RAHASIA SANG PRABU

RAHASIA SANG PRABU
HAL YANG SANGAT PENTING


__ADS_3

...***...


Mereka semua merasa penasaran jawaban dari Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara. Mereka menunggu dengan perasaan berdebar-debar. Termasuk Raden Rajaswa Pranawa dan Putri Bestari Dhatu.


"Kami akan menikah setelah lebaran haji. Rencananya kami akan menunaikan ibadah haji dulu rayi, ibunda." Dengan perasaan bahagia ia mengatakan pada mereka semua.


"Dan acaranya akan diadakan di kerajaan mekar jaya." Raden Muhammad Yunus yang melanjutkan ucapan dari Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara.


"Alhamdulillah hirabbli'alamin." Mereka semua sama-sama mengucapkan rasa syukur atas kabar yang mereka dengar.


"Semoga dilancarkan oleh Allah SWT acaranya yunda ratu. Insyaallah kami akan menghadirinya." Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menatap keduanya dengan ramah.


"Kalau begitu aku akan mencarikan hadiah istimewa untuk yunda ratu." Putri Andhini Andita menghayalkan dirinya memberikan hadiah yang pantas ia berikan pada kakaknya itu.


"Aku juga yunda." Putri Agniasari Ariani juga ikutan.


"Saya juga akan mencarinya. Semoga gusti ratu agung suka." Raden Rajaswa Pranawa juga merasakan kebahagiaan mereka.


"Terima kasih rayi andhini andita, rayi agniasari ariani, juga raden rajasawa." Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara tersenyum lembut menatap mereka.


"Hadyan hastanta juga tidak mau kalah. Pasti hadiah dari hadyan hastanta yang paling disukai yunda ratu." Ucapan Raden Hadyan Hastanta membuat mereka semua tertawa geli dengan tingkah anehnya. "Saya juga akan mencarikan hadiah yang pantas untuk yunda ratu. Hehehe." Putri Bestari Dhatu juga tidak mau ketinggalan semangat dengan mereka semua.


Mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa hari itu. Prabu Asmalaraya Arya Ardhana menyaksikan, bagaimana keluarganya yang sekarang adalah keluarga yang bahagia.


"Bagaimana keadaan kandungamu rayi bestari. Apakah baik-baik saja?." Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari Bimantara mendekati Putri Bestari Dhatu, dan mengusap perut yang mulai menonjol itu.


"Alhamdulillah hirabbli'alamin. Selama ini baik-baik yunda ratu." Balas Putri Bestari Dhatu.


"Semoga sehat-sehat saja kandungannya rayi. Jaga selalu kesehatanmu." Itulah pesan dari Ratu Agung Bahuwirya Ambarsari.


Semoga kebahagiaan selalu menyertai keluarga besar Bahuwirya. Aamiin.


...***...

__ADS_1


Di istana Kerajaan Buana Dewa.


Perlahan-lahan Prabu Maharaja Dewa Negara mulai membuka matanya. Ia merasakan ada yang berbeda dengan dirinya.


"Ayahanda prabu." Prabu Lingga Dewa sangat senang melihat ayahandanya sudah bangun. Kali ini wajah ayahanda terlihat lebih segar dari sebelumnya.


"Lingga dewa putraku. Kau kau itu nak." Prabu Maharaja Dewa Negara hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Nanda masih putra ayahanda prabu." Balasnya. "Nanda masih setia menunggu kesembuhan ayahanda prabu. Namun belum ada tabib yang sanggup mengobati sakit yang ayahanda alami." Lanjutnya.


"Lantas, siapa yang telah mengobati aku?. Jika tidak ada tabib yang mampu mengobati aku." Rasa penasaran menyelimuti hatinya.


"Yang menyembuhkan ayahanda prabu adalah raja muda dari kerajaan suka damai." Jawabnya.


"Maksudmu prabu kawiswara arya ragnala?. Apakah dia yang telah menyembuhkan aku?." Hatinya bertanya-tanya, apakah mungkin Prabu Kawiswara Arya Ragnala yang telah menyembuhkan penyakitnya.


"Sayangnya bukan beliau ayahanda." Ucpanya.


"Bukan prabu kawiswara arya ragnala?. Lantas siapa yang mengobati aku, jika bukan ia yang menjadi raja di kerajaan suka damai." Perasaanya bercampur aduk, dan merasa heran.


"Jadi tahta telah berganti?. Cepat sekali tahta kerajaan digantikan putranya. Bukankah anaknya masih sangat muda?." Prabu Maharaja Dewa Negara tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh anaknya.


"Tahta hampir dua tahun ini telah berganti ayahanda. Itu kabar yang nanda dengar." Balasnya.


"Memangnya kenapa prabu kawiswara arya ragnala turun dari tahtanya?. Apa permasalahannya?. Sehingga ia menyerahkan tahta pemerintah pada anaknya?." Rasa penasaran itu semakin bertambah.


"Menurut kabar yang nanda dengar, kanda prabu kawiswara arya ragnala tewas saat berhadapan dengan raja kegelapan ayahanda."


"Apa?. Itu tidak mungkin." Ia sama sekali tidak percaya dengan kabar itu.


"Tapi itulah yang terjadi ayahanda prabu."


"Kalau begitu, pertemukan aku dengan anaknya. Jika ia masih berada di istana ini." Ia ingin melihat dengan dengan pandangannya langsung. Ia tidak akan percaya hanya dengan ucapan saja.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ayahanda prabu. Nanda akan membawa gusti prabu asmalaraya arya ardhana ke sini." Prabu Lingga Dewa meninggalkan kamar bilik ayahanda. "Bagaimana mungkin raja hebat seperti ia kalah menghadapi raja kegelapan?." Dalam hati Prabu Maharaja Dewa Negara masih tidak percaya. "Apakah aku selama itu tertidur, hingga tidak mengetahui perkembangan yang terjadi di kerajaan manapun?." Hatinya sangat gelisah.


Tak lama kemudian, Prabu Lingga Dewa kembali dengan seseorang yang mengenakan topeng penutup wajah, dan kedua cucunya yang telah beranjak dewasa?.


"Kakek prabu." Kedua kakak beradik itu memberi hormat pada Prabu Maharaja Dewa Negara. Begitu juga dengan Jaya Satria.


"Kau siapa?. Kenapa kau menggunakan topeng penutup wajah?."


"maafkan hamba gusti prabu. Jika hamba menggunakan penurut wajah seperti ini."


"Lantas kau siapa?. Jika aku boleh melihat wajahmu."


Jaya Satria membuka topeng penutup wajahnya. Tentunya Prabu Maharaja Dewa Negara sangat terkejut saat melihat wajah yang sama persis dengan Prabu Kawiswara Arya Ragnala.


"Jadi kau sungguh putra dari prabu kawiswara arya ragnala?." Rasanya ia hampir tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Hamba adalah putra dari ayahanda prabu kawiswara arya ragnala. Gusti prabu tentunya bisa melihat sendiri." Jaya Satria meyakinkan Prabu Maharaja Dewa Negara bahwa ia adalah Putra dari Prabu Kawiswara Arya Ragnala.


"Beliau sungguh putra dari paman prabu kawiswara arya ragnala kakek prabu. Nanda melihatnya sendiri, dan bahkan datang ke istana kerajaan suka damai."


"Benar kakek prabu. Selain itu, beliaulah yang telah menyelamatkan kakek prabu dan mengobati kakek prabu."


"Oh terima kasih aku ucapkan padamu nak. Kau sama baiknya dengan ayahandamu."


"Jadi ayahanda prabu pernah datang ke istana ini?."


"Itu sudah lumayan juga. Saat aku masih kuat. Dan terima kasih aku ucapkan padamu, karena telah menyelamatkan aku dari jeratan tali gaib."


"Sama-sama gusti prabu. Hamba harap gusti prabu lebih menjaga kesehatan, serta kekuatan tenaga dalam gusti prabu. Karena saat ini jin yang menguasai tubuh gusti prabu telah hilang."


"Benarkah?. Ternyata kau memliki mata yang sangat bagus sekali. Sama seperti ayahandamu. Tanpa memasuki alam sukma, kalian bisa melihat bagaimana alam sukma itu yang sebenarnya." Prabu Maharaja Dewa Negara sangat kagum dengan kekuatan unik yang dimiliki oleh ayah dan anak dari Kerajaan Suka Damai.


"Benar gusti prabu. Hamba bisa menjaminnya." balas Jaya Satria. "Namun hamba masih sangsi dengan sumber mata air dewa itu."

__ADS_1


"memangnya apa yang terjadi di sana?. Apakah ada sesuatu yang membuat nanda berkata seperti itu?." Itulah pertanyaan yang keluar dari mulutnya. Apakah yang akan terjadi berikutnya?. Temukan jawabannya.


...***...


__ADS_2