
...***...
Raden Cakara Casugraha masih berhadapan dengan Raden cakrawala dirja. Pertarungan yang memakan waktu yang cukup lama. Karena kekuatan yang mereka miliki benar-benar tidak bisa dianggap remeh meskipun terluka sekalipun.
DUAKH!.
Bukan hanya tenaga dalam saja yang mereka gunakan untuk menjatuhkan musuhnya, bahkan kekuatan fisik juga. Namun jika kekuatan fisik mungkin Raden Cakara Casugraha lebih unggul. Hingga membuat Raden Cakrawala Dirja terpaksa mundur. Tenaganya sedikit terkuras, sedikit mengukur waktu untuk mengatur tenaga dalamnya.
"Apa yang kau inginkan sebenarnya cakrawala dirja?. Rasanya kau memang sengaja mencari permusuhan dengan ku." Raden Cakara Casugraha juga mengatur tenaga dalamnya. Ia mencoba lebih bersabar lagi.
"Kali ini aku menginginkan tahta yang kau miliki saat ini. Jika aku berkata seperti itu padamu. Aku yakin kau akan langsung menolak apa yang aku inginkan bukan?." Raden Cakrawala Dirja menyeringai lebar. Ternyata itulah keinginan tersembunyi dari pertarungan ini. Ia memang sengaja memancing Raden cakar Casugraha keluar dari istana kerajaan Suka Damai.
Namun bagaimana reaksi Raden Cakara Casugraha?. Ia malah tertawa geli mendengarnya seakan-akan itu adalah sebuah lelucon belaka. Sehingga Raden Cakrawala Dirja merasa kesal. "Apa yang kau tertawakan cakara casugraha!. Aku sedang tidak bercanda!." Raden Cakrawala Dirja merasa sangat marah.
__ADS_1
"Kau pikir kerajaan suka damai itu hanyalah sebuah nama saja?. Kau harus mengetahui makna dari suka damai. Kau pikir makna kerajaan suka damai hanyalah sebuah nama saja?." Raden Cakara Casugraha menyimpan kembali pedang pelebur Sukma.
"Apa yang kau katakan cakara casugraha?. Kau jangan berkata yang tidak berguna sama sekali cakara casugraha!. Aku sudah muak dengan semua omong kosongmu!." Raden Cakrawala Dirja kembali menyerang Raden Cakara Casugraha. Namun sepertinya kali ini berbeda. Ada
beberapa sosok menyeramkan menahan gerakan Raden Cakrawala Dirja, sehingga ia tidak bisa bergerak. "Apa yang kau lakukan cakara casugraha!. Kau jangan main-main dengan ku!. Kau jangan berbuat curang padaku!." Raden Cakrawala Dirja berusaha untuk bergerak. Ia merasakan ada kekuatan yang tak kasat mata menahan gerakannya.
"Aku tidak melakukan apapun cakrawala dirja. Saat ini mereka semua sedang marah padamu. Mereka marah karena kau berniat jahat padaku!." Raden Cakara Casugraha melihat semua Sukma yang sedang menahan Raden Cakrawala Dirja.
"Kau tidak usah membual padaku cakara casugraha!." Amarahnya sangat memuncak, namun ia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Diam kau cakara casugraha!. Sudah aku katakan padamu!. Bahwa aku tidak mau mendengarkan apapun yang kau jelaskan!." Raden Cakrawala Dirja masih berusaha melepaskan diri, tapi sayangnya ia tidak bisa melakukan itu.
"Suka damai, gabungan dari kata yang sangat bermakna. Suka damai, yang berarti suarabumi kehidupan daratan menuai ikatan. Itulah makna dari suka damai. Jadi kau tidak bisa begitu saja mengambilnya dariku." Raden Cakara Casugraha mengeluarkan pedang penggilan jiwa yang ada di dalam tubuhnya. "Suarabumi. Itu ada pada pedang panggilan jiwa pembangkit raga sukma dewi suarabumi yang selalu mendengarkan suara rakyatnya yang merintih kelaparan, ketakutan, serta menginginkan keadilan. Su untuk suarabumi yang memastikan bahwa semua rakyat suka damai mendapatkan panggilan jiwanya. Bukan hanya pemimpinnya saja." Raden Cakara Casugraha menjelaskan pada Raden Cakrawala Dirja.
__ADS_1
"Ka, yang bermakna kehidupan. Yang terdapat dalam pedang panggilan pedang warna kehidupan yang memberikan warna. Entah itu senyuman, kesedihan, rasa sakit. Bahkan penderitaan yang dirasakan rakyat serta rajanya. Kehidupan yang mereka rasakan selama ini telah mewarnai berdirinya kerajaan suka damai." Lagi, Raden Cakara Casugraha menjelaskan lanjutan kisah berdirinya kerajaan Suka Damai.
"Kegh!." Raden Cakrawala Dirja merasa sangat kesal, ia tidak mau mendengarkan cerita kuno itu. Ia ingin menghajar Raden Cakara Casugraha, namun ia tidak bisa bergerak sama sekali.
"Da, yang bermakna daratan. Yang diwakili oleh pedang Sukma naga Pembelah bumi. Daratan yang terpilih untuk menjadi tempat memberikan kehidupan yang mampu mendengarkan panggilan suarabumi." Raden Cakara Casugraha tersenyum kecil. "Ma, yang bermakna menuai. Yang diwakili oleh pedang serat raga dewa langit. Langit yang menurunkan air untuk memenuhi semua kebutuhan itu semua. Serta i yang bermakna ikatan yang diwakili oleh pedang batari saka raksa." Raden Cakara Casugraha mengingat semua pedang panggilan jiwa yang sedang dipegang oleh semua saudara-saudaranya saat ini. "Meskipun kami semua terpisah, namun dengan ikatan yang kami bangun. Kau tidak akan semudah itu membunuh kami semua. Karena pedang panggilan jiwa yang kami miliki akan selalu melindungi kami atas izin Allah SWT." Raden Cakara Casugraha mengingat itu, pada saat kakaknya Andhini Andita yang dalam bahaya. Pedang panggilan jiwa nya bergetar hebat, ingin menolong saudaranya.
...***...
Sementara itu, Putri Andhini Andita yang sedang berjalan meneruskan pengembaraannya, dapat merasakan ada panggilan jiwa di dalam dirinya yang sedang bergejolak untuk mencari apa yang ia inginkan. "Aku bisa mendengarkan mereka yang menginginkan keadilan." Matanya melirik ke arah seorang nenek yang masih menuntun dirinya menuju ke sebuah tempat. Meskipun ia tidak mengetahui dibawa kemana namun ia dapat merasakan ada yang sedang memanggil jiwanya.
Disisi lain Raden Hadyan Hastanta saat ini sedang menatap anaknya yang masih kecil. Ia seperti merasakan air telaga yang menyejukkan hati yang turun dari langit. Memberikan kebahagiaan dan melepaskan dahaga yang ia rasakan. "Terima kasih telah hadir untuk kami." Dalam hatinya merasakan kebahagiaan yang berbeda dari yang sebelumnya.
Sedangkan Putria Agniasari Ariani. Angin yang berhembus kearahnya seakan memberikan kehidupan yang sangat damai baginya. Dan ia merasakan ada panggilan jiwa yang menusuk hatinya, hingga dengan tabah ia melakukan ujian terberat yang pernah ia rasakan untuk menjadi seorang ratu.
__ADS_1
Dan terakhir Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara yang berada di istana Kerajaan Mekar Jaya. Meskipun ia berada jauh dari keluarganya, namun ikatan yang ia rasakan sangat kuat. Tidak akan ia biarkan ikatan itu hilang begitu saja, dan malah terlena dengan apa yang ia dapatkan. Justru ikatan itu semakin kuat ia rasakan, dan selalu ingin melindungi keluarganya. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Mohon dukungannya ya pembaca tercinta. (Maaf banget ya, karena cuman bisa update satu bab malam ini. soalnya lagi otw, mau liat KkN itu loh. Hehehe tepati diusahakan update, walaupun diusahakan masih ngetik di jalan, juga di dalam bioskop cuma beberapa kata. Tapi author yang tidak berwujud ini akan mengusahakan up walaupun tengah malam dan masih di jalan. Maaf banget ya.)
...***...