Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
S2 Part 54


__ADS_3

Kebahagiaan menyelimuti keluarga Kemal, dimana keputusan tinggal di rumah utama kembali diberlakukan selama Eliana hamil.


Kemal benar-benar menjaga istrinya dari segala aktivitas yang memberatkan, pria itu sendiri yang menemui kepala prodi jurusan Eliana kuliah untuk meminta izin agar istrinya mendapat dispensasi kuliah dengan sistem jarak jauh selama kehamilan trimester pertama Eliana.


Hingga perempuan yang kian berisi itu kuliah dari rumah saja, meski merasa malu karena diperlakukan terlalu istimewa namun El tidak bisa melukiskan betapa bahagianya ia mendapat anugerah untuk kembali hamil dalam waktu yang sesingkat ini.


Rutin memeriksakan kehamilan dan menuruti semua saran dokter Shopia, beruntung Eliana menjalani kehamilan ketiga nya ini dengan sangat menyenangkan mendapat perhatian ekstra dari suami dan mertuanya, seperti biasa ia tidak mengalami morning sickness yang berlebihan sampai pada usia kehamilan sekarang memasuki usia 20 minggu.


"Sayang....bagaimana jika kita liburan? babymoon misalnya" tanya Kemal yang masih menggesek-gesekkan hidungnya bermain di perut yang mulai buncit istrinya.


"Tidak perlu sayang, aku sudah sangat senang biar hanya dirumah saja" jawab El sambil membelai rambut suaminya.


"Kau tidak bosan? aku tidak ingin kau merasa stress berada dirumah sepanjang hari"


"Tidak......lagipula kau selalu ada untukku, bunda juga memperhatikan ku lebih dari apapun, aku bahagia....sungguh, aku tidak menginginkan yang lebih dari ini"


Kemal kembali mensejajarkan tubuhnya hingga wajah mereka bertemu, pria itu tersenyum dan mengecup lembut bibir Eliana.


"Bagaimana kabar nona Tiara?"


"Kenapa kau bertanya padaku? apa kau mulai kasihan padanya?"


"Tentu saja aku kasihan, berada di posisinya sangatlah sulit...."


Kemal terkekeh.


"Bukankah kau tidak mengizinkan ku untuk dekat dengannya?"


El menepuk pelan lengan suaminya.

__ADS_1


"Meski aku kasihan padanya tapi tetap saja aku tidak akan rela jika suamiku menemaninya di rumah sakit, enak saja.....apa kau mau mulai berdebat lagi dengan ku?" El menatap tajam.


Kemal menggeleng cepat.


"Tidak......aku juga tidak berniat seperti itu, sayang kau sedang hamil, aku tidak ingin kau marah-marah hanya karena Tiara"


"Kenapa menyalahkanku? tentu aku akan stress jika menyangkut perempuan itu yang masih terobsesi padamu"


"Tidak....bukankah kau sendiri yang memulai bicara tentang dia?"


"Awas saja kau jika berani menemuinya dibelakangku!"


"Astaga......aku salah lagi"


Kemal menepuk keningnya, El kembali membenamkan wajahnya di dada Kemal sebelum akhirnya ia terlelap menjemput mimpi.


Kemal melirik istrinya yang sudah terdiam, terdengar suara mendengkur halus dari perempuan itu membuat Kemal geleng kepala.


*****


Eliana dan Kemal menghadiri pemakaman seorang perempuan yang pernah singgah di hidup Kemal dimasa lalu.


Iya, Tiara sudah menemui sang pencipta setelah hampir enam bulan terbaring lemah di rumah sakit karena penyakit yang sudah tidak bisa dikendalikan.


El berdiri disamping suaminya dengan usia kehamilan yang sudah memasuki bulan ke delapan, mereka memberi penghormatan terakhir pada pusara yang bertuliskan nama perempuan yang pernah menjadi istri Ricko itu.


Andra dan Zahra ikut hadir, terlebih Ricko. Lelaki itu meski ia telah ikhlas melepaskan Tiara sejak perceraian, namun sayangnya sebagai sahabat tetap ia pertahankan hingga Tiara menemui ajalnya.


Menabur bunga di pemakaman yang baru saja ditinggalkan oleh keluarga, hanya tersisa enam orang saja disana termasuk Bella. Iya Bella memutuskan untuk kembali menerima Ricko dalam hidupnya setelah menyadari bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain.

__ADS_1


Sebelum kembali ke mobil masing-masing, El berpelukan dengan Zahra maupun Bella.


"El....aku harap kau sehat sampai melahirkan nanti, aku iri padamu....aku belum dipercaya untuk mengandung sampai sekarang" ucap Zahra setelah melepas pelukan pada teman kuliahnya itu.


"Hei....jangan bersedih sayang, mungkin Tuhan masih memberi kalian kesempatan untuk saling mengenal dan lebih mencintai satu sama lain"


"Kau benar El....kau tahu, aku rasa mantan pengagummu itu sudah mulai mencintaiku, kami benar-bebar sudah sangat dekat sekarang, aku bahagia....kau selalu mengajarkan kesabaran padaku dan aku merasakan hasilnya sekarang" jawab Zahra sambil mengelus lembut perut buncit Eliana.


Bella hanya bisa tersenyum mendengar keduanya, mereka tertawa bersama sambil menunggu para suami selesai menabur bunga untuk sahabat mereka.


"Nona Bella.....aku harap rencana kalian akan lancar sampai pada waktunya, aku bahagia mendapat undangan mu" El kembali berpelukan dengan Bella.


"Terimakasih El...mungkin ini saatnya membuka lembaran baru, aku rasa kita akan menjadi lebih dekat setelah ini....bagaimana jika kita buat arisan?" Jawab Bella sambil melirik dan memegang tangan Zahra dan Eliana.


"Aku sangat setuju....." jawab Zahra dan El bersamaan, mereka tertawa bertiga membuat para prianya mengernyit heran ketika hendak menyusul ke mobil.


"Apa kalian mulai berpikir mereka akan bersatu?"


Tanya Ricko menatap kedua sahabatnya.


"Bersatu untuk apa? untuk membunuh kita?" jawab Kemal.


"Aku rasa kita tidak akan bebas setelah ini" jawab Andra sambil geleng kepala.


"Apa maksudmu? kau pikir aku pria yang takut istri?" tanya Kemal menatap Andra.


"Astaga pria ini....bukan kah kau sendiri yang paling takut dengan istrimu" Ricko menepuk pundak Kemal seraya berlalu menyusul ke arah calon istrinya Bella.


"Kau dengar itu? kau sendiri yang sudah terbukti takut pada istrimu Kemal, bahkan kau tidak akan keluar rumah jika tidak di izinkan Eliana" Andra ikut menepuk pundak Kemal.

__ADS_1


Kemal hanya menghela napas kasar di goda dua sahabatnya.


*jangan lupa mampir baca "ku lepas kau dengan ikhlas" yaa di jamin ga nyesal dah....makasih


__ADS_2