RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
PASAR KOTA RAJA


__ADS_3

...*** ...


Putri Andhini Andita juga merasa sedih berpisah dengan Nenek Putih. Akan tetapi ia harus tetap melakukan perjalanan baru. Karena ia tidak mungkin terjebak di dalam hutan ini. Akan sangat berbahaya jika ia sampai terjebak di sini, sementara ia harus melakukan banyak hal lainnya untuk melupakan perasaan yang membuncah di dalam hatinya.


"Selamat berpisah nek. Semoga suatu hari nanti, kita bisa dipertemukan dalam keadaan yang sangat baik." Putri Andhini Andita berusaha menahan tangisnya. Hatinya juga sangat berat, namun ia tidak punya pilihan lain, selain menetapkan hatinya untuk melakukan itu semua.


"Kau sungguh baik sekali cah ayu. Sungguh maafkan aku." Sorot matanya menyimpan kesedihan yang mendalam.


"Untuk apa nenek meminta maaf pada saya?. Apakah nenek memiliki kesalahan pada saya?." Putri Andhini Andita sangat heran, dan merasa aneh.


"Ya. Maafkan aku, karena aku telah membuatmu dalam kesulitan. Maafkan aku, sebenarnya aku juga ingin mengambil sukma dewi suarabumi yang ada di dalam tubuhmu, untuk hidup kembali." Ia mengatakan alasannya. "Sungguh, maafkan aku cah ayu." Setelah berkata seperti itu, Nenek Putih menghilang seperti abu ditiup angin. Menghilang tanpa sisa, hingga tidak meninggalkan jejak sama sekali.


"Oh, nenek putih." Putri Andhini Andita sangat terkejut, ia tidak menyangka akan mendengarkan perkataan seperti itu dari Nenek Putih. "Tapi setidaknya saya berterima kasih pada nenek. Karena saya bisa belajar lebih sabar lagi." Putri Andhini Andita menghapus air matanya, mencoba untuk kembali tersenyum. Setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanan. Karena hutan ini tidak baik untuk dihuni oleh manusia. Apakah yang akan terjadi pada Putri Andhini Andita selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


Istana Kerajaan Suka Damai.


Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria telah selesai melakukan semedi. Menyimpan kembali pedang Sukma Naga Pembelah Bumi ke dalam tubuh mereka.


"Alhamdulillah hirobbil'alamin, semuanya telah selesai. Aku yakin yunda andhini andita akan meneruskan perjalanannya." Jaya Satria terlihat senang dan lega.


"Raka prabu benar. Kita hanya mendo'akan, semoga yunda andhini andita lancar dalam perjalanannya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga merasa senang. Ia sangat khawatir dengan keselamatan Putri Andhini Andita.

__ADS_1


"Besok raka hadyan hastanta akan menuju istana kerajaan angin selatan, apa yang akan raka prabu lakukan?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana masih ingat dengan janji menjemput Prabu Kawanda Labdagati juga keluarganya.


"Aku akan mengawal raka ke sana. Aku serahkan istana ini padamu rayi prabu." Jaya Satria tidak mungkin membiarkan Raden Hadyan Hastanta pergi ke sana sendirian.


"Baiklah raka prabu. Berhati-hatilah saat menuju istana Kerajaan angin selatan." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada Jaya Satria.


...***...


Masih di wilayah kerajaan Suka Damai. Raden Jatiya Dewa, Mulni, Barka, dan Purna saat ini sedang menuju pasar kota raja. Mereka hanya ingin melihat-lihat saja. Karena mereka dapat jatah libur kerja bakti. Makanya mereka ingin jalan-jalan sambil melihat pasar kota raja. Mungkin ada sesuatu yang bisa mereka beli atau hanya sekedar jalan-jalan saja.


"Wah, ternyata sangat ramai ya." Mulni merasa kagum dengan ramainya pasar kota raja.


"Ya, sangat benar. Aku ingin melihat-lihat dulu. Mungkin ada sesuatu yang sangat menarik untuk disimak." Barka jadi tambah bersemangat.


"Kalau begitu mari kita lakukan perjalanan yang menyenangkan hari ini." Purna juga ikut bersemangat.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Ucapnya dengan pelan.


"Tidak apa-apa. Apakah kau baik-baik saja?." Raden Jatiya Dewa merasa khawatir dan cemas, serta perasaan bersalah. Setelah menyenggol seseorang.


"Aku baik-baik saja. Maafkan aku sekali lagi." Wanita itu terlihat sangat sedih?.


"Cahya candrakanti!." Tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakangnya. Tentu saja itu membuatnya terkejut, dan langsung berlindung di belakang Raden Jatiya Dewa.

__ADS_1


Sedangkan Raden Jatiya Dewa dan ketiga temannya merasa sangat aneh dengan sikap pemuda yang mendekati mereka?.


"Cahya candrakanti!. Apa yang kau lakukan?. Kenapa kau malah menghindar dariku!. Dan kau malah datang ke kerajaan suka damai?. Apa yang kau inginkan dari raja yang tidak mencintaimu itu, hah?." Sepertinya pemuda itu sangat marah dan merasa kecewa dengan sikap Putri Cahya Candrakanti. Namun Putri Cahya Candrakanti hanya diam saja, ia tidak menanggapinya. Hanya diam bersembunyi di balik punggung Raden Jatiya Dewa.


"Maaf, jika aku terkesan ikut campur. Tapi aku rasa lebih baik kalian menyelesaikan masalah asmara kalian. Tidak enak dilihat oleh orang lain, jika kalian ribut di tempat umum." Raden Jatiya Dewa merasa tidak enak.


"Benar, itu sangat tidak." Mulni ingin mengeluarkan pendapat, namun pemuda itu menatap tajam ke arahnya. Tapi ia malah berbicara dengan Raden Jatiya Dewa.


"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur. Kau hanyalah rakyat biasa. Dan kau tidak akan mengerti dengan apa yang sedang kami hadapi saat ini." Pemuda itu terlihat sangat sombong sekali. Ia menatap rendah Raden Jatiya Dewa.


"Orang biasa katamu?." Raden Jatiya Dewa sangat panas mendengarkan apa yang dikatakan oleh pemuda itu. Sementara itu. Mulni, Barka, dan Purna mencoba untuk memberi kode pada Raden Jatiya Dewa untuk tetap tenang. "Kau pikir kau orang biasa seperti aku tidak mengerti tentang perasaan?. Kau pikir kami ini batu?." Raden Jatiya Dewa mencengkram pundak pemuda itu dengan eratnya.


"Lepaskan!." Pemuda itu menepis kuat tangan Raden Jatiya Dewa. Setelah itu ia menarik paksa tangan Putri Cahya Candrakanti. "Jangan buat aku marah cahya candrakanti!." Sayangnya langkahnya ditahan oleh Raden Jatiya Dewa.


"Tidak seperti memperlakukan wanita." Raden Jatiya Dewa menarik kuat Putri Cahya Candrakanti, hingga terjajar ke belakang. Tentunya tindakan itu membuat mereka terkejut, termasuk Putri Cahya Candrakanti.


"Kau ingin bermain-main denganku rupanya." Pemuda itu merasa tertantang, karena ada seseorang yang ingin melihat kekuatannya?.


Sedangkan Mulni, Barka dan Purna mendekati Putri Cahya Candrakanti. Karena mereka diberi kode Raden Jatiya Dewa untuk melindungi Putri Cahya Candrakanti.


"Aku hanya tidak suka dengan apa yang kau lakukan. Sungguh sangat tidak terpuji. Kau menyeret seorang wanita seperti menyeret kambing ternak yang enggan masuk ke air." Raden Jatiya Dewa sangat tidak suka dengan apa yang dilakukan pemuda itu.


"Rupanya kau tidak sayang dengan nyawamu, pemuda kampung. Aku yakin kau akan menyesal, karena kau telah berani melawan aku." Pemuda itu telah siap-siap dengan kuda-kudanya untuk menyerang Raden Jatiya Dewa.

__ADS_1


"Mari kita selesaikan. Jangan hanya pandai berbicara saja. Aku yakin kau hanya mengandalkan tahta orangtuamu saja." Raden Jatiya Dewa juga telah siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2