Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
S2 Part 44


__ADS_3

Eliana kembali ke kampus setelah liburan semester, ia bahagia mendengar bahwa Zahra dan Andra sudah menjalin hubungan yang lebih baik dari sebelumnya bahkan mereka baru saja pulang dari liburan di luar negeri.


Eliana dan Kemal kembali ke rutinitas seperti sedia kala, perempuan bermata sipit itu baru saja pulang dari memeriksakan diri ke dokter Shopia, beruntung ia mendapat kabar bahagia bahwa ia sudah benar-benar pulih dari pasca keguguran, bahkan pasangan itu sudah boleh melakukan hubungan suami istri.


El berniat akan memberi kejutan pada suaminya terkait perihal kesehatan seksualnya yang sudah seperti sedia kala, karena Kemal tidak menemaninya ke dokter jadi Eliana masih merahasiakan hal tersebut.


El berjalan sambil terus mengulum senyum, ia sungguh tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi suaminya tentang apa yang dibicarakan oleh dokter Shopia, betapa tidak pasca keguguran Kemal harus berpuasa menjamah tubuh istrinya sampai Eliana benar-benar sudah sembuh.


"Astaga....." El terkekeh sendiri mengingat sudah tiga minggu lebih pria itu menahan hasrat, meski Eliana tetap memberikan kepuasan pada suaminya tanpa melakukan penetrasi, namun tentu saja tidak akan sama rasanya.


Baru saja akan melangkah keluar dari lift ingin menuju ruangan Kemal, ia terpaku ketika matanya bertemu dengan seorang perempuan yang sangat ia hindari keberadaannya.


"El....."


"Nona Tiara?"


El menatap heran, ia bertanya-tanya dalam hati kapan Tiara kembali, kenapa bisa perempuan itu berada dikantor suaminya, namun pikirannya ditepis ketika menatap lebih jelas wajah pucat Tiara menandakan bahwa benar wanita itu tengah sakit, ia memakai mantel dengan syal melilit lehernya padahal cuaca sedang terik diluar sana.


"Maaf aku harus pergi sekarang" Tiara kembali bersuara membuyarkan lamunan Eliana.


Lama El terdiam, kemudian ia mengangguk pelan.


Belum juga mereka berpisah, Ricko datang dari arah ruangan Kemal dengan tergesa-gesa menuju mereka berdiri.


"Ayo ikut aku, kita harus bicara" ajak Ricko yang sudah menarik tangan istrinya melewati Eliana yang masih mematung kebingungan.


"Lepaskan aku" Tiara menepis tangan Ricko kasar.


Lift terbuka, Tiara lebih dulu masuk kemudian disusul oleh suaminya Ricko.


El masih mencoba mencerna kejadian tersebut, lama ia mematung hingga suara Bella menyadarkannya akan niat datang ke kantor Kemal.


"El....kau kenapa?"


"Nona Bella...."


"Suami mu ada diruangannya, dia menunggumu sejak tadi...."


Bukannya menjawab El malah bertanya "Nona Bella, apa kau tahu sejak kapan mereka disini?"


Bella mengerti arah pembicaraan Eliana.


"Mereka baru saja dari ruangan suamimu, aku tidak tahu apa yang terjadi El....aku hanya fokus pada pekerjaanku" jawab Bella.


El mengangguk "Baiklah....aku akan menemui suamiku"


El kembali melanjutkan langkah untuk menemui suaminya.


"Sayang kau sudah datang" Kemal menghampiri Eliana seperti biasa memeluk dan memberi banyak kecupan diwajah perempuan itu.


"Sayang....aku tadi bertemu nona Tiara dan suaminya"


"Huh......jangan pedulikan mereka"

__ADS_1


"Mereka dari ruanganmu, apa yang terjadi? Mereka sepertinya tidak dalam kondisi baik, kenapa kau tidak cerita padaku bahwa nona Tiara pulang ke tanah air?"


"Astaga.....kau ingin aku jawab yang mana dulu?" Kemal terkekeh dengan pertanyaan frontal istrinya.


El menatap Kemal kesal, ia mendudukkan dirinya di sofa disusul Kemal yang tetap menempel pada tubuh rampingnya.


"Tiara sudah tiga hari berada disini, sepertinya mereka benar-benar akan berpisah, aku tidak ingin ikut campur....jadi biarkan saja mereka menyelesaikannya berdua, Tiara memutuskan ingin menetap di Indonesia melanjutkan pengobatan tentang penyakitnya"


"Sepertinya kau tahu banyak tentang alasannya kembali kesini" El melirik Kemal tajam.



Kemal kembali menahan senyum "Astaga....lirikan matamu sayang, kau membuatku takut"


"Aku serius"


"Aku juga tidak sedang bercanda sayang, aku tahu Tiara kembali dari Ricko....Tiara datang kemari memang ingin bertemu dengan ku, namun tentu saja aku mengubungi Ricko agar dia juga kemari"


El menarik napas dalam dan memejamkan matanya sejenak ketika Kemal jujur bahwa Tiara datang ke kantor Kemal memang ingin bertemu dengan suaminya.


"Apa saja yang kalian bicarakan? Huh.....aku kesal, tuan Ricko selalu bertemu nona Bella, sekarang nona Tiara juga akan sering bertemu denganmu setelah ini"


"Tidak seperti itu sayang, Tiara sedang sakit, dia anak tunggal dan tidak memiliki siapapun untuk berbagi....dia hanya bicara tentang penyakitnya saja, lagi pula aku tahu batasan di antara kami, percaya padaku....itu tidak seperti yang kau bayangkan, Bella pun ada disini ketika kami bicara"


"Entahlah...." El memalingkan wajahnya kesembarang arah.


"Kau sudah ke dokter? Bagaimana kondisimu?"


"Itu sudah tidak penting" jawab El ketus.


"Astaga.....kau menggemaskan sayang"


Kemal menangkup wajah istrinya dengan sayang, memberi ciuman yang berulang pada seluruh bagian wajah Eliana, membuat El sedikit melunak.


"Kau tidak percaya padaku?"


"Maafkan aku, apa aku berlebihan?"


"Tidak.....aku justru menyukainya, kau bahkan jarang sekali cemburu selama ini, aku sangat menikmati sikap posesifmu yang ini sayang, kau boleh bicara pada Tiara jika kau tidak menyukainya menemuiku"


"Aku percaya padamu, maaf aku hanya takut kehilangan mu"


"Itu tidak akan terjadi, tidak ada yang lebih penting dari kau dan anak-anak, kalian hidupku...."


El tersenyum, ia meraih tubuh suaminya mendekap erat pria yang hanya mengenakan kemeja saja.


Kemal mencium bibir istrinya dengan rakus, Eliana masih melingkarkan kedua tangannya di leher Kemal agar mempermudah akses pria itu dalam menautkan lidah mereka.


Kemal meremas pelan pinggang istrinya, namun adegan mereka terpaksa terhenti oleh sebuah suara dari sekretaris Kemal yang masuk tiba-tiba.


"Astaga....maaf aku menganggu kalian" Bella memalingkan wajahnya ke samping.


"Tentu saja kau mengganggu" jawab Kemal asal.

__ADS_1


El menepuk pelan dada suaminya.


"Jangan dengarkan dia nona Bella, kemarilah duduk dulu" ajak El.


Kemal melepas istrinya, ia mengecup singkat bibir Eliana yang memabukkan.


"Apa berkasnya sudah siap?" tanya Kemal.


"Sudah....kau bisa memeriksa nya kembali jika ada yang ingin kau koreksi" jawab Bella yang sudah duduk di hadapan mereka.


Kemal menerima berkas itu, ia mengecup pipi istrinya dengan sayang kemudian berdiri menuju meja kerja untuk memeriksa berkas yang akan di bahas meeting sore itu.


"Kalian selalu saja mesra dimanapun berada, aku iri" Bella tersenyum melihat sikap Kemal yang terus saja memuja istrinya.


"Makanya segeralah cari pengganti, oh iya..... Bagaimana kabar dua jagoan mu nona Bella?"


"Mereka baik El, bagaimana dengan kabar si kembar?"


"Mereka juga baik, bagaimana jika kita sesekali ajak mereka main kesini, bukankah menyenangkan jika kantor ini sedikit heboh oleh anak-anak kita?"


"Aku tidak masalah El, bagaimana suamimu.....kau tahu sendiri Kemal selalu fokus dengan pekerjaan, aku tidak ingin kehadiran putra-putra ku menganggu"


"Sayang....bolehkah aku membawa anak-anak kesini? Juga putranya nona Bella, ayolah...kantor ini pasti ramai, sesekali untuk menghilangkan kejenuhan pekerjaan kalian" El bicara pada Kemal.


"Lakukan apa yang kau mau sayang" jawab Kemal yang masih sibuk mengoreksi berkas ditangannya.


"Kau dengar itu? Kapan kalian punya waktu yang lumayan senggang, tidak ada meeting penting misalnya?" El kembali bicara pada Bella.


"Aku rasa selasa depan bisa El, maaf sekali besok sampai jumat nanti masih banyak meeting penting" jawab Bella.


El mengangguk setuju.


"Baiklah.....aku setuju, astaga pasti menyenangkan jika mereka sesekali bermain disini, kalian terlalu serius dengan pekerjaan....jadi biarkan anak-anak polos itu menganggu kalian" El tertawa membayangkan suasana kantor tentu akan heboh jika Alea dan Dannis bermain disana terlebih ruangan suaminya mengingat si kembar memang sedang aktif bermain dan tidak bisa diam.


Kemal berdiri, memberikan kembali berkas itu ke Bella.


"Ini sudah ku koreksi, aku rasa sudah cukup....persiapkan semuanya, aku akan ke ruangan meeting dalam 10 menit"


Bella mengangguk sambil menerima berkas dari tangan bosnya.


"Baiklah El....aku akan melanjutkan pekerjaanku"


"Semoga lancar nona Bella" El mengangguk dan tersenyum sampai Bella keluar dari ruangan Kemal.


"Baiklah kau pasti lelah, kau harus beristirahat sayang" Kemal menggendong istrinya menuju kamar.


El hanya pasrah, ia mengecup pipi Kemal dengan manja.


"Tidurlah jika kau lelah, aku akan meeting selama dua jam....setelah itu kita pulang"


Kemal membaringkan tubuh El pelan diranjang, ia mengecup kening istrinya lama, El hanya mengangguk.


"Aku mencintaimu" Ucap Kemal sambil mengelus pipi istrinya.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu, semoga pekerjaanmu lancar sayang" jawab Eliana dan mengecup telapak tangan Kemal pelan.


__ADS_2