RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
AKAN AKU TUNJUKKAN SEMUANYA


__ADS_3

...***...


Mereka semua melihat Raden Telaga Bumi bersama roh jahat?. Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Jadi yang menyebabkan Raden Raksa Wardhana mengalami kebutaan adakah Raden Telaga Bumi?. Tapi mengapa ia melakukan itu?. Belum sempat mereka memikirkan apa yang terjadi pada saat itu. Tiba-tiba mereka telah kembali ke semula. Dimana mereka semua berada di halaman istana. Saat itu mata mereka semua tertuju pada Raden Telaga Bumi, dan meminta penjelasan atas apa yang mereka lihat tadi.


"Apakah kau bisa menjelaskan semua ini pada kami telaga bumi?!." Prabu Bumi Jaya menatap anaknya dengan penuh tanda tanya. "Katakan padaku!. Jika apa yang kami lihat tadi hanyalah bulan belaka saja!. Katakan padaku!. Jika apa yang ia perlihatkan padaku itu hanyalah tipuan untuk mengelabui aku!." Prabu Bumi Jaya benar-benar sangat marah. "Katakan padaku!. Apa alasannya kau melakukan itu semua!." Ia masih mencoba untuk menahannya, namun dadanya terasa sangat sesak.


"Raka!. Apa yang raka inginkan sebenarnya?!. Kenapa raka melakukan itu?!. Aku tidak percaya sama sekali dengan apa yang dilihat oleh wanita asing itu!." Raden Bumi Putra tidak percaya sama sekali.


"Benar itu raden. Kami sama sekali tidak percaya dengan apa yang ia katakan." Mereka semua tidak percaya sama sekali?.


"Putraku nanda telaga bumi. Katakan pada kami semua. Katakan jika semua itu hanyalah bohong saja." Ratu Warna Tariwati tidak percaya jika anaknya telah melakukan kecurangan atau melukai Raden Raksa Wardhana beberapa tahun yang lalu?.


"Apakah ibunda percaya begitu saja?." Raden Telaga Bumi tersenyum kecil. "Mana mungkin seorang pangeran pemegang tahta terhormat seperti aku melakukan hal tidak pantas seperti itu?." Raden Telaga Bumi bertanya pada mereka semua.


"Tentu saja ada." Kali ini Putri Andhini Andita yang menjawabnya. Membuat mereka semua melihat ke arahnya.


"Kau adalah orang asing. Apa yang kau ketahui memangnya?. Kau jangan coba-coba untuk mengarang cerita yang membuat aku terlihat orang jahat di mata mereka semua." Raden Telaga Bumi terlihat sangat tidak menyukai apa yang dilakukan oleh Putri Andhini Andita.

__ADS_1


"Kau yang pada masa itu melihat kekuatan raden raksa wardhana yang semakin bertambah kuat. Karena itulah kau merasa tersaingi, hingga putus asa. Kau memikirkan cara untuk menyingkirkan raden. Hingga akhirnya kau kau memutuskan untuk menemui seseorang yang sangat dikenal sebagai dukun yang dapat memberikan apa saja." Putri Andhini Andita juga melihat semuanya melalui alam sukma itu.


"Kau!. Jangan asal  bicara saja!. Apa yang membuatmu percaya diri mengatakan semua itu pada kami!. Kau telah berani membuat cerita yang menimbulkan fitnah itu terhadap putraku!." Ratu Warna Tariwati sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita.


"Sebaiknya raden berterus terang saja. Karena hamba yakin, raden saat ini sedang menderita. Karena raden telah bersekutu dengan iblis. Maka raden harus melepaskan semuanya. Hamba percaya, jika raden masih ingin kembali. Maka raden harus mengatakan  semuanya." Putri Andhini Andita mencoba untuk membujuk Raden Telaga Bumi.


"Kau bicara apa orang asing. Aku tidak mengerti sama sekali. Dan kau jangan membuat mereka semua berpikiran buruk tentang aku." Raden Telaga Bumi menatap tajam ke arah Putri Andhini Andita.


"Apa yang akan nimas lakukan. Jika ia tidak mau mengakui apa yang telah ia lakukan nimas?." Raden Raksa Wardhana mendekati Putri Andhini Andita.


"Hanya ada satu cara yang bisa hamba lakukan raden." Putri Andhini Andita tersenyum kecil. "Hamba akan memaksa iblis yang telah membuat raden mengalami kebutaan." Putri Andhini Andita melakukan gerakan jurus penyejuk Sukma. Salah satu jurus yang diajarkan nenek Putih untuk membuktikan seseorang itu manusia atau setan yang sedang menyamar menjadi manusia. Dengan bantuan pedang Pembangkit Raga Dewi Suarabumi. Ia melakukannya dengan baik, sehingga mereka semua melihat sosok menyeramkan sedang berdiri di belakang Raden Telaga Bumi. Mereka semua hampir tidak percaya. Bentuk yang sama yang menyerang Raden Raksa Wardhana.


"Oh putraku!. Apa yang kau lakukan nak?. Kenapa kau melakukan itu?." Ratu Warna Tariwati menangis sedih karena melihat anaknya yang saat ini sedang bersama sosok mengerikan?. "Kenapa kau melakukan itu nak?." Ia hanya ingin mendengarkan apa jawabannya. Namun sepertinya Raden Telaga Bumi tidak menggubrisnya.


"Kau sangat kurang ajar sekali. Berani sekali kau memperlihatkan dia pada mereka semua." Raden Telaga Bumi benar-benar sangat marah. Ia langsung menyerang Putri Andhini Andita dengan menggunakan sosok menyeramkan itu. Tentunya Putri Andhini Andita tidak akan mengalah begitu saja. Dengan sekuat tenaga ia mengalahkan keduanya.


Lalu bagaimana dengan mereka semua yang melihat itu?. Apakah mereka hanya melihat saja?. Entahlah, apakah yang akan mereka lakukan. Mereka semua masih berpikir, apa yang membuat Raden Telaga Bumi melakukan itu?.

__ADS_1


"Ibunda." Raden Raksa Wardhana mencoba untuk mendekati ibundanya.


"Kau baik-baik saja nak?." Selir Ratna Wardhani sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya. Ia menyentuh mata anaknya yang masih ditutupi oleh kain kecil.


"Nanda baik-baik saja ibunda." Raden Raksa Wardhana hanya tidak ingin ibundanya khawatir padanya. "Ibunda, carilah tempat yang aman. Karena nimas putih mengatakan, bertarung dengan setan itu sangat berbahaya. Karena itulah ibunda, cari tempat yang aman." Raden Raksa Wardhana menyuruh ibundanya untuk mencari tempat yang aman.


"Tapi nak-." Selir Ratna Wardhani sedikit membantah.


"Percaya lah pada nanda, juga nimas putih. Supaya masalah ini cepat selesai ibunda. Nanti akan nanda jelaskan semuanya pada ibunda." Raden Raksa Wardhana mencoba memberikan penjelasan pada ibundanya. "Nanda hanya tidak ingin ibunda terluka." Lanjutnya lagi.


"Baiklah nak." Selir Ratna Wardhani mencoba untuk memahami situasi. Ia juga tidak mau menjadi beban anaknya nantinya. "Ibunda harap kau baik-baik saja nak." Dengan perasan yang sangat cemas, Selir Ratna Wardhani terpaksa merelakan anaknya bertarung?.


Sedangkan Prabu Bumi Jaya tidak tahan lagi dengan apa yang ia lihat. "Kau sangat mengecewakan sekali telaga bumi. Kau melakukan hal yang sangat aku benci." Prabu Bumi Jaya mengambil ancang-ancang. Ia mengeluarkan pedang yang ia simpan di dalam tubuhnya selama ini.


"Apa yang akan ayahanda prabu lakukan?." Raden Bumi Putra bertanya, karena ayahandanya mengeluarkan pedang yang menjadi simbol kebanggaan seorang raja.


"Sudah sangat jelas bukan?." Balas Prabu Bumi Jaya dengan tatapan penuh ketegasan. "Aku tidak akan mengampuni orang-orang yang telah melanggar aturan yang telah aku tetapkan." Prabu Bumi Jaya mengambil ancang-ancang. Setelah itu ia melompat ke arah Raden Telaga Bumi.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2