
"Kenapa kau memukulku?", tantang Reno mendorong tubuh Dannis dengan kasar.
Reno yang juga tengah bersama dengan seorang gadis itu terlihat kesal.
Di luar dugaan Dannis malah kembali memukul pria yang masih satu keluarga dengan ayahnya itu, hingga gadis yang bersama Reno itu memegang lengan Dannis agar tidak berbuat lebih lagi.
"Kak Dannis tenanglah, kalian bisa bicara baik-baik", ucap gadis itu menenangkan Dannis.
"Tuan kenapa kau memukulnya lagi?", tanya Nara menatap Dannis seraya memegang lengan Reno karena pria itu hampir terhuyung ke belakang.
Dannis menatap Nara tajam dengan ekor matanya melirik tangan cantik yang tengah berada di lengan pria yang baru saja ia pukuli.
Mendengar itu Reno yang tengah memegang sudut bibirnya yang berdarah beralih menatap mantan tunangannya dengan heran.
"Nara kau mengenal Dannis? kenapa kalian bisa jalan berdua seperti ini?", tanya Reno memegang tangan gadis itu.
Nara melepas lengan Reno dengan canggung, gadis itu tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut ia hanya kembali menunduk takut ketika menatap wajah Dannis yang memerah.
Reno beralih pada Dannis yang masih terdiam.
__ADS_1
"Dannis, kenapa kau memukulku? asal kau tahu aku tidak memeluk sembarang orang, Nara adalah tunanganku", Reno membuat Nara menatapnya kesal.
Dannis menggertakkan gigi geram ketika mendengar pernyataan saudara sepupunya itu, lalu mata elangnya beralih menatap Nara yang kebingungan ingin menjawab apa.
"Nara, kenapa kau bisa bersama Dannis sekarang? apa kalian saling mengenal?", tanya Reno heran pada Nara.
Nara ingin menjawab namun Dannis lebih dulu menyela.
"Dia adalah pelayan ku", ucap Dannis tajam, lalu pria ini berlalu begitu saja tanpa basa basi.
Nara yang melihat punggung Dannis menjauh itu menjadi bingung, ia ingin segera menyusul langkah suaminya namun Reno kembali memegang tangannya dengan raut senang.
"Nara, bisakah kita bicara dahulu? aku sangat merindukanmu", Reno kembali ingin memeluk namun Nara segara menghindarinya.
"Tidak sayang jangan bicara seperti itu, aku mencarimu untuk menjelaskan apa yang terjadi antara aku dan Ranti, kita hanya korban kesalahpahaman orang tua ku yang percaya ucapan ibumu dan Ranti", Reno meraih tangan Nara dengan lembut.
Gadis yang bersamanya itu hanya menyimak saja, ia ikut tersenyum melihat pria itu menemukan pujaan hati yang selama ini dicari.
Naura, gadis yang bersama Reno. Mereka berteman baik karena pernah berkuliah di tempat yang sama, kebetulan hari ini mereka bertemu dan pergi bersama untuk menghadiri reuni angkatan kelas mereka.
__ADS_1
Nara menggeleng pelan.
"Maaf Reno aku tidak bisa, aku harus pergi sekarang", jawab Nara melepaskan kembali tangan pria itu seraya ingin pergi berniat ingin menyusul langkah Dannis yang kian menghilang.
"Sayang", tahan Reno lagi.
Nara melirik tangan Reno yang memegang lengannya lagi.
"Aku harap hapus kebiasaan mu memanggilku dengan sebutan itu mulai sekarang, kita sudah berakhir itulah yang terjadi", jawab Nara lagi melepas tangan Reno kembali.
Nara menunduk pada Naura yang hanya diam saja sejak tadi, kemudian ia pergi meninggalkan Reno yang terpaku.
Senyum pria itu kembali mengembang saat Nara berbalik arah kembali padanya.
"Aku tahu kau tidak akan meninggalkan ku", ucap Reno senang.
"Jangan terlalu percaya diri", jawab Nara datar seraya tangannya mengambil kembali beberapa tas belanjaannya yang tergeletak di lantai.
Naura ingin tertawa dibuatnya.
__ADS_1
"Kau menertawakanku?", Reno menatap Naura kesal setelah Nara benar-benar pergi meninggalkan mereka berdua.
"Jangan terlalu percaya diri", sindir Naura lagi dengan nada bercanda.