
Alea tersadar ketika punggung Abrar menghilang dari pandangannya.
"Apa aku keterlaluan? aku rasa tidak bukankah tadi itu memang lucu.....kenapa bang Abrar marah? apa dia menyukai gadis itu?" Alea bertanya sendiri.
Alea menyusul Abrar setelah pamit pada kedua sahabatnya.
"Bang....ayolah jangan marah, astaga.....kau mendiamkan ku, tidak seru" cebik Alea ketika mereka sudah di dalam perjalanan pulang.
Abrar hanya diam fokus mengemudi.
"Bang Abrar....baiklah aku minta maaf, ayolah jangan diam saja please....." kembali Alea membujuk Abrar dengan senyuman manisnya yang mematikan ditambah nada suara yang merengek manja seperti biasa.
Abrar lagi-lagi selalu kalah jika berhadapan dengan gadis ini betapapun ia kesal dan jengkel oleh ulah kekanakkan Alea.
Abrar menatap Alea sekilas dan membalas dengan senyuman.
"Astaga senyumannya calon suamiku" Alea menggoda Abrar.
Membuat Abrar geleng kepala dan kembali mengembangkan senyuman yang menampilkan deretan gigi nya yang rapi, satu tangannya mengusap kepala Alea gemas.
******
Beberapa hari pun berlalu, tentu saja hari pernikahan semakin dekat, Eliana dan Bella tengah sibuk mempersiapkan pesta itu sesuai dengan konsep permintaan Alea, hingga mereka berpikir jika Alea dan Abrar memang sangat menginginkan pernikahan tersebut dibuktikan dengan antusiasnya Alea ingin menyiapkan pesta harus sesuai dengan impiannya selama ini.
Alea sudah fitting baju pengantin seperti yang ia harapkan, hatinya begitu puas dengan gaun yang ia pesan dalam waktu singkat itu bisa selesai tepat waktu sebelum hari pernikahan.
Abrar tengah sibuk menyelesaikan urusan kantornya karena ia akan mengambil cuti beberapa hari untuk menikah, tanggung jawabnya akan di limpahkan pada sang adik Arkan yang menjadi wakilnya saat ini.
Gina sekretaris Abrar cukup kecewa akan kabar pernikahan itu, bagaimana tidak ia sudah bersusah payah menarik perhatian atasannya itu selama Abrar mulai memegang kendali kantor itu, namun pria ini sama sekali tidak tertarik pada sekretaris cantik nan seksi itu.
******
Alea tengah berkumpul dengan dua sahabatnya Nazli dan Keysa yang memang telah menikah lebih dulu beberapa minggu lalu.
Mereka masih tidak habis pikir bagaimana bisa Alea begitu menginginkan pesta pernikahan seperti konsep yang ia impikan selama ini, padahal gadis itu tidak mencintai calon suaminya.
"Alea apa kau sudah berpikir dengan baik pernikahan ini, kau bilang tidak mencintai bang Abrar namun kau sangat antusias menginginkan pesta ini? aku bingung denganmu Alea" Keysa bersuara memecah candaan di antara mereka bertiga.
"Tentu saja aku menginginkan pesta seperti impianku, urusan cinta belakangan itu sih gampang"
__ADS_1
"Gampang bagaimana? kau ini sungguh gila, bagaimana kau bisa menjalani rumah tangga tanpa cinta Alea" kesal Nazli.
"Hmmmm iya juga ya, ha ha ha tapi sudahlah ini sudah terlanjur, bang Abrar akan mengerti nanti jika dia tidak boleh menuntut apapun dariku setelah menikah nanti, dia juga tidak mencintaiku jadi pasti akan mudah nantinya"
Alea memang menganggap remeh sebuah takdir yang akan ia jalani setelah menikah nanti, bahkan ia sangat santai menghadapinya tanpa harus berpikir masalah hati yang akan terlibat nantinya.
Keysa dan Nazli sudah berusaha menasehati Alea agar menerima pernikahan itu dengan arti yang sesungguhnya meski belum ada cinta, namun ia harus tetap menjalankan kewajibannya setelah menikah nanti, karena memang ini akibat ulahnya sendiri.
"Tidak mungkin.....aku tidak akan melakukannya dengan bang Abrar, dia sudah seperti kakakku....ini akan lucu jika aku melewati malam pertama dengan pria yang tidak ku cintai. Aku tidak mau, tenang saja abang ku itu orangnya penurut dia tidak akan menuntut hal itu dariku, aku yakin" jawab Alea enteng.
"Kau sungguh gila Alea, kau akan berdosa tidak melayani suamimu nanti" Keysa benar-benar kesal.
"Aku tidak akan memikirkan ke arah sana, sekarang yang terpenting pesta ku nanti harus berjalan sempurna tidak boleh ada celah" Alea membayangkan bagaimana cantiknya ia mengenakan gaun pengantin yang luar biasa membuat semua tamu menatap kagum padanya.
"Bagaimana jika bang Abrar menginginkannya? apa kau juga akan menolak? Alea dengarkan aku baik-baik melewati malam pertama itu menyenangkan dan membuat kita menjadi wanita yang sesungguhnya, kau akan tergila-gila pada suami mu nanti jika sudah melakukannya, aku yakin cinta akan datang dengan segera jika kau menunaikan kewajibanmu itu"
Nazli kembali membujuk Alea agar temannya ini tidak berbuat konyol setelah menikah nanti, pernikahan bukanlah sebuah lelucon.
"Hentikan itu Nazli, aku ingin melakukannya dengan cinta seperti kalian, aku yakin bang Abrar akan sabar menunggu ku siap, aku belum berpikir untuk mencintainya, aku rasa sungguh sulit terlebih kami sudah terbiasa seperti saudara sejak kecil"
"Kenapa kau menerima pernikahan ini bodoh jika kau saja tidak berniat untuk membuka hati padanya" Keysa menimpali.
"Aku terjebak kalian tahu itu, aku tidak bisa melihat orangtuaku malu jika kami jujur akan permainan ini"
"Bagaimana jika satu macam saja?" canda Alea.
Nazli dan Keysa menggelitiki temannya yang sungguh konyol satu ini dengan gemas.
******
Eliana dan Bella menangis bahagia melihat bagaimana Abrar mengucapkan janji suci pernikahan di hadapan dua keluarga dengan lancar membuat siapa saja yang mendengarnya bernapas lega terlebih Kemal sebagai wali putri sulungnya itu.
Setelah rangkaian acara ijab qabul selesai, tibalah dimana Abrar berdiri di samping kedua orang tua sekaligus mertuanya menanti sang mempelai perempuan yang menjadi impiannya selama ini, Abrar masih ingin mengatakan bahwa ini masih terasa mimpi baginya menikahi gadis yang ia cintai sejak lama.
Alea keluar dari kamar hotel tempat diselenggarakan pernikahan diiringi ketiga adik perempuannya yang menjadi pengawal seraya memegangi ekor gaun panjang nan indah itu di bantu dua sahabatnya Nazli dan Keysa yang setia mendampingi hingga memasuki ball room hotel dimana semua tamu berada.
Iya, Alea benar-benar merasa di awan dimana konsep pernikahan impiannya telah terwujud hari ini, ia merasa bangga dan puas bisa menikah di usia yang sekarang terlebih ia merasa tidak kalah oleh dua sahabat dan pacar yang telah meninggalkannya.
__ADS_1
Alea tersenyum bahagia, entah apa yang ada di pikiran gadis manja ini, semua yang menatapnya pun merasa bahagia terlebih kedua orangtua yang membesarkannya, tampak sempurna sesempurna pesta itu sendiri hingga semua orang berpikir Alea dan Abrar memang saling mencintai.
Abrar pun sama seperti yang lain, ia mengira Alea benar menerima pernikahan ini dengan senang hati. Tangannya menyambut lembut Alea yang sudah berada di hadapannya.
Pria yang memakai tuxedo hitam dengan dasi kupu-kupu ini sungguh tampak sempurna sama seperti pengantin wanitanya, mereka benar-benar serasi.
Semua berpesta ikut merasakan kebahagiaan.
Alea dan Abrar berdansa layaknya pengantin lain, mereka saling mengunci tatapan satu sama lain, Abrar kian gugup melihat gadis yang sudah sah menjadi istrinya dengan tatapan penuh damba, ingin sekali rasanya ia mengecup bibir manis Alea yang sudah resmi menjadi miliknya namun ia urungkan ia takut Alea tidak menginginkan hal itu.
"Kenapa Abang melihatku seperti itu?"
"Tidak....kau sangat cantik hari ini" jawab Abrar tersenyum.
"Memang hanya hari ini aku cantik?"
"Kau cantik setiap waktu"
"Astaga....akhirnya abang mengakuinya" Alea terkekeh.
"Apa abang tidak merasa aneh?"
"Aneh kenapa?" tanya Abrar heran.
"Iya...ini lucu menurutku, kita sudah seperti saudara tapi sekarang menjadi suami istri, ini sungguh konyol" jawab Alea terkikik geli.
"Kau tidak menyukai pernikahan ini?" tanya Abrar kembali.
"Aku menyukai pestanya" jawab Alea singkat sambil mengedarkan pandangannya pada semua tamu.
Abrar terdiam, ia sudah menduga bahwa Alea hanya menyukai pesta ini saja bukan pernikahan dalam arti sesungguhnya.
Pria ini tentu saja kecewa, namun ia tidak ingin kehilangan harapan bahwa suatu hari ia akan memiliki Alea dalam arti pernikahan yang sebenarnya.
Tidak ada salahnya berharap bukan, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini apalagi sebuah cinta di dalam pernikahan, cinta bisa saja datang seiring waktu begitu pikir Abrar.
*****
masih promo yaa "ku lepas kau dengan ikhlas"
__ADS_1
jangan lupa jejak jejak jejaknya ditinggalin yaaa
hi hi hi