
Every inch of me is trembling
But not from the cold
Something is familiar
Like a dream I can reach but not quite hold
I can sense you there
Like a friend I've always known
I'm arriving
And it feels like I am home
I have always been a fortress
Cold secrets deep inside
You have secrets, too
But you don't have to hide
Show yourself
I'm dying to meet you
Show yourself
It's your turn
Are you the one I've been looking for
All of my life?
Show yourself
I'm ready to learn
I've never felt so certain
All my life I've been torn
But I'm here for a reason
Could it be the reason I was born?
I have always been so different
Normal rules did not apply
__ADS_1
Is this the day?
Are you the way
I finally find out why?
Show yourself
I'm no longer trembling
Here I am
I've come so far
You are the answer I've waited for
All of my life
Oh, show yourself
Let me see who you are
Come to me now
Open your door
Don't make me wait
One moment more
Open your door
Don't make me wait
One moment more
Where the north wind meets the sea
There's a river
Full of memory (Memory, memory)
Come, my darling, homeward bound
I am found
Show yourself
Step into the power
Throw yourself
__ADS_1
Into something new
You are the one you've been waiting for
All of my life (All of your life)
Oh, show yourself
Suara tepuk tangan itu seakan menjadi penutup lagu yang baru saja Nara nyanyikan.
"Terimakasih nona Sheira, maaf suara ku jelek tapi kau mau mendengarnya dan maaf juga jika bahasa inggris ku tidak tepat", ucap Nara pada Sheira yang tengah terkagum-kagum.
"Luar biasa teman, kau tahu aku merasa sedang menonton sebuah festival, suara mu indah Nara, lagu yang kau nyanyikan pun tergambar dari dirimu sendiri, kau cantik dan berbakat, kenapa tidak ikut audisi menyanyi? bahasa inggris mu bagus, aku heran kau bisa bahasa inggris padahal kau hanya tamat SMP".
Lama Sheira terdiam, ia merasa telah menyinggung pendidikan Nara.
"Nara, maaf aku tidak bermaksud menyinggungmu, aku hanya.....", ucapan Sheira terputus.
Nara menggeleng dan tersenyum "Nona Sheira benar, aku tidak akan marah karena memang kenyataan nya ijazahku hanya sampai SMP saja, aku hanya pandai menyanyikannya saja tanpa bisa bicara bahasa inggris, aku sama sekali tidak mengerti bahasa inggris", jawab Nara tersenyum.
"Aku sangat kagum padamu Nara, kau temanku yang paling berkesan", ucap Sheira mengusap lengan Nara.
"Nona berlebihan, aku hanya penyanyi kamar mandi", jawab Nara tertawa.
"Kau selalu bilang begitu, baiklah kau akan menjadi penyanyi pribadiku saja disaat aku sedang kesal seperti ini", ucap Sheira dengan wajah ditekuk sambil membayangkan wajah tunangannya yang mereka sedang terlibat pertengkaran kecil saat ini hingga membuat Sheira kesal.
"Berhenti marah-marah nona, semua masalah bisa dibicarakan baik-baik, tenanglah.....kau mau aku bernyanyi untukmu lagi?".
Sheira tersenyum dan mengangguk cepat, mereka sedang berada dibawah sebuah pohon di taman kota.
Belum juga Nara kembali mengeluarkan suara indahnya, tiba-tiba ponsel Sheira berbunyi dan segera gadis itu menerimanya dan bicara sedikit menjauh dari Nara.
Nara menunggu sambil bernyanyi dengan suara kecil, gadis ini pintar bernyanyi dalam genre musik apapun, namun sayang Nara belum berniat mengembangkan bakatnya karena ia cukup malu jika tampil di hadapan orang banyak.
"Nara, maaf aku harus pergi sekarang.... tunanganku sedang berada di rumah sakit, dia mengalami kecelakaan kecil. Mungkin itu balasan karena dia sudah membuatku kesal tadi pagi", ucap Sheira menghampiri gadis yang masih memakai seragam kerjanya dengan nada bercanda.
"Nona Sheira, apa kau menyumpahinya?".
"Ha ha ha, aku hanya bercanda.... baiklah aku akan pergi sekarang, dan tentang pekerjaan yang kau minta aku akan mencari cara agar kau bisa bekerja pada kakakku, kau akan dapat pekerjaan plus bosnya, aku harap kalian bisa bertemu secepatnya", ucap Sheira tertawa.
"Aku hanya ingin pekerjaan saja nona, mana ada bos yang mau pada pekerja rendahan seperti ku, jangan mengada-ngada".
"Kau tenang saja Nara, aku punya dua kakak yang sedang patah hati seperti yang ku ceritakan tempo hari, jika kau sudah bertemu mereka kau bebas memilih, aku yakin mereka akan menyukaimu kita lihat saja nanti".
"Baiklah, terserah kau saja sekarang pergilah ke rumah sakit tunggu apa lagi?", Nara geleng kepala heran.
Sheira mengangguk, lalu mereka berpisah.
"Kau terlalu berlebihan nona Sheira, aku hanya ingin pekerjaan bukan bosnya juga.... huh kau benar-benar baik untuk ukuran seorang gadis kaya raya yang mau berteman denganku", gumam Nara sambil melihat punggung Sheira yang menjauh lalu ia melihat penampilan nya sendiri.
"Aku harap aku bisa bekerja pada kakakmu, jadi aku tidak akan merepotkan tuan Dannis lagi, kasihan dia jika aku tetap di sana pada akhirnya dia juga akan mendengar gosip itu, ya Tuhan memalukam sekali.... sebelum dia memecatku lebih baik mengundurkan diri bukan?", gumam Nara lagi pada dirinya sendiri yang masih betah duduk di bawah pohon sebelum pulang.
__ADS_1