RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
KEPUTUSAN UNTUK MELAKUKANNYA


__ADS_3

...***...


Beberapa bulan telah berlalu.


Di istana Kerajaan Suka Damai.


Ratu Gendhis Cendrawati menatap halaman istana. Sudah lama ia menunggu kedatangan anaknya. Ia sangat merindukan anaknya yang kini masih belum mau kembali?. Apakah anaknya tidak merindukan dirinya sebagai seorang ibu?.


"Ibunda." Putri Bestari Dhatu dan Raden Hadyan Hastanta menghampiri Ratu Gendhis Cendrawati yang terlihat sangat sedih.


"Ibunda masih menunggu kepulangan adik kalian nak." Ia mencoba untuk tersenyum, walaupun memang terasa sangat pahit.


"Bersabarlah ibunda. Mungkin sebentar lagi ia akan kembali. Percayalah ibunda." Raden Hadyan Hastanta sangat percaya, jika adiknya itu akan kembali dalam waktu dekat ini.


"Ibunda tidak perlu cemas. Karena rayi andhini andita adalah wanita yang kuat. Nanda yakin ia akan segera kembali." Putri Bestari Dhatu mencoba untuk menguatkan hati Ratu Gendhis Cendrawati agar lebih tegar lagi.


"Ya. Ibunda harap seperti itu." Matanya menatap bayi mungil yang kini berada di gendongan anaknya. Bayi lucu yang telah menghiasi hatinya dengan penuh kebahagiaan.


...***...


Putri Andhini Andita saat ini sedang menuju jalan ke istana Kerajaan Suka Damai. Ia telah melewati hari yang panjang selama di perjalanan kali ini. Perasaannya benar-benar telah lega, dan kini ia telah siap untuk kembali.


"Sepertinya kau telah mengalami banyak perubahan andhini andita." Sukma Dewi Suarabumi selalu mengawasi kemana saja Putri Andhini Andita pergi.


"Alhamdulillah hirabbli'alamin, gusti putri. Hamba telah siap untuk kembali ke istana." Putri Andhini Andita tersenyum lembut sambil terus berjalan menuju ke istana kerajaan Suka Damai. "Rasanya hamba sangat merindukan ibunda, merindukan yunda, raka, juga kedua rayiku." Putri Andhini Andita sedang membayangkan bagaimana pertemuan mereka nantinya.


"Kalau begitu cepatlah. Aku juga tidak sabar ingin merasakan kedekatan dengan pedang panggilan jiwa lainnya." Begitu juga dengan Sukma Dewi Suarabumi yang rasanya merindukan hawa pedang panggilan jiwa lainnya. Apakah mereka akan segera kembali ke Istana Kerajaan Suka Damai?. Simak terus jalan ceritanya.

__ADS_1


...***...


Sementara itu di kerajaan Buana Dewa.  Raden Jatiya Dewa kembali ke istana Kerajaan Buana Dewa. Tentunya menjadi tanda tanya bagi mereka semua.


"Apa yang membuatmu kembali ke istana ini nanda jatiya dewa. Tentunya kau memiliki alasan yang sangat kuat. Katakan pada kami semua." Prabu Lingga Dewa sebagai seroang ayah tentunya ingin mengetahuinya.


"Mohon ampun ayahanda prabu. Nanda Kembali, karena ada hal yang sangat penting yang ingin nanda katakan ayahanda prabu." Raden Jatiya Dewa memberi hormat pada ayahandanya.


"Hal yang sangat penting?." Mereka semua bertanya-tanya, hal penting apa yang ingin ia sampaikan?. Sehingga ia kembali ke istana ini setelah cukup lama pergi meninggalkan istana ini dengan keputusan yang sangat mendadak.


Raden Jatiya Dewa menguatkan tekadnya, bahwa ia ingin menunjukkan sikap serius yang selama ini ia tanamkan di dalam dirinya setelah banyak belajar bersama Lingga, Mulni, Barka, bahkan dari Syekh Asmawan Mulia. "Nanda ingin melamar putri andhini andita, putri dari mendiang gusti prabu kawiswara arya ardhana, kakak perempuan dari gusti prabu asmalaraya arya ardhana." Dengan suara yang sangat lantang ia mengatakan apa alasan ia datang ke istana ini?.


Mereka semua tercengang mendengarkan apa yang dikatakan Raden Jatiya Dewa. Kata-kata yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.


"Apakah kau tidak bercanda jatiya dewa?. Apakah kau yakin ingin menikahi putri andhini andita?." Prabu Lingga Dewa bertanya pada anaknya?.


"Apakah karena itu, kau mau belajar serta mau masuk agama islam rayi?." Raden Antajaya Dewa ingin memastikan, apakah benar itu alasannya.


Bagaimana tanggapan dari keluarga besarnya setelah mengetahui, tujuannya kembali adalah ingin meminta bantuan pada keluarganya untuk melamar Putri Andhini Andita?. Apakah mereka akan setuju dengan apa yang diinginkan oleh Raden Jatiya Dewa?. Simak terus ceritanya.


...***...


Prabu Asmalaraya Arya Ardhana Sukawati dan Jaya Satria saat ini sedang berada di ruang pribadi raja. Mereka masih mengawasi keadaan Kerajaan. Kondisi saat ini masih aman, dan masih bisa diatasi dengan baik masalah yang terjadi.


Namun saat ini, sepertinya ia kedatangan tamu yang sangat istimewa. Ada prabu Guindara Arya Jiwatrisna, Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta, serta Prabu Kawiswara Arya Ragnala yang kini duduk di hadapannya.


"Eyang prabu, kakek prabu, ayahanda prabu." Keduanya memberi hormat pada ketiga orang yang sangat ia hormati.

__ADS_1


"Apa yang membuat ayahanda prabu, kakek prabu, juga eyang prabu datang menemui nanda?." Jaya Satria merasa deg-degan, karena tidak biasanya ketiga raja yang pernah mendirikan kerajaan ini menemuinya secara bersamaan.


"Benar sekali ayahanda prabu, kakek prabu, juga eyang prabu. Apa gerangan yang terjadi, atau apa yang ingin disampaikan pada nanda?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana merasa gugup, karena jiwanya masih terhubung dengan Jaya Satria.


"Kami hanya ingin mengunjungimu saja nak." Prabu Kawiswara Arya Ragnala tersenyum kecil.


"Bukankah kau telah berjanji akan menceritakan kisah hebat mu, cucuku. Jangan bilang kau lupa dengan janji itu." Prabu Guindara Arya Jiwatrisna tersenyum kecil.


"Aku hanya ingin memastikan, semuanya akan baik-baik saja cucuku. Karena sebentar lagi, kau akan mendapatkan dua pilihan yang sangat sulit sebagai seorang raja." Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta berucap seperti itu?. Tentunya membuat Jaya Satria dan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana terkejut.


"Apa yang kakek prabu katakan?. Apakah saya boleh mengetahui maksudnya?." Jaya Satria merasa tidak nyaman dengan apa yang dikatakan oleh Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta.


"Mohon penjelasannya kakek prabu." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana juga merasa tidak enak.


"Kau akan mendapatkan kebahagiaan, serta kesedihan di saat yang bersamaan." Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta menjawabnya.


"Kebahagiaan serta kesedihan?." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana dan Jaya Satria bertanya bersamaan. Mereka masih belum mengerti apa yang ingin disampaikan oleh Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta. Bagaimana penjelasan dari Prabu Bahuwirya Jayantaka Byakta?. Simak terus ceritanya.


...***...


Di Kerajaan Restu Agung. Raden Raksa Wardhana telah mendapatkan restu dari kedua orang tuanya. Bahwa ia akan menuju istana Kerajaan Suka Damai, untuk melamar Putih. Wanita yang telah menyelamatkan hidupnya. Saat ini ia berada di biliknya untuk melakukan persiapan berangkat ke istana kerajaan Suka Damai.


"Apakah kau sudah yakin putraku?. Apakah kau tidak akan menyesal nantinya?." Sebagai seorang ibu, ia hanya tidak ingin anaknya mengambil keputusan yang salah.


"Tentu saja nanda sangat yakin ibunda. Ini adalah keputusan nanda, setelah sekian lama bertarung dengan diri sendiri. Meyakinkan apakah yang nanda lakukan sudah benar." Jawabnya dengan serius. Sorot matanya menggambarkan apa yang telah menjadi tekadnya.


"Ibunda akan selalu mendukungmu nak." Ia memeluk anaknya dengan sayang. Rasanya sangat bahagia, saat ia mengetahui anaknya telah memutuskan banyak hal, termasuk ingin menikahi seorang putri cantik yang telah menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


Apakah keinginannya akan terkabulkan?. Apakah ia akan hidup bersama dengan orang yang ia cintai di dalam tali takdir yang menyatukan mereka dalam kebahagiaan sebagai pasangan yang abadi?. Hanya waktu yang akan menjawab semuanya. Apa yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2