RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
KEMBALI?. NYATAKAH INI SEMUA?.


__ADS_3

...***...


Putri Bestari Dhatu menyalurkan tenaga dalamnya ke arah Raden Cakara Casugraha. Ia berharap dapat menyatukan kedua raga Raden Cakara Casugraha dengan selamat.


Sedangkan di masa ini, Raden Cakara Casugraha yang sedang terbaring di tempat tidurnya dapat merasakan bahwa raga keduanya akan segera menyatu dengan dirinya.


Karena tenaga dalam yang kuat itu, bilik Raden Cakara Casugraha dipenuhi cahaya merah yang menyilaukan. Membuat mereka yang berada di luar sembari menunggu terkejut.


"Astagfirullah hal'azim ya Allah. Cahaya apa yang bersinar dari bilik putra hamba."


"Mari kita lihat ibunda."


Antara takut dan cemas, itulah yang meraka semua rasakan. Mereka semua bergegas menuju bilik Raden Cakara Casugraha.


Namun saat mereka semua berada di dalam, mereka semua terkejut, karena melihat ada dua Raden Cakara Casugraha?.


"Oh putraku. Alhamdulillah hirabbli'alamin nanda telah kembali." Ratu Dewi Anindyaswari bergegas memeluk putranya dengan sayang. Ia tidak menyangka akan melihat kedua anaknya lagi.


"Rayi prabu?."


"Nanda prabu?."


Mereka semua tidak percaya, jika Prabu Asmalaraya Arya Ardhana bisa kembali?.


"Ibunda."


"Selamat datang kembali nak. Ibunda sangat mengkhawatirkan keadaan nanda. Jangan tinggalkan ibunda."


"Maafkan nanda ibunda. Maafkan nanda."


Prabu Asmalaraya Arya Ardhana mencium tangan ibundanya.


"Nanda juga, jangan tinggalkan tinggalkan ibunda nak. Ibunda tidak sanggup lagi kehilangan nanda."


"Semoga saja, Allah SWT selalu melindungi kami ibunda."


"Oh putraku." Ratu Dewi Anindyaswari mengusap sayang puncak kepala anaknya, tak lupa kecupan sayang pada kedua anaknya.

__ADS_1


"Tapi bagaimana bisa rayi prabu kembali lagi?. Bukankah waktu itu rayi prabu telah hilang?."


"Benar rayi prabu. Bagaimana mungkin raga kedua rayi prabu bisa kembali?."


"Sebenarnya apa yang terjadi selama pengobatan tadi?."


Tentunya Prabu Asmalaraya Arya dan Raden Cakara Casugraha bingung mau menjawab apa pada mereka. Karena keduanya tidak menyangka, jika mereka mengetahui rahasianya?.


"Mohon ampun gusti ratu agung, gusti ratu, gusti putri. Seperti yang kami ceritakan tadi. Bahwa yang membuat nanda cakara casugraha memiliki dua raga, itu karena mustika naga merah delima yang ada di dalam tubuhnya. Dan kini mustika naga merah delima itu telah pulih, sehingga raga keduanya kembali pulih juga."


"Tapi mengapa pengobatan nanda prabu agak lama?. Apa penyebabnya?."


"Mohon ampun ibunda gendhis cendrawati. Itu karena sukma rayi cakara casugraha terlempar jauh ke masa lalu. Karena penyesalannya pada sukma keduanya. Itulah alasan mengapa agak lama."


Mereka semua mengerti apa yang dikatakan oleh Putri Bestari Dhatu. Mereka tidak menyangka akan terjadi seperti itu.


"Mohon ampun nanda prabu. Kami telah mengatakan rahasia nanda prabu. Maafkan kami."


"Jadi ibunda, yunda, juga raka. Telah mengetahui semuanya?."


"Ya, kami telah mengetahuinya rayi. Syekh asmawan mulia, serta aki jarah setandan yang menceritakannya pada kami."


"Kami semua tidak menyangka, bahwa rayi prabu akan menyimpan rahasia besar itu dari kami semua."


"Ibunda juga merasa kecewa pada nanda. Ternyata nanda prabu tidak bisa jujur pada kami semua. Nanda prabu membuat hati ibunda merasa sedih dengan rahasia yang nanda prabu simpan selama ini."


"Sebenarnya. Hati saya sangat sakit, ketika mendengar cerita itu. Akan tetapi, karena itu semua kehendak dari ayahanda prabu, juga rayi prabu yang telah mengubah perangai saya. Maka saya pendam rasa sakit hati itu, demi tali persaudaraan yang baru saja terjalin diantara kita."


Raden Cakara Casugraha dan Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menangis sedih, mendengarkan apa yang dikatakan oleh kakak serta ibundanya.


"Sungguh. Maafkan nanda ibunda. Maafkan aku yunda ratu, raka hadyan hastanta, juga yunda andhini andita. Bukan aku bermaksud untuk merahasiakan semuanya."


Putri Andhini Andita dan juga ikut menangis sedih. "Aku tidak akan memaafkanmu jaya satria. Kau harus bertanggung jawab."


"Yunda. Sungguh maafkan aku. Aku pasti akan bertanggungjawab, dan bersedia mendapatkan hukuman dari yunda."


"Kau harus bertanggungjawab, karena kau telah membuat aku jatuh cinta padamu. Hal yang paling menyakitkan adalah, ternyata kau adalah rayi yang paling aku benci. Akan tetapi, aku sekarang malah jatuh cinta padamu jaya satria. Dan kau harus bertanggungjawab untuk itu. Rayi prabu, hamba menuntut keadilan pada jaya satria."

__ADS_1


Antara simpati dan mau tertawa, mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Andhini Andita tentang perasaannya pada Jaya Satria yang tak lain adalah adiknya sendiri, yaitunya Raden Cakara Casugraha.


"Sungguh maafkan aku yunda. Aku terpaksa menggunakan topeng, karena memang setelah masuk Islam, sambil membantu ayahanda prabu. Aku menggunakan nama itu."


"Kata maaf tidak akan menghilangkan perasaanku padamu jaya satria."


"Ahahaha sudahlah rayi andhini andita. Nanti saja sampaikan perasaan rayi pada jaya satria, jika keadaannya telah pulih. Kasihan rayi prabu kebingungan untuk memutuskannya."


Kembali mereka tertawa geli melihat sandiwara yang mereka mainkan. Putri Andhini Andita hanya ingin menghilangkan canggung yang mereka rasakan. Apakah mereka masih bisa dekat atau tidak setelah mengetahui semua rahasia sang prabu.


"Tapi setidaknya rayi telah kembali. Kami sangat senang dengan keadaan rayi yang sekarang."


"Terima kasih raka. Sungguh, maafkan aku."


"Sudahlah rayi prabu. Kami semua telah memahami kisahnya. Sungguh. Perjalanan yang luar biasa rayi alami selama ini. Bahkan, kami tidak sanggup untuk melewatinya rayi."


"Benar rayi. Kami tidak menyangka, jika rayi selama ini membantu ayahanda menyelesaikan masalah yang ada di negeri ini. Sesuai dengan harapan ayahanda prabu. Juga gelas yang rayi prabu dapatkan, sangat berhubungan sekali."


"Alhamdulillah hirabbli'alamin. Ibunda sangat senang nak, nanda menjalankan amanah dari kanda prabu dengan baik. Teruskan lah perjuangan nanda. Kami semua akan mendukung nanda berdua."


"Kami juga akan membantu rayi prabu dalam menjalankan tahta kerajaan ini dengan baik."


"Percayakan kedamaian serta kejayaan negeri ini pada kami. Rayi prabu tidak perlu berjuang sendirian lagi."


"Benar itu rayi. Kita ini semua bersaudara. Jadi sudah sepatutnya kita saling membatu satu sama lain."


"Terima kasih yunda, raka. Rasanya aku sangat bahagia sekali. Karena yunda serta raka mau membantuku."


Kebahagiaan telah kembali hadir di tengah-tengah keluarga Bahuwirya. Mereka bisa akur, meskipun telah mendengarkan cerita bagaimana Raden Cakara Casugraha bisa menjadi dua.


"Alhamdulillah hirabbli'alamin, ini adalah hal yang membahagiakan. Semoga saja gusti prabu kawiswara arya ragnala melihat ini." Dalam hati Syekh Asmawan Mulia merasa bersyukur dengan apa yang ia lihat.


"Syukurlah, nanda cakara casugraha telah kembali. Dewata yang agung masih menyayanginya. Sehingga ia bisa memimpin negeri ini dengan baik." Dalam hati Aki Jarah Setandan juga merasa bersyukur dengan apa yang ia lihat.


"Syukurlah, nanda cakara casugraha telah kembali. Meskipun rahasianya telah diketahui oleh mereka semua. Setidaknya mereka tidak memusuhi nanda cakara casugraha." Dalam hati Paman Perapian Suramuara juga merasa bersyukur. Tadinya ia takut dengan reaksi mereka setelah mengetahui semuanya. Rahasia sang prabu. Rahasia yang tidak boleh diketahui oleh siapa saja termasuk keluarga Istana.


(Ups, sepertinya Rahasia sang Prabu telah terbongkar semua nih. Terima kasih karena telah mengikuti author yang tidak berwujud ini. Apakah ceritanya sampai di sini saja?. Komentar di bawah ini. Jika masih penasaran apakah Putri Agniasari berjodoh dengan Raden Rajaswa Pranawa?. Atau sang Prabu menerima perjodohan dengan Putri Cahya Candrakanti?. Komentar lanjut untuk yang setuju. Yaaa,,, kalo tidak, ceritanya sampai di sini saja 😁 Karena author yang tidak berwujud ini akan membuat cerita baru, dengan judul Pangeran kesayangan.)

__ADS_1


...***...


__ADS_2