jangan banyak pikiran saja. Karena dapat mempengaruhi janin bayinya.
"Kira-kira bayi ini akan lahir dalam satu purnama lagi. Karena kondisi perut ibunya yang bergeser." Nyai Ulis meraba dan mendapatkan gambaran dengan kelas dari kandungan Putri Bestari Dhatu.
"Alhamdulillah hirabbli'alamin jika memang telah baik. Karena kami semua sangat takut dengan kemungkinan buruk yang akan terjadi." Ucap Raden Hadyan Hastanta dengan perasaan gelisah yang luar biasa sekali. "Alhamdulillah hirabbli'alamin dinda." Raden Hadyan Hastanta menggenggap erat tangan istrinya sedang duduk disampingnya saat ini.
"Alhamdulillah hirabbli'alamin kanda. Semuanya baik-baik saja." Putri Bestari Dhatu merasa sangat bersyukur. Begitu juga dengan mereka yang menyaksikan Putri Bestari Dhatu dan Raden Hadyan Hastanta semakin mesra satu sama lain.
Cinta telah menyatukan dua insan yang berbeda, namun memiliki perasaan simpati yang luar biasa. Ada perasaan suka, dan juga suka yang tidak diinginkan oleh siapa saja. Apakah mereka mampu mempertahankan apa yang telah mereka miliki?. Kebahagiaan yang belum mengetahui bersama siapa mereka habiskan. Begitu banyak kejadian yang mereka rasakan. Membuat mereka semakin memandu lebih kuat lagi. Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.
...***...
__ADS_1