RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
DEMI KEBAIKAN


__ADS_3

...***...


Di Desa Damai Setia.


"Majulah kalian!. Tidak perlu sungkan padaku!. Akan aku ladani kalian semuanya." Raden Cakara Casugraha sepertinya sedang bersemangat. Hingga ia tanpa takut menantang mereka semua.


"Kami tidak akan sungkan bocah!. Mari hadapi kami semua." Mereka semua mengelilingi Raden Cakara Casugraha. Sekitar lima belas orang pemuda yang kini merasa tertantang.


Lima orang pemuda maju ke depan. Mereka sepertinya memiliki kepandaian, dan ingin mengujinya pada Raden Cakara Casugraha.


"Kau akan merasakan pukulan dariku bocah!." Dua orang dari mereka mulai memainkan satu jurus, yang mereka pamerkan.


Raden Cakara Casugraha tidak gentar sedikitpun. Ia juga memainkan jurus pertamanya. Jurus angin menerbangkan daun. Hanya gerakan ringan, sederhana, namun bisa memberikan perlawanan pada musuhnya.


Dua orang pemuda itu mulai menyerang, Raden Cakara Casugraha menghalau serangan yang datang padanya. Menahan pukulan, tendangan yang datang ke arahnya dengan santai. Meskipun hawa kemerahan menyelimuti tubuhnya, namun ia tidak panik sedikitpun.


Raden Cakara Casugraha masih dapat serangan-serangan yang datang, dan ia mendapatkan kesempatan untuk mengembalikan serangan itu. Kedua pemuda itu terkena hantaman dari Raden Cakara Casugraha.


Tentunya itu membuat mereka semua terkejut, dan tidak menyangka jika teman mereka berhasil dihajar oleh Raden Cakara Casugraha.


"Boleh juga kau bocah."


"Tidak usah memujiku. Aku masih sanggup untuk mengalahkan kalian sekaligus. Majulah kalian semua!." Raden Cakara Casugraha masih santai, akan tetapi amarahnya belum reda.


"Kau benar-benar bocah sombong!."


Ketiga pemuda yang ikut maju tadi ikut menyerang Raden Cakara Casugraha. Mereka tidak mau ketinggalan, mereka menyerang secara bersamaan.


Sementara itu disisi lain, Aki Lurah desa Damai Setia yang memperhatikan itu. "Raden cakara casugraha sungguh pemberani. Ia berani sekali menantang mereka semua. Aku harap raden cakara casugraha bisa menghadapi masalah ini dengan baik." Aki Lurah desa Damai Setia sangat berharap, masalah itu segera dapat diselesaikan.


Kembali ke Raden Cakara Casugraha. Kali ini ia berhadapan dengan tiga orang pemuda. Ia merasa tertantang dengan bertambahnya jumlah mereka. Ia bergerak lebih cepat dari yang sebelumnya. Jika ia tidak berhati-hati, maka ia akan mendapatkan pukulan dari mereka bertiga.


Raden Cakara Casugraha menggunakan jurus-jurus yang ia miliki, sehingga ketiga pemuda itu kewalahan meladani Raden Cakara Casugraha.


"Bedebah!. Ternyata bocah itu tidak bisa kita remehkan begitu saja."


"Ya, dia memiliki ilmu kanuragan yang cukup aneh. Sehingga aku tidak bisa membaca gerakannya."


Nafas mereka sampai ngos-ngosan karena tidak bisa mengimbangi gerakan Raden Cakara Casugraha. Sedangkan mereka yang lainnya yang melihat itu merasa heran. Bagaimana mungkin teman-teman mereka bisa dikalahkan oleh anak remaja itu?.


Mereka tidak bisa menerima begitu saja, mereka yang lainnya juga merasa tertantang ingin menguji, seberapa besar kepandaian yang dimiliki oleh Raden Cakara Casugraha.

__ADS_1


"Kau jangan berbangga hati dulu bocah!. Kami belum kalah!. Dan kau akan minta maaf pada kami, karena kau telah berani mengganggu kesenangan kami."


"Aku tidak perlu minta maaf pada kalian. Tapi kalianlah yang akan minta maaf padaku!. Karena kalian telah berani membuat aku marah!."


"Sungguh berani sekali kau bocah."


Lima orang pemuda langsung maju menghadapi Raden Cakara Casugraha. Mereka menyerangnya dengan gerakan yang sangat cepat. Namun Raden Cakara Casugraha bisa mengimbangi gerakan mereka. Memang awalnya Raden Cakara Casugraha bisa mengalahkan mereka semua.


Akan tetapi, lama-kelamaan mereka melakukan kecurangan pada Raden Cakara Casugraha. Mereka menyerang Raden Cakara dengan cara yang curang. Membuatnya semakin marah, emosi di dalam dirinya semakin meningkat.


Seseorang menyerang Raden Cakara Casugraha dari arah belakang, ketika ia sedang fokus meladani yang lainnya.


"Kegh." Raden Cakara Casugraha meringis kesakitan. Punggungnya sedikit sakit, karena serangan berupa tenaga dalam itu hanya mendorongnya saja. Hawa kemarahan yang menyelimutinya itu, seakan melindungi dirinya dari serangan itu.


"Selain perusak, kalian juga ternyata pengecut. Berani main keroyokan, serta menyerang dari belakang." Amarah Raden Cakara Casugraha tidak bisa ia kendalikan lagi. Dengan perasaan amarah yang luar biasa, ia menyerang mereka semuanya dengan kekuatan kemarahannya.


Raden Cakara Casugraha menghajar mereka satu persatu tanpa ampun. Mereka benar-benar tidak bisa melawan lagi. Hanya pasrah menerima tubuh mereka kena pukulan, kena sepakan, kena hantaman dari Raden Cakara Casugraha yang sedang dikuasai oleh kemarahannya yang luar bisa.


"Keghaaaaaaaakh." Mereka sampai menjerit kesakitan, saking sadisnya serangan Raden Cakara Casugraha yang sedang dikuasai oleh amarah.


"Kau!. Tadi aku sudah katakan!. Jangan sampai aku kecewa. Kalian tidak akan aku ampuni begitu saja!. Kalian telah berani membuat kerusakan di desa ini." Dengan amarah yang luar biasa ia menarik salah satu kerah baju pemuda itu.


"Ampuni aku. Kau memang sangat kuat." Ia tidak bisa menahan sakit, kekuatan Raden Cakara Casugraha berbeda dengan Pendekar lainnya.


"Ampuni kami. Kami tidak akan mengulangi kesalahan yang kami lakukan."


Mereka benar-benar kapok setelah dihajar oleh Raden Cakara Casugraha. Mereka benar-benar takut dengan kekuatan Raden Cakara Casugraha yang sangat ganas.


"Enak saja kalian minta maaf setelah apa yang kalian lakukan!. Kalian masih saja tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan?! Aku yakin kalian pasti akan mengulangi kesalahan yang sama. Atau perlu aku patahkan tulang kalian satu persatu!. Agar kalian tidak berbicara kerusakan lagi, hah?!." Raden Cakara Casugraha benar-benar mengeluarkan emosi yang ada di dalam dirinya.


"Ampuni kami. Sungguh!. Kami kapok melakukan kejahatan yang telah kami perbuat."


Dalam keadaan sakit yang luar biasa. Mereka semua bersujud dihadapan Raden Cakara Casugraha. Meminta pengampunan dari Raden Cakara Casugraha, agar tidak melakukan apa yang ada di dalam pikirannya.


"Aku bisa saja mengampuni kalian semua. Tapi yang kalian lakukan sungguh tindakan tidak terpuji sama sekali. Kalian harus membayar, apa yang telah kalian lakukan." Raden Cakara Casugraha menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam, mematikan. Membuat mereka semua merinding.


"Kami akan melakukan apa saja, asalkan kami mendapatkan pengampunan darimu. Ampuni kami."


"Benar. Kami akan melakukan apa saja yang kau inginkan."


Mereka sangat takut dengan kemarahan Raden Cakara Casugraha. Mereka semua tidak sanggup untuk menahan serangan Raden Cakara Casugraha.

__ADS_1


"Kalian harus bertanggungjawab atas apa yang telah kalian lakukan. Kalian harus memperbaiki semuanya. Jika tidak!. Akan aku bunuh kalian semuanya." Raden Cakara Casugraha mengancam mereka semua.


"Baiklah. Kami akan melakukan semuanya."


Dengan takutnya mereka menuruti semua yang dikatakan oleh Raden Cakara Casugraha.


Sedangkan Aki Lurah yang melihat itu, mencoba mendekati Raden Cakara Casugraha yang masih terlihat marah pada mereka semua.


"Jika kalian mengingkari apa yang kalian katakan hari ini. Aku berjanji akan menghukum kalian dengan tanganku sendiri." Setelah berkata seperti itu, Raden Cakara Casugraha meninggalkan tempat. Ia benar-benar ingin menenangkan dirinya setelah marah besar.


"Beliau adalah raden cakara casugraha. Putra dari gusti prabu kawiswara arya ragnala. Dan kalian telah berani membuat beliau marah besar. Siap-siap saja kalian akan mendapatkan masalah besar, jika kalian masih tidak mau mendengarkan apa yang aku katakan." Ucap Aki Lurah dengan senyuman puas.


"Raden cakara casugraha?. Jadi bocah itu adalah raden cakara casugraha?." Mereka sangat terkejut mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aki Lurah.


"Ya, beliau adalah raden cakara casugraha. Kalian masih mau melawan?."


"Tidak ki. Kami janji tidak akan melakukan kesalahan apapun." Mereka tidak menyangka jika yang mereka lawan tadi adalah Raden Cakara Casugraha. Pantas saja ilmu kanuragan yang ia miliki sangat berbeda.


Setelah itu Aki Lurah pergi meninggal mereka semua. Mereka yang ketakutan, karena telah berani menantang seorang anak Raja. Dan siap-siaplah, jika Raden Cakara Casugraha benar-benar akan membunuh mereka semua karena telah berani melawannya.


Keesokan harinya. Ketika Raden Cakara Casugraha keluar untuk melihat kondisi desa. Raden Cakara Casugraha terkejut, karena mereka semua telah berkumpul di depan rumah Aki Lurah.


"Benarkah tuan adalah gusti raden cakara casugraha?."


Mereka semua bertanya-tanya karena penasaran. Sementara itu Raden Cakara Casugraha melihat ke arah Aki Lurah yang terlihat kebingungan.


"Ya, beliau adalah raden cakara casugraha. Beliau diutus oleh gusti prabu kawiswara arya ragnala untuk menyelesaikan masalah yang ada di desa ini. Saya harap kalian menghormati kedatangan beliau." Jawab Aki Lurah. Agar mereka tidak salah faham lagi.


"maafkan kelancangan kami raden. Sungguh, kami tidak bermaksud-."


"Tidak apa-apa. Ayahanda prabu mengutus saya ke sini, memang untuk menyelesaikan masalah yang ada di desa ini. Saya harap kalian semua mau bekerjasama dengan saya untuk memperbaiki keadaan desa ini. Apakah kalian bersedia mau mengubah desa ini?."


"kami tentunya mau merubah desa ini menjadi lebih baik lagi raden."


"kalau begitu, saya sangat senang mendengarnya. Mari kita sama-sama melakukan yang terbaik untuk desa ini."


"sandika raden."


Mereka semuanya terkejut, tidak menyangka. Jika anak muda itu adalah Raden Cakara Casugraha. Dan hari itu mereka benar-benar menyelesaikan masalah di desa itu dengan baik. Mereka semua mengatasi masalah dengan baik. Raden Cakara Casugraha sangat senang karena mereka mau diajak bekerjasama, untuk memperbaiki desa mereka. Begitu juga dengan pemuda-pemuda yang telah berbuat kekacauan. Mereka berjanji pada Raden Cakara Casugraha akan memperbaiki semua kesalahan yang mereka perbuat.


Apakah yang akan terjadi?. Temukan jawabannya. Mohon dukungannya ya pembaca tercinta.

__ADS_1


...***...


__ADS_2