RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
PERTARUNGAN DIPENUHI AMARAH


__ADS_3

...****...


Raden Cakara Casugraha masih berhadapan dengan Pendekar Segala Tahu, sementara orang-orang yang tadinya niat menonton, terpaksa menepi menyaksikan pertarungan mereka. Karena mereka tidak ingin menjadi korban akibat pertarungan kedua pendekar muda itu.


Raden Cakara Casugraha yang sedang dikuasai oleh kemarahan, terus menyerang Pendekar Segala Tahu. Ia hanya tidak terima, jika ada yang berani mengatakan apa yang sedang ia jalani saat ini. Raden Cakara Casugraha berhasil memukul mundur musuhnya.


"Heh!. Boleh juga kau!. Dengan menggunakan jurus pukulan angin di hampa udara. Jurus yang lumayan juga."


"Kau tidak usah banyak bicara!. Hadapi saja aku dengan jurus yang kau miliki!. Kebetulan aku sudah lama tidak mencoba jurus-jurus yang telah aku pelajari."


"Meskipun kau seorang bangsawan, kau memang sangat sombong dan pemarah. Akan aku hajar kau, pangeran buangan."


"Kurang ajar!. Akan aku bungkam kau supaya tidak lagi mengorek masalah pribadiku."


Keduanya kembali menggunakan tenaga dalam mereka untuk menjatuhkan musuh. Tidak ada ampun atau menyerah dalam pertarungan itu. Mereka benar-benar mengadu kepandaian mereka.


Sementara itu yang melihat merasa ngeri, apalagi jurus yang dimainkan oleh Raden Cakara Casugraha yang sedang dikuasai oleh kemarahan, sehingga angin sekitar berubah menjadi angin ribut yang membuat mereka berlarian ketakutan.


Dua pendekar yang sedang mengadu kesaktian mereka. Tidak peduli bagaimana sekitarnya, akan tetapi bagi mereka menjatuhkan lawan itu adalah yang paling utama. Keduanya saling menyerang, membuat kondisi sekitar benar-benar kacau.


"Kurang ajar!. Ternyata raden cakara casugraha tidak bisa dianggap enteng. Kekuatan kemarahan yang ia miliki memang sangat ganas. Akan tetapi aku tidak akan mudah mengalah begitu saja."


Pendekar Segala Tahu mencoba untuk memikirkan cara mengalahkan Raden Cakara Casugraha. Mereka masih bertarung dengan kuatnya, hingga mereka mengeluarkan jurus andalan yang mereka miliki. Menggunakan tenaga dalam yang sangat besar. Menimbulkan benturan dua tenaga dalam yang sangat dahsyat, membuat mereka yang tadinya tenang melihat itu, kini harus berlarian ketakutan.


"Kau!. Pasti akan aku kalahkan!."


"Heh!. Meskipun kau pendekar segala tahu. Tapi kau tidak akan tahu, jika aku memiliki ajian pelebur angin. Akan aku lebur kau dengan jurus angin milikku."


Lagi-lagi keduanya bertarung, Raden Cakara Casugraha dengan ganasnya menyerang musuhnya. Hingga Pendekar Segala Tahu kewalahan menahan gerakan Raden Cakara Casugraha. Namun saat itu mereka sama-sama mengarahkan pukulan, keduanya terkena pukulan yang sangat kuat. Sehingga membuat Raden Cakara Casugraha terlempar ke tebing. Tubuh Raden Cakara Casugraha terjun bebas di tebing itu. Akan tetapi, sekelebat bayangan menyambar tubuhnya.


...***...


Kembali ke masa ini.


"Begitulah ceritanya bagaimana hamba bisa bertemu dengan raden cakara casugraha."


"Lalu bagaimana keadaan rayi cakara casugraha setelah itu aki?. Apakah rayi cakara casugraha bisa diobati?."


"Keadaan raden cakara casugraha baik-baik saja gusti putri. Meskipun lukanya agak parah, namun masih bisa diobati."


"Alhamdulillah hirobbil'alamin. Syukurlah."


"Lalu bagaimana lagi lanjutannya aki?. Katakan pada kami. Apakah rayi cakara casugraha melakukan hal yang buruk?. Sehingga aki membimbingnya agar tidak mudah marah?."

__ADS_1


Aki Jarah Setandan tersenyum kecil mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raden Hadyan Hastanta. "Raden cakara casugraha sebenarnya adalah anak yang baik. Hanya saja tidak bisa mengendalikan amarahnya. Itukah kelemahannya."


"Nanda cakara casugraha memang cepat marah, jika yang ia tidak sukai di depan matanya. Maka ia akan menyelesaikan masalah dengan kekerasan."


"Nanda cakara casugraha memang cepat pemerah. Dipancing sedikit saja langsung menunjukkan ketidaksukaannya pada orang itu."


"Lalu bagaimana yang terjadi setelah itu aki?. Rasanya aku penasaran dengan ceritanya."


"Baiklah gusti putri, akan hamba ceritakan lanjutannya."


...****...


Kembali ke masa lalu.


Seorang laki-laki dewasa sedang mengamati Raden Cakara Casugraha yang saat ini sedang terbaring di atas tempat tidur. Lelaki itu mengobati luka dalam yang dialami oleh Raden Cakara Casugraha.


"Lukanya lumayan parah. Namun setidaknya ia adalah orang yang sangat kuat."


"Sampurasun." Dari arah luar seseorang mengucapkan salam?.


"Rampes."


Pendekar Jarah Setandan keluar, ingin melihat siapa yang bertamu ke gubuk kecil miliknya.


"Saya adalah Kawiswara arya ragnala. Ayah dari anak yang kisanak selamatkan."


"Oh. Hormat hamba gusti prabu. Kiranya siapa yang bertamu di gubuk kecil ini. Ternyata raja agung dari kerajaan suka damai."


"Saya mengucapkan terima kasih pada kisanak, karena kisanak bersedia menolong anak saya."


"Memangnya apa yang dilakukan oleh putra gusti prabu, sehingga sampai sejauh itu berjalan?."


"Putra saya, cakara casugraha saat ini sedang menjalani hukuman buang. Namun saya tidak menduga, jika ia berjalan jauh sampai ke sini kisanak."


"Apakah gusti prabu ingin membawa raden cakara casugraha kembali ke istana?."


"Untuk saat ini tidak bisa. Karena hukuman itu harus ia jalani sampai selesai."


"Lalu apa yang akan gusti lakukan?."


"Saya mohon pada kisanak, agar menjadi gurunya. Ia harus menenangkan amarah yang ada di dalam dirinya kisanak. Jika tidak, maka yang ia terima hanyalah sebuah kerugian yang sangat luar biasa."


"Hamba hanya orang biasa gusti prabu. Hamba tidak bisa mengajarkan apa-apa pada putra gusti prabu."

__ADS_1


"Saya hanya meminta tolong pada kisanak. Jika kiranya anak saya tidak bisa menahan amarahnya, maka saya yang akan menghukumnya."


"Baiklah jika itu yang gusti prabu inginkan. Hamba akan berusaha untuk melakukannya."


"Terima kasih kisanak. Jika saya boleh mengetahui, siapa nama kisanak?. Saya ingin mengetahui nama orang yang akan menjadi guru dari anak saya."


"Nama hamba jarah setandan gusti prabu."


"Nama kisanak akan saya ingat. Dan saya akan datang ke sini sesekali. Saya ingin melihat bagaimana keadaan anak saya."


"Tentu saja boleh gusti prabu. Sebagai seorang ayah, tentunya gusti prabu ingin melihat anaknya."


"Terima kasih sekali lagi saya ucapkan pendekar jarah setandan."


Namun saat perbincangan itu sedang terjadi, Raden Cakara Casugraha telah bangun, dan ia melihat ayahandanya.


"Tetaplah berada di sini untuk beberapa saat putraku. Ayahanda percaya, jika nanda mampu menjalani ini semua."


"Terima kasih, karena ayahanda prabu masih perhatian pada nanda."


"Meskipun nanda dalam masa hukuman buang. Nanda tetaplah putra yang ayahanda sayangi. Semoga nanda bisa mengendalikan diri nanda dengan baik."


"Nanda akan berusaha semampu nanda. Maafkan, jika nanda mengecewakan ayahanda prabu."


"Ayahanda tidak pernah kecewa pada nanda. Karena nanda adalah putra yang ayahanda sayangi."


Raden Cakara Casugraha melompat ke pelukan ayahandanya. Begitu besar rasa sayang yang ia dapatkan dari ayahandanya. Membuat Raden Cakara Casugraha ingin berubah, namun kondisi sekitar yang selalu memancingnya untuk mengeluarkan amarahnya. Sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya.


...***...


Kembali ke masa ini.


"Raden cakara casugraha, dengan sungguh-sungguh berlatih. Entah itu melatih kesabaran, ataupun melatih kepandaian yang ia miliki. Raden cakara casugraha sangat rajin, bahkan tidak segan-segan membantu hamba mencari makanan, berburu, memasak, bahkan membelah kayu dilakukan semuanya. Sungguh anak yang luar biasa, ditambah tidak pernah mengeluh, karena yang dilakukan raden cakara casugraha dengan sepenuh hati."


Mereka merasa kagum mendengarkan cerita dari Aki Jarah Setandan. Sungguh perjalanan yang luar biasa dilakukan oleh Raden Cakara Casugraha saat menjalani hukuman buang.


"Nanda cakara casugraha memang seperti itu. Putraku selalu bersungguh-sungguh mengerjakan sesuatu." Dalam hati Ratu Dewi Anindyaswari merasa bangga pada anaknya.


"Akan tetapi."


Itulah yang membuat raut wajah mereka semua berubah, karena kata yang keluar dari mulut Aki Jarah Setandan. Akan tetapi?. Apa yang terjadi pada Raden Cakara Casugraha?. Temukan jawabannya.


...**** ...

__ADS_1


__ADS_2