Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Penghargaan


__ADS_3

...Hai,,, Selamat membaca ya πŸ€—...


...Maafkan typo yang bertebaran πŸ€­πŸ™...


...🌸🌸🌸...


"Jadi mereka?? Kamu kenal mereka sebelumnya??" tanya Dion setelah mendengar tiga nama yang disebut Karin.


Karin menggeleng.


"Lantas kenapa kamu begitu cepat percaya dan terpengaruh dengan omongan mereka?? Apa mereka pandai berakting sampai kamu tidak bisa bedakan mimik wajah menipu dan jujurnya??"


Karin terdiam sesaat. Lalu menyampaikan apa yang semua disampaikan oleh ketiganya padanya. Terlihat seperti anak kecil yang mengadu kepada ayahnya saat dia pulang bermain dan ada yang nakal tadi padanya.


"Jadi karena pernikahan private itu mereka yakin bahwa antara kami berdua ada hubungan?" Dion kembali bertanya dan Karin pun mengiyakan.


"Kamu gak ingin tau itu pernikahan siapa dan kenapa om papa membawa Megha serta??"


"Memangnya siapa yang menikah??" tanya Karin.


"Itu pernikahan Levi dan Tiara sayang. Putra pertama om Darren. Kamu sudah kenal kan?? Waktu itu situasinya memang tidak memungkinkan untuk kedua keluarga merayakan pesta pernikahan besar besaran karena Tiara mendapatkan cobaan buruk. Ia merasa dirinya sudah dinodai oleh pria pilihan ayahnya dan ia merasa dirinya sudah kotor. Tapi Levi,,, tetap maju untuk menikahinya."


Karin mengingat ingat cerita yang pernah didengarnya dari Rayya,,, Putri kedua Darren yang merupakan sepupunya.


"Ia Karin tau cerita itu. Rayya pernah menceritakannya" ucap Karin kemudian.


"Lalu Megha,,, Dia bukan sengaja om papa ajak kesana. Tapi kebetulan saat itu om papa bukan hanya datang ke pernikahan Levi melainkan memang om papa sedang ada kunjungan kerja di sana. Megha tentu ikut karena dia yang membantu semua presentasi dan menyiapkan segala berkas." jelas Dion.


Karin mendengarkan sambil sesekali terdengar bunyi lucu dari hidungnya yang habis menangis tiap kali ia menarik napas.


"Nah,,, kenapa om papa tetap ajak dia ke pernikahan Levi?? Karena om Darren tidak punya istri atau saudara perempuan yang bisa membantu membawakan barang seserahan sayang. Saat itu hanya ada Rayya dan Megha. Jadi om papa minta tolong Megha untuk ikut. Itu pun dia tidak sampai ikut masuk. Kamu boleh tanya Rayya kalau masih gak percaya sama om papa."

__ADS_1


"Beneran berarti gak ada yang spesial kan?? Megha itu cantik,,, Nyaris sempurna. Tinggi,,,pandai,,, dan tau semua yang om papa suka. Gak kayak aku,,," keluh Karin.


"Bocilku sayang,,, Aku bukan pria muda atau casanova seperti dulu lagi. Aku sudah tua dan yang ku cari saat ini bukan tubuh seksii,,, Kaki mulus,,, rok mini,, Tapi yang ku cari adalah bidadari surga. Yang akan sangat cantik dengan kedua sayap putihnya. Yang akan selalu mau mendampingiku terbang bersama ke JannahNYA. Dan kamu tau sayang,,,, Pilihanku jatuh padamu. Kamulah bidadariku sayang. Tapi entah kamu bersayap atau tidak,,, Kamu tetap bidadari paling sempurna yang dihadirkan tuhan untukku."


Wajah Karin bersemu merah mendengarnya.


"Terima kasih om papa. Maafin Karin yang gampang terpengaruh omongan orang. Karin lupa pesan om papa untuk jangan terlalu peduli dengan omongan orang." Ucap Karin sambil merapikan kembali dasi dan jas Dion yang agak berantakan setelah dipukulinya tadi.


"Jangan diulangi lagi ya. Percayalah sama om papa. Om papa ini sudah berubah. Om papa hanya mencintaimu. Bukan Megha,,, atau wanita wanita lain di luar sana. Tidak peduli seperti apa tampilan mereka. Bagi om papa,,, Kamu sudah mengalahkan mereka semua."


Dion tersenyum lalu mengecup lembut kening Karin. Detik kemudian bibirnya mulai merambat turun menggapai bibir merah muda milik Karin yang selalu mampu membuatnya tergila gila akan rasa nikmatnya.


"Sudah dong. Malu nanti ada yang lihat." Karin menarik diri dan memperingatkan suaminya.


"Benar juga. Nanti lanjut di rumah ya. Lima ronde." Dion mengangkat lima jarinya.


"Banyak banget???" protes Karin.


"Matilah aku,,,," Karin menghela napas berat membayangkan remuknya tubuhnya nanti malam.


"Siapa suruh nakal?? Ayo kita kembali ke pesta dan selesaikan semuanya lebih cepat." kata Dion.


"Kenapa dipercepat om papa??" tanya Karin menyambut uluran tangan Dion.


"Karena Joni udah mulai bangun dan dia gak mau tunggu lebih lama." sahut Dion sambil mulai merangkul pinggang ramping istrinya kembali memasuki ruangan pesta.


"Joni lagi Joni lagi biang keroknya hmmm,,," protes Karin namun tak dipedulikan oleh Dion.


...🌹🌹🌹...


"Loh loh loh,,, Kok makin mesra aja si bos?? Bukannya bertengkar hebat??" Sandra bengong melihat bosnya tengah tersenyum dan dengan bangga memperkenalkan istrinya kepada para pria berdasi yang baru tiba.

__ADS_1


Terlihat semua memuji kecantikan istri bosnya itu meski tidak semua pujian itu tulus.


"Kok bisa ya??" Dinda garuk kepala melihatnya.


"Ya gak usah heran. Palingan si Karin oon itu gampang dikibulin sama si bos. Tadi aja dia gampang ketipu sama kita kita kan?? Atau nih ya,,, Palingan si bos sebenarnya udah ketauan belangnya tapi pakai uangnya buat ngerayu si bocil mata duitan itu." sungut Dewi.


"Sial,,, bisa kacau kalau begini kan?? Gimana nih San?? Misi kita berdua bisa kacau. Musti mikir lagi nih buat ngeracunin si Karin." Dinda kesal karena sekali lagi mimpinya sepertinya tidak terwujud.


"Untuk nama nama karyawan yang saya sebut, tolong naik untuk mengambil penghargaan yang kalian dapatkan."


Terdengar suara Dion bergema di ruangan. Sesi penghargaan dipercepat dan nama nama karyawan berprestasi satu per satu pun mulai disebutkan. Mereka naik ke pentas dan menerima penghargaan berupa uang tunai dan voucher belanja yang sudah disiapkan oleh pihak Dion sebagai ucapan terima kasih atas dedikasi mereka selama ini.


"Terakhir,,, saya juga ingin mempersilahkan Dinda dari bagian administrasi,,, Sandra dari bagian akunting,,, dan Dewi bagian logistik untuk maju ke depan menerima penghargaannya."


Ketiga wanita yang hampir tidak pernah dapat penghargaan apa pun itu pun terperanjat dan senang bukan main saat nama mereka juga terpanggil.


Ketiganya segera naik ke pentas berjejer bersama dengan para best staff yang sudah dipanggil sebelumnya. Dengan wajah bangga karena ini kali pertama mereka berkesempatan mendapat penghargaan yang jumlahnya selalu besar.


"Mimpi apaan nih kita semalam??" Sandra gak sabar gilirannya tiba untuk menerima penghargaan.


"Gue mau pakai shopping uangnya itu. Beli tas branded,, sepatu,,, baju,,,, ihh seneng deh." Dinda juga excited.


"Gue mau beli perhiasan aja deh. Itung itung ada buat pamer ke arisan geng gue besok. Asyikkk,,," Dewi juga tak kalah semangat.


...🌸🌸🌸🌸...


...Yaahh,,, Kok malah dapat penghargaan ya mereka,,, 🧐...


...Masih slow up ya πŸ˜·πŸ€’πŸ€’...


Dukung author dengan vote, like dan komen ya 🌸❀️🌹

__ADS_1


__ADS_2