
...***...
"lalu apa yang harus kita lakukan sekarang gusti prabu?." Tombak pusaka kelana jaya bertanya.
"Kita harus segera menemukan keberadaan gusti prabu maheswara jumanta." Jawab Jaya Satria. "Akan sangat berbahaya, jika kita tidak segera menemukannya." Hatinya sedang gelisah.
Namun, saat ia ingin melangkah memasuki lautan itu. Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara malah menyerangnya?. Beruntung karena Jaya Satria masih menyadari serangan itu, sehingga ia aman dari serangan gelombang ombak itu.
"Kau benar-benar membuat aku murka." Suara Ratu Penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara terdengar berbeda dari yang sebelumnya. Kali ini suaranya lebih menyeramkan. Apalagi sang Ratu saat ini sedang mengeluarkan amarahnya. Sehingga ia seperti menyatu dengan air laut itu. Tubuhnya menjadi ombak yang siap menghempas apa saja di tepian. Termasuk Jaya Satria yang terkejut melihat perubahan tubuh sang Ratu.
"Sepertinya kita telah membuatnya marah gusti prabu." Tombak pusaka Kelana Jaya sedikit gentar. Karena kemarahan yang ia rasakan sangat berbeda dari sebelumnya.
"Aku ingatkan sekali lagi gusti ratu. Bahwa tiada kekuatan yang maha dahsyat, kecuali kekuatan Allah SWT." Jaya Satria menguatkan suaranya. "Allah SWT, maha pemilik alam semesta berserta isinya. Karena itulah, redakan amarah gusti ratu. Kita bicarakan semuanya dengan baik-baik. Dan selesaikan dengan cara yang damai." Jaya Satria mencoba untuk mengingatkan sang Ratu.
"Diam kau!. Aku tidak peduli lagi dengan apa yang kau katakan. Karena akulah yang berkuasa di dunia ini!." Dengan murkanya, ia membawa gulungan ombak itu untuk menyerang Jaya Satria.
Namun sepertinya tidak bisa menyentuh Jaya Satria. Karena ayat kursi yang dibacakan Jaya Satria, serta tenaga dalamnya yang ia salurkan ke tombak Pusaka Kelana Jaya, menghalangi serangan itu.
"Panas, kenapa tubuhku terasa panas." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara kepanasan. Ia merasakan kesakitan yang luar biasa.
Jaya Satria membacakan beberapa surat pendek juga. Membuat Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara semakin kesakitan.
"Hentikan!. Aku sudah tidak tahan lagi dengan apa yang kau bacakan itu. Hentikan!."
Jaya Satria tidak mendengarkan itu, karena ia sedang fokus dengan apa yang sedang ia bacakan. Hingga akhirnya Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara memutuskan untuk kembali ke wujudnya yang semula.
__ADS_1
Ia merintih kesakitan, tidak kuat menahan suara itu?. Apa yang harus ia lakukan sekarang?.
"Gusti ratu. Apakah gusti ratu masih tidak mau mendengarkan, apa yang aku katakan?." Ucap Jaya Satria saat ia mendekati Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara. "Apakah gusti ratu masih mau membantah, bahwa kekuatan yang maha dahsyat itu hanyalah milik Allah SWT?. Apakah perlu aku bacakan sekali lagi ayat alquran untuk membuat gusti ratu mengakui bahwa, tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu mengalahkan ayat alquran?." Jaya Satria mengancam Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara.
"Baiklah, aku menyerah." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara takut, jika dirinya akan musnah karena bacaan ayat Alquran?.
"Kalau begitu tunjukkan padaku, dimana gusti ratu menyembunyikan sukma gusti prabu maheswara jumanta?."
"Cari saja sendiri, jika kau mampu mencarinya!." Ratu penguasa kerajaan gaib teluk Mutiara malah menghilang dari sana?.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Jaya Satria sangat terkejut, sungguh ia tidak mengerti sama sekali.
"Memang tidak bisa bertanggungjawab, dengan apa yang telah ia lakukan." Tombak pusaka kelana jaya sekarang bisa menilai seseorang dari sikapnya.
"Ya Allah. Hamba mohon, berilah hamba petunjuk-Mu." Jaya Satria berdoa kepada Allah SWT.
"Alhamdulillah hirobbil a'lamin ya Allah. Terima kasih atas petunjuk yang engkau berikan kepada hamba." Jaya Satria sangat bersyukur.
"Kalau begitu kita harus segera ke sana gusti prabu. Semoga kita tidak terlambat." Tombak pusaka Kelana Jaya merasa gelisah, karena ia merasakan nyawa Prabu Maheswara Jumanta dalam bahaya.
Jaya Satria membacakan sholawat, berharap ada petunjuk di sana. Alhamdulillah hirobbil a'lamin, atas izin Allah SWT. Mereka menemukan keberadaan Prabu Maheswara Jumanta. Namun keadaan beliau sungguh sangat memprihatinkan.
"Siapakah engkau?. Mengapa engkau bisa menemukan keberadaanku di sini?." Dengan keadaan yang terikat menyedihkan seperti itu. Prabu Maheswara Jumanta masih bertanya siapa mereka?.
"Gusti prabu. Apakah gusti prabu tidak mengenali hamba lagi?." Begitu sedih perasaan Tombak pusaka Kelana Jaya melihat kondisi sang prabu. Apalagi tidak mengenali dirinya yang merupakan tombak pusaka, yang telah menemaninya selama bertahun-tahun untuk menyejahterakan rakyat kerajaan Teluk Mutiara?.
__ADS_1
"Sepertinya kita harus segera membebaskannya. Karena ikatan gaib itu, benar-benar membuatnya sangat tersiksa." Jaya Satria dapat melihat aliran hitam di tali yang membelit tubuh itu.
"Gusti prabu benar. Tali pengikat sukma itu memang sangat dahsyat. Semakin melawan, maka akan semakin terjerat kuat oleh kekuatannya."
"Aku akan mencoba melepaskannya." Jaya Satria mencoba menyentuh tali gaib itu. Namun ia malah dikejutkan oleh sengatan dari tali gaib itu.
Hingga dampaknya pada tubuhnya di dunia nyata. Mereka yang dari tadi memperhatikan apa yang dilakukan oleh Jaya Satria merasa heran. Apalagi ketika mereka melihat apa yang dialami oleh Prabu Maheswara Jumanta.
"Ayahanda prabu!." Putri Haspari Iswara terkejut melihat yang semakin parah?. "Prajurit!. Serang orang itu!. Dia telah menyakiti ayahandaku!." Perintah Putri Haspari Iswara dengan marahnya.
Prajurit yang dari tadi telah bersiaga, siap menyerang Jaya Satria. Namun ketika mereka hendak mendekat, mengarahkan tombak ke arah Jaya Satria. Namun gerakan mereka terhenti, karena tangan Jaya Satria yang memberi kode kepada mereka untuk menjauhinya.
"Apalagi yang kalian tunggu. Serang dia!." Perintah Putri Haspari Iswara dengan suara keras. Membuat prajurit serta mereka yang mendengarkan suara itu terkejut.
"Lakukan!. Atau aku yang melakukannya!." Bentak Putri Haspari Iswara memerintahkan mereka untuk menyerang Jaya Satria.
Karena tidak ingin membantah perintah, prajurit itu menyerang Jaya Satria. Namun apa yang terjadi?. Mereka semua seakan terkena serangan gaib, tubuh mereka seakan terkena sengatan yang mematikan. Tubuh mereka kesakitan?. Ya, terdengar dari teriakan kesakitan mereka.
Tentunya pemandangan itu membuat mereka semua terkejut. Apa yang terjadi sebenarnya?. Apa yang dilakukan oleh Raden Cakara Casugraha?. Mengapa ia bisa mencelakai prajurit itu?. Padahal ia sama sekali tidak melihat?.
Sementara itu di alam sukma.
"Bertahanlah gusti prabu. Aku akan berusaha untuk membebaskan gusti prabu, dari lilitan ikatan tali gaib ini." Jaya Satria masih berusaha untuk membebaskan Prabu Maheswara Jumanta.
"Gusti prabu. Sebaiknya gusti prabu menggunakan pedang pelebur sukma. Semoga dengan pedang pelebur sukma, tali gaib ini bisa ditebas gusti prabu." Ucap tombak pusaka itu.
__ADS_1
Apakah Jaya Satria akan melakukannya?. Temukan jawabannya. Semoga tahun baru kita semua diberikan rezeki yang baru oleh Allah SWT. Aamiin.
...***...