Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Udah Mau End


__ADS_3

...Selamat membaca...


...❤️❤️❤️❤️...


"Berhenti!! Jangan selangkah pun kamu bergerak." titah Karin saat Valdy hendak masuk mencari Delvara dan Zoya.


Valdy pun terhenti. Menatap Karin. Tidak mengerti apa maunya perempuan itu.


"Kenapa lagi??"


"Siapa pun kamu,,, dari mana pun kamu,,,dan apa pun tujuanmu datang ke sini,,, Aku mohon dan aku minta dengan sangat,,, Tinggalkan aku dan anak anakku. Tidak ada tempat bagimu baik dalam rumah maupun hati kami."


Valdy hendak menjawab namun kembali terdiam karena Karin masih lanjut bicara.


"Jangan pakai alasan ketenangan almarhum suamiku untuk bisa membuatmu bebas keluar masuk dalam kehidupan kami. Kamu mungkin memang benar keponakan mendiang suamiku, tapi perlakuan ibumu menjelaskan padaku bahwa kalian hanya terikat pada suamiku, bukan padaku. Jadi saat suamiku sudah tidak ada, aku berhak menolak kehadiran kalian."


Valdy terperangah mendengarnya. Wanita di depannya itu menolaknya?? Tidak salah?? Tidakkah wanita itu terpesona dengan dirinya?? Tidakkah wanita itu ingin mencari tau lebih banyak tentangnya?? Taukah wanita itu bahwa di luaran sana banyak yang mengidamkannya?


Dan sekarang saat sang idola ini merendahkan diri dan membuka jalan lebar lebar untuknya bisa bersamanya,,,eh si wanita malah menolaknya mentah mentah. Valdy tidak bisa menerimanya begitu saja.


"Aku tidak terbiasa dengan penolakan seperti ini." ketusnya.


"Dan aku pun juga tidak terbiasa membiarkan orang asing memasuki kehidupanku. Pergilah,, Aku mohon. Aku dan anak anakku baik baik saja tanpamu. Suamiku juga tidak akan terbebani di sana meski aku memutuskan sendiri. Dia tau betul cintaku hanya untuknya."


Karin bergegas menuju ke daun pintu. Membuka pintu itu lebar lebar dan menyilahkan Valdy untuk keluar.


Valdy beringsut dengan kekecewaan mendalam. Ia menyalahkan tindakan ibunya. Karena ibunya itulah ia jadi tak bisa baik baik mendekati Karin.


"Dan tolong jangan pernah kembali. Jangan usik kami lagi. Katakan juga pada ibumu,,,ia tak perlu repot repot mengelola milik anak anakku. Kalau ia mau, ambil saja semua. Miliki saja semuanya. Bagiku dan anak anakku,,, kenangan atas mendiang saja sudah lebih dari cukup untuk membuat kami tetap hidup."


Penolakan pedas itu kembali menyayat hati Valdy. Baru kali ini rasanya ia merasa sakit hati. Bahkan sakitnya melebihi sakit oleh pengkhianatan Morena.


Karin menutup pintu dan menguncinya rapat rapat setelah selangkah Valdy melewati pintu itu. Baik pintu rumah dan pintu hati sama sama ditutupnya rapat rapat. Ia tak ingin ada celah sedikit pun untuk orang lain masuk.

__ADS_1


"Mbak Karin gak apa apa?"


Mela menegur Karin yang terlihat kembali menangis sembari bersandar di pintu itu. Ia bukan menangisi Valdy namun menangisi Dion. Ia rindu pria itu.


"Seandainya om papa masih hidup,,,,"


"Astaghfirullah." Karin menghapus airmatanya dan sekilas andai andai di otaknya.


Ia sadar tak baik berandai andai seperti itu. Ia harus ikhlas. Benar benar ikhlas akan apa yang sudah jadi ketetapan Tuhan.


"Aku gak apa apa mbak. Mana anak anak?"


"Lagi tidur mbak. Habis makan eh semua langsung ngantuk." jawab Mela.


"Iya biarkan saja mereka tidur. Sepertinya aku juga ingin menyusul mereka tidur. Entah kenapa aku merasa lelah mbak." ujar Karin.


"Iya. Tidur saja. Lelah itu wajar. Manusiawi. Kalau lelah ya istirahat dulu." Mela mengusap usap dua bahu Karin dan mengucapkannya dengan makna mendalam.


Ia tau Karin lelah jiwa, bukan raganya. Tapi tetap saja, baik jiwa dan raga memang perlu diistirahatkan juga agar bisa kembali bersemangat.


"Selama itu membawa kebaikan untuk mbak Karin, anak anak,,, Itu sudah pasti benar. Mendiang tuan pasti sangat bahagia di sana tau bahwa ada dan tiada beliau di sisi mbak Karin,,, mbak Karin tetap mencintainya seorang." Mela yang paham maksud pertanyaan Karin langsung menjawab demikian.


"Yang jelas mbak Karin tidak boleh lemah. Harus strong. Mbak yang memilih menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak anak jadi mbak harus bisa membuktikannya. Tapi jangan khawatir,,, karena dibalik ibu sekaligus ayah ini, ada emak emak strong yang akan terus mendampinginya." Mela menunjuk dirinya sendiri.


"Dan abang abang kece juga yang akan selalu mengabdi untuk keluarga ini."


Darwin muncul dan dengan bangganya juga mengingatkan Karin akan keberadaannya.


"Ah bang Win nih ikut ikutan aja." sungut Mela kesal.


"Loh ya jangan sampai ketinggalan dong aku." sanggah Darwin.


"Hehehe,,, Sudah jangan berantem. Intinya aku berterima kasih kepada kalian. Terima kasih sudah selalu berusaha menemani kami. Hidupku rasanya tetap lengkap dengan adanya kalian.Terima kasih."

__ADS_1


Karin memeluk Mela dengan hangat. Darwin yang melihatnya juga tersenyum hangat. Ia tak perlu ikut berpelukan dengan dua wanita itu tapi bisa merasakan kehangatan itu.


Di sebuah kamar apartemen,,,terjadi perdebatan panjang antara Valdy dan Lisa.


"Ini semua gara gara mommy!! Mommy serakah!! Dan keserakahan mommy itu secara tidak langsung berakibat dengan kehancuranku!!!" bentak Valdy.


"Jaga bicaramu Valdy!! Ingat ini mommy. Kenapa hanya karena wanita itu kamu sampai berani melawan mommy begini???"


"Karena aku mencintainya dan karena aku tau mommy yang salah!!!"


"Cari gara gara emang wanita itu!!! Biar aku temui wanita itu. Sudah diapain kamu bisa sampai segininya hah???"


"Jangan mengusiknya lagi. Ia bahkan sudah memberikan semuanya pada mommy. Masih mau apalagi?? Mommy mengambil semua darinya dan dia hanya mengambil rasa hormatku dari mommy tapi mommy sudah semarah ini???" sinis Valdy.


Lisa terdiam. Perkataan Valdy menusuk hatinya. Ia tiba tiba merasa malu pada dirinya sendiri. Ia merasa serakah.


"Mulai saat ini,,, Valdy memilih hidup sendiri. Jangan usik Valdy lagi dan anggap saja Valdy sudah mati. Mommy dan Lisa bebas menikmati hidup kalian dengan cara kalian sendiri."


Valdy bergegas pergi dengan menenteng koper yang sudah disiapkannya sedari tadi. Ia tidak tahan lagi. Penolakan Karin membuatnya hampir gila.


"Valdyyyyy,,, Jangan pergi!! Jangan tinggalin mommy!!! Valdyyyy,,,kamu anak mommy satu satunya. Kamu kenangan mommy atas diri daddy.Valdyyyyyy,,,,kembali nak." Lisa berteriak teriak namun sudah tidak digubris oleh Valdy.


"Mom,,, Apa maksudnya???"


Celia dengan mata berkaca kaca menanyakan maksud bicara Lisa tadi. Lisa terperangah seakan baru menyadari kesalahan baru yang dibuatnya.


"Cel,,,Celia. Mommy,,,"


"Jadi benar Celia bukan anak mommy dan daddy??? Jadi benar apa yang digosipkan orang selama ini bahwa Celia ini anak hasil perselingkuhan mommy???" Celia mulai memberontak ketika Lisa berusaha menjelaskan kepadanya.


"Cel,,,mommy,,,"


"Mommy jahat!!! Mommy egois!! Demi kesenangan mommy sendiri mommy menciptakan aku. Mommy gak pernah mikir imbasnya padaku suatu saat nanti. Mommy jahat!!!!"

__ADS_1


Celia berlari meninggalkan Lisa yang hanya terdiam lemas. Kehilangan keduanya membuat ia bahkan tak ingat nikmatnya mendapat bagian harta warisan.


...❤️❤️❤️❤️...


__ADS_2