
...***...
Perjalanan menuju tempat Wunitari. Raden Cakara Casugraha dan Putri Andhini Andita saat ini sedang beristirahat di sebuah tempat. Mereka telah meninggalkan daerah kawasan kerajaan Suka Damai. Mereka saat ini sedang mencari tempat berteduh, karena hujan menguyur daerah tersebut.
"Apa yang akan kita lakukan saat hujan seperti ini rayi?. Apakah akan berbahaya jika kita melanjutkan perjalanan menuju bukit duri?."
"Sebaiknya kita beristirahat saja malam ini yunda. Aku takut terjadi sesuatu pada kita nantinya."
"Baiklah rayi. Aku rasa itu keputusan yang sangat tepat."
Saat ini mereka berteduh di sebuah rumah makan, yang telah memasuki kerajaan Majakani. Tapi karena cuaca saat ini tidak mendukung mereka untuk meneruskan perjalanan.
"Tapi rayi. Ada satu hal yang membuat aku ingin bertanya padamu."
"Apa yang ingin yunda tanyakan padaku?. Aku harap yunda tidak bertanya yang aneh-aneh."
"Jika ragamu yang asli berada di sini, sama saja bukan kau yang menjadi raja kan?."
Raden Cakara Casugraha menghela nafasnya dengan pelan dan menatap tetesan air hujan.
"Tentu saja aku menjadi raja yunda. Bagaimanapun juga itu tetaplah ragaku. Karena itulah aku menjadi raja. Hanya saja raga asliku untuk saat ini belum bisa menyesuaikan diri dengan raga yang baik, sebelum aku bisa menghilangkan kekuatan kutukan itu."
Bagaimana caranya rayi menghilangkan kekuatan kutukan itu?. Apakah tidak berbahaya jika rayi terlalu lama berpisah dari sukma rayi?."
"Untuk saat ini masih aman yunda. Namun aku tidak bisa menjawabnya yunda. Aku juga sedang mencari jawabannya."
"Jadi seperti itu?. Namun setidaknya kau baik-baik saja itu sudah cukup bagiku rayi. Tetaplah berada di dekat kami rayi." Entah mengapa Putri Andhini Andita berkata seperti itu. Seakan ada terjadi sesuatu pada mereka. Apakah yang akan terjadi?. Temukan jawabannya.
...***...
Sementara itu, Wunitari masih berusaha untuk mencari tahu kebenaran, tentang siapa yang menjadi calon permaisuri prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Hatinya sangat tidak terima, jika sang Prabu benar-benar telah memiliki kekasih?.
"Cermin ajaib, mengapa kau masih saja belum bisa menemukan dimana keberadaannya?. Apakah kekuatan yang aku berikan selama ini masih kurang?."
"Mohon ampun nini. Tapi aku benar-benar tidak bisa melacak siapa wanita yang akan mendampingi gusti prabu asmalaraya arya ardhana. Karena ada seseorang yang menghalangi penglihatan ku terhadapnya."
"Ini sangat aneh. Bahkan ilmu kanuragan yang aku miliki tidak mampu melihat siapa wanita itu?."
Wunitari bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Ia tidak pernah mengalami kesulitan sebelumnya, dan ini sangat merepotkan baginya.
__ADS_1
"Sebesar apa kekuatan yang dimiliki oleh calon istri gusti prabu asmalaraya arya ardhana?. Sehingga tidak mampu menandingi kekuatan yang aku miliki?."
"Nini jangan berputus asa dulu. Aku akan terus berusaha, sampai aku berhasil menemukan siapa wanita itu."
"Baiklah kalau begitu. Aku akan mencobanya juga. Siapa tahu aku lebih dahulu mendapatkannya."
Rasa penasaran menyelimuti hatinya, sampai ia tidak bisa memejamkan matanya malam ini. Karena memikirkan sosok misterius, wanita mana yang akan menjadi istri prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
...***...
Istana Kerajaan Suka Damai. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, Raden Hadyan Hastanta dan Putri Bestari Dhatu masih menyimpan rahasia pada Ratu Dewi Anindyaswari, dan Ratu Gendhis Cendrawati mengenai Raden Rajaswa Pranawa. Mereka masih bersama dengan Putri Agniasari Ariani yang masih dalam keadaan lemah setelah terkena teluh dari Wunitari.
"Apakah nanda benar-benar tidak apa-apa?."
"Tidak apa-apa ibunda. Nanda hanya mengalami kekalahan saja, karena terlalu memaksakan diri untuk latihan."
"Nanda jangan seperti itu nak. Ibunda sangat cemas, sekali nak."
"Maafkan nanda, jika nanda telah membuat ibunda cemas."
"Berhati-hatilah nak. Jaga kesehatan nanda. Karena sebentar lagi nanda akan menjadi seorang ibu, di dalam sebuah pernikahan. Jadi nanda tidak bisa seperti biasanya."
Sementara itu, Ratu Gendhis Cendrawati sedang berbincang dengan yang lainnya. Mereka hanya tidak ingin kedua ratu Kerajaan Suka Damai merasa cemas dengan masalah yang mereka hadapi.
"Ibunda harap kalian semua bisa akur. Cukup dimasa lalu saja kalian saling bermusuhan. Dan ibunda harap, nanda putri andhini andita bisa menjaga sikapnya pada adiknya nanda cakara casugraha. Ibunda hanya tidak ingin menimbulkan kesalahan yang baru."
"Jika masalah jaya satria dengan yunda andhini andita, ibunda tidak perlu khawatir. Karena keduanya akan baik-baik saja ibunda."
"Benar ibunda. Karena sebenarnya raga ini juga akan menyatu dengan raga aslinya."
"Apa maksud rayi prabu?. Apakah raga ini akan pergi lagi?."
"Meskipun terasa sangat berat, namun setelah kejadian itu. Entah mengapa aku merasa benar-benar akan menyatu dengan raden cakara casugraha. Karena itulah, biarkan jaya satria menghilangkan perasaan cintanya pada yunda andhini andita dalam waktu dekat ini ibunda."
"Baiklah. Jika memang seperti itu ibunda akan izinkan nak. Tapi ibunda harap, nanda prabu bisa menjelaskannya pada kami semua."
"Tentu saja ibunda. Nanda akan menjelaskannya melalui raga raden cakara casugraha."
"Meskipun saya tidak mengerti apa yang terjadi, tapi saya harap semuanya akan baik-baik saja."
__ADS_1
"Sebenarnya kali ini apalagi yang akan terjadi rayi prabu?. Apakah rayi prabu telah menceritakannya pada dinda bestari dhatu?."
"Dinda sedang mencari jalan keluarnya kanda. Mungkin dinda akan kembali melakukan tapa puasa. Karena dinda tidak ingin gegabah."
"Kalau begitu, kami menunggu kabar baiknya dinda bestari dhatu. Semoga saja rayi prabu baik-baik saja."
"Aamiin ya Allah. Semoga saja raka."
Mereka hanya berharap, rahasia yang disimpan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak berlarut mempengaruhi kesehatan sang Prabu kali ini. Apakah yang akan terjadi di dalam suasana yang panik ini?. Temukan jawabannya.
...***...
Singkatnya, Raden Cakara Casugraha dan Putri Andhini Andita telah menemukan lokasi dimana Wunitari si wanita yang telah mengancam keselamatan Putri Agniasari Ariani. Dengan perasaan yang memuncak, Putri Andhini Andita berteriak keras di pondok kecil itu.
"Keluar kau wanita tukang teluh. Aku tahu kau bersembunyi di dalam sana. Jangan paksa aku untuk mengeluarkan mu!."
"Yunda. Tenanglah sedikit."
"Aku tidak bisa tenang, sebelum aku menghajar wanita itu rayi."
"Tapi yunda. Kita tidak akan mendapatkan apa-apa jika kita menuruti kemarahan."
"Huuuuuffffhhhhh baiklah rayi."
Putri Andhini Andita mencoba untuk menenangkan dirinya. Ia mencoba mendengarkan apa yang dikatakan oleh adiknya. Dan benar, tidak lama kemudian, keluar seorang wanita muda. Penampilan yang sangat mencolok untuk ukuran seorang wanita tukang teluh.
"Apa yang kalian lakukan di depan pondokku?. Apakah kalian tidak punya sopan santun lagi?. Sehingga kalian seenaknya berteriak di depan pondokku?."
"Tidak usah banyak basa-basi lagi. Aku langsung saja pada intinya."
"Apa yang kau inginkan dariku?. Katakan!. Aku tidak suka berlama-lama lagi dengan orang seperti kau!."
"Kau telah berani mengusik ketenangan adikku putri agniasari ariani. Dan kau telah berani memberikan teluh padanya. Kau pikir aku aku akan diam saja?. Setelah apa yang kau lakukan pada rayiku?."
"Oh. Itu?. Aku hanya menguji kekuatan ilmu kesaktian yang aku miliki. Karena dia telah berani mendekati kekasihku raden rajaswa. Jadi aku tes saja dia. Namun siapa sangka dia adalah seorang putri dari kerajaan suka damai, yang saat ini sedang dipimpin oleh prabu asmalaraya arya ardhana yang kini menjadi incaran ku."
Bagaimana reaksi putri Andhini Andita mendengarkan apa yang dikatakan Wunitari?. Temukan jawabannya. Jangan lupa dukungannya ya pembaca tercinta.
...***...
__ADS_1