Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
S2 Part 43


__ADS_3

Sudah beberapa hari Eliana terus menemani suaminya bekerja di kantor, ia sengaja terus ikut karena sudah beberapa hari pula Ricko sering berkunjung ke ruangan suaminya untuk sekedar melampiaskan kegundahan Ricko yang tengah menghadapi masalah rumah tangganya.


El tentu tidak ingin membiarkan Kemal terlalu ikut campur apalagi jika sampai pria itu kembali bertemu sang mantan kekasih yang sekarang masih menjadi istri dari Ricko.


Tidak dapat di pungkiri, Eliana dilanda kegusaran jika sampai itu terjadi maka darinya ia memanfaatkan waktu liburnya untuk selalu berada di samping suami yang sama sekali tidak berpikir sejauh itu.


"Kau kenapa....setiap Ricko kemari kau selalu menempel, apa kau tidak ingin melewatkan apa yang kami bicarakan?"


"Ck....tentu saja, aku akan mengawasimu.....bagaimana jika nona Tiara juga kesini dengan alasan ingin curhat padamu?" El berdecak kesal ketika Kemal membahas tentang sahabatnya itu, entah kenapa ia begitu tidak rela jika suaminya kembali terlibat dengan perempuan itu.


Kemal terkekeh, jauh daripada itu Kemal sungguh menyukai sikap posesif istrinya akhir-akhir ini, ia merasa bahagia di curigai oleh Eliana tentang Tiara, padahal Kemal hanya sebagai pendengar saja karena memang hanya dia dan Andra lah tempat Ricko melampiaskan tentang kegundahannya.


Karena Andra sedang berlibur bersama istrinya keluar negeri, terpaksa Ricko mendatangi Kemal setiap hari hanya untuk berbagi, mereka sudah berjanji jika setelah menikah tidak akan melampiaskan masalah apapun pada dunia malam lagi.


"Sayang.....kenapa kau tersenyum, bagaimana jika benar nona Tiara akan ke sini....aku tahu kalian bersahabat tapi tetap saja aku tidak menyukai jika kau bertemu dengannya" El menyilangkan tangan di dada.


"Hei....biarkan saja dia kemari, lagi pula kau juga ada disini....aku harap kau mengerti posisi Ricko sekarang, dia tidak memilik teman dekat selain aku dan mas Andra mu itu"


El hanya diam, Kemal mendekatinya dan mencium pipi perempuan itu gemas.


"Apa kau cemburu jika aku bertemu Tiara?


"Pertanyaan konyol apa itu, astaga.....aku melihat dengan jelas bagaimana raut ketika tuan Ricko dan nona Bella bertemu kemarin, tidak bisa ku bayangkan bagaimana ekspresi mu ketika bertemu dengan mantan mu itu" El bicara pelan sambil menunduk.


"Astaga.....aku sungguh menyukai sikap mu yang ini sayang, aku mencintaimu sungguh...." Kemal mengecup bibir istrinya singkat kemudian ia kembali terkekeh geli melihat raut merah padam Eliana.


"Kau menyebalkan, aku akan mengawasimu.....lihat saja" El mencubit pipi Kemal dengan geram.


"Baiklah silahkan saja, aku malah senang kau seperti ini selalu menempel setiap hari, tapi sayang liburan mu akan segera berakhir sayang....mungkin saja Tiara akan datang kesini ketika kau sudah masuk kuliah?" goda Kemal sambil menahan senyum.

__ADS_1


"Astaga....apa kau sudah punya rencana akan bertemu dengannya di belakangku?" El merasa kesal, ia menggigit bibir bawahnya geram.


"Aku tidak bilang begitu"


"Hah....kau benar-benar jahat, aku masih sakit tapi kau malah ingin ikut campur urusan mereka"


"Bukankah kau bilang sudah sehat, aku juga tidak bilang ingin ikut campur urusan mereka, aku hanya jadi pendengar saja karena memang mereka sahabatku" Jawab Kemal santai.


El menitikkan airmata, membuat Kemal merasa bersalah sudah mengerjai istrinya.


"Sayang...hei....kenapa kau malah menangis, lihat aku....tidak ada yang perlu kau takutkan, percaya padaku....aku hanya menempatkan diri sebagai sahabat dari Ricko, tidak mungkin aku menghindar ketika dia membutuhkanku, lagipula aku tidak akan macam-macam, tidak ada hubungannya dengan mantan kekasih, aku menganggap mereka sahabat tidak lebih"


Kemal memberi pengertian, bibirnya terus mengulas senyum sambil mengusap butiran bening di pipi Eliana, ia tidak menyangka istrinya bisa posesif seperti sekarang, karena Eliana jarang bersikap seperti ini bahkan dulu lebih sering mengalah.


"Kau tidak percaya padaku?" ucap Kemal ketika tidak ada jawaban dari bibir istrinya.


"Maafkan aku....apa aku bersikap berlebihan? Aku hanya tidak ingin kau terlibat dengan urusan mantan kekasihmu, bisa saja kalian bertemu dan bertatap muka dengan canggung dan menimbulkan getaran-getaran aneh yang dulu pernah dirasakan....oh astaga aku tidak bisa membayangkan itu terjadi, aku sangat cemburu....." El mencebikkan bibirnya sambil melirik Kemal.


"Kau pikir ini lelucon, aku istrimu....aku tidak akan rela jika itu terjadi, bisa saja kau kasihan padanya nanti dan sering bertemu misalnya"


"Huh.....tidak, itu tidak akan terjadi, sudah sayang....apa kau akan terus seperti ini?"


El menggeleng.


"Baiklah....aku hanya butuh kau percaya padaku, aku tidak akan berpaling darimu....kau hidupku, cintaku, bidadariku" Kemal mencubit pelan hidung Eliana.


"Aku tidak tahu kenapa aku jadi seperti ini, maafkan aku....mungkin memang benar aku belum sembuh, mungkin saja aku akan depresi setelah ini" El melirik Kemal dengan mata sipitnya.


"Oh astaga aku sudah tidak tahan, aku mencintaimu sayang sungguh.....kau benar-benar membuatku gila, aku menyukai sikap posesifmu yang sekarang, teruslah seperti ini" Kemal sudah tidak tahan dan merasa sangat lucu mendapati istrinya seperti ini, ia mendaratkan bibirnya pada bibir perempuan itu.

__ADS_1


Kemal menggendong Eliana menuju kamar, saling menyaut ciuman sebelum sampai diranjang.


*****


"Aku akan kembali masuk kuliah lusa, awas saja jika kau macam-macam" kembali El memberi ultimatum di sela canda tawanya bersama Kemal.


"Astaga....aku takut" Kemal masih terkekeh.


"Kau pikir kau saja yang banyak penggemar, kau tidak tahu saja ketika dulu aku menjadi mahasiswa baru aku selalu mendapat kiriman bunga mawar setiap hari, bahkan pak Aras juga menyukaiku hingga sekarang"


El tiba-tiba menutup mulutnya, ia baru tersadar akan apa yang ia ucapkan, El menggeleng dengan cepat, padahal ia hanya berniat menggoda suaminya malah ia terjebak sendiri.


"Apa?" Kemal menaikkan satu alisnya menatap Eliana yang masih dibawah kungkungan badan besarnya.


"Tidak....aku hanya bercanda"


"Cepat katakan, kau tadi bilang apa? kau menyebut Aras menyukaimu?"


"Tidak....astaga aku salah bicara"


"Ayo ulangi?"


"Tidak..." El beringsut bersembunyi di balik selimut tipis.


Kemal tentu tidak melepaskannya begitu saja, hingga mereka terlibat pergulatan di atas ranjang dengan Eliana yang tertawa dan terus bersembunyi di bawah selimut ketika Kemal menggelitikinya agar perempuan itu keluar dan menjelaskan apa yang telah Eliana mulai.


"Kemal....." panggil Bella ketika ia masuk ruangan Kemal tidak menemukan pria itu, ia menaruh berkas di meja Kemal.


Pandangannya beralih pada pintu kamar pribadi bosnya, ia menggeleng kepala pelan ketika mendengar gelak tawa dari pasangan yang berada di dalamnya.

__ADS_1


"Astaga.....kapan pasangan ini tidak membuat ku iri"


Bella mengulas senyum sebelum memutuskan keluar dari sana.


__ADS_2