RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
PERASAAN KASIH SAYANG DAN KORBAN


__ADS_3

...***...


Di istana Kerajaan Suka Damai.


Kebahagiaan selalu menyertai keluarga istana kerajaan. Begitu lahir cucu pertama yang mewarnai mereka semua. Acara pemberian nama telah diselenggarakan dengan lancar. Saat ini mereka semua berkumpul di ruang keluarga. Mereka sangat senang, karena bayi kecil yang hadir ditengah-tengah mereka saat ini telah memiliki nama yang sangat indah. Nama yang memiliki arti yang sangat luar biasa, seindah ciptaan Allah SWT yang telah memberikan kesempurnaan pada ciptaannya.


"Tapi nama keponakanku yang sangat bagus sekali. Selain itu sangat lucu, rasanya aku ingin memeluknya setiap hari." Putri Agniasari Ariani merasa kagum dengan pemberian nama itu.


"Ya. Sangat indah sekali arti namanya sangat gagah sekali. Sama seperti bayinya yang saat ini sedang tertawa lucu." Ratu Dewi Anindyaswari merasa sangat senang, hingga tanpa sadar ia mencubit gemas bayi yang kini berada di gendongan Putri Bestari Dhatu.


"Bahuwirya sahardaya raksa, artinya seorang pemimpin yang memiliki perasaan untuk melindungi. Sungguh arti nama yang sangat luar biasa sekali." Ratu Gendhis Cendrawati juga merasakan kebahagiaan yang membuat ia merasa bersyukur menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya.


"Alhamdulillah hirobbil'alamin ibunda, rayi. Kita semua merasa bahagia atas pemberian nama bayi lucu yang akan menghiasi istana ini dengan tangisnya yang mampu membangunkan penghuni istana ini." Raden Hadyan Hastanta sebagai ayah dari bayi lucu tersebut malah tertawa bahagia dengan apa yang telah ia dapatkan.


Mereka semua ikut tertawa dengan apa yang mereka dengarkan. "Itu sangat benar sekali raka. Rasanya tangisnya sangat menggemparkan istana ini." Putri Agniasari Ariani tidak dapat lagi menahan tawanya.


"Semoga saja nanda sahardaya raksa akan menjadi pemimpin yang memiliki perasaan yang ingin melindungi rakyat kerajaan suka damai nantinya." Raden Hadyan Hastanta sebagai ayah dari bayi mungil itu merasa sangat bahagia.


"Semoga saja seperti itu kanda." Putri Bestari Dhatu juga merasakan kebahagiaan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


"Tapi jika menangis, suaranya sangat keras sekali. Bisa membangunkan penghuni istana ini." Raden Rajaswa Pranawa mengingat bagaimana reaksinya ketika itu. Ada bentuk tidak biasa, namun apa boleh buat. Mungkin ia juga akan merasakan hal yang seperti itu ketika memiliki anak nantinya.


"Itulah yang kami rasakan ketika kalian bayi. Kami selalu terbangun karena tangisan kalian yang mampu memecahkan keheningan malam." Ratu Gendhis Cendrawati sedikit menceritakan bagaimana pengalamannya saat itu. "Tapi kami sangat bahagia sekali saat merawat kalian semua. Karena kalian adalah anak-anak yang kami sayangi." Lanjutnya lagi degan senyuman yang sangat lembut. Kasih sayang seorang ibu yang tidak akan pernah pudar meskipun anak-anaknya kini telah tumbuh dewasa dan memiliki anak.


"Pasti rasanya sangat menyenangkan sekali ibunda. Karena ibunda telah berjuang dengan baik sebagai seorang ibu." Putri Bestari Dhatu dapat merasakan perasaan kasih sayang itu. Kini ia telah melewati tahap menjadi seorang ibu yang akan membesarkan anaknya dengan penuh kasih sayang dan cintanya.


"Kalian semua akan merasakan tahapan yang luar biasa nantinya." Ratu Dewi Anindyaswari tersenyum lembut menatap mereka semua. "Jadi belajar lah dengan baik, supaya ketika dewasa memetik buah yang baik pula."


"Kalian harus bisa membedakan antara yang baik yang benar. Masa lalu adalah guru yang baik. Jangan pernah melihat apa yang telah terjadi di masa lalu. Berusahalah untuk menjadi lebih baik semampu dan sebisa kalian. Kami sebagai orang tua akan selalu mendoakan kalian semua." Ratu Gendhis Cendrawati teringat dengan masa lalunya. Masa yang telah membuatnya menjadi orang yang sangat tidak baik.


"Kami akan belajar dengan baik ibunda." Putri Agniasari Ariani tersenyum kecil, suasana hatinya sangat menghangat mendengarkan apa yang dikatakan oleh ibundanya. "Kami akan selalu menjadi anak-anak yang membanggakan ibunda." Putri Agniasari Ariani berjanji pada kedua ibundanya dengan segenap hati dan perasaan yang ia rasakan saat ini.


"Meskipun nanda bukan putri kandung dari ibunda ratu dewi, juga ibunda ratu gendhis. Namun ananda banyak belajar yang baik-baik di istana ini. Rasanya sangat membahagiakan sekali. Terima kasih ibunda." Putri Bestari Dhatu mengungkap apa yang ia rasakan selama berada di istana kerajaan Suka Damai.


"Nanda juga berterima kasih. Karena diberikan kesempatan merasakan kembali perasaan kasih sayang seorang ibu. Ah tidak, ada dua orang ibunda yang baik hati yang telah memberikan kasih sayang pada nanda. Terima kasih banyak ibunda ratu dewi, juga ibunda ratu gendhis." Raden Rajaswa Pranawa juga mengatakan apa yang ia rasakan selama tinggal di istana Kerajaan Suka Damai.


Ratu Gendhis Cendrawati dan Ratu Dewi Anindyaswari sangat senang mendengarnya. Rasanya tidak sia-sia apa yang telah mereka berikan pada anak-anak mereka. Apakah mereka bisa merasakan kebahagiaan yang seperti ini terus?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya.


...***...

__ADS_1


Sementara itu, Putri Andhini Andita sedang mencoba mengobati pemuda yang kini sedang terbaring di tempat tidur. Meskipun ia tidak memiliki kemampuan untuk itu, namun ia berusaha dengan baik. Supaya ia bisa mengetahui dimana letak sukma pemuda itu berada.


Putri Andhini melihat pemuda itu terbangun, pergi meninggalkan biliknya. Putri Andhini Andita mengikuti kemana pemuda itu berjalan. "Hutan?." Ia melihat pemuda itu terus berjalan menuju hutan dimana ia datang bersama nenek tua itu. "Apa yang ada di hutan itu sebenarnya?." Putri Andhini Andita merasa sangat penasaran. Apa yang menarik pemuda itu untuk masuk ke hutan itu?.


Saat itu juga ia melihat ada seorang wanita cantik yang memanggilnya. Memeluknya dengan mesranya, dan membisikkan sesuatu. Sehingga pemuda itu masuk lebih jauh lagi ke dalam hutan itu.


Ctakh!.


Putri Andhini Andita melempar wanita itu dengan batu kerikil kecil. Sehingga wanita itu membalikkan tubuhnya. Dengan tatapan tajam dan tidak suka, dan raut wajahnya saat ini terlihat sangat menyeramkan dari yang tadi.


"Kegkh!." Ia meringis kecil, berjalan mendekati Putri Andhini Andita. Wanita itu terlihat sangat marah, dan sangat tidak terima atas apa yang telah dilakukan Putri Andhini Andita. "Kenapa kau bisa melihat aku!. Kenapa kau malah mau menggangguku!." Suaranya terdengar sangat berat. Terdengar sangat jelas bagaimana kemarahan yang ia tunjukan pada Putri Andhini Andita.


"Kau adalah jin yang sangat menyesatkan manusia. Kau pikir kau akan bisa hidup di dunia ini?. Kau akan aku musnahkan atas izin Allah SWT." Putri Andhini Andita mengancam jin wanita itu.


"Kau tidak akan mudah memusnahkan aku begitu saja!. Lakukan jika kau bisa!." Tampaknya jin wanita itu sangat marah dan tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita. Hingga ia langsung menyerang Putri Andhini Andita.


"Sepertinya kau memang tidak bisa diajak untuk ke jalan kebaikan lagi. Aku terpaksa membunuhmu!." Putri Andhini Andita menghindari semua serangan yang datang ke arahnya. Serangan yang cukup berbahaya, dan akan sangat menyakitkan jika sampai terkena hawa dari serangan itu.


"Kaulah yang akan bunuh terlebih dahulu. Karena kau telah berani ikut campur dengan urusanku!." Jin wanita itu dengan gencarnya menyerang Putri Andhini Andita. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2