
...***...
Rombongan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana telah sampai di Kerajaan Angin selatan. Mereka disambut baik oleh Prabu Kawanda Labdagati.
"Selamat datang kami ucapkan kepada rombongan keluarga gusti prabu asmalaraya arya ardhana." Ucap Prabu Kawanda Labdagati dengan senyuman ramah. "Kami telah menunggu kedatangan gusti prabu beserta keluarga dengan hati yang berbahagia." Lanjutnya lagi.
Saat ini mereka semua berada di balai Paseban agung. Menyambut tamu kehormatan istana kerajaan Angin Selatan.
"Terima kasih atas sambutannya gusti prabu." Balas Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dengan senyuman yang ramah. "Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan, karena telah menerima kedatangan kami." Lanjutnya. "Di acara yang penting ini. Saya sebagai kepala keluarga istana kerajaan suka damai. Merasa terhormat dengan sambutan ini."
Mereka semua senang mendengarkan apa yang dikatakan oleh mereka semua. Ternyata apa yang mereka lakukan tidaklah sia-sia untuk menyenangkan hati tamu yang akan datang.
"Suatu kehormatan bagi kerajaan angin selatan, bisa memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan suka damai." Ucap Prabu Kawanda Labdagati merasa bangga. "Kerajaan yang kekuasaannya lebih luas dari kerajaan angin selatan. Dan semoga, kita bisa hidup berdampingan, dengan adanya ikatan persaudaraan baik yang akan terjalin diantara kita." Lanjutnya lagi.
"Kami juga berharap seperti itu gusti prabu. Semoga hubungan antara kerajaan suka damai, dengan kerajaan angin selatan bisa hidup berdampingan." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat senang mendengarnya.
Prabu Kawanda Labdagati memberi kode pada bawahannya untuk mengambil alih pembicaraan.
"Selamat datang kami ucapkan sekali lagi kepada gusti prabu asmalaraya arya ardhana beserta keluarga." Tumenggung Surajaya memberikan salam kepada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan keluarganya.
"Dalam rangkaian acara lamaran ini. Semoga kita bisa mengikutinya dengan hati yang bahagia." Lanjutnya. "Sebagai perwakilan keluarga besar istana kerajaan angin selatan. Tentunya kami ingin mengetahui maksud dan tujuan dari kedatangan keluarga besar gusti prabu asmalaraya arya ardhana."
Tumenggung Surajaya mempersilahkan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari kedatangannya.
__ADS_1
"Terima kasih saya ucapkan atas penyambutan yang luar biasa ini." Senyumannya yang begitu menawan, membuat siapa saja ikut tersenyum menatapnya.
"Adapun maksud tujuan kedatangan kami yang sebelumnya telah kami sampaikan." Sang Prabu memberikan jeda ucapannya. "Sebagai kepala keluarga, saya mewakili raka saya yang bernama bahuwirya hadyan hastanta. Hendak melamar putri bestari dhatu, dari putri gusti prabu kawanda labdagati." Ucapnya dengan tenang. Meskipun perasaannya berdebar-debar.
"Lamaran yang kami maksud tentunya untuk meminang putri bestari dhatu untuk menjadi istri dari raka hadyan hastanta. Semoga lamaran yang hamba sampaikan diterima dengan baik oleh gusti prabu beserta keluarga." Sang prabu telah mengutarakan maksud dan tujuannya.
"Kami telah mendengarkannya dengan sangat jelas gusti prabu asmalaraya arya ardhana." Tumenggung Surajaya mengambil alih pembicaraan. "Bagaimana jawaban dari gusti prabu kawanda labdagati sebagai pihak yang akan dilamar oleh pihak keluarga gusti prabu asmalaraya arya Ardhana." Kali ini ia bertanya pada Prabu Kawanda Labdagati.
Prabu Kawanda Labdagati tersenyum ramah menatap Raja muda yang duduk dihadapannya. "Saya sudah mendengarkannya dengan jelas." Ucapnya. "Akan tetapi, saya ingin mendengarkannya juga dari calon suami putri saya, jika bersedia." Prabu Kawanda Labdagati melempar kembali ucapannya.
"Bagaimana dengan tanggapan pihak keluarga istana kerajaan suka damai?." Tumenggung Surajaya bertanya pada Prabu Asmalaraya Arya Ardhana. "Sepertinya gusti prabu kawanda labdagati, ingin mendengarkan ucapan lamaran itu dari pihak yang bersangkutan. Apakah bersedia?."
Prabu Asmalaraya Arya Ardhana melihat ke arah Raden Hadyan Hastanta. "Bagaimana raka?. Apakah raka sudah siap?." Bisik Prabu Asmalaraya Arya Ardhana.
Setelah itu, ia menatap ke arah Tumenggung Surajaya, bahwa Raden Hadyan Hastanta siap menyampaikan kembali maksud dan tujuannya datang ke Kerajaan Angin Selatan.
"Silahkan kepada raden hadyan hastanta, untuk menyampaikan maksud dan tujuannya." Tumenggung Surajaya mempersilahkan Raden Hadyan Hastanta untuk berbicara.
"Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada gusti prabu kawanda labdagati." Suara itu sangat jelas didengar oleh mereka. Walaupun agak bergetar karena perasaan cemas yang sedang menyelimuti hatinya. "Karena telah menerima kedatangan saya beserta keluarga istana kerajaan suka damai dengan hati yang gembira." Lanjutnya lagi.
"Adapun tujuan saya datang ke sini, Yaitunya untuk melamar putri gusti prabu yang bernama putri bestari dhatu, untuk dijadikan istri sah saya." Dengan senyuman yang ramah, ia mengatakan tujuannya. "Semoga niat baik saya ini diterima dengan baik oleh gusti prabu beserta keluarga. Terima kasih telah memberikan saya kesempatan luar biasa ini. Terima kasih saya ucapkan."
Prabu Kawanda Labdagati bertepuk tangan, sehingga mereka yang hadir juga ikut bertepuk tangan?.
__ADS_1
Sementara itu Raden Hadyan Hastanta semakin gugup. Karena tidak mengetahui sama sekali mengapa prabu Kawanda Labdagati bertepuk tangan.
"Sungguh luar biasa sekali calon menantu saya." Ucapnya setelah tepuk tangan itu reda. "Raden hadyan hastanta. Sungguh luar biasa sekali." Lanjutnya. "Saya sungguh sangat terkesan dengan penyampaiannya. Sangat jelas, sehingga aku bisa mendengarkannya dengan jelas tanpa meminta pengulangan lagi." Raut wajahnya yang terlihat sangat puas.
"Saya, prabu kawanda labdagati. Dengan senang hati menerima lamaran dari raden hadyan hastanta sebagai calon menantu di kerajaan istana angin selatan." Itulah yang diucapkan oleh Prabu Kawanda Labdagati dengan wajah penuh kebahagiaan.
Kembali mereka bertepuk tangan. Mendengarkan kabar bahagia dari Prabu Kawanda Labdagati. Begitu juga dengan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana yang sangat senang mendengarkan balasan bahagia itu.
"Alhamdulillah hirobbil 'alamin yunda. Nanda hadyan hastanta diterima dengan baik." Ratu Dewi Anindyaswari merasa bahagia mengungkapkan rasa syukur itu. "Syukurlah rayi. Aku sangat senang mendengarnya." Ratu Gendhis Cendrawati hampir saja menangis haru.
"Akhirnya lamarannya diterima dengan baik." Putri Andhini Andita juga terlihat bahagia. "Itu benar yunda. Alhamdulillah hirobbil 'alamin. Raka hadyan hastanta bisa bersama nyai bestari dhatu." Putri Agniasari Ariani juga merasakan suasana bahagia itu.
"Demi dewata agung yang telah mengiringi kabar bahagia ini. Pihak keluarga prabu kawanda labdagati telah menerima lamaran yang telah disampaikan oleh raden hadyan hastanta tadi. Dengan ini lamaran telah di terima." Dengan hati yang bahagia Tumenggung Surajaya mengatakan rasa bahagia itu pada mereka semua.
"Acara selanjutnya, kedua belah pihak akan menentukan hari tanggal bahagia yang akan diselenggarakan pernikahan antara calon pasangan pengantin." Lanjut Tumenggung Surajaya.
Mereka saling berembuk tanggal yang bagus untuk pernikahan yang akan diselenggarakan. Mereka benar-benar memilih dengan baik hari baik tersebut.
Bagaimana kelanjutannya?. Baca terus ceritanya.
Tak like, maka tak follow. Tak kasih hadiah maka tak follow. Tak komen maka tak follow. Merugilah jadi pembaca gelap, karena tak di follow. Thanks atas dukungannya pembaca tercinta.
...***...
__ADS_1