
"Sayang.....maaf jika aku salah bicara, ayolah berhenti berdebat, ingin pulang?" tanya Kemal melunak, ia tidak menduga reaksi Eliana bisa seperti ini.
"Jadi kau pikir kita sedang berdebat?" El masih dengan suara yang meninggi.
Kemal kembali menggeleng, ia tidak tahu harus berkata-kata lagi, maka darinya ia menarik tubuh perempun itu kedalam pelukan.
Beruntung hal itu sedikit menenangkan bagi Eliana yang masih terasa sesak didadanya.
Kemal merangkul pundak istrinya berjalan ke arah parkiran mobil, namun Eliana berhenti duduk di sebuah bangku di depan rumah sakit.
Kemal ikut duduk, ia menggenggam tangan istrinya yang terdiam menunduk, sampai Eliana bersuara lebih dulu.
"Maaf......apa aku bersikap berlebihan? apa aku terlihat kejam?"
Kemal menghela napas sebelum menjawab.
"Hmm...ya kau terlihat mengerikan sayang" jawab Kemal bercanda.
Membuat pria itu terkekeh pelan setelah mendapat tatapan tajam dari mata sipit itu lagi.
"Tidak.....jangan marah, aku hanya bercanda tenanglah kau melakukan apa yang seharusnya seorang istri lakukan, hanya saja aku masih belum percaya kau bisa seperti ini sekarang"
"Maafkan aku....aku juga merasa aneh, mood ku benar-benar tidak menentu akhir-akhir ini, apa aku mengalami depresi?" tatap Eliana dengan suara melunak pada suaminya.
"Sebenarnya aku merasa kau berubah lebih sensitif sekarang, aku menjadi serba salah tapi sungguh aku tidak pernah berniat untuk menemani Tiara meski dia memohon sekalipun, aku bisa menempatkan diri sebagai suami dan seorang ayah untuk keluarga kita....percaya padaku"
El menatap wajah Kemal yang bicara serius, ia menyadari bahwa sikapnya akhir-akhir ini memang sudah berlebihan padahal Kemal tidak melakukan apapun.
"Maafkan aku.....sepertinya aku harus ke dokter, aku merasa tidak bisa mengontrol emosi akhir-akhir ini terlebih menyangkut soal perempuan yang berada di sekeliling mu, aku takut jika ini gejala depresi, kau pasti akan meninggalkanku bukan? tidak mungkin kau bertahan dengan istri gila seperti ku?"
El kembali meninggi, kilat matanya memerah di akhir kalimat, membuat Kemal menghembus napas kasar menghadapi istrinya.
"Astaga.....sayang tenanglah, itu tidak akan terjadi, mungkin ini hanya pengaruh hormon saja kau baru pulih dari keguguran mungkin ini akan berlangsung sampai siklus menstruasi mu kembali, itu yang di jelaskan dokter Shopia"
"Benarkah? kenapa lama sekali? kenapa aku belum juga menstruasi sampai sekarang sudah hampir dua bulan pasca keguguran, apa selama ini untuk kembali normal?" El bergumam kesal pada Kemal.
__ADS_1
"Apa kau mau kita ke dokter sekarang?"
"Lain kali saja, aku lelah ingin pulang....kalian sudah menghancurkan mood ku hari ini" jawab El ketus, ia berdiri kembali berjalan menuju mobil Kemal sambil menarik lengan pria itu dan mendekapnya erat.
Kemal hanya bisa menggigit bibir bawahnya sambil geleng kepala, pria itupun ikut kesal jadinya.
******
Hubungan pasangan suami istri itu kembali menghangat setelah melewati malam panas yang membuat keduanya menjadi rileks setelah perdebatan yang tidak ada ujung nya siang tadi.
Beruntung hari ini sudah masuk akhir pekan yang artinya Kemal tidak ke kantor maupun Eliana libur kuliah, membuat perempuan yang masih bersembunyi di dalam selimut tebal itu tersenyum senang bahwa hari ini ia akan menghabiskan waktu bersama suami dan anak-anaknya dirumah.
Kemal meraih tubuh polos istrinya mendekapnya ke dada, menautkan tangan mereka. Eliana menatap suaminya penuh cinta Kemal menyambut senyuman itu dengan kecupan hangat di bibir istrinya.
"Bagaimana jika kita ke dokter siang nanti?" tanya Kemal.
"Apa kau masih berpikir aku depresi?" El mencebikkan bibirnya kedepan.
"Sayang ayolah....berhenti bilang begitu, kita hanya ingin mengetahui apa yang terjadi padamu itu saja"
Kemal mensejajarkan wajahnya pada Eliana.
"Kau sungguh menggemaskan sayang" Kemal menarik selimut menutupi seluruh tubuh mereka kembali bergumul.
*****
"Astaga......Eliana, kau hamil" ucap dokter Shopia sambil geleng kepala menatap kertas hasil pemeriksaan labor urin Eliana setelah mendengar keluhan El selama beberapa minggu terakhir.
"Apa?" Kemal menjawab.
El masih diam, ia mencoba mencerna ucapan dokter Shopia.
"Bagaimana bisa dokter? aku bahkan belum menstruasi setelah selesai perdarahan keguguran"
"Apa kalian tidak memakai pengaman? aku sudah pernah menjelaskan pada suamimu tentang hal ini agar jika kalian kembali berhubungan lebih baik memakai pengaman dahulu sebelum melewati dua atau tiga siklus menstruasi mu agar kau siap hamil kembali karena perempuan yang habis keguguran akan kembali subur setelah perdarahan itu sendiri"
__ADS_1
Mendengar itu Kemal hanya menunduk malu sambil mengusap lehernya yang tidak gatal.
"Apa ini tidak berbahaya dokter? bagaimana dengan gejala yang ku alami ini apa aku juga depresi?"
"Tidak tenanglah El.....seharusnya kau senang dengan kabar ini, mudah-mudahan tidak terjadi risiko yang tidak di inginkan dari kehamilan ini, kita harus memeriksa nya melalui USG, tentang depresi kau tidak depresi sayang, kau hanya mengalami perubahan hormon akibat kehamilan ini, itu biasa terjadi dan akan membaik seiring bertambahnya usia kehamilan"
El mengangguk mengerti, Kemal masih diam menyimak tangannya masih tidak melepas genggaman istrinya, demi apapun Kemal sangat bahagia mendengar El kembali hamil namun juga merasa gusar takut akan hal yang tidak di inginkan terjadi kembali.
"Ayo kau harus berbaring, kita lakukan USG agar semuanya jelas" ajak Shopia pada perempuan yang menjadi ipar dari Zameer teman dekatnya saat ini.
Setelah melakukan pemeriksaan, benar saja sudah tampak sebuah kantong kehamilan di kayar USG tersebut, Kemal kembali terharu ia tidak menyangka istrinya akan kembali hamil dalam waktu sesingkat ini.
El tersenyum melihat layar tersebut.
"Kau lihat El...kau benar-benar hamil, aku turut senang untukmu, semuanya baik tidak ada masalah, kau wanita yang kuat sayang....Tuhan kembali mempercayaimu untuk mengandung" ucap Shopia yang juga ikut terharu.
"Aku akan meresepkan obat penguat kandungan untuk berjaga-jaga nantinya, sekarang usia kehamilan mu memasuki lima minggu, memang masih sangat muda jadi wajar kalian belum bisa melihat jelas janin nya"
El kembali mengangguk, ia menitikkan airmata menatap layar tersebut.
"Terimakasih dokter, aku bahagia mendapat anugerah ini kembali aku akan menjaganya dengan baik" jawab El sedikit menangis terharu.
Kemal hanya diam, ia tidak tahu harus bicara apa.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, mereka memutuskan untuk segera pulang setelah menebus obat yang sudah di resepkan oleh dokter Shopia.
Kemal mengendong Eliana menuju jalan keluar dari rumah sakit.
"Sayang apa-apaan ini? aku malu, ini ramai aku bisa jalan sendiri"
"Mulai sekarang, kau akan ku gendong kemanapun kau pergi meski itu dirumah, aku tidak ingin kau lelah, aku akan menjagamu lebih dari apapun sekarang" jawab Kemal serius.
"Astaga.....aku tidak sakit, aku hanya hamil....kau bahagia?"
"Jika ada kata yang melukiskan lebih dari sekedar bahagia maka aku akan mengatakannya" jawab pria itu tersenyum sambil mengecup bibir istrinya lembut.
Kemal tidak menghiraukan banyak pasang mata melihat ke arah mereka.
__ADS_1
"Aku mencintaimu" ucap Eliana mencium pipi Kemal sebelum menjatuhkan wajahnya di ceruk leher suaminya seraya mengeratkan pelukan.