RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
HAL YANG MUSTAHIL?. SUKMA NAGA


__ADS_3

...***...


Saat mereka sedang merasakan betapa mengerikan apa yang dilakukan oleh warga desa. Tiba-tiba saja mereka semua diterpa oleh angin yang sangat kencang. Membuat mereka semua terkejut, dan berusaha untuk menjaga diri mereka agar tidak terbawa arus.


Jaya Satria, Sukma Naga Angin, Sukma Naga Kegelapan. Melihat sosok yang sangat tinggi, menyeramkan. Sosok hitam yang sangat tidak bersahabat, matanya merah menyeramkan. Berjalan mendekati mereka semua.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah. Makhluk apa itu?. Mengapa bentuknya membuat hawa sekitar semakin terasa menyeramkan." Jaya Satria merasakan hawa yang berbeda. Bahkan ia merasakan kekuatan jahat yang sangat kuat dari makhluk menyeramkan itu.


"Berhati-hatilah gusti prabu. Hamba rasa ia yang selama ini telah mengelabui penduduk desa ini untuk berbuat hal-hal yang aneh gusti prabu." Sukma Naga Kegelapan juga merasakannya.


"Benar gusti prabu. Hamba juga dapat merasakannya. Hamba harap gusti prabu jangan sampai terpengaruh oleh hawa yang ditebarkan olehnya." Sukma Naga Angin juga memperingatkan Jaya Satria.


"Kalian juga berhati-hatilah." Jaya Satria mulai merasa gelisah. Apalagi ketika matanya menangkap sosok menyeramkan itu mendekati mereka dan berhenti beberapa meter dari mereka.


"Siapa kalian?. Mengapa kalian bisa masuk ke sini tanpa izin dariku!." Sosok menyeramkan itu tampak marah pada mereka semua. "Bagaimana bisa sukma naga juga manusia bisa masuk ke desa gaib ini?." Ia bertanya karena bingung?. "Jangan-jangan kau yang membuka jalannya. Sukma naga angin dari panah semara naga." Sosok menyeramkan itu malah menunjuk ke arah Sukma Naga Angin.


"Jadi kau mengetahui siapa aku?. Hebat sekali kau." Balas Sukma Naga Angin.


"Aku ini adalah Tuhan. Tentu saja aku mengetahui semuanya. Jadi kau harus ikut menyembah aku. Ahahaha!." Ia tertawa dengan wajah dipenuhi kebahagiaan.


"Astaghfirullah hal'azim ya Allah." Jaya Satria merasa merinding mendengarkan ucapan itu.


"Gusti prabu asmalaraya arya ardhana. Junjunganku mengatakan kepadaku. Sembahlah Allah SWT yang telah menciptakanmu. Aku adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Kau juga makhluk ciptaan Allah SWT. Jadi aku tidak ada kewajiban untukmu. Hanya kepada Allah SWT aku patut menyembah. Bukan pada kau yang hanya menyesatkan." Balas Sukma Naga Angin dengan percaya diri.


"Kurang ajar!. Tidak ada Tuhan selain aku!. Akulah yang harus kalian sembah!. Dan lihatlah mereka yang merasa bahagia setelah menyembah padaku!." Sosok menyeramkan itu marah. Dan ia menunjukkan gambaran pada orang-orang yang telah menyembah dirinya.


"Janganlah kau berkata dusta wahai jin. Kau tidak bisa memperdaya manusia dengan cara seperti itu." Jaya Satria kali ini yang menjawab. "Tipu daya yang kau lakukan tidak akan mempengaruhi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT." Lanjut Jaya Satria.

__ADS_1


Namun sepertinya sosok menyeramkan itu sama sekali tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Jaya Satria. "Diam kau!. Jika kau berani menentang aku sebagai tuhan. Maka kau akan menerima hukuman dariku!." Sosok menyeramkan itu malah menyerang Jaya Satria, menyerang Sukma Naga Angin, dan Sukma Naga Kegelapan.


Mereka semua menghindari serangan itu, jika mereka tidak ingin terluka. Maka mereka harus melawan sosok misterius itu dengan tenaga dalam mereka.


"Tidak ada gunanya kalian melawan tuhan!. Jadilah pengikut setiaku!. Maka aku akan memberikan kebahagiaan harta melimpah pada kalian semua!." Sosok menyeramkan itu mengayun tangannya yang sangat besar itu ke arah Jaya Satria, Sukma Naga angin dan Sukma Naga Kegelapan.


"Gusti prabu. Kita harus segera memusnahkan mahkluk ini. Karena dia tidak bisa diajak untuk ke arah kebaikan. Karena dia telah melakukan kesesatan yang tidak bisa diampuni lagi." Sukma naga kegelapan merasa kesal. Apalagi harus lompat sana sini untuk menghindari serangan sosok menyeramkan itu.


"Hai jin. Aku peringatkan kau agar membebaskan semua dari jeratan sesat yang telah kau lakukan." Jaya Satria kali ini melompat di atas pohon. Agar bisa menatap sosok menyeramkan itu lebih jelas lagi. "Tunduk lah kau pada perintah Allah SWT. Jika kau tidak ingin aku musnahkan atas izin Allah SWT." Jaya Satria mengeluarkan keris pusaka kembar keris penyegel sukma.


"Siapa kau berani memerintahkan aku untuk tunduk pada Tuhan lain selain diriku?. Aku tidak akan melakukan apa yang kau perintahkan padaku." Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Sukma Naga Kegelapan. Bahwa sosok menyeramkan itu tidak akan mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh Jaya Satria.


"Gusti prabu. Biar kami yang mengalihkan perhatiannya. Gusti prabu siapkan saja jurusnya." Sukma naga Angin kembali ke bentuk semulanya berbentuk naga. Begitu juga juga dengan sukma naga Kegelapan yang berubah menjadi naga hitam. Mereka berusaha menyerang sosok menyeramkan itu.


"Ya Allah. Jika hamba tidak bisa berkomunikasi dengan raga hamba yang satunya lagi. Bagaimana caranya hamba bisa menggunakan keris pusaka kembar ini ya Allah." Jaya Satria merasa bimbang. Dan ia sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya. "Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah, hamba serahkan semuanya padamu." Jaya Satria mengangkat tinggi kedua keris pusaka kembar keris naga penyegel sukma.


Sementara itu. Di depan gerbang pintu masuk desa gaib. Para pendekar terus membacakan ayat Alquran. Mereka mengaji di depan gerbang desa gaib dengan suara lantang. Mesipun beberapa kali mereka semua mendengarkan suara rintihan dan jeritan dari dalam. Namun mereka semua mengabaikannya.


Disisi lain. Prabu Guindara Arya Jiwatrisna saat ini sedang melihat mereka semua. Ia tidak mengerti mengapa orang-orang itu berada di sana, dan tidak mengerti apa yang mereka bacakan. Namun matanya tidak percaya dengan apa yang ia tangkap di dalam sana.


"Bukankah itu sukma naga kegelapan, juga sukma naga angin?. Bagaimana mungkin mereka berhadapan dengan sosok mengerikan itu?." Matanya tidak salah dalam melihat dan mengenali sosok sukma naga itu.


Kembali ke dalam desa gaib. Saat itu Sukma kembar naga api keluar dari Keris pusaka kembar keris naga penyegel sukma.


"Hormat kami gusti prabu." Keduanya tunduk dihadapan Jaya Satria.


"Alhamdulillah hirobbil'alamin jika kalian juga bisa keluar." Jaya Satria sangat senang melihat itu.

__ADS_1


"Panggil saja sukma naga petir gusti prabu. Supaya kami bisa menyegel jin itu "


"Benar gusti prabu. Jika perlu, panggil juga sukma naga bumi. Agar kami benar-benar kuat untuk memusnahkan jin itu gusti prabu." Sukma kembar naga api memberi saran pada jaya satria.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan memanggil mereka." Jaya Satria turun ke bawa. Dan ia memainkan jurus cakar naga cakar. Sehingga Sukma Naga Petir keluar dari jurus yang ia mainkan. Selanjutnya ia mengeluarkan pedang Sukma Naga Pembelah Bumi. Ia juga memainkan jurus itu, sehingga Sukma naga bumi juga keluar. Saat ini ada empat Sukma naga dengan elemen yang berbeda-beda.


"Atas izin Allah SWT. Aku meminta bantuan dari kalian, untuk mengalahkan. Menghentikan tindakan kejahatan yang telah dilakukan oleh jin itu."


"Sandika gusti prabu." Mereka semua melajsana apa yang dikatakan oleh Jaya Satria. Mereka segera membantu Sukma naga Angin dan Sukma Naga Kegelapan berhadapan dengan jin yang telah menyesatkan manusia.


Sedangkan Jaya Satria membacakan dua ayat tentang perintah menyembah Allah SWT.


Al-Baqarah ayat 21


يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اعۡبُدُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ وَالَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَ.


Annisa ayat 36


وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ.


Dari luar mereka semua dapat mendengarkan suara Jaya Satria dengan jelas. Mereka semua berdiri, dan menatap ke gerbang desa gaib.


"Bukankah itu suara pendekar jaya satria?."


"Itu artinya saat ini ia sedang bertarung di dalam sana?." Mereka semua tampak gelisah dan terkejut.


"Jaya satria?. Siapa dia?. Aku belum pernah mendengar nama Pendekar itu." Prabu Guindara Arya Jiwatrisna sedikit heran. Dan juga mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran dirinya?. Namun saat itu matanya terbelalak terkejut. Karena kali ini matanya melihat ada enam Sukma naga yang menyerang Sosok besar itu. "Demi dewata yang agung. Hanya eyang prabu bahuwirya jayantaka byakta dan keturunannya yang mampu mengendalikan sukma naga sebanyak itu. Siapa sebenarnya dia?. Mengapa ia memiliki senjata pusaka sebanyak itu?. Dan itu semua sukma naga?." Prabu Gindara Arya Jiwatrisna tidak menyangka akan melihat hal yang langka seperti itu. Apakah yang akan terjadi selanjutnya?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2