RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
HUBUNGAN YANG TERJALIN ERAT


__ADS_3

...***...


Putri Andhini Andita sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini. Api biru aneh yang menyelimuti tubuh nenek Putih?. Namun bukan hanya itu saja yang membuat Putri Andhini Andita terkejut. Saat itu matanya menangkap sosok nenek putih yang telah menjadi tengkorak yang menyeramkan?.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Apa yang terjadi sebenarnya nek?." Rasanya Putri Andhini Andita tidak sanggup untuk melihat itu semua, tapi, apa yang ia lihat itu sangat nyata. Sehingga ia tidak dapat menahan air matanya.


"Maafkan aku cah ayu. Aku sebenarnya telah lama mati." Ada nada kesedihan yang ia simpan dari ucapannya itu. Sedangkan pemuda itu, serta keempat anak buahnya malah tertawa. "Maafkan aku, karena aku sebenarnya telah lama mati." Hatinya sangat sedih, hatinya sangat terluka.


"Apa yang terjadi sebenarnya nek?. Katakan pada saya. Semoga saya bisa membantu nenek." Putri Andhini Andita sangat bersimpati pada nenek Putih.


"Aku mohon bunuh dia. Karena dia telah mencuri sukma dewi langit dari dalam tubuhku tujuh puluh tahun yang lalu. Makanya aku berakhir seperti itu." Nenek Putih sangat memohon pada Putri Andhini Andita.


"Tujuh puluh tahun yang lalu?. Tapi dia-." Putri Andhini Andita sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.


"Itu karena lelaki bedebah itu telah mencuri sukma dewi langit yang ada di dalam tubuh ku. Sehingga ia bisa hidup abadi. Dan kau jangan sampai menyerahkan Sukma dewi suarabumi yang ada di dalam tubuh mu." Seakan masih memiliki perasaan emosi yang bergejolak, nenek Putih menunjukkannya dengan kobaran api yang menyelimuti tubuhnya itu.


"Tidak ada gunanya kau mengatakannya padanya tua Bangka!. Karena aku juga akan mengambil sukma dewi suarabumi dari dalam tubuhnya." Pemuda itu bernama Lereng Api. Mungkin itu hanya nama panggilannya saja, namun ia memiliki jurus api biru yang sangat berbahaya dan yang dialami nenek Putih adalah bukti bahwa kekuatannya itu mampu menyerap jiwa seseorang sehingga mengalirkan kehidupan keabadian di dalam dirinya.


"Diam kau laknat!. Aku tidak akan membiarkan kau berbuat sesuka hatimu!. Aku pasti akan mengalahkanmu!." Putri Andhini Andita sudah tidak tahan lagi dengan apa yang akan dilakukan oleh Lereng Api padanya.


"Kalian. Hadapi nenek tua itu. Bunuh dia sampai tidak ada sisa lagi." Lereng Api memerintahkan keempat anak buahnya. "Bunuh sekali lagi dia tanpa ampun." Lereng Api menatap nenek Putih dengan senyuman lembar.


"Baik tuan." Keempat wanita itu dengan perintah dari tuannya.


"Lawan saja aku. Aku siap membunuh kalian." Nenek Putih merasa tersinggung. Meskipun saat ini ia salah sukma yang gentayangan, namun setidaknya ia punya cara untuk mengatasi mereka semua. Nenek Putih kembali menyerupai seorang wanita yang sangat cantik. Kembali ketika sebelum ia menua, dan ia masih kuat untuk bertarung menghadapi mereka semua.

__ADS_1


"Sementara aku." Ia menatap licik ke arah Putri Andhini Andita. "Aku akan mengambil semua yang ada di dalam tubuhmu." Lanjutnya lagi dengan seringaian yang menyeramkan.


"Lakukan saja kalau kau bisa." Putri Andhini Andita mengeluarkan pedang Panggilan Jiwa. Pedang pembangkit Raga Dewi Suarabumi. "Kau pikir aku akan mengalah begitu saja padamu?. Kau jangan terlalu banyak bermimpi." Putri Andhini Andita siap dengan kuda-kudanya, dan ia telah mengeluarkan pedang panggilan jiwa dari warangkanya.


"Sepertinya ini akan menarik. Sepertinya kau sedikit berbeda." Lereng Api terlihat sangat senang. "Mari kita bermain-main." Lereng Api merasa bersemangat, dan baginya ini adalah tantangan yang sangat menarik untuk mendapatkan sukma dewi suarabumi.


...***...


Di istana Kerajaan Suka Damai.


Putri Agniasari Ariani merasakan kegelisahan, meskipun pada saat ini ia sedang bersama kakak, ibunda, serta yang lainnya yang kini berada di bilik Raden Hadyan Hastanta.


"Ada apa nak?. Kenapa tiba-tiba terlihat sangat sedih seperti itu?." Ratu Dewi Anindyaswari merasa heran dengan anaknya yang tadinya sangat ceria.


"Entahlah ibunda. Tiba-tiba saja ananda merasakan, jika pedang panggilan jiwa yang ada di dalam tubuh ananda bergetar, dan ia sangat ingin melindungi seseorang yang berada sangat jauh di sana yang sedang dalam bahaya." Putri Agniasari Ariani menyentuh dada kirinya yang merasakan perasaan yang sangat aneh.


"Semoga saja kita semua selalu berada di dalam perlindungan Allah SWT." Ratu Gendhis Cendrawati merasa gelisah, dan ia teringat dengan putrinya yang kini entah berada dimana.


"Aamiin ya Allah. Semoga saja Allah SWT selalu selalu melindungi kita semua ibunda." Putri Bestari Dhatu hanya berharap, mereka semua akan baik-baik saja.


"Aamiin ya Allah."


Mereka semua hanya berharap, dan sangat berharap. Semoga mereka tidak mendengarkan kabar buruk apapun, apalagi dari putri Andhini Andita yang entah bagaimana nasibnya saat ini. Sedangkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria yang sedang berada di ruang Pribadi Raja merasakan ada yang tidak beres. Ia dapat merasakan semuanya, dan itu adalah getaran dari pedang panggilan jiwa.


"Sepertinya yunda andhini andita. Karena pedang sukma pembelah bumi tiba-tiba saja bergetar aneh. Dan aku juga sekilas dapat melihat, jika yunda andhini andita sedang bertarung dengan seseorang." Jaya Satria terlihat sangat gelisah.

__ADS_1


"Lalu apa yang akan kita lakukan raka prabu?. Apakah kita akan ke sana untuk melihat keadaan yunda?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga sangat takut terjadi sesuatu pada kakaknya.


"Kita tidak boleh ke sana. Aku yakin yunda tidak akan suka jika kita terus membantunya." Jaya Satria yakin itu. "Jika kita ke sana, maka kita hanya akan mengganggu tapa puasa batin yang sedang dijalani yunda andhini andita." Jawab Jaya Satria.


"Lalu apa yang harus kita lakukan raka prabu?. Sepertinya, musuh yang dihadapi oleh yunda andhini andita sangat tangguh. Itu sangat berbahaya, jika orang itu mengambil sukma dewi suarabumi dari dalam tubuh yunda andhini andita." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat khawatir jika itu terjadi.


"Kita hanya bisa membantu lewat jauh saja. Itu semua tergantung pada usaha yang akan yunda andhini andita lakukan." Jaya Satria menatap lurus ke arah depan.


"Baiklah jika itu memang bisa dilakukan. Maka kita harus segera membantu yunda andhini andita." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana tidak mau membuang-buang waktu lagi. Setelah itu ia melakukan semedi, dengan bantuan sukma naga angin yang berada di dalam panah Semara Naga.


Disisi lain. Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara juga merasakannya, pedang panggilan jiwa yang ada di dalam tubuhnya bergetar aneh.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Suasana hatinya sangat gelisah, saat itu juga ia melihat sukma Dewi Angin yang selama ini bersemayam di dalam pedang panggilan jiwanya.


"Sampurasun." Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara memberi hormat.


"Rampes." Balasnya dengan raut wajah yang sangat datar.


"Mohon ampun gusti dewi. Sebenarnya apa yang terjadi?. Mengapa tiba-tiba saja ada getaran aneh yang dipancarkan pedang sukma dewi darmani yang ada ada di dalam tubuh hamba?." Siapa yang tidak akan bertanya, jika seperti itu yang terjadi.


"Saat ini saudaramu, sedang dalam bahaya. Aku yakin mereka yang memiliki pedang panggilan jiwa akan merasakan hal yang sama. Karena sukma dewi suarabumi bumi saat ini sedang terusik. Itulah penyebab, mengapa pedang panggilan jiwa yang ada di dalam tubuhmu ikut bergetar juga." Jawab Dewi Darmani menatap tajam lurus ke depan.


"Lalu apa yang harus saya lakukan?. Jika memang seperti itu yang terjadi?." Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari sangat terkejut mendengarnya. Ia tidak mengerti sama sekali.


"Lakukan semedi, setelah itu salurkan tenaga dalammu ke pedang Sukma Dewi Darmani. Semoga itu bisa membantu sukma dewi suarabumi." Itulah jawaban yang diberikan oleh Sukma Dewi Darmani.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2