RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
KENAPA ITU BISA TERJADI?


__ADS_3

...***...


Raden Cakara Casugraha mengayun pedangnya beberapa kali untuk memastikan masih ada yang ingin bergabung dalam pertarungan mereka. Sementara itu, Raden Cakrawala Dirja masih saja berontak. "Lepaskan aku!. Mari kita bertarung secara jantan!." Suara Raden Cakrawala Dirja masih saja belum bisa bergerak?.


"Kau ini benar-benar tidak berguna cakrawala dirja." Lama-lama Raden Cakara Casugraha muak juga akhirnya.


"Apa yang kau katakan cakara casugraha!. Kau berani menghina diriku!." Amarahnya saat ini sedang memuncak. Tapi sayangnya ia tidak bisa bergerak sama sekali.


"Kau terjebak karena kau memang tidak berguna sama sekali. Dan kau masih saja belum mengerti apa yang membuat kau terjebak saat ini. Itulah kenapa aku mengatakan jika kau memang tidak berguna sama sekali." Setelah itu, Raden Cakara Casugraha menebas beberapa kali ke arah belakang Raden Cakrawala Dirja. Hingga membuatnya terkejut, karena ia mendengarkan apa teriakan yang sangat memilukan.


"Apa yang sedang kau lakukan cakara casugraha?." Raden Cakrawala Dirja tidak mengerti sama sekali. Ia menoleh ke arah sumber suara itu dan matanya terbelalak lebar melihat apa yang ada di belakangnya saat ini. Ada banyak sosok-sosok yang mengerikan yang tertangkap matanya.


"Kau masih mau membantah cakrawala dirja?. Jika apa yang telah kau lakukan selama ini telah memberikan luka pada mereka mereka semua. Dan kau masih mau bertanya apa kesalahan yang telah kau lakukan?." Ada gejolak emosi umah ia rasakan saat ini.


"Huwah!." Raden Cakrawala Dirja terlihat sangat ketakutan. Matanya menangkap dua sosok mengerikan sedang menahan kakinya.

__ADS_1


"Mereka semua yang telah kau siksa selama mereka masih hidup dan sekarang mereka ingin menuntut balas atas apa yah telah kau lakukan selama ini pada mereka semua." Raden Cakara Casugraha dapat merasakan kemarahan yang mereka simpan selama ini.


"Ini semua pasti telah melakukan rencanakan dengan baik cakara casugraha!. Kau tidak akan bisa menipu aku dengan mudahnya!." Masih saja belum percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raden Cakara Casugraha?.


"Harusnya kau menyadarinya cakrawala dirja!. Apa yang telah kau lakukan selama ini adalah perbuatan yang sangat merugikan dirimu sendiri, dan juga orang lain yang memberikan kepercayaan padamu." Raden Cakara Casugraha terlihat sangat kesal. Apakah dirinya akan mengatakan semua yang terjadi?. Hatinya saat ini merasakan kebimbangan yang tidak biasa. Apakah ia harus memberi tahu pada Raden Cakrawala Dirja, bahwa istana kerajaan Utara bunga hampir mati karena dihuni oleh penduduk astral. "Sebelum kau berniat ingin menguasai kerajaan suka damai. Harusnya kau mengurus dulu istana mu yang telah dihuni makhluk halus yang memiliki dendam yang sangat besar padamu. Terutama dia yang berada di pohon itu." Raden Cakara Casugraha menunjuk ke arah pohon yang tidak jauh dari sana. Ada sosok seorang pemuda yang sangat menginginkan kematian Raden Cakrawala Dirja.


"Kau pasti sedang melakukan sihir!. Kau akan aku bunuh cakara casugraha!." Raden Cakrawala Dirja hampir saja putus asa dan melihat sosok pemuda itu, yang terlihat sangat menyeramkan.


"Sebaiknya kau menyerah saja, dan meminta maaf dengan baik pada mereka semua. Mereka yang telah kau sakiti." Raden Cakara Casugraha menatap tajam ke arah Raden Cakrawala Dirja. "Atau aku biarkan mereka memakan mu. Karena dengan yang mereka simpan padamu selama ini sangat besar." Raden Cakara Casugraha mengancam Raden Cakrawala.


"Itu semua karma yang harus kau tanggung cakrawala dirja. Kau saja yang tidak menyadari, jika mereka selama ini telah mengincar nyawamu." Raden Cakara Casugraha menebas dua sosok yang dari tadi menahan gerakannya. "Aku ini bukan kau yang denah mudahnya berbuat curang. Sehingga membuat mereka semua mendendam padamu, bahkan ketika mereka meninggal." Terdengar suara teriakan yang sangat memilukan. Namun bukan berarti semua itu telah berakhir begitu saja. Karena setelah dua sosok itu ditebas oleh Raden Cakara Casugraha, banyak sosok makhluk halus yang mengelilingi mereka.


"Bukalah matamu, mata hatimu. Lihat dengan baik apa yang telah kau lakukan pada mereka semua. Kau pasti mengingat mereka semua yang telah kau bunuh di istana ini bukan?." Raden Cakara Casugraha merasa sesak dengan hawa yang mereka pancarkan.


Raden Cakrawala Dirja mencoba mengingat satu persatu sosok yang kini terlihat pucat o seperti mayat hidup ini?. Mereka semua adalah orang-orang yang telah ia kalahkan. "Tapi bagaimana bisa mereka malah hidup kembali setelah aku bunuh?. Ini semua pasti ulahmu cakara casugraha!." Hatinya masih saja membatu, tidak mau menerima kenyataan bahwa ia yang telah membunuh mereka sukai dan menyimpan dendam sampai mereka mati.

__ADS_1


"Itu terserah padamu saja cakrawala dirja. Namun saat ini mereka semua ingin menuntut balas atas apa yang telah kau lakukan pada mereka semua." Raden Cakara Casugraha telah bersiap dengan jurus yang ia miliki. Sepertinya mereka semua telah dikuasai oleh dengan ketika masa hidup mereka yang sangat menyakitkan. "Kau yang telah menabur dendam pada mereka semua. Sekarang kau harus menghapus semua dendam yang ada pada mereka semua." Raden Cakara Casugraha menahan semua serangan yang datang padanya.


"Kegh!." Begitu juga dengan Raden Cakrawala Dirja yang diserang oleh makhluk halus itu. Bukankah ini adalah siang?. Tapi bagaimana mungkin ada sosok-sosok mengerikan yang keluar dari dalam istana?.


"Kau jangan banyak membual padaku cakara casugraha!. Kau tidak akan mudah memperdayai ku!." Raden Cakrawala Dirja sekuat tenaga untuk menyingkirkan mereka semua, namun tidak semudah yang ia bayangkan. Karena tubuh mereka tembus ketika pedangnya mengenai mereka semua.


"Aku pasti akan menunjukkan kebenarannya padamu." Namun berbeda dengan Raden Cakara Casugraha yang denah mudahnya menebas mereka semua dengan menggunakan pedang Sukma Naga Pembelah Bumi. "Aku bukan kau!. Yang dengan mudahnya menggunakan jurus perusak mimpi. Ini adalah kenyataan yang harus kau ketahui dari sifat serakah yang kau miliki." Tanpa belas kasihan, Raden Cakara Casugraha terpaksa membunuh mereka semua. Karena hawa yang mereka pancarkan, sama sekali tidak enak untuk dihirup.


"Bagiamana mungkin ia melakukan itu?." Raden Cakrawala Dirja terpana dengan kehebatan Raden Cakara Casugraha yang dengan mudahnya membunuh mereka semua?. Bukan hanya sampai disitu saja, ia melihat Raden Cakara Casugraha melompat tinggi. Ia mengenakan suara adzan yang dikumandangkan oleh Raden Cakara Casugraha.


Suasana istana saat ini terasa lebih menyeramkan, karena terdengar suara rintihan, serta teriakan yang membuat kita semua merinding takut. Suara mereka yang tidak bisa mendengarkan suara adzan.


"Apa yang dia lakukan sebenernya?. Kenapa mereka berteriak kesakitan?. Memang apa yang sedang ia bacakan saat ini?." Raden Cakrawala Dirja sana sekali tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Bagaimana akhir dari kisah ini?. Temukan jawabannya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2