
...***...
Di Istana Kerajaan Suka Damai.
Mereka semua sangat mengkhawatirkan keselamatan Putri Agniasari Ariani. Mereka takut, wanita jahat itu akan kembali menggunakan ilmu teluhnya untuk menyakiti Putri Agniasari Ariani.
"Untuk saat ini, aku telah membuat pagar gaib di sekeliling istana ini. Tapi kita tetap harus waspada."
"Memangnya siapa wanita itu raden. Jangan sampai ibunda mengetahui kabar ini."
"Saya sungguh tidak terlalu mengenalinya gusti putri. Hamba hanya sekali bertemu dengannya. Karena hamba pada saat itu tidak sengaja melewati desa itu setelah berpisah dengan nimas cempaka putih."
"Kita tidak bisa membiarkan wanita itu menyakiti rayiku. Akan aku hajar wanita teluh itu."
"Tenang lah dulu yunda. Kita harus mencari jalan keluarnya. Kita jangan sampai terbawa amarah."
"Benar apa yang dikatakan oleh rayi prabu. Kita tidak boleh gegabah. Namun kita juga tidak bisa membiarkan dia berbuat kejahatan pada rayi agniasari ariani yang tidak mengetahui apa-apa."
"Kita harus segera bertindak rayi prabu. Ini masalah nyawa. Dia telah mengancam keselamatan rayi agniasari ariani."
"Benar apa yang dikatakan oleh yunda bestari dhatu. Rayi prabu, izinkan aku bersama jaya satria untuk ke sana. Menghadapai wanita tukang teluh itu, biar aku hajar dia, karena dia telah mengusik rayiku."
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana belum bisa memutuskan masalah ini. Ia juga terkejut, karena ada orang yang mengincar nyawa kakaknya. Tentunya ia tidak akan membiarkan orang lain mengincar nyawa kakaknya. Apa yang akan ia lakukan?. Temukan jawabannya.
...***...
Sedangkan Wunitari yang terlempar jauh akibat serangan dari Raden Cakara Casugraha. Ia merasa kesal, dan tidak menyangka. Jika ilmu teluh yang ia berikan olehnya pada Putri Agniasari Ariani ternyata bisa dipatahkan?.
"Siapa raja itu?. Kenapa dia bisa mematahkan teluh ku?."
Sekilas ia melihat wajah Raja muda dari Kerajaan Suka Damai. Entah mengapa senyumnya mengembang begitu saja membayangkan wajah gagah raja muda itu menarik perhatiannya?.
"Tapi raja itu adalah kakak dari orang yang hampir saja aku teluh?." Ia teringat sesuatu akan hal yang membuat senyumnya kembali hilang.
"Aku telah membuat kesalahan dengan meneluh putri agniasari ariani. Apakah aku akan dimaafkan?. Jika aku meminta maaf pada raja itu. Dan aku akan menjadi permaisuri di kerajaan suka damai?. Yayayaya dari pada aku hanya mengincar rajaswa yang belum tentu menjadi raja. Mengapa aku tidak minta maaf saja pada raja itu, dan aku yakin dia akan memaafkan aku."
Sepertinya Wunitari telah terpesona akan ketampanan yang dimiliki oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Ia tidak memikirkan lagi Raden Rajaswa Pranawa yang awalnya menjadi incarannya. Apakah kini hatinya telah bercabang setelah melihat ketampanan yang dimiliki oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana?. Bisa jadi seperti itu, karena hatinya telah tertuju pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
...***...
__ADS_1
Kembali ke Istana Kerajaan Suka Damai. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana akhirnya menyetujui kepergian Putri Andhini Andita dan Jaya Satria menuju tempat Wunitari, wanita yang telah meneluh Putri Agniasari Ariani. Dengan sangat berat hati, ia melepaskan kepergian keduanya.
"Kami tidak akan lama rayi prabu. Setelah masalah ini selesai, kami berjanji tidak akan pergi kemana-mana."
"Baiklah yunda. Aku akan pegang janji yunda."
"Sandika rayi prabu."
"Berhati-hatilah jaya satria. Jaga yunda dengan baik. Jangan sampai yunda andhini andita bertindak dengan gegabah."
"Sandika gusti prabu."
"Rayi andhini adnita. Jangan sampai membuat jaya satria kewalahan dengan sikap rayi. Bagaimanapun juga, ia adalah rayimu juga. Ingat itu!."
"Raka jangan berkata seakan aku akan memakan jaya satria diperjalanan nantinya."
"Rayi harus diperingatkan, jika tidak, jaya satria bisa mati di jalan."
"Huh, raka menyebalkan."
"Ya sudah. Kanda jangan berkata seperti itu. Kasihan rayi andhini adnita. Tidak mungkin rayi andhini adnita berbuat seperti itu."
"Baiklah. Kalau begitu kami pamit dulu. Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh."
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh."
"Sampurasun."
"Rampes."
Putri Andhini Andita dan Jaya Satria melakukan perjalanan menuju lokasi Wunitari. Karena mereka ingin mencegah perbuatan wanita tukang teluh itu, agar tidak mengancam keselamatan Putri Agniasari Ariani. Jika memang menyukai Raden Rajaswa Pranawa, maka lakukan dengan cara yang baik.
Tapi apakah perjalanan mereka akan aman?. Temukan jawabannya.
...***...
Sementara itu, Wunitari kembali bersiap-siap dengan teluh yang baru. Ia ingin menggunakan jurus teluh baru. Yaitu mengikat sang Prabu agar jatuh hati padanya. Dengan menggunakan teluh pemikat, Wunitari mencoba membuat ramuan itu. Hatinya benar-benar telah terpikat oleh ketampanan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
"Baiklah. Aku akan membuat ramuan teluh itu. Dan akan aku pastikan, kali ini aku akan berhasil mendapatkannya."
__ADS_1
Dengan perasaan berbunga-bunga, ia mencoba untuk membayangkan rupa Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang menjadi incarannya. Ia telah membuat gambaran sang Prabu di dalam ramuannya. Saat itu juga, cermin ajaib miliknya juga mendapatkan gambaran tentang sang Prabu.
"Sepertinya nini akan mendapatkan hal yang sangat sulit."
"Apa maksudmu cermin ajaib?. Katakan padaku siapa raja muda itu."
"Dia adalah putra bungsu dari mendiang prabu kawiswara arya ragnala. Nama aslinya adalah raden cakara casugraha. Namun saat ia menjadi raja, ia mendapatkan gelar dengan nama prabu asmalaraya arya ardhana."
"Sungguh nama gelar yang sangat sesuai dengan wajahnya yang rupawan itu."
"Ibundanya bernama dewi anindyaswari. Dan ia memiliki kakak perempuan bernama bahuwirya agniasari ariani."
"Jika itu aku sudah tahu!. Kau tidak udah memberitahukan aku masalah itu bodoh!."
"Maafkan aku nini."
"Lalu apa yang nini inginkan dari prabu asmalaraya arya ardhana?."
"Aku ingin mengetahui, apakah dia telah memiliki kekasih, atau calon permaisuri?. Atau memang telah memiliki Permaisuri?."
"Dari penglihatan hamba. Gusti prabu belum memiliki kekasih, atau permaisuri. Tapi."
"Tapi?. Kenapa harus ada tapi?."
"Mohon maaf nini. Saat ini ada seseorang yang ingin dijodohkan dengan gusti prabu."
Wunitari sangat murka, ia tidak menyangka jika raja muda incarannya memiliki seseorang yang ia cintai?.
"Siapa?!. Siapa orang yang saat ini akan dijodohkan dengan prabu asmalaraya arya ardhana?!."
"Jika masalah itu hamba tidak bisa melihat siapa nini. Seakan ada pagar gaib yang menghalangi penglihatan hamba untuk melihat wajahnya nini."
"Kurang ajar!. Aku tidak akan membiarkan wanita itu mendapatkan gusti prabu asmalaraya arya ardhana dengan mudah. Akan aku singkirkan wanita itu dengan teluh ku yang sangat kuat."
Hatinya kini telah dipenuhi oleh dendam baru. Ia mengincar wanita yang akan menjadi permaisuri prabu Asmalaraya Arya Ardhana?. Melalui cermin ajaib yang ia miliki, ia tidak akan menyerah, melihat siapa wanita yang akan menikah dengan sang Prabu.
"Lihat saja kekuatan yang aku miliki ini. Akan aku buat ia menampakkan dirinya."
Apakah ia bisa melaukannya?. Lalu bagaimana dengan Jaya Satria dan Putri Andhini Andita yang sedang dalam perjalanan?. Temukan jawabannya.
__ADS_1
...***...