
Nara menunduk merasakan malu yang luar biasa ketika ia melangkah mengikuti jalan Nesya yang lebih cepat, langit mulai berubah warna gadis ini begitu canggung dengan banyak mata mengarah padanya seakan menatap aneh.
Nara menyadari hal yang janggal, dimana semua para alumni yang hadir di sana tampak berpakaian berwana putih, hitam, biru dan abu-abu berbeda sekali dengan baju yang ia pakai saat ini berwarna pink magenta yang sangat kontras dengan para tamu di sana, para alumni juga tampak memakai pakaian simple dan elegan bukan memakai gaun berat seperti yang Nara kenakan.
Dress yang ia pakai memang pas dan cantik melekat pada tubuh mungilnya dengan satu tangan terbuka tanpa lengan dan bagian bawahnya yang menjuntai menyapu lantai hingga rumput yang ia lewati, rambut panjang nan bergelombang menambah kesan anggun bagi Nara.
Konsep reuni kali ini menggunakan pesta outdoor yang mengelilingi kolam renang yang dihiasi dan ditutupi oleh beribu kelopak bunga bertuliskan huruf nama SMA mereka, acara itu diadakan di salah satu hotel ternama.
Dipastikan ada ratusan tamu alumni yang hadir karena reuni ini adalah reuni akbar yang menggabungkan beberapa angkatan sekaligus.
Nara terus menunduk, ia meremas tangannya yang mulai berkeringat, sejak tadi ia belum melihat suaminya di sana.
"Apa karena baju ku yang tampak berwarna sendiri diantara yang lainnya, kenapa nona memberiku pakaian seperti ini lihatlah mereka semua menatapku aneh", ucap Nara setelah berjalan sejajar dengan Nesya.
__ADS_1
"Mungkin karena kau cantik makanya mereka melihatmu seperti itu, tenanglah penampilan mu ini sudah pas sebagai istrinya Dannis, pria itu terkenal sebagai ceo dan kaya raya sejak dulu jadi apa kau mau mempermalukannya jika kau berpenampilan biasa saja seharusnya kau berterimakasih pada ku", jawab Nesya santai sambil melihat kesana kemari.
Nara terdiam, meski ia membenarkan kata-kata Nesya namun ia tetap saja merasa lain dan canggung karena hal itu.
"Nara, kau bisa tunggu di sini? aku akan menyapa teman sekelasku di sana", tunjuk Nesya pada beberapa orang yang berpenampilan sama dengan gadis itu.
"Tapi nona, aku tidak mengenal siapapun di sini".
"Kau bisa duduk di sana atau berjalan menikmati pesta ini Nara, jangan canggung ini pesta milik kita bersama aku akan bilang pada Dannis jika kau menunggunya di sini", ucap Nesya tersenyum penuh arti kembali meyakinkan Nara agar mereka segera berpisah.
Benar saja Nesya segera berlalu menyapa teman lamanya meninggalkan Nara sendiri dalam kebingungan.
Lama Nara berpikir dan dengan yakin ia ingin keluar dari tempat yang mampu membuat nyalinya menjadi ciut karena ia berbeda sendiri dari para tamu.
"Aku tidak bisa, aku pasti akan mempermalukan tuan Dannis nantinya, lihatlah aku lebih pantas menghadiri pesta pernikahan dengan pakaian ini, aku merasa nona Nesya sengaja membuatku malu di hadapan teman-teman mereka, lihatlah dia bahkan meninggalkan ku sendiri, nona Nesya yang menyebalkan", Nara bergumam kesal sendiri melihat punggung Nesya dari jauh.
__ADS_1
Baru juga ia akan melangkah berbalik arah ingin segera menuju pintu keluar dari pesta itu, ia dikejutkan dengan dua orang menghampirinya.
"Nona kenapa kau masih di sini? ayo acaranya sudah di mulai", ajak salah satu dari mereka dengan yakin.
"Apa maksudmu?", tanya Nara
bingung.
"Kenapa kau balik bertanya, tentu untuk mengisi acara ini tentunya", jawab mereka lagi.
"Apa aku belum mengerti siapa kalian ini sebenarnya?", tanya Nara lagi.
"Ayolah nona jangan bercanda, bukankah kau penyanyi yang akan mengisi acara reuni ini? kami mencarimu sejak tadi".
"Apa?", Nara tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya akan hal itu.
__ADS_1