
Nara dan Aldo tampak akrab satu sama lain, pria ini membawa pengaruh baik pada gadis yang belum memiliki teman itu, Aldo juga selalu menyemangati Nara dalam bekerja, mereka sering bicara pada jam istirahat.
Sudah dua minggu Nara bekerja, gadis ini sudah tidak memikirkan untuk menemui Dannis, sebab sudah diberikan pekerjaan saja ia sudah bersyukur dan tidak ingin mengganggu pria itu lagi untuk ke sekian kalinya terlebih Nara merasa malu telah menghancurkan nama baik Dannis karena sebuah gosip yang mengatakan bahwa mereka tidur bersama.
Seperti biasa gadis cantik dengan rambut yang di ikat rapi itu lebih banyak diam dan masih sendiri dalam mengerjakan tugasnya maupun pada saat istirahat.
Saat ini gadis itu sedang membersihkan meja salah satu pegawai di sana.
"Nona Mery, pekerjaanku sudah selesai nona bisa kembali pada tempat nona bekerja sekarang", ucap Nara menghampiri wanita itu.
Mery mengangguk dan tersenyum, "Terimakasih Nara, ini uang untukmu beli makanan oke....".
Nara menerimanya dengan tak kalah senyum, Mery sudah terbiasa memberi Nara uang tips jika sudah selesai membersihkan meja kerjanya, Mery dan Aldo lah yang tampak akrab dan mau berteman dengan seorang pelayan seperti Nara.
"Terimakasih nona Mery, kau selalu memberiku uang, semoga pekerjaan mu lancar hari ini nona", ucap Nara pada Mery seraya menunduk hormat.
"Kau juga Nara.... bersemangat lah, masih banyak yang harus kau kerjakan", jawab Mery menyemangati Nara sambil menepuk lengan gadis ini.
Mereka saling melempar senyum.
*****
Dannis tengah menunggu seseorang di bandara, pria ini melihat jam di pergelangan tangannya berulang kali.
"Mana dia? seharusnya sudah sampai", gumam Dannis sambil melihat kesana kemari.
"Kakak......", pekik seorang perempuan cantik dengan dandanan bak seorang artis.
Dannis menoleh, pria itu tersenyum merentangkan tangannya pada perempuan yang berlari ke arahnya.
"Kakak aku merindukanmu".
"Kakak juga merindukanmu adikku".
__ADS_1
Dannis menyambut adik perempuannya dengan pelukan yang tinggi seraya dengan gerakan memutar.
"Astaga Sheira kenapa kau berat sekali?", ucap Dannis bercanda sambil menurunkan adiknya.
"Kakak ingin bilang aku gendut?", cebik Sheira kesal.
"Tidak.... kakak hanya bercanda, ayo pulang kakak tidak bisa lama masih banyak pekerjaan di kantor".
Dannis merangkul pundak adiknya berjalan menuju mobilnya berada.
"Apa kakak sudah makan move on sekarang? aku lihat kakak baik-baik saja, tidak seperti yang diceritakan Syasya yang mengatakan kakak sudah seperti mayat hidup sejak kematian kak Naya", ucap Sheira setelah mereka berada dalam perjalanan pulang.
"Mayat hidup yang tampan maksudnya mungkin", Dannis terkekeh sambil mengusap kepala Sheira di sampingnya.
"Syasya terlalu berlebihan, ternyata kakak baik-baik saja sekarang, apapun yang kakak rasakan aku tidak ingin kakak lelaki ku ini menjadi gila, ada banyak wanita di dunia ini oke", Sheira menatap wajah Dannis seraya menaikkan alis matanya.
Membuat pria itu geleng kepala.
"Iya iya, kau lihat sendiri bukan kakak baik-baik saja sekarang, baiklah jika kau bilang ada banyak wanita di dunia ini bagaimana dengan teman perempuan mu? kakak tidak keberatan berkencan dengan mereka, hidup harus terus berjalan bukan", ucap Dannis tertawa.
"Baiklah.... kita lihat nanti apa salah satu diantara mereka bisa menggeser Naya di hatiku?".
"Huh..... masih saja menyebutkan orang yang sudah meninggal", gumam Sheira kesal.
"Berhenti mengoceh, ayo pakai sabuk pengamanmu, kita akan sedikit ngebut karena kakak sudah ditunggu oleh kak Alan ada meeting di hotel x".
Segera gadis itu menuruti perintah kakaknya dengan bibir yang ia majukan ke depan.
******
Nara berbelanja kebutuhan di mini market tidak jauh dari tempat tinggal nya berada, gadis itu berjalan kaki seorang diri menyeberangi jalan raya yang sedang lengang pada sore hari, kebetulan Nara sedang libur bekerja hari ini.
Baru saja sampai di seberang jalan, tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang menyenggol tubuhnya hingga barang belanjaannya buyar ke tepi jalan.
__ADS_1
"Ahhhhh......", pekik Nara mengaduh pada kakinya, gadis ini terduduk.
Karena sepi tidak ada yang menolongnya kecuali si pengemudi mobil yang segera keluar dan menghampiri gadis yang ia tabrak.
"Nona apa kau terluka? ya ampun, maafkan aku nona, aku tidak sengaja ayo aku bantu berdiri", ucap pengemudi yang ternyata adalah seorang perempuan, ia sambil memapah tubuh Nara yang masih kesakitan pada kakinya.
Mereka berjalan ke arah sebuah halte yang tidak jauh dari tempat kejadian, perempuan itu mendudukkan Nara di bangku panjang itu dan melihat luka di kaki Nara.
"Kaki mu terluka nona, ayo aku akan membawamu ke rumah sakit aku akan bertanggung jawab atas perbuatanku, aku benar-benar minta maaf nona".
Nara menggelengkan kepala pelan.
"Tidak perlu nona, aku rasa kakiku hanya terkilir saja lagipula itu luka lecet jadi tidak perlu ke rumah sakit, lain kali berhati-hatilah mengemudi nona", ucap Nara pada perempuan yang menabraknya.
"Baiklah, aku minta maaf sekali lagi aku tidak sengaja seharusnya aku lebih berhati-hati lagi nanti untuk tidak menerima telepon jika sedang mengemudi".
Nara hanya tersenyum mendengarnya.
"Baiklah tunggu sebentar, aku akan memungut barang belanjaanmu tunggulah di sini", ucap perempuan itu lagi.
Nara hanya mengangguk setuju, Nara bersyukur bahwa kejadian itu hanya menyebabkan kakinya terkilir dan luka lecet saja tidak ada hal yang lebih serius daripada itu terlebih ia merasa senang pengemudi yang menabraknya pun seorang wanita cantik namun terlihat baik hati.
Setelah memungut barang belanjaan Nara, perempuan itu kembali mendekati Nara yang masih duduk di bangku halte.
"Maaf nona barangku tidak semuanya selamat, ada beberapa yang tidak layak lagi untuk dibawa tapi aku akan menggantinya, kau tenang saja oke....", ucap wanita itu lagi.
Nara kembali tersenyum dibuatnya, gadis ini tentu hanya bisa mengangguk.
"Baik nona, terimakasih nona sudah mau bertanggung jawab".
"Hei ayolah jangan kaku, seperti nya kau masih muda apa kau seorang mahasiswa atau masih sekolah? siapa namamu?dan kenal kan aku Sheira, aku akan mengantarkan kau pulang dan membeli obat untuk luka lecetmu", ucap Sheira pada Nara yang masih memandangnya.
"Aku Khinara, senang berkenalan dengan anda nona Sheira, aku sudah bekerja nona bukan mahasiswa atau pelajar", jawab Nara polos.
__ADS_1
"Kau terlihat masih sangat muda dan cantik, aku kira kau masih sekolah atau kuliah, baiklah kita bisa menobrol di dalam mobil saja... ayo aku antar kau pulang sekarang"
Nara mengangguk setuju.