Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Lanjutan 4


__ADS_3

Abrar hanya bisa menurut saja kata orangtua yang ingin menjodohkan nya dengan seorang perempuan yang masih menjadi kerabat jauh ibunya.


Abrar tidak ingin mengecewakan ibu dan ayah tirinya Ricko yang sudah memberikan kasih sayang yang terbaik sejak ia kecil, meski ia memendam cinta pada Alea, namun ia tidak berani mengutarakannya, biarlah ia tetap diam demi dua keluarga yang bersahabat baik.


Abrar adalah tipe pria penyayang dan rela berkorban, ia bahkan bisa memendam cinta untuk Alea sejak lama tanpa tahu oleh orang lain kecuali Arkan yang tahu pasti sifat kakaknya itu.


Bella selalu khawatir pada anak sulungnya, karena ia tahu Abrar tertutup soal perempuan sejak pria itu mulai dewasa, bahkan sesekali ia menjadi cemas takut Abrar mempunyai kelainan yang tidak menyukai wanita, berbeda dengan Arkan yang seorang playboy yang suka pacaran sejak sekolah, Abrar tidak seperti itu bahkan anak sulungnya ini tidak pernah pacaran sekalipun.


Membuat Bella tidak ingin itu tetap berlanjut hingga umur Abrar telah matang dan dewasa, maka darinya ia memutuskan akan menjodohkan pria itu dengan anak kerabat jauhnya. Ia dan Ricko senang bahwa Abrar sama sekali tidak keberatan akan rencana itu.


*****


Alea mendapat kabar bahwa Deni dan Dara akan menikah juga dalam waktu dekat karena suatu hal yang sangat mengejutkan bahwa Deni telah menghamili Dara.


Alea lama terdiam mendengar kabar itu, ia tengah berada di malam akad nikahnya Nazli, ia sungguh kesal pasalnya Keysa juga akan menikah dalam dua minggu lagi sebelum mereka memulai koas.


Hati gadis ini sudah dipenuhi rasa iri akan nasibnya yang ditinggal nikah dua sahabatnya terlebih ia baru saja di khianati kekasih yang juga akan menikah.


Pikiran Alea memang belum sedewasa umurnya, ia bahkan tidak memikirkan bagaimana siap atau tidaknya ia ketika akan memutuskan menikah, yang ada di hatinya sekarang hanyalah rasa tidak ingin kalah dari sahabat-sahabatnya, apalagi harus dipandang menyedihkan karena ditinggal kawin sang pacar.


Ia sudah membayangkan betapa malunya ia ditinggal nikah sahabat dan kekasihnya sekaligus, ia merasa tidak laku jika sudah seperti ini.

__ADS_1


Alea bingung, ia harus mencari pria mana yang mau di ajak menikah dalam waktu singkat, bahkan Alea tidak memikirkan kehidupan setelah menikah nanti yang penting ia bisa menikah dan tidak malu pada teman-temannya nanti.


Sungguh kekanakkan memang gadis yang memang manja sejak kecil itu, ia tidak tahu betapa banyak yang harus dipersiapkan setelah menikah nanti terutama mental dan kedewasaan yang diperlukan seorang istri.


"Alea....apa yang kau pikirkan ha?" tanya Keysa.


Mereka berada dalam kamar pengantin Nazli.


"Aku bingung harus mencari suami kemana?"


"Astaga...Alea berhenti begitu, kau tidak bisa memutuskan akan menikah dalam waktu yang singkat, kau harus siap lahir batin sayang...jangan memaksa, kau akan menyesal nantinya, lagi pula menikah bukan perkara mudah yang bisa dipermainkan, jangan karena merasa ditinggal kami menikah kau pun harus menikah sayang" jawab Keysa dengan dewasa.


"Tapi tetap saja aku tidak ingin terlihat menyedihkan, semua teman kita akan tertawa akan nasibku nanti, apalagi mereka tahu Deni meninggalkan ku menikah dengan Dara, oh apa kata dunia ?" Alea menutup wajahnya dengan bantal.


"Astaga aku lupa..." Alea membuka ponselnya.


"Kau kenapa?" tanya Keysa heran.


"Kenapa tidak ikut situs biro jodoh saja bukan? ha ha ha Alea yang pintar" ucapnya membanggakan diri.


"Alea hentikan, jangan konyol...kau sibuk ingin mencari suami memang mama dan papamu boleh menikah sekarang?"

__ADS_1


"Tentu saja boleh, mamaku juga menikah di umurku yang sekarang....mama pasti boleh, itu urusan gampang" jawab Alea sambil menggeser layar ponselnya.


"Huh...terserah kau saja, aku bingung kenapa temanku ini sungguh konyol, aku ragu kau sudah dewasa Alea, pikiranmu masih seperti anak puber" jawab Keysa kesal.


Alea tidak menghiraukannya.


"Astaga....tidak ini terlalu jelek, ini juga tampak gemulai, ini terlalu kurus, au...ini terlalu berbulu iw.... mengerikan, huh kenapa tidak ada yang tampan sih" Alea frustasi sendiri ketika melihat situs biro jodoh yang menampilkan pria-pria yang juga sama sepertinya sama-sama mencari jodoh.


"Aku cantik, aku tidak bisa menikah dengan lelaki jelek setidaknya harus lebih tinggi tingkat ketampanannya dari Deni jika tidak aku tidak tahu mau di taruh dimana muka ku, pasti sangat memalukan mendapatkan pria dibawah standar"


"Astaga.. aku bisa gila jika lama-lama dekatmu Alea" kesal Keysa.


"Keysa...ayo bantu aku berpikir, apa aku harus membuka sayembara misalnya?"


"Jangan gila Alea" jawab Keysa geram.


"Aku akan lebih gila lagi jika harus menganggung malu tidak bisa menikah seperti kalian" cebik Alea kesal.


"Aaaahhhh.....kenapa kau membuatku gila sekarang Alea, aku akan menikah jangan membuatku mati sebelum merasakan malam pertama" Keysa memekik dan menbekap Alea dengan bantal hingga terjadi pergumulan heboh di atas ranjang pengantin Nazli.


"Ada apa ini?" tanya Nazli bingung dengan ranjang pengantinnya yang sudah berantakan oleh kedua sahabatnya itu ketika Nazli baru saja dari kamar sebelah setelah selesai make up dan memakai kebaya pengantin.

__ADS_1


Membuat Alea melihat kebaya itu dengan hati yang menangis.


__ADS_2