RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
KENYATAAN YANG TERSEMBUNYI


__ADS_3

...***...


Begitu mereka meninggalkan perbatasan kerajaan Teluk Mutiara. "Jaya satria. Segera kembali ke istana. Kita tidak ada urusan apapun lagi dengan kerajaan itu." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana memerintahkan Jaya Satria. "Bawa serta yunda agniasari ariani. Alhamdulillah hirobbil a'lamin, kau masih sempat bertemu dengannya di sana." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana sangat khawatir sekali.


"Alhamdulillah hirobbil a'lamin gusti prabu. Sandika gusti prabu." Jaya Satria sangat bersyukur dengan jalan takdir itu.


"Aku menunggu kedatangan kalian." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menghela nafasnya pelan. Ia sangat gelisah, mengapa yundanya bisanya sampai ke sana?.


"Tenanglah gusti prabu. Hamba akan kembali bersama gusti Putri. Doa kan saja kami baik-baik saja sampai di istana."


"Aku akan selalu mendoakan keselamatan kalian jaya satria." Setelah itu Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencoba menenangkan dirinya. Ia tidak boleh cemas, ia harus tetap tenang dalam keadaan apapun.


"Terima kasih gusti prabu. Saat ini kami telah meninggalkan kerajaan itu." Jaya Satria berusaha membuat Prabu Asmalaraya Arya Ardhana agar tidak terlalu cemas.


Sementara itu, saat dalam perjalanan pulang menuju ke Istana.


"Rayi prabu. Memangnya apa yang rayi prabu lakukan di sana?." Putri Agniasari Ariani sangat penasaran dengan apa yang dilakukan oleh adiknya. "Sungguh sangat menyeramkan sekali negeri itu. Aku tidak habis pikir dengan mereka semua." Putri Agniasari Ariani merinding ngeri membayangkan berada di sana.


Jaya Satria menghela nafas dengan pelan. "Aku ke sana karena ingin mengantar tombak pusaka kelana jaya yunda. Tapi siapa sangka ternyata tombak pusaka itu milik seorang raja, yang sukmanya ditawan oleh seorang ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara." Jaya Satria menceritakannya.


"Lalu apa yang rayi lakukan?. Mengapa beberapa orang di sana seperti mayat hidup?. Sangat mengerikan." Putri Agniasari Ariani masih mengingat dengan jelas, apa yang ia lihat. "Bahkan pedang warna kehidupan di dalam tubuhnya tidak mau berada di sana." Saking ngerinya kehidupan di sana. Pedang Warna kehidupan berontak di dalam tubuhnya.


"Kerajaan itu telah dikuasai oleh ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara yunda." Jawab Jaya Satria. "Karena itulah, selama berada di istana itu, jika kita tidak sengaja membuka mata batin kita. Maka kita akan melihat sebagian penduduk di sana itu adalah orang-orang yang telah meninggal, dan roh mereka tersesat yunda." Jaya Satria mengatakan semua fakta dari kerajaan itu.


"Roh-roh yang tersesat itu adalah korban dari pesugihan yang mereka lakukan, serta tumbal untuk persembahan ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara. Sungguh mengerikan sekali mereka bisa tinggal di istana yang merupakan sarang penampungan roh-roh yang tersesat." Jaya Satria tidak habis pikir, mengapa ada kerajaan yang seperti itu?.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan mereka sekarang rayi?. Apakah rayi tidak memiliki niat untuk membantu mereka keluar dari kesadaran itu?."


"Aku telah mengatakan semua caranya pada mereka. Itu tergantung pada mereka yunda." Jawab Jaya Satria. "Aku tidak mau terlalu ikut terlibat dengan kerajaan gaib. Meskipun itu sebenarnya kewajiban kita membantu mereka." Jaya Satria lagi-lagi menghela nafasnya. Ada perasaan sesak di dadanya.


"Sebab. Berurusan dengan hal yang gaib, itu bukanlah perkara yang mudah yunda." Lanjutnya lagi. "Apalagi melihat bagaimana mereka berbuat dosa selama ini." Jaya Satria mengingat semuanya, melalui penglihatan mata batinnya.


"Bahkan pedang sukma naga pembelah bumi, enggan berada di sana. Ia sangat takut berada di sana. Karena kehidupan di sana benar-benar telah dicemari oleh noda dosa."


"Lalu bagaimana caranya membebaskan mereka rayi prabu?. Bisa jadi sewaktu-waktu ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara mencari rayi prabu. Karena rayi prabu telah ikut campur dalam urusan kerajaannya."


"Hanya mereka yang menentukan sikap yunda. Apakah mereka benar-benar mau memutuskan kontrak itu dengan istana gaib itu, kemudian kembali dengan tenang. Atau tersiksa selamanya di dalam alam gaib. Hingga akhirnya menjadi satu dengan istana gaib itu." Jawabnya. "Aku tidak memiliki hak atau kekuatan untuk dapat mengembalikan hati mereka untuk menyadarkan mereka, agar kembali ke jalan Allah. Hanya mereka sendiri yang bisa memutuskan. Tapi aku telah memberikan saran dan petunjuk kepada mereka cara memutuskan hubungan tali gaib dengan ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara." Itulah asalan mengapa ia tidak bisa membantu mereka.


Karena masalah itu, hanya mereka yang memutuskannya. Ia tidak bisa begitu saja memutuskannya. Bukan berarti ia takut mati hanya karena menanggung resiko membantu mereka. Hanya saja, tidak semua masalah bisa atasi. Ada masalah yang tidak bisa ia tangani, dan ia hanya berharap. Allah SWT akan membantu negeri itu agar bisa terbebas dari tali takdir yang menjerat mereka selama ini.


Semoga saja Allah SWT masih menyayangi mereka dengan memberikan kesempatan pada mereka agar bisa kembali dengan cara yang baik. Dan mereka yang masih hidup, semoga saja mereka masih bisa merasakan nikmatnya hidup di dalam agama islam yang baik.


"Semoga saja rayi. Aku sangat takut, jika rayi prabu malah di datangi oleh ratu penguasa kerajaan gaib teluk mutiara." Putri Agniasari Ariani takut, jika adiknya akan mengalami kesulitan nantinya.


"Lalu bagaimana dengan yunda sendiri?. Mengapa yunda bisa berada di sana?." Jaya Satria melirik ke arah Putri Agniasari Ariani. "Aku sangat khawatir, saat yunda diserang oleh mereka. Aku khawatir, yunda tidak akan bisa keluar dari sana. Jika yunda terkena senjata mereka." Raut wajah Jaya Satria terlihat sangat takut.


"Rasanya sangat menakutkan membayangkan itu terjadi."


"Maafkan aku rayi. Sungguh, aku juga mengerti mengapa aku bisa sampai berjalan ke sana." Putri Agniasari Ariani juga merasa kebingungan.


"Saat aku berada di perbatasan kerajaan pahit sepah. Aku melihat ada seorang kakek tua berjalan masuk hutan. Karena penasaran aku mengikutinya." Putri Agniasari Ariani masih mengingat mengapa itu bisa terjadi.

__ADS_1


"Tapi aku tidak menyangka, kakek tua itu justru Menuntunku masuk ke wilayah kerajaan itu rayi."


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Sudah sangat jelas. Bagaimana tipu daya muslihat mereka untuk menjadikan orang lain sebagai budak mereka." Jaya Satria kini sedikit mengerti, mengapa banyak roh yang tersesat di sana. Itu karena sengaja mereka panggil untuk menjadi tumbal, menjadi pondasi Istana kerajaan gaib yang berdiri kokoh dan luasnya di atas laut teluk mutiara.


"Apa maksudmu rayi?."


"Mereka memang sengaja menuntun seseorang masuk ke wilayah yang telah di selimuti oleh kekuatan gaib." Jawabnya. "Jika orang itu wanita, maka ia akan berwujud seorang kakek tua, agar mengikutinya. Karena merasa simpati terhadap kakek tua yang tidak akan mungkin bisa masuk ke dalam hutan." Lanjutnya.


"Jika orang itu laki-laki, maka akan melihat sosok nenek tua. Untuk menarik perhatian mereka."


"Ya, aku rasa seperti itu rayi. Aku merasa kasihan pada kakek tua itu. Karena itulah aku mengikutinya." Putri Agniasari Ariani masih ingat itu.


"Kita harus lebih berhati-hati jika berada di dalam hutan yang belum kita ketahui sama sekali yunda. Alhamdulillah hirobbil a'lamin, Allah SWT masih sayang pada kita. Dengan dipertemukannya aku dengan yunda. Sehingga kita bisa pulang dengan selamat dari negeri gaib itu yunda."


"Alhamdulillah hirobbil a'lamin ya Allah. Hamba sangat berterima kasih pada-Mu."


Putri Agniasari Ariani sangat bersyukur. Ia tidak bisa membayangkan jika dirinya terjebak di negeri gaib itu. Ia tidak bisa membayangkan betapa sedihnya hati ibundanya karena ia tidak bisa kembali.


Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.


Tidak like?. Tidak kasih hadiah?. Tidak vote?. Tidak komentar?. Maka tidak follow Dan jangan lupa klik add agar dapat notifikasi lanjutan ceritanya


Jangan jadi pembaca gelap, mari kita sama-sama menghargai. Tak kenal maka tak follow.


...***...

__ADS_1


...***...


__ADS_2