
...***...
Hampir dua hari Putri Andhini Andita menunggu kabar baik dari Kerajaan Restu Agung. Jantungnya berdegup kencang, saat prajurit jaga mengatakan ada rombongan kerajaan yang hendak memasuki istana. Tentunya perasaan yang ia tahan setelah sekian lama menunggu bukan?.
"Mohon ampun gusti putri. Ada rombongan dari kerajaan restu agung yang hendak masuk ke dalam istana." Prajurit tersebut melaporkan pada Putri Andhini Andita yang kebetulan berada di gerbang istana.
"Baiklah, kalau begitu persilahkan mereka untuk masuk. Karena aku memang menunggu mereka." Dengan perasaan yang berbunga-bunga putri Andhini Andita berkata seperti itu. "Langsung saja bawa mereka ke ruang tamu kerajaan. Aku akan menyusul ke sana nantinya." Lanjutnya sambil memberikan arahan pada prajurit jaga gerbang.
"Sandika gusti putri." Sebagai prajurit, terjunnya ia akan melakukan apapun yang dikatakan oleh putri Andhini Andita. Prajurit tersebut bergegas melakukan yang dikatakan gusti putrinya dengan Patuh.
Sementara itu, Putri Agniasari Ariani dan Raden Rajaswa Pranawa memperhatikan itu dari jauh. Sungguh mereka sangat kagum sekali dengan apa yang dilakukan oleh Putri Andhini Andita saat ini.
"Sepertinya yunda andhini andita telah menemukan seseorang yang sangat ia cintai, dan sepertinya ia telah melupakan perasaannya terhadap rayi prabu." Putri Agniasari Ariani dapat merasakan perasaan itu sejak kakaknya itu kembali.
"Nimas benar. Rasanya ada perubahan dari diri gusti putri andhini andita. Semoga saja beliau mendapatkan kebahagiaan yang ia inginkan." Raden Rajaswa Pranawa hanya berharap seperti itu.
"Ya, aku juga berharap seperti itu. Karena rasanya akan sangat sedih, jika kita masih belum bisa menghilangkan perasaan cinta itu pada seseorang yang seharusnya tidak kita sukai." Putri Agniasari Ariani tidak menyangka nya sama sekali. Jika orang yang dicintai oleh kakaknya itu adakah adiknya sendiri. Sungguh itu adalah fakta yang sangat mengejutkan sekali. Apakah tidak ada hal yang lebih menyakitkan hati setelah mengetahui kebenaran itu?. Tentu saja rasanya sangat menyakitkan bukan?. Tapi bagaimanapun juga, hati tetap harus kuat untuk melangkah lebih baik.
Baiklah, kita lupakan sejenak apa yang telah terjadi di masa lalu tentang putri Andhini Andita. Kita simak saja hari bahagia yang akan dirasakan putri Andhini Andita. Hari dimana ia sedang menunggu seseorang yang sangat ia nantikan.
"Kalau begitu mari kita ke ruang tamu raja kakang. Aku yakin yunda akan mengajak kita semua ke sana." Putri Agniasari Ariani antusias sekali. Ia ingin menjadi saksi ketika kakaknya itu akan dilamar oleh seorang pangeran yang sangat gagak dan nan pemberani.
"Mari nimas." Raden Rajaswa Pranawa mengikuti langkah Putri Agniasari Ariani menuju ruang tamu raja.
Sedangkan Putri Andhini Andita bergegas menuju pendopo istana yang ada di kaputren. Karena ia sangat yakin, jika kelurganya saat ini sedang berkumpul di sana. Dengan raut wajah yang dipenuhi oleh kebahagiaan yang sangat luar biasa ia berkata pada keluarganya.
__ADS_1
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Ibunda, yunda, raka." Namun ia tidak lupa mengucapkan salam pada mereka semua. Raut wajahnya terlihat sangat bahagia, begitu juga dengan suasana hatinya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Balas mereka semua bersamaan.
"Sepertinya ada hal bahagia yang sedang nanda rasakan. Katakan pada kami nak." Ratu Dewi Anindyaswari merasakan ada perubahan yang dirasakan oleh anaknya itu.
"Benar sekali rayi. Raut wajah mu terlihat sangat bahagia sekali. Pasti ada sesuatu yang menarik, sehingga senyuman mu terlihat sangat sumringah sekali." Raden Hadyan Hastanta merasakan ada hal yang luar biasa yang ia rasakan saat itu.
"Orang yang ditunggu telah datang ibunda, yunda, raka." Jawabnya dengan hati berbunga-bunga.
"Orang yang ditunggu?." Lagi, secara bersamaan mereka semua bertanya. Karena mereka belum mengetahui apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita.
"Dia yang nanda ceritakan pada saat itu ibunda. Dia yang telah mencuri hati ini yunda. Dia yang telah siap untuk menjadi calon suamiku raka." Dengan raut wajah yang bahagia ia mengatakan kalimat itu pada mereka semua.
"Alhamdulillah hirobbil'alamin." Mereka semua juga sangat senang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita. Tentunya mereka sangat ingat apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita pada mereka semua. Tentunya mereka semua tidak akan melupakan apa yang terjadi.
"Baiklah kalau begitu. Mari kita temui mereka nak." Ratu Gendhis Cendrawati tentunya sangat ingin melihat bagaimana calon menantu yang akan meminang anaknya.
"Mari yunda." Ratu Dewi Anindyaswari juga bersemangat, karena ia penasaran bagaimana calon dari putrinya itu.
"Kalau begitu ibunda, dinda, serta rayi ke ruang tamu kerajaan dulu. Nanda akan memanggil rayi prabu ibunda. Tentunya rayi prabu harus mengetahuinya juga." Raden Hadyan Hastanta tentunya tidak akan melupakan peran adiknya Raden Cakara Casugraha yang menjadi kepala keluarga istana.
"Terima kasih raka. Kalau begitu kami akan pergi duluan. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." Putri Andhini Andita sangat senang mendengarnya. Ia merasa terbantu sekali dengan apa yang dilakukan oleh kakaknya ini. Sungguh kakak yang sangat pengertian pada adiknya yang sedang merasakan kebahagiaan yang luar biasa.
"Kalau begitu aku duluan kanda." Putri Bestari Dhatu menggendong putra kecilnya menuju ruang tamu kerajaan. Ia menyusul adiknya telah jalan duluan.
__ADS_1
"Ibunda duluan ya nak. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh." Ratu Dewi Anindyaswari juga menyusul mereka.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi ibunda." Balas Raden Hadyan Hastanta sambil melihat kepergian ibundanya.
"Ibunda duluan. Jangan lupa membawa nanda prabu." Ratu Gendhis Cendrawati juga mengingatkan anaknya itu agar tidak lupa membawa Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba.
"Tentu saja ibunda." Raden Hadyan Hastanta mengerti apa yang dikatakan oleh kedua ibundanya. "Kalau begitu aku langsung saja ke ruang pribadi raja untuk memberitahu pada rayi prabu, bahwa ada tamu penting yang sedang berkunjung saat ini.
Sementara itu, Putri Andhini Andita telah sampai duluan di ruangan tamu kerajaan. Dan ia tidak menyangka jika adiknya Putri Agniasari Ariani dan Raden Rajaswa Pranawa telah sampai duluan di sana.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, rayi, juga raden rajaswa." Tak lupa ia mengucapkan salam pada keduanya. Ia tidak menyangka akan melihat keduanya berada di sini, meskipun awalnya ia ingin menemui keduanya.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, yunda." Jawab Putri Agniasari Ariani.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, gusti putri." Raden Rajaswa Pranawa juga membalas salam dari putri Andhini Andita.
"Syukurlah kalau telah berada di sini. Tadinya aku ingin mencari kalian berdua." Putri Andhini Andita semakin berdebar-debar.
"Tadi kami tidak sengaja melihat yunda yang sedang bahagia mendengarkan laporan dari prajurit istana. Bahwasannya orang yang yundaku tunggu telah datang." Putri Agniasari Ariani terlihat sedang menggoda kakaknya itu.
"Kau benar sekali rayi. Aku sudah tidak sabar lagi menunggu kedatangannya." Putri Andhini Andita tidak menangkalnya. Ia memang menunggu kedatangan Raden Raksa Wardhana ke istana ini. Apakah ia salah telah berharap jika pangeran pujaan hatinya datang melamarnya sesuai dengan janji?.
"Selamat berbahagia yunda. Kami akan selalu bersama yunda." Dalam hati Putri Agniasari Ariani.
Apakah acara lamaran itu akan berjalan sesuai dengan keinginan mereka?. Terutama keinginan putri Andhini Andita?. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...