Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Lanjutan 69


__ADS_3

Alea melakukan aktivitas seperti biasa, ia menjadi heran sendiri bahwa ia akan muntah jika suaminya mencium bibirnya saja selebihnya tidak masalah, perempuan ini pun merasa baik-baik saja hingga ia memutuskan akan tetap masuk sesuai jadwalnya berjaga di rumah sakit demi menyelesaikan tugas tanggung jawabnya sebelum resmi menjadi dokter.


Dengan hati yang terus berbunga detiap harinya, Alea benar-benar menikmati setiap pertumbuhan janin di dalam kandungannya tentu terus memperhatikan gizi dan tidak terlalu memaksakan diri pada aktivitas berat terlebih mama Eliana hampir setiap hari mengunjunginya dan begitu cerewet agar Alea terus berhati-hati.


Hari ini ia mulai kembali aktivitas koasnya yang libur selama satu minggu sejak kejadian penculikan palsunya, ia begitu senang kembali bertemu teman-teman yang ternyata sudah heboh tentang penculikan Alea, tidak sedikit juga mereka bergosip merasa bersyukur perempuan itu mendapat musibah karena pada dasarnya memang banyak teman-teman se angkatan Alea yang merasa iri dengan kehidupan sempurna perempuan nan cantik yang menjadi idola dimana-mana dan tentu menjadi idola dokter Bayu yang tampan di rumah sakit.


Alea pun cukup terkenal dikalangan para dokter yang membimbing mereka selama koas maka tidak heran Alea selalu mendapat perlakuan khusus dan lebih mudah mencapai nilai yang bagus karena selain cantik Alea juga pintar dan mudah belajar.


******


Alea menghembus napas kasar ketika Deni menghampirinya seraya memberi satu keranjang buah pada mantan kekasihnya itu.


"Kenapa kau memberiku ini? kau ingin mengejekku bahwa aku sedang sakit sekarang? kau pikir aku tidak tahu dalang penculikan itu siapa?" Tatap tajam Alea pada Deni tanpa takut.


"Aku justru ingin meminta maaf perihal itu padamu Alea, kau pasti sudah tahu alasannya aku melakukan itu, sungguh bukan maksud untuk mencelakaimu, aku juga sudah memberi pelajaran pada pelaku penembak mu, aku malu tentang ide konyol ku yang ternyata melibatkan mantan kekasih ku dalam hal ini"


Membuat Alea ingin muntah mendengar sebutan mantan kekasih oleh Deni.


"Huh.....jika kau merasa bersalah kenapa tidak datang menjengukku di rumah sakit waktu itu? apa kau takut tertangkap dan aku mengadu? huh....kau sungguh konyol Deni, aku tidak akan mengadu tentang penculikan itu, aku bersyukur bisa lepas namun bukan berarti aku memaafkanmu begitu saja....biarlah Tuhan yang membalasmu, aku jadi tahu sekarang ternyata rumah tanggamu tidak semanis yang ku kira" ejek Alea.


"Maafkan aku Alea, aku mohon jangan adukan aku tentang itu aku tidak mau di penjara, Dara sedang hamil besar dan akan melahirkan apa kau tega...biar bagaimanapun kita tetap berteman bukan?" Deni masih takut jika Alea mengadu.


"Ha ha ha ternyata pria ini bisa takut juga, tenanglah aku tidak akan mengadu tentang itu dan sekarang baiknya lupakan aku malas mengingatnya, lagi pula kita bukan teman....mana ada seorang mantan yang menjadi teman didalam kamus ku, kita di sini hanya sebatas sesama mahasiswa yang sedang praktek, terimakasih buahnya kau bisa pergi sekarang...."


"Alea....benarkah? kau tidak akan mengadu bukan? baiklah aku senang mendengarnya....aku akan pergi kau habiskan ya buah ini, aku sangat berterimakasih"


"Hah....ku bilang pergi ya pergi, sebelum aku berubah pikiran, aku curiga apa buah ini beracun hingga kau menyuruhku menghabiskannya jangan-jangan kau mau membunuhku diam-diam"

__ADS_1


"Tidak.....enak saja aku ikhlas dengan buah ini, ku beli di toko yang khusus buah segar dan mahal, di makan ya aku akan pergi sekarang....ketahuilah Alea kau bertambah cantik ketika marah" goda Deni sebelum berlari meninggalkan Alea disana.


"Apa kau bilang?" Alea ingin memukul pria itu namun sudah lebih dulu Deni berlari dari hadapannya.


******


Alea datang ke kantor suaminya untuk makan siang bersama, Abrar ingin menjemputnya namun ia tolak karena terbiasa ikut temannya Keysa yang juga lewat kantor Abrar.


Perempuan ini berhambur ke pelukan sang suami ketika baru sampai di ruangan pria itu, beruntung tidak ada tamu disana hanya ada iparnya Arkan dan Reza baru saja selesai dengan pekerjaan mereka dan berniat istirahat siang.


Arkan hanya geleng kepala melihat Alea datang, berbeda dengan Reza yang terus saja tercengang jika bertemu Alea.


"Kenapa kau menatap istriku seperti itu?" tanya Abrar kesal pada sekretarisnya tersebut, membuat Reza terkejut dan cepat-cepat ia mengalihkan pandangan.


"Sudah ayo kita keluar, biarkan pasangan ini menguasai ruangan ini" tepuk Arkan pada pundak Reza.


"Kau cemburu pada Reza?" tanya Alea tersenyum.


"Tentu saja aku tidak akan membiarkan pria lain menatap istriku seperti itu, lupakan....bagaimana perasaanmu hari ini? kau lelah? kau ingin makan sesuatu atau apa?" tanya Abrar mencium pipi istrinya seraya mengusap lembut perut Alea.


Alea kembali menggeleng "Tentu saja aku merindukan suamiku ini, aku tidak ingin apa-apa selain bersamamu....baiklah aku lapar bagaimana kita pesan nasi dari restoran padang saja? aku ingin makan nasi padang" ucap Alea manja menatap suaminya yang berdiri lebih tinggi darinya.


"Oke....siap laksanakan nyonya" peluk Abrar seraya mengangkat tubuh istrinya gemas.


Setelah makan siang, Alea pamit ingin kembali ke rumah sakit tidak ada adegan ciuman seperti biasa hanya pelukan saja dan gantinya pria itu mencium perut istrinya sebagai tanda melepas kepergian Alea karena Keysa akan menjemput Alea untuk kembali ke rumah sakit bersama.


Abrar melupakan sesuatu setelah Alea keluar ruangannya, pria ini mengejar istrinya yang belum jauh dari sana.

__ADS_1


Alea terkejut ketika suaminya meraih tangannya dari belakang, dan ia membesarkan mata ketika berbalik badan mendapati Abrar berjongkok dihapadannya.



"Sayang apa yang kau lakukan?" tanya Alea heran.


Abrar hanya tersenyum dan mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya memasangkan pada jari manis kanan sang istri, Alea tidak bisa berkata-kata lagi.


"Maaf....aku baru sempat menggantinya" ucap Abrar lagi sambil mencium tangan yang sudah ia pasangkan cincin itu.


Alea menarik suaminya agar berdiri, langsung saja perempuan ini memeluknya dengan gemas.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu bang Abrar" jawab Alea.


Abrar menyibakkan rambut istrinya dan mencium leher Alea dengan sayang, tidak peduli banyak pasang mata melihat mereka karena adegan itu terjadi di luar ruangan Abrar.


Alea meraih bibir suaminya dengan penuh cinta.



Hingga mereka melupakan sesuatu dan benar saja tidak lama setelah itu perut Alea terasa di aduk-aduk dan langsung saja memuntahkan kembali makan siangnya.


Membuat Abrar terkekeh bajunya kembali kotor oleh muntah istrinya.


"Sayang maaf..."


"Ayo kita bersihkan di ruangan saja" Abrar menggendong istrinya yang tampak lemas.

__ADS_1


Para pegawai yang melihat itu sejak tadi hanya bisa ternganga yang hampir menjatuhkan rahang mereka oleh pemandangan tidak biasa dari bos mereka.


__ADS_2