RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
BELAJAR KE ARAH YANG BAIK


__ADS_3

...***...


Paman Perapian Suramuara hanya terpaku ditempatnya, ketika ia melihat tubuh Jaya Satria diselimuti oleh api. Apalagi ketika ia melihat ada dua sosok naga yang masuk ke dalam tubuh Jaya Satria.


"Jagat dewa batara yang agung. Sukma naga kembar itu telah memilih tuannya." Paman Perapian Suramuara tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Sedangkan Jaya Satria masih melihat pohon itu setelah ia berhasil mengambil keris pusaka kembar keris naga penyegel Sukma. "Simpan lah baik-baik keris pusaka itu gusti prabu. Semoga saja bermanfaat bagi gusti prabu." Pohon itu pun perlahan-lahan menghilang dari hadapannya. "Tugas hamba melindungi keris kembar pusaka telah selesai. Semoga gusti prabu selalu diberi keberkahan. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh."


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh." Jaya Satria sangat senang mendengar ucapan salam itu. Ia tidak menyangka, jika Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta dulunya pernah menyegel jin jahat yang menguasai tempat ini. "Eyang prabu. Terima kasih karena eyang prabu telah menitipkan pusaka kembar keris naga penyegel sukma. Semoga saja nanda bisa melakukannya dengan baik." Jaya Satria menyimpan keris kembar itu ke dalam tubuhnya dengan bantuan tenaga dalamnya.


Kembali ke masa ini.


Raden Jatiya Dewa dan Jaya Satria saat ini berada di tempat pinggiran sungai. Di tempat yang paling nyaman di kerajaan Buana Dewa.


"Jadi seperti itu ya?. Pantas saja tidak ada orang yang bisa menemukan keris kembar itu. Karena dijaga oleh pohon suci." Raden Jatiya Dewa mengerti dengan cerita dari Jaya Satria.


"Aku telah mengatakannya padamu raden. Aku harap raden tidak lagi penasaran." Jaya Satria bangkit dari duduknya.


"Apakah gusti prabu tidak bisa lebih lama lagi berada di istana ini?. Banyak hal yang ingin hamba pelajari bersama gusti prabu." Raden Jatiya Dewa sangat memohon pada Jaya Satria.


"Maafkan aku raden. Jika ingin belajar banyak hal, raden bisa belajar banyak dari syekh guru, serta kau bisa belajar dengan lingga, nama pemuda yang saat ini masih belajar." Jaya Satria memperkenalkan seseorang yang juga masih belajar.


"Lingga?. Siapa dia gusti prabu?." Raden Jatiya Dewa penasaran.

__ADS_1


"Dia dulu adalah orang yang berjalan di jalan yang salah. Namun setelah bertarung denganku, ia mau mengubah dirinya. Raden bisa menemuinya di desa damai setia. Saat ini ia telah menjadi salah satu murid syekh asmawan mulia yang masih belajar banyak mengenai kehidupan ini."


"Terima kasih karena gusti prabu telah menunjukkan tempat baik untuk belajar ilmu agama yang baik. Hamba akan kembali ke istana, untuk meminta izin pada ayahanda prabu."


"Itu lebih baik. Nanti akan aku sampaikan pada lingga, jika ada teman baru yang akan bergabung dengannya."


"Terima kasih gusti prabu. Sungguh gusti prabu sangat baik sekali." Raden Jatiya Dewa sangat senang. Ia tidak menyangka akan mendapatkan arahan yang baik dari seorang raja yang baik pula.


"Kalau begitu aku pamit dulu. Sampurasun."


"Rampes. Berhati-hatilah gusti prabu selama diperjalanan."


Setelah itu Jaya Satria benar-benar pergi meninggalkan wilayah Kerajaan Buana Dewa. Ia akan segera kembali ke Istana Kerajaan Suka Damai.


...***...


Setelah sholat Zuhur berjamaah. Mereka semua berkumpul, karena syekh Asmawan Mulia memberikan tausiah pada mereka semua. Sedangkan Aki Jarah Setandan telah kembali ke gunung menahan bumi. Mereka semua mendengarkan tausiah dengan sangat serius sekali.


"Di bulan ramadhan ini kita mendapatkan keistimewaan yang luar biasa dari Allah SWT. Karena itulah kita bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik lagi. Jangan sampai kita menjadi orang yang sangat merugi." Syekh Asmawan Mulia tersenyum kecil menatap mereka semua. "Banyak pahala yang kita dapatkan ketika mengerjakan amalan-amalan di bulan yang penuh keberkahan ini. Termasuk sabar dalam dalam menahan amarah." Lanjutnya.


Putri Andhini Andita malah senyum-senyum sendiri. Karena yang dikatakan syekh Asmawan Mulia sangat bertentangan dengan dirinya. "Rasanya agak sulit syekh guru. Apalagi ini pertama kalinya untuk saya."


Mereka tertawa kecil mendengarkan apa yang diucapkan oleh Putri Andhini Andita. Memang mereka telah memahami sifatnya yang memang tidak sabaran.

__ADS_1


"Belajar adalah langkah awal, untuk membuktikan. Jika kita memang ingin berubah ke arah yang lebih baik lagi. Semoga dengan berpuasa ini. Gusti putri lebih bisa mengendalikan amarahnya. Seperti yang dijelaskan Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 133-134 sebagai berikut."


"وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ (134).


"Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." Syekh Asmawan Mulia menjelaskan tentang sabar dan memaafkan orang lain. "Lalu bagaimana dengan pendapat nanda prabu, juga raden muhammad yunus. Mungkin ada tambahan atau mengoreksi apa yang saya sampai tadi." Kali ini Syekh Asmawan Mulia melemparkan pertanyaan pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Raden Muhammad Yunus yang lebih banyak mempelajari agama islam.


"Jika menurut saya. Kesabaran itu tumbuh dari hati yang ikhlas, serta senantiasa bertawakal kepada Allah. Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang sabar. Apalagi ketika berpuasa. Ia sabar, mampu menahan dirinya untuk tidak membatalkan puasanya."


Mereka semua menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. Apalagi ketika Prabu Asmalaraya Arya Ardhana membacakan Surah Ali Imran ayat 146.


"وَكَاَيِّنْ مِّنْ نَّبِيٍّ قَاتَلَۙ مَعَهٗ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌۚ فَمَا وَهَنُوْا لِمَآ اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَا اسْتَكَانُوْا ۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الصّٰبِرِيْنَ


Dan betapa banyak nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tersenyum kecil menatap mereka semua. "Begitu banyak keistimewaan dari sikap sabar. Dan mungkin itu tambahan dari saya. Bagaimana pendapat dari raden muhammad yunus?. Mungkin ada hal yang bisa kami dengar dari raden."


"Hamba gusti prabu." Raden Muhammad Yunus memberi hormat pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana, dan juga yang lainnya. "Seperti yang dikatakan oleh syekh asmawan mulia, serta gusti prabu. Banyak keistimewaan yang bisa kita dapatkan dari kesabaran. Namun banyak hal-hal yang dapat merusak kesabaran itu sendiri." Lanjutnya. "Sebagai manusia biasa, tentunya kita tidak lepas dari sikap marah. Cepat marah, jika kita tidak menyukai sesuatu yang kita benci. Dan itu adalah bentuk ujian yang harus kita hadapi. Karena tidak mudah menjadi seorang yang sabar tanpa memalui ujian kehidupan yang sangat berat." Ia menatap mereka semua dengan senyuman ramah luar biasa.


Raden Muhammad Yunus juga membacakan Al-Qur'an surah Hud ayat 49.


.


"تِلْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْغَيْبِ نُوْحِيْهَآ اِلَيْكَ ۚمَا كُنْتَ تَعْلَمُهَآ اَنْتَ وَلَا قَوْمُكَ مِنْ قَبْلِ هٰذَاۚ فَاصْبِرْۚ اِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِيْنَ


Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah engkau mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah, sungguh, kesudahan (yang baik) adalah bagi orang yang bertakwa." Suara yang luar biasa mereka dengar. Mereka semua mendapatkan pelajaran yang baik hari ini.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2