Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
S2 Part 49


__ADS_3

"Ayo Tiara....kau bisa duduk dulu, tenangkan dirimu" ajak Bella.


Tiara menatap Bella sejenak, lalu ia mengangguk kemudian mendudukkan diri di sofa, membuat Kemal menghela napas kasar lalu pria itu pun ikut duduk.


"Kau bisa bicara baik-baik sekarang Tiara, ada apa denganmu? kenapa tiba-tiba datang dengan menangis?" tanya Bella sambil mengusap pelan punggung teman lama nya itu.


Kemal hanya diam saja memperhatikan keduanya.


"Aku hanya merasa sedih dan sendiri....tidak ada yang peduli dengan ku di sini, Andra selalu sibuk, kau juga tidak bisa di hubungi, maaf jika aku merepotkan kalian, aku merasa kalian sudah tidak peduli padaku, aku sakit Kemal tidakkah kau iba melihatku yang tengah terpuruk ini?" ucap Tiara pada Kemal.


"Tiara bukan maksudku mengabaikan permintaanmu, hanya saja kau harus bisa menempatkan diri sekarang kita tidaklah seperti dulu lagi...kita sudah punya keluarga masing-masing, soal Andra....dia baru saja menikah kau harus mengerti"


Mendengar itu, Tiara kembali menangis sambil menjatuhkan kepalanya pada Bella yang masih menyimak saja percakapan itu.


"Tidakkah kalian kasihan padaku? aku kembali ke negara ini ingin dekat dengan kalian....setidaknya aku bisa menghabiskan sisa hidupku bersama orang terdekat ku, aku benar-benar menyedihkan, ayah ku meninggalkan ku sekarang aku juga akan berpisah dari suamiku"


"Jangan bicara begitu Tiara, kau pasti sembuh....semangatlah" ucap Bella memberi pengertian.


Kemal hanya diam, ia tidak tahu harus bicara apa, di satu sisi ia juga merasa kasihan pada Tiara namun di sisi lain sudah bukan porsinya untuk ikut campur urusan Tiara meski mereka masih menjaga hubungan baik pertemanan.


"Maafkan aku Tiara.....mengertilah, aku juga punya keluarga yang harus ku utamakan, maaf tidak bisa menemanimu dalam pengobatan, aku juga tidak bisa berbuat banyak untukmu, aku rasa Ricko sudah menjagamu dengan baik, kau sendiri yang menginginkan perpisahan"


"Iya....karena orangtuanya selalu menginginkan cucu yang tidak akan bisa ku penuhi, aku benar-benar sakit Kemal....aku membutuhkan temanku"


Kembali perempuan itu menangis, Bella hanya bisa menenangkan saja.


"Perihal anak, aku rasa Ricko tidak pernah mempersalahkan mu dalam hal ini, suamimu juga terpuruk dengan keadaan kalian, kenapa kau selalu mendesak perpisahan sedang kau saja masih membutuhkannya disaat kau sakit seperti ini" Kemal masih memberi pengertian pada Tiara.


"Aku tidak bisa bersama nya lagi, aku ingin bebas saja....aku hanya butuh kau dan Andra, kau yang paling mengerti diriku Kemal....kenapa kau berubah secepat ini, apa istrimu melarangmu membantu ku?" Tiara sudah tidak tahan lagi ingin mengutarakan kecurigaannya pada Eliana, karena ia berpikir El lah penyebab Kemal mengabaikannya meski dengan alasan sakit parah seperti ini.


Bella hanya menghembus napas kasar sambil terus mengusap punggung wanita itu.


"Tenanglah Tiara....kau harus mengontrol emosimu, kau sedang sakit......jangan seperti ini" Bella menimpali.


"Kau tidak mengerti berada di posisi ku Bella, aku sedang sakit parah, semua orang terdekatku tidak peduli padaku, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain mereka"

__ADS_1


Jawab Tiara berapi-api, wajah pucatnya kian terlihat.


"Maafkan aku Tiara....bukan masalah istriku mengizinkan atau tidak, mengertilah keadaan kita tidaklah seperti dulu, kita memang bersahabat namun aku sudah memutuskan untuk lebih mengutamakan keluarga ku dari urusan lainnya, ku mohon kau jangan seperti ini, bersemangatlah kau pasti sembuh"


Jawab Kemal meyakinkan perempuan yang kian memucat dan masih menangis itu.


"Kau benar-benar jahat Kemal, kalian semua jahat padaku......aku menyesal telah melepaskan mu untuk perempuan itu, jika tidak mungkin kau yang akan menjadi suamiku saat ini, aku tidak menyangka karena wanita itu kau melupakan sahabat mu sendiri padahal aku sedang sakit seperti ini, hilangkah empaty mu sebagai sahabatku selama ini?"


Tiara bicara sambil berdiri menatap Kemal dengan perasaan terluka, ia berniat meninggalkan ruangan itu.


Membuat Kemal terdiam, ia ikut berdiri di susul Bella yang masih diam menyimak.


"Maafkan aku Tiara.....kau punya suami yang bertanggung jawab, tapi aku rasa kau sendiri yang menghancurkannya, pulanglah....kau harus beristirahat jangan memaksa keadaanmu, kau bisa tambah sakit nantinya" ucap Kemal melemah.


"Aku sudah sakit Kemal.....bahkan sejak kau meninggalkan ku demi wanita itu" jawab Tiara sambil mengusap airmatanya kemudian ia berlalu dari ruangan Kemal.


Baru saja ia keluar dari pintu, bertepatan dengan Eliana yang tidak tahu sejak kapan berada di luar sana.


Tiara menatap tajam Eliana, ada perasaan kesal membuncah di dadanya ketika melihat raut Eliana menyadarkan ia bahwa Eliana lah yang telah memenangkan hati Kemal hingga saat ini.


"Huh....kau puas sekarang bukan" ucap Tiara kemudian berlalu dari hadapan istri dari mantan kekasihnya itu.


El memutuskan untuk masuk ke ruangan yang Bella dan Kemal masih sama-sama diam akan kehadiran Tiara yang baru saja meninggalkan ruangan itu.


Kemal terkejut bahwa El telah datang lebih cepat dari janji mereka untuk makan siang bersama.


"Sayang.....kau sudah datang?" Kemal mendekati istrinya.


"Iya......sudah tidak ada mata kuliah lagi, jadi aku langsung saja kemari tidak masalah bukan?"


"Tentu tidak sayang, aku senang kau datang cepat, aku rasa mood ku akan membaik bersamamu, Tiara baru saja dari sini" jawab Kemal memeluk istrinya.


Bella hanya tersenyum melihat keduanya.


"Baiklah....aku rasa aku tidak dibutuhkan disini" ucap Bella.

__ADS_1


"Nona Bella maafkan aku jika aku mengganggu pekerjaan kalian"


"Tidak El....aku rasa Kemal benar, kau datang tepat waktu, uruslah mood suamimu ini agar pekerjaanku hari ini tidak terlalu berat" Bella tersenyum sambil berlalu dari ruangan Kemal setelah Eliana mengangguk setuju.


"Sayang....aku merindukan mu" ucap Kemal menangkup wajah istrinya lalu mengecup kening Eliana lama.


El hanya tersenyum.


"Baiklah....apa kita akan terus berdiri?"


Kemal terkekeh, lalu ia menggiring tubuh istrinya menuju sofa, menarik Eliana untuk duduk di pangkuannya.


"Apa kau bertemu Tiara?" tanya Kemal.


"Tentu saja....aku bahkan mendengar semua percakapan kalian"


"Hei.....apa istriku ini menguping?" Kemal terkekeh pelan.


"Bisa di bilang begitu" El ikut tersenyum sambil mengelus lembut rahang berbulu milik Kemal.


"Kau sudah mendengarnya sayang.....kedatangannya benar-benar mengganggu mood ku pagi ini" ucap Kemal menjatuhkan wajahnya di dada Eliana.


"Kasihan dia....aku mengerti perasaannya sebagai sesama perempuan namun aku juga tidak bisa mengizinkan suamiku menemaninya begitu saja, apa aku terlihat egois?" El berucap pelan.


Membuat Kemal kembali menegakkan kepalanya.


"Tidak sayang....ini bukan tentang kau egois mengizinkan ku atau tidak, aku memang memutuskan untuk tidak ikut campur urusan orang lain, meski kami bersahabat sekalipun. Dia memang sakit, namun bukan suatu kewajiban bagiku untuk menemaninya dengan alasan sahabat, dia punya suami dan keluarga seharusnya dia sadar akan hal itu"


"Baiklah.....berhenti membahas nona Tiara, bagaimana pekerjaanmu hari ini? kau harus ingat sayang besok aku akan membawa anak-anak kemari"


"Hei.....bicara tentang anak, bagaimana jika kita buat anak sekarang?" ucap Kemal sambil mengecup bibir Eliana, membuat mata perempuan itu melebar ketika Kemal sudah menggendongnya berjalan ke kamar.


"Apa? sayang ayolah....kau harus bekerja bukan, ini bahkan belum menginjak siang" Jawab El pelan, namun tidak berusaha berontak dalam gendongan.


"Kau harus mengembalikan moodku agar bisa kembali fokus bekerja" Jawab Kemal sambil mengerlingkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Astaga....baiklah, apapun untukmu sayang" El menjawab pelan sambil mendaratkan bibirnya pada bibir Kemal yang membuat pria itu kembali menggila setelah sampai kamar pribadinya.


__ADS_2