
...***...
Raden Cakrawala Dirja menatap tajam mereka semua yang mencoba untuk mendekatinya. Menyerang musuhnya tanpa adanya perasaan?. Apakah ia sudah tidak bisa disebut manusia lagi?. Sehingga begitu cara bertarungnya?. Apakah ia merasa seperti berada dunia lain?.
"Kalau begitu, akan aku gunakan jurus yang sama untuk mengalahkan mereka semua. Itu sangat mudah sekali bagiku untuk menghabisi mereka semua." Raden Cakrawala Dirja menyeringai lebar. Merasa senang dengan apa yang ada di dalam pikirannya. "Jurus perusak mimpi." Mereka yang masih tersisa ingin mengejar Raden Cakrawala Dirja?. Senyuman yang sangat lebar, karena ia memainkan jurus andalannya. Tapi lebih sangat disayangkan lagi, karena sepertinya berita tidak mempan dengan jurus yang ia mainkan. "Tidak mungkin!. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!." Raden Cakrawala Dirja sangat panik, dan tidak percaya. Apakah mereka menguasai jurus yang ia miliki?. Tapi rasanya tidak mungkin, hanya ia seorang yang mampu menguasai jurus itu.
Raden Cakara Casugraha melompat turun. "Itu membuktikan, bahwa mimpi mereka telah rusak karena dirimu. Dan kini mereka semua ingin merusak mimpi yang kau miliki." Ucapan Raden Cakara Casugraha seperti sebuah ancaman baginya. "Mimpi busuk mu yang ingin menguasai kerajaan suka damai dengan niat yang tidak baik." Raden Cakara Casugraha melihat pemuda yang memiliki dendam yang sangat membara. Sehingga ia dapat melihat pemuda itu masuk dengan cepat ke dalam tubuh Raden Cakrawala Dirja. "Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Raden Cakara Casugraha terkejut dengan apa yang ia lihat. Raden Cakrawala Dirja kesurupan, dan ia terlihat berbeda dari yang sebelumnya.
"Mereka semua ingin menguasai tubuh raden cakrawala dirja. Apa yang harus aku lakukan?." Dalam hati Raden Cakara Casugraha merasa sedikit gelisah. Karena tidak mudah untuk memisahkan Sukma yang sedang dikuasai oleh makhluk halus.
Sementara itu, di alam bawah sadar Raden Cakrawala Dirja.
"Kurang ajar!. Kenapa malah kalian yang menggunakan jurus yang aku miliki!." Ia tidak terima sama sekali dengan apa bh yang terjadi.
"Kali ini kami semua yang akan merusak semua mimpi yang kau inginkan!."
"Akan kami tunjukkan padamu!. Bagaiman rasanya ketika mimpi yang kau inginkan dirusak oleh orang lain."
"Akan kami rusak semua mimpimu yang busuk itu. Hingga kau tidak sanggup lagi untuk bangkit. Karena dosa yang kau lakukan pada kami tidak bisa diampuni begitu saja."
__ADS_1
"Kami semua telah bersumpah!. Akan menuntut apa yang telah kau lakukan pada kami semua."
Tampaknya, apa yang dikatakan oleh Raden Cakara Casugraha sangat benar. Mereka semua menutut balas dendam atas apa yang telah ia lakukan pada mereka semua. "Heh!. Aku tidak peduli dengan kalian yang sudah mati dan tidak berguna sama sekali bagiku. Maka kalian semua akan aku musnahkan. Berani sekali kalian menggunakan tubuhku untuk melepaskan balas dendam kalian." Ada perasaan emosi yang membuat ia masih mempertahankan kesombongan yang ada di hatinya?. Apakah ia masih bisa mempertahankan bentuk kedengkian yang ia miliki selama ini?.
"Kalau begitu kau akan menerima hukuman dari kami semua. Karena aku sangat muak denganmu. Kau akan menerima karma pala atas apa yang telah kau lakukan pada kami semua!."
"Kau harus membayar apa yang telah kau lakukan!."
"Kau tidak akan bisa lari dari tanggungjawab perbuatan busukmu!."
"Terserah kalian saja!. Akan aku kembalikan kain ke asal kalian yang sangat busuk itu!."
Tidak!. Tidak semudah itu ia melakukannya. Karena masih banyak makhluk halus yang ingin balas dendam padamu!. Sehingga ia merasakan kekompakan mereka semua untuk menjatuhkan dirinya.
"Ya Allah. Berikan hamba kekuatan untuk memusnahkan mereka semua." Dalam hati Raden Cakara Casugraha berharap akan ada sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengusir mereka semua dari istana ini?. Apakah ia mampu melakukannya?.
Kembali ke alam sukma atau akan bawah sadar Raden Cakrawala Dirja. Sepertinya nasib buruk telah menghantui pikirannya. Mereka semua bisa merasuki tubuhnya. Serangan yang ia lakukan sama sekali tidak membuat para makhluk halus itu pergi. Justru mereka semakin kuat, dan hampir saja tidak bisa dihentikan sama sekali.
"Kurang ajar!. Kenapa masih aku yang mereka serang!. Akan aku bunuh mereka semua!." Kepanikan ketika dirinya, ketika ia merasakan dirinya tidak bisa ia kendalikan lagi sesuai dengan keringanan dirinya.
__ADS_1
Tak memakan waktu yang lama bagi mereka untuk menguasai tubuh Raden Cakrawala Dirja. Karena pikirannya yang kosong. Hanya diisi oleh rasa iri, tidak puas terhadap sesuatu. Bahkan tak jarang pembunuhan terjadi jika ia menginginkan sesuatu. Banyak korban yang akan berjatuhan jadinya, hanya karena apa yang ia lakukan sangat keterlaluan, serta tidak berperikemanusiaan.
Raden Cakara Casugraha menatap tidak kuasa kau arah Raden Cakrawala Dirja yang berteriak-teriak kesakitan. Tanpa membuang-buang waktu, Raden Cakara Casugraha menebaskan sebuah serangan yang cukup mengejutkan mereka semua. Dengan bantuan dari pedang Sukma Naga pembelah bumi yang dilambari dengan jurus cakar naga cakar petir, ia mengusir mereka semua dari istana itu. Termasuk mahkluk halus yang sedang merasuki tubuh Raden Cakrawala Dirja.
"Apa yang kau lakukan!. Untuk apa kau menolong orang yang telah merusak mimpi kami semua dengan kejamnya!. Apakah kau ingin bergabung juga dengannya?." Ada kemarahan serta gejolak emosi yang sedang menjadi memuncak di dalam tubuhnya.
"Allah SWT saja tidak menaruh dendam pada umat-Nya. Aku akan menolongnya, karena Allah SWT akan mengampuni semua kesalahan yang telah ia lakukan." Raden Cakara Casugraha tersenyum kecil, ia tidak mau membuat mereka semua marah.
"Tapi dia berurusan dengan kami. Karena itulah dia harus mati untuk jaminan atas apa yang telah ia lakukan pada kami!. Dan kau, jangan coba-coba untuk membantu dirinya. Meskipun kau tidak ada hubungannya dengan kami!." Tampaknya mereka sangat marah, tidak terima atas apa yang telah dilakukan oleh Raden Cakara Casugraha.
Namun apa yang terjadi setelah itu?. Keadaan Raden Cakrawala Dirja sangat memperihatinkan. Tubuhnya kejang-kejang, ada banyak Sukma kedengkian yang turut andil dalam masalah itu. Mereka semua berhasil menerkam jiwa Raden Cakrawala Dirja. Mereka sangat berniat ingin membunuh Raden Cakrawala Dirja.
"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Raden Cakara Casugraha tidak sanggup untuk melepaskan mereka yang sangat banyak itu yang berusaha untuk melepaskan mereka semua agar tidak menyeret Raden Cakrawala Dirja. Tapi sayangnya, Raden Cakara Casugraha tidak berhasil menyelamatkan Raden Cakrawala Dirja.
Karena tidak ada pilihan lain, Raden Cakara Casugraha menebas semua yang ada didalam tubuhnya Raden Cakrawala Dirja. "Maafkan aku raden cakrawala dirja. Karena aku tidak bisa membantumu." Raden Cakara Casugraha merasa perasaan penyesalan itu. Jika Raden Cakrawala Dirja telah ditelan oleh mereka semua. Nyawanya tidak bisa diselamatkan lagi.
"Cakara casugraha!. Sebaiknya kau pergi dari sini. Karena kau sama sekali tidak berguna di sini!. Dan jika kau berani ikut campur, maka kami akan melenyapkan dirimu tanpa sisa."
"Sebaiknya kau segera kembali ke istana milik mu sendiri. Aku yakin kau tidak mau bernasib yang sangat malang seperti kami bukan?."
__ADS_1
Sepertinya mereka semua mengancam keselamatan Raden Cakara Casugraha. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Jangan lupa dukungannya pembaca tercinta.
...***...