
Seorang wanita cantik terlihat pucat dan raut kecemasan diwajahnya terukir jelas. Berjalan bolak-balik berupaya menenangkan diri tapi hasilnya nihil. Vira mencoba menghubungi arya sedari tadi, namun tak berhasil.
"ku mohon Arya! ..... untuk kali ini saja angkat telponnya!" gumamnya yabg terus menerus mencoba menelpon Arya.
Tak kunjung berhasil, kini vira hanya dapat meninggalkan pesan untuk Arya. Dengan berharap bahwa Arya akan membacanya dan tidak mengabaikannya.
Shavira Anindya wijaksono
Arya!
Arya!
Cepatlah pulang, mama dita sedang sakit. Dan sekarang dia dirawat dirumah sakit Cempaka.
"aku harap kamu akan membaca pesanku ini." Gumam vira.
Kemudian ia kembali termenung menunggu di depan ruangan yang dipakai oleh mama dita alias mamanya arya untuk diperiksa keadaan nya.
* * *
"Ahahaha.... Tuh kan? apa gua bilang! kali ini gua yang menang!" seru Arya ketika ia memenangkan game pertandingan seru dengan Fathan.
"Gapapa gua kalah, mungkin ini hari keberuntungan lo bisa menang dari gua" ucap fathan dengan santai. " .......Arya..... hp lo bunyi terus tuh! angkat gih!"
Sedari tadi memang hp Arya terus berbunyi dan itu sangat menggangu konsentrasi Fathan.
"ah.... nggak usahlah nggak penting!"
"emang dari siapa sih?"
"dari Vira! udah lah lanjut main aja yuk!"
Walau ponselnya terus berdering, arya sama sekali tidak menghiraukan panggilan tersebut. Sampai suara panggilan ponselnya tak berdering lagi.
"Bentar deh. Gua haus mau ambil minum dulu" fathan kemudian berdiri dari posisi duduk dan berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air.
"iyaa" jawab Arya.
Kemudian fathan kembali ke tempat dimana mereka sedang asyik bermain PlayStation. Namun ia sedikit menyadari bahwa ada notifikasi pesan yang muncul dilayar ponsel Arya.
"vira?" gumamnya dan melihat sedikit percakapan yang terlihat di lock screen.
"Arya.... coba deh lo buka pesan dari Vira. kayaknya penting deh" pinta fathan yang sedikit merasa khawatir.
"ah apaan sih! gak mau, paling dia cuma minta ketemuan" ucap Arya acuh.
"Nggak, kayaknya ini ada hubungannya dengan nyokap lo deh"
"kalau nyokap gua butuh apa-apa kenapa gak hubungi gua langsung? kenapa harus vira yang ngasih tau?!.....udahlah paling dia lagi cari perhatian"
"terserah lo deh. jangan sampai nyesel"
Tak lama ponsel fathan yang berdering. ia pun mengangkat telpon tersebut.
"ya halo?"
"maaf dokter, hari ini ada pasien yang perlu dioperasi. Kami mohon bantuan dokter! secepatnya!"
"oke, saya akan segera kesana. siapkan saja seluruh perlengkapan operasi"
"baik pak dokter. maaf mengganggu waktu senggang anda"
"Tidak apa-apa. ini sudah menjadi tugas seorang Dokter"
Setelah menerima kabar tersebut, fathan bergegas menuju rumah sakit miliknya. Akan diadakan operasi besar yang harus ditangani oleh dirinya sendiri.
"Sorry, bro. gua ada tugas operasi. Gua cabut dulu ya! Thanks makanan nya Ayesha." Fathan tersenyum ramah pada Ayesha yang sedari tadi berada didekat Arya.
"sama-sama kak" jawab Ayesha.
"Hati-hati dijalan,fath!"ucap Arya.
"Bye semuanya"
Kemudian fathan meninggalkan apartemen itu yang kini tinggal mereka berdua yaitu Arya dan Ayesha.
__ADS_1
"ah gak seru main sendiri", arya menghentikan game miliknya. " gua mau tidur dulu. jangan ganggu gua ya"
"iya mas"
Arya menguap dan memulai tidur di kamar besar miliknya. Tapi sayang ia meninggalkan ponselnya yang sedari tadi tergeletak di lantai.
Ayesha sedang membersihkan meja yang penuh dengan pernak-pernik hiasan dari mulai patung kecil hingga guci cantik yang besar-besar. Dengan menggunakan kemoceng dan kain lap.
Tak lama kemudian ponsel Arya berdering kembali. Ayesha mendengar ponselnya berdering dan mengambilnya. Ia ingin mengangkat telpon tersebut sebelum mati tetapi ia tak tahu caranya karena ponsel milik arya begitu canggih dan Ayesha tak pernah memakai atau bahkan mencoba menggunakan ponsel secanggih ini. Karena biasanya, ia hanya memakai ponsel yang ada tombol untuk menerima telpon dan tombol-tombol untuk mengetik pesan.
"Duh.... ada yang telpon. Tapi mas Arya lagi tidur. gapapa deh.... kasih ke mas Arya saja, takutnya penting" gumam ayesha yang memang ketika dilihat ada tulisan ayah di ponsel tersebut.
Ayesha bergegas menuju kamar Arya. mengetuk pintu dan memanggil nama Arya.
Tok.....Tok... Tok......
"mas Arya... mas ada telpon nih" suaranya begitu lembut sampai tak terdengar dari dalam.
Lalu ia mencoba untuk mengetuk pintu lagi .
"mas arya.... mas? mas sudah tidur? Mas bangun, ada telpon dari.... Ayah mas"
hening tak ada jawaban, dibalik pintu arya sudah tertidur pulas.
Namun telpon nya mati sebelum diberikan kepada Arya. "yaah ..... sudah mati. Apa yang harus aku lakukan ya?"
Ayesha terus mencoba mengetuk pintu dan bahkan kali ini dia sedikit memberi penekanan pada suaranya.
"Mas Arya!!! Ada telpon dari ayah mas. cepat buka pintunya!"
Arya menggeram diatas kasur. menutup kepalanya dengan bantal putih miliknya. Dan akhirnya beranjak dari tempat tidur membukakan pintu.suara putaran kunci pintu yang terbuka dan kemudian.....
"apasih?! kan gua udah bilang jangan ganggu!" arya langsung memarahi Ayesha karena merasa terganggu.
"maaf mas.... anu... ini ada telpon dari ayah mas. Coba mas telpon balik soalnya dari tadi bunyi terus" ucap Ayesha dan menyodorkan ponsel milik arya.
"sini mana?!" arya langsung mengambil ponselnya.
Ada apa sih? kok ayah nelpon sampai 20 kali. - batin Arya.
Ayesha terkejut dan memilih untuk pergi, meski ia merasa marah pada Arya.
Arya masuk kedalam kamarnya dan menelpon balik sang ayah.
"halo ayah?"
"Arya! Akhirnya kamu angkat juga. aku senang sekali" suara ini sudah tak asing lagi ditelinga arya.
"Vira?! ngapain lo nelpon gua pake hp ayah?! lo mau gua simpatik sama lo? sorry gua gak mau"
"Arya! bukan itu maksud aku, aku nelpon kamu karena kamu nggak angkat telpon dariku dan tidak membaca pesanku. "
"Mau apalagi sih lo?! huh?!"
"Arya dengar dulu penjelasan ku, Mama dita arya.... dia sakit dan sekarang lagi dirawat dirumah sakit. cepat datanglah kesini"
"lo serius?! Gak lagi bohong kan?!"
"ya ampun aryaa......!! ini serius cepat datang ke rumah sakit cempaka"
"oke gua akan kesana!"
Tuts.... Tuts....
Arya langsung mematikan ponselnya dan bergegas menuju rumah sakit.
* * * * * * * * * * *
Arya bergegas masuk kedalam rumah sakit dan menghampiri suster penjaga untuk menanyakan keberadaan mamanya. setelah didapat ruang inap sang mama ia langsung mencarinya.
Krieett.....
suara pintu rumah sakit berdecit saat arya membuka pintu salah satu kamar inap. Dilihatnya dua orang wanita dan salah satunya sedang terbaring lemah.
"Mama!" Arya langsung menghampiri sang mama dan tersadar jarum infus Sudah menancap di lengannya.
__ADS_1
"Arya...." suaranya terdengar lirih tak berdaya.
"Mama, apa yang terjadi?" tanya arya, ia selama ini tak tahu bila sang ibu punya riwayat penyakit.
"Mama dita.... sakit jantung" jawab vira yang sedari tadi berada di samping ibunya.
"Apa?! mama sakit jantung?! " ucap Arya terkejut.
" Mama sudah tidak apa-apa kok" ucap sang ibu. "Ada yang ingin Mama bicarakan denganmu"
"Apa ma? mama butuh sesuatu? katakan saja pada Arya"
Kemudian vira menyadari bahwa mereka butuh waktu berdua untuk berbincang. ia pun meninggalkan ruangan itu.
" vira ijin keluar dulu, ada yang perlu dibeli. permisi" ucap vira pergi meninggalkan ruangan.
Hal itu dibalas senyuman oleh ibunda Arya.
"Dengarkan mama nak. sekarang umurmu berapa?" tanya sang mama ia heran mengapa mamanya menanyakan hal itu.
"28 tahun. Adaa apa ini sebenarnya?" jawabnya.
" Sudah sepatutnya Kamu menikah" sambil mengelus lengan arya.
"Arya akan menikah. Tapi tidak sekarang" ucapnya sambil menggenggam tangan mama.
"terus mau kapan kamu menikah? mau menunggu mama mati baru kamu menikah?"
"tidak ma. Mama jangan bicara seperti itu.."
"Lantas mau kapan? mama ingin segera menimang cucu. ingat.... umur mana sudah semakin tua dan tubuh mama sudah semakin rentan"
"iya arya mengerti maksud mama. Tapi tidak semudah itu mencari istri."
"Tidak mudah bagaimana? sudah ada vira yang menyukai mu, dia baik, cantik, pintar. Pantas bila bersanding denganmu. Lantas mau mencari yang seperti apa lagi?"
"Kenapa harus vira ma? Arya bisa kok cari perempuan selain dia. Tapi tidak semudah itu"
"Memang masih banyak perempuan diluar sana yang bisa kau jadikan istri. Tapi....harus tahu dulu bibit, bebet, bobot nya dulu. Tidak main asal pilih. Dan vira sudah masuk kriteria menantu mama. Mama juga tau karakter dia. kurang apa lagi dia?"
"nggak ma...... cukup. Arya datang kesini untuk memastikan keadaan mama. bukannya membicarakan pernikahan. Keadaan mama kan lagi sakit. Lain kali saja kita bicarakan"
"Justru itu, mama sakit karena kepikiran kamu nak"
"Jangan terlalu memaksakan diri ma."
Mama dita kemudian menangis, mendengar jawaban Arya yang tak kunjung mengerti perasaannya.
"mama jangan menangis" Arya menyeka air mata ibunya.
"Mama ingin kamu menikah arya..." tangis itu kini sudah tak terbendung lagi. Membuat Arya tak berdaya dan menurunkan ego-nya.
"Baiklah ...... baiklah...... bila itu yang mama mau. Arya akan menikah" akhirnya Arya luluh."mama senang?"
"tentu saja.
"Tapi Arya tidak mau menikah dengan Vira. karena...... Arya sudah punya calon "
"boleh kamu membawa calon. Tapi dengan satu syarat...."
"kenapa harus ada syaratnya ma? kan aku yang akan menikah, bukan mama!" Arya mengangkat alisnya, tak mengerti dengan jalan pikiran mamanya.
"ya iyalah harus ada. Mama yang mengandung kamu 9 bulan, yang menyusui, yang mengasuh hingga kamu sebesar ini. Wajar mama memberikan syarat karena mama nggak mau menyerahkan kamu kepada wanita yang tidak memenuhi kriteria mana." ucap mama dita, ia merasa bahwa Arya pantas mendapatkan istri yang terbaik.
"baiklah ma..... as your wish mama"
Kini dibenak arya adalah siapa wanita yang akan ia jadikan calon istri. Sedangkan selama ini ia belum tertarik pada wanita manapun.
Arya berpikir untuk mencari wanita yang mau menjalin kontrak pernikahan dengannya. Tapi tentu saja dia harus bisa memenuhi syarat mama. yang bahkan ia sendiri pun tak tahu apa syarat yang akan diajukan.
Dibalik itu, Vira yang sedang berada didepan pintu sejak awal pembicaraan mereka berdua mendengar semuanya dengan seksama. Ia tersenyum bahagia penuh makna.
"Aku jamin, Arya akan menjadi milikku" gumamnya.
*********<<<>>>**********
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak Like, komen, rate dan vote 💃🥑