
...***...
"jadi kalian ingin menyalahkan aku?." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara seakan marah, dan malah balik bertanya.
"Bukan maksudku untuk menyalahkan gusti ratu. Hanya saja, tidak adil rasanya. Jika gusti ratu memberikan kesempatan pada gusti prabu maheswara jumanta, aku rasa beliau akan mendapatkannya kembali." Balas Jaya Satria, ia berusaha agar Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara mengerti dengan apa yang ia ucapkan.
"Tidak bisa. Aku benar-benar murka padanya. Karena dia tidak bisa menjaga amanah yang telah aku berikan padanya." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Ambon masih marah?.
"Aku sudah memberikan kehidupan yang mewah padanya. Aku berikan sebuah tombak pusaka yang membantunya, untuk mendapatkan kenikmatan dunia. Tetapi menjaga satu tombak pusaka saja dia tidak becus." Hati sang Ratu masih dikuasai oleh kemarahan yang luar biasa. Sehingga ia tidak mau menerima apa yang dikatakan oleh Jaya Satria padanya.
"Kurang apalagi aku terhadap dirinya. Namun itu balasan yang ia berikan padaku?. Sungguh tidak tahu diri dia sebagai abdiku." Lanjutnya lagi. Kemarahan yang ia tahan selama ini, ia keluarkan begitu saja.
"Astaghfirullah hal'azim. Dengarkan aku gusti ratu. Allah SWT saja, tidak pernah marah, meskipun umat-Nya lalai dalam menjalankan perintah-Nya." Jaya Satria sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Apakah gusti ratu tidak menyadari, bahwa Allah SWT, jauh lebih berkuasa pada gusti ratu. Namun Allah SWT, masih memberikan kesempatan untuk gusti ratu bertaubat. Harusnya gusti ratu kembali ke jalan kebenaran." Jaya Satria mencoba untuk mengingatkan Ratu Penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara.
"Diam kau!. Aku tidak mau lagi mendengarkan apapun darimu." Bantah Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara. Hatinya benar-benar panas mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jaya Satria.
"Gusti ratu. Aku ingatkan pada gusti ratu. Bebaskan sukma gusti prabu maheswara jumanta. Gusti ratu tidak berhak, untuk menyandera sukma itu." Lama-lama Jaya Satria tidak tahan lagi dengan sikap Ratu Penguasa Kerajaan gaib teluk Mutiara.
"Jadi kau mau mengancamku!."
"Aku telah memintanya dengan baik-baik. Akan tetapi, gusti ratu sendiri yang tidak mau menyerahkannya."
"Ya, aku memang tidak mau menyerahkannya. Karena dia telah lalai menjaga apa yang telah aku berikan padanya."
__ADS_1
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Jaya Satria masih memiliki kesabaran?.
"Kalau kau menginginkan dia, maka kau harus merebutnya dariku!."
"Gusti ratu. Hamba mohon. Janganlah ada pertarungan diantara kita." Kali ini tombak pusaka Kelana Jaya yang bersuara. Ia cukup sabar, sebagai pendengar yang baik dari percakapan mereka tadi.
"Kau tidak usah ikut campur, kau hanyalah benda pusaka yang aku ciptakan untuk memakmurkan umat manusia. Akan tetapi malah lalai menjagamu." Tunjuk Ratu Penguasa pada tombak pusaka Kelana Jaya yang masih berada ditangan Jaya Satria.
"Kau pilih aku sebagai penciptamu, atau kau memilih pemilikmu yang tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan aku?." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara memberikan pilihan pada tombak pusaka kelana jaya?.
"Benar-benar tidak bisa mendengarkan apa yang disampaikan padanya." Dalam hati Jaya Satria merasa heran dengan Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara.
"Meskipun hamba hanyalah sebuah benda. Akan tetapi, sedikit banyak, hamba memiliki perasaan untuk memilih, gusti ratu." Jawabnya dengan perasaan sedih.
"Terserah!. Aku tidak peduli. Akan aku musnahkan kau, karena kau juga tidak patuh padaku." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara memang keras hati.
"Kenapa?. Apa alasanmu berkata seperti itu?. Hah?!." Entah mengapa hatinya tidak terima karena ucapan sebuah benda yang ia ciptakan itu?.
"Karena, baik gusti ratu, ataupun gusti prabu maheswara jumanta. Hanya menggunakan hamba sebagai alat saja. Tidak pernah menghargai apa yang telah hamba lakukan. Memperlakukan hamba dengan penuh nafsu berkeinginan mengumbar hawa nafsu sebagai, pemuas hasrat ingin dipuji saja." Sepertinya tombak pusaka Kelana Jaya bisa marah juga?.
"Kenapa aku tiba-tiba merasakan perdebatan, antara yang menciptakan, dan yang diciptakan?. Aneh sekali." Dalam hati Jaya Satria merasakan keanehan yang luar biasa.
"Lalu, jika kau tidak memilih diantara aku dan prabu maheswara jumanta. Kau memilih siapa?." Lagi, Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara memberikan pertanyaan pada Tombak pusaka Kelana Jaya.
"Hamba memilih prabu asmalaraya arya ardhana. Karena beliau, selalu memperhatikan kami semua. Dengan membacakan sholawat, atau mengumandangkan adzan pada kami. Hamba lebih nyaman berada di dalam tubuhnya." Jawabnya dengan tegas.
__ADS_1
"Hamba merasa berdosa, karena telah memberikan mimpi buruk itu. Jika hamba tahu, jika tuan hamba disiksa kejam oleh gusti ratu. Orang yang telah menciptakan hamba." Lanjutnya lagi.
"Berani sekali kau berkata seperti itu padaku!. Kau itu benda pusaka yang tidak tahu diri. Akan aku musnahkan kau." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara sangat marah. Ia hampir saja merebut tombak pusaka itu dari tangan Jaya Satria. Akan tetapi, benda pusaka itu sepertinya memiliki gerakan sendiri, sehingga ia berhasil menghindarinya.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Jaya Satria juga terkejut, ia juga menghidangkannya.
"Artinya kau, kau telah menyatakan perang padaku!." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara telah dikuasai oleh amarahnya sendiri. Hingga ia tidak lagi bisa mengendalikan dirinya.
"Gusti prabu. Gunakanlah hamba untuk mengalahkannya. Hamba serahkan semuanya pada gusti prabu. Mari kita selesaikan masalah ini dengan segera mungkin." Itulah permintaan dari Tombak pusaka Kelana Jaya pada Jaya Satria?.
"Janganlah engkau berserah diri kepada manusia. Akan tetapi, berserah diri kepada Allah SWT. Atas izin Allah, kau diciptakan, melalui seorang ratu yang memiliki kekuatan gaib." Balas Jaya Satria. Ia bersiap-siap, menunggu serangan Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara.
"Baiklah gusti prabu. Karena berada di dalam tubuh gusti, hamba sedikit mengetahui tentang ajaran agama Islam yang baik. Karena itulah, hamba akan berserah diri kepada Allah SWT." Tombak pusaka Kelana Jaya mengerti dengan apa yang dikatakan Jaya Satria?.
"Asshadualla ilahaillallah, waasshaduanna muhammadarrasulullah." Jaya Satria mengucapkan kalimat syahadat sebelum menggunakan benda pusaka itu. Tombak pusaka kelana jaya juga mengikuti kalimat yang dibacakan oleh Jaya Satria.
Sehingga, ketika Ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara, hendak menyerang Jaya Satria dengan menggunakan serangan andalannya, tubuhnya terpental karena tebasan yang diayunkan oleh Jaya Satria.
"Ghaaaakh." Tubuh Ratu Penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara terpental jauh. Masuk ke dalam laut, hingga ia tenggelam ke dasar laut?.
"Sungguh tebasan yang sangat luar biasa gusti prabu." Tombak pusaka Kelana Jaya merasa kagum dengan kekuatan yang ia lepaskan. "Hamba baru kali ini melepaskan hawa tebasan yang sangat dahsyat sekali. Sungguh, saat hamba melepaskan kekuatan itu, hamba tidak dikuasai keinginan-keinginan lain, selain ingin melindungi diri dari hak yang hamba pertahankan." Entah mengapa ia merasakan kekuatan yang berbeda dari yang sebelumnya.
"Allah SWT, selalu memberikan kekuatan apapun pada apa yang ia ciptakan. Entah itu manusia, hewan, tumbuhan, bahkan pada sebuah benda mati sekalipun. Allah SWT tidak pernah memilih, ataupun pilih kasih." Balas Jaya Satria. Ia mengatur kembali hawa murninya, karena tebasan tadi itu, berasal dari kekuatan tenaga dalamnya yang memanfaatkan kekuatan angin.
Apa yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya. Selamat tahun baru ya. Semoga tahun baru, kita mendapatkan kebahagiaan yang baru. Suasana baru, serta pengalaman baru.
__ADS_1
Salam cinta untuk pembaca tercinta.
...***...