Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Masakan Penuh Cinta


__ADS_3

... Selamat membaca...


...❤️❤️❤️❤️...


“Kalian berdua boleh tinggal di tempatku. Aku punya sebuah rumah yang yaaah bisa dibilang sebenarnya itu ku siapkan untuk membantu sesama. Mungkin kalau di Indonesia disebut apa yaaa?? Mmm Semacam Yayasan sosial atau panti begitulah.” Yusuf merendah.


“Benar nak Yusuf? Kami boleh tinggal di sana?” tanya mama Herna dengan mata berbinar seolah mendapat angin segar.


“Benar ibu.” Sahut Yusuf tak kalah senang.


“Tapi nak,,, ibu dan Dion ini kan pengangguran. Mana bisa kami bayar sewa rumah itu nantinya. Kalau pun ibu bisa dapat pekerjaan juga tetap saja kami harus menunggak bayar sewa.” Mama Herna mencoba jujur.


“Ibu tidak usah memikirkan biaya tinggal di sana. Tidur, makan, bebas tinggal selama kalian mau. Semua gratis. Saya malah senang karena akhirnya rumah itu Kembali ada penghuninya. Sebelumnya juga ada Wanita muda dan bayinya serta ayahnya yang tinggal di sana. Tapi mereka sudah tidak lagi menempatinya karena Wanita itu sudah punya usaha catering. Ya yang sekarang saya order makanan ini. Kalian pasti suka masakannya. Dia selalu memasak penuh dengan cinta. Dia juga dari Indonesia. Merantau ke Turki dan sempat terkatung katung juga.” Cerita Yusuf.


“Oh begitu. Dari ceritamu dan sorot matamu tampaknya terlihat kalau kamu menyukai Wanita itu.” Dion tersenyum mengatakannya.


“Hahaha,, kamu peka juga ya Dion. Tau aja. Jadi malu aku.” Yusuf menutup wajahnya yang bersemu merah karena perkataan Dion.


“Begini begini aku dulu juga pernah jatuh cinta lho. Aku juga sudah menikah.” Kelakar Dion.


“Oh ya?? Lalu dimana istrimu sekarang? Sudah punya anak?” mereka semakin akrab hingga merasa saling nyaman berbagi masalah pribadi.


“Aku ini suami yang gak berguna. Saat ini aku tengah diuji dan dihukum oleh Tuhan. Kami sedang dijauhkan. Doakan saja semoga aku bisa bertemu Kembali dengan anak istriku ya.” Ucap Dion.


“Oh aku minta maaf. Bukan maksudku membuka luka lamamu Dion. By the way aku doakan semoga kalian dipersatukan Kembali. Teruslah berdoa. Pokoknya jangan putus harapan dan Lelah berdoa karena Tuhan kita itu Maha Pengasih.” Yusuf membesarkan hati Dion.

__ADS_1


“Aamiin. Oh ya,, Bagaimana denganmu dan Wanita cateringmu itu? Lanjut?” tanya Dion.


“Doakan ya semoga dia segera menjawab dan membalas perasaanku.” Yusuf tersenyum.


“Maksudnya? Kamu sudah pernah mengungkapkan tapi belum diberi jawaban? Tapi bukannya katamu dia sudah punya anak? Artinya dia bersuami kan? Lalu bagaimana bisa kamu mengungkapkan perasaanmu? Bagaimana dengan suaminya?”Dion tak mengerti.


“Hahaha,,, Jangan salah paham dulu padaku ya. Aku bukan pebinor. Suaminya entah ada dimana. Menghilang tanpa kabar dan tidak pernah bisa dihubungi. Campur tangan mertua juga sih yang jadi salah satu factor. Ya intinya rumah tangganya sedang diujung tanduk tanpa kejelasan. Dia bertekad untuk menanti sampai ada kabar meski rasanya tidak mungkin. Kesetiannya itulah yang membuatku kagum padanya. Laki laki yang jadi suaminya itu aku yakin adalah pria terbodoh di dunia. Melepaskan bidadari sepertinya.” Gerutu Yusuf.


Dion terdiam begitu juga mama Herna. Cerita Yusuf itu sedikit banyak diakui oleh mereka hampir mirip dengan cerita mereka sendiri.


“Lalu bagaimana kelanjutan kisah cintamu?” tanya Dion lagi.


“Aku akan tetap menunggu. Masalahnya Wanita ini adalah teman sekaligus tetanggaku di Indonesia dulu. Aku ini mencintainya sejak dulu. Tapi hubungan pertemanan kami malah membuatnya selalu hanya menganggapku teman. Tak lebih dari itu. Dan sampai sekarang pun meski hampir tiap hari kukatakan perasaanku yang sebenarnya,, dia masih saja menganggapku bercanda dan menggodanya. Salahku juga sih karena dari dulu aku keseringan menggodanya. Tapi aneh juga ya,,, sekian lama gak bertemu karena kami pindah dari sana tiba tiba bertemu lagi di sini.” Ucap Yusuf.


“Mungkin itu pertanda kalian jodoh. Kan katanya kalau jodoh itu gak akan kemana.” Kata Dion.


“Kok jadi bahas aku terus ya ini hahahah. Gantian ceritamu sekarang. Kalau boleh tau,, apa yang sudah terjadi pada kalian? Kenapa kalian bisa berada di sini dengan kondisi seperti ini?” Setelah merasa makin akrab, akhirnya Yusuf memberanikan diri bertanya.


Maklum ia juga penasaran kenapa bisa dua orang dari negara asalnya menjadi begini. Penasaran bukan karena kepo semata namun Sebagai seorang yang rupanya juga memiliki sebuah Yayasan sosial tentu jiwa sosialnya menggeliat.


“Kalau itu semua karena salah mama. Mama yang memaksa Dion menikah lagi dan mama yang memilihkan calon istri baru untuk Dion. Ternyata dia ular berbisa yang balik menyerang kami. Kami diusir dari rumah kami sendiri.” Mama Herna pasang badan.


“Oh,,, maaf ibu eh ma,, boleh aku panggil mama saja? Mamaku sudah meninggal dan rasanya aku jadi ingin punya mama lagi sekarang hehehe,,,” Yusuf bicara sekenanya hanya karena tak ingin membuat mama Herna mengumbar keburukannya sendiri.


Ia mulai paham masalah Dion terlalu rumit dan mungkin sebaiknya ia tak terlalu ikut campur. Untungnya kurir pembawa makanan telah datang.

__ADS_1


...(Laaahh thor,,,kok kurir sih??? Bukan Karin yaaa,,, Pasti pada protes nih sampai disini readers setiaku,,,,😁😁)...


“Naaahh ini dia makanannya sudah datang. Ayo silahkan kalian makan dulu ya. Rasakan masakan penuh cinta ini. Oh ya,, ada salam dari pemilik cateringnya juga. Katanya semoga suka dan apa pun urusan kalian dilancarkan. Ia ingin bertemu kalian juga tapi hari ini bayinya sedang rewel.” Ucap Yusuf.


“Bayinya sakit?” tanya Dion.


“Katanya sih karena demam akibat tumbuh gigi.”


“Oh syukurlah kalau begitu. Itu hal wajar tapi juga jangan disepelekan. Kalau tidak salah anakku saat ini sepertinya juga tengah memasuki fase tumbuh gigi.” Lirih Dion dengan mata berkaca kaca.


“Hey,, semangat bro. Makan dulu trus semangat sembuh dan syukur syukur bisa sambil cari anak istrimu. Ayo makan dulu,, Silahkan ma.” Yusuf mempersilahkan dan memberi semangat lagi pada Dion.


Baik Dion dan mama Herna mengangguk lalu mulai menyantap makanan itu. Mama Herna yang sudah sangat lapar tampaknya sudah tak bisa membedakan apa ini enak atau tidak,, beliau melahapnya dengan rakus.


Berbeda dengan Dion yang baru satu suapan saja langsung berhenti.


“Kenapa bro? Kamu gak suka?” tanya Yusuf yang memperhatikan.


“Makanan ini terlalu lezat sampai aku bisa merasakan cinta di dalamnya. Membuatku rindu pada bidadari tak bersayapku. Sudah lama aku tak makan masakan istriku. Ya Tuhan,, hamba benar benar rindu.” Kembali mata Dion berkaca kaca namun detik selanjutnya ia melahap makanan itu dengan cepat seperti tak mau kalah dengan mama Herna.


“Sabar ya bro. Aku doakan suatu hari kamu akan bisa makan masakan istrimu lagi.” Yusuf mengusap punggung Dion yang hanya menjawab dengan anggukan kepala karena mulutnya penuh dengan makanan.


Yusuf senang sekali melihat keduanya begitu lahap. Seketika ia pun punya ide untuk memvideokan keduanya yang masih lahap makan.


“Biar Karin juga senang melihatnya. Ia pasti senang juga kalau masakannya disukai dan sampai dilahap habis begini. Nanti aku tunjukkan video ini di rumah.” Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


...❤️❤️❤️❤️❤️...


...Sabar dulu ya pemirsaaah,,, 😁...


__ADS_2