
Alea anak gadis sulung dari pasangan Kemal dan Eliana tumbuh menjadi gadis dewasa yang berumur 22 tahun baru saja menyelesaikan pendidikan jurusan kedokteran di salah satu universitas ternama kota tersebut, sebentar lagi ia akan melanjutkan koas di salah satu rumah sakit milik pemerintah tipe pendidikan yang tidak jauh dari kampusnya berada.
Berbeda dari sang saudara kembarnya Dannis yang lebih memilih untuk kuliah di luar negeri mengejar cita-citanya untuk menjadi pebisnis seperti sang ayah karena memang Kemal menyiapkan Dannis untuk menjadi penerus perusahaannya nanti.
Alea lebih memilih kuliah didalam negeri karena ia tidak bisa jauh dari orang tuanya, meski ia anak sulung namun Alea bahkan lebih manja daripada adik-adiknya, terlebih gadis itu begitu manja pada oma dan opa nya.
Setiap pagi ia terbiasa menjahili adik-adiknya ketika bangun tidur, tidak heran bahwa keluarga Eliana menjadi heboh setiap paginya, terlebih Syasya yang cengeng dari saudaranya yang lain hingga ia kerap kali menangis untuk hal-hal yang kecil saja.
Alea sungguh menyukai menjahili adik kelima nya itu.
Alea mempunyai seorang kekasih yang merupakan sesama mahasiswa kedokteran, hal tersebut tentu tidak diketahui oleh orangtuanya karena Eliana selalu melarang anak gadisnya untuk pacaran.
Mereka menjalani hubungan diam-diam, namun meski begitu Alea bisa menjaga dirinya dengan baik.
Abrar putra sulung dari Bella dan mantan suaminya Agung, pria yang sudah menginjak usia 30 tahun ini tengah menempuh pendidikan S2 nya di luar negeri namun akan kembali ke tanah air dalam waktu dekat karena telah lulus dan akan kembali untuk meneruskan perusahaan ayah tirinya Ricko.
Iya keuangan Bella kembali stabil ketika ia menikah dengan Ricko hingga perempuan hampir paruh baya itu bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga jenjang tertinggi, Ricko menyayangi Abrar dan Arkan layaknya putra sendiri, pasangan itu juga dikaruniai satu anak laki-laki yang menjadi si bungsu se umuran dengan Sheira anak keempat sahabatnya Kemal dan Eliana.
Abrar tumbuh menjadi pria dewasa, menjadi pelindung orangtua dan adik-adiknya melebihi apapun.
Abrar dan Arkan telah dekat dengan keluarga Kemal dan Eliana sejak kecil, ia seakan menjadi kakak bagi si kembar Alea dan Dannis hingga tidak heran bahwa Alea begitu manja dengan pria tampan ini.
Berbeda dengan Alea yang menyayangi Abrar seperti kakaknya sendiri, namun tidak bagi pria yang terus menjaga hatinya hingga saat ini. Iya Abrar menyukai Alea sejak gadis itu beranjak remaja, pria ini hanya bisa mencintai dalam diam karena tidak ingin merusak hubungan baik kedua keluarga hanya karena perasaannya terlebih Alea manja padanya sejak gadis itu masih kecil.
__ADS_1
Pria tampan ini sudah menghubungi keluarga dan Alea tentunya bahwa ia akan kembali ke tanah air dalam satu minggu kedepan.
Berbeda dengan Arkan adiknya, Arkan sudah bekerja membantu Ricko diperusahaan. Arkan lebih terbuka soal perempuan, ia tengah dekat dengan seorang gadis yang juga bekerja di perusahaan Ricko, mereka bahkan akan menikah dalam waktu dekat setelah kakaknya pulang dari luar negeri.
Ricko dan Bella tidak mengekang anak-anaknya dalam memilih perempuan asal perempuan itu baik dan layak dijadikan istri tanpa memandang sebuah status sosial, seperti Arkan yang akan memperistri seorang gadis pekerja biasa bukan dari kalangan atas seperti mereka.
******
"Apa? kau juga akan menikah? yang benar saja kita bahkan belum resmi menjadi dokter Key" cebik Alea kesal pada kedua temannya yang akan segera menikah.
"Ya mau bagaimana lagi Alea sayang, aku mencintainya dan dia berani menikahiku sekarang kenapa tidak, orangtua ku juga menikah muda dulunya"
Jawab Keysa salah satu sahabatnya selama kuliah, iya dua sahabatnya bernama Keysa dan Nazli memutuskan akan menikah muda bersama pacar mereka yang sudah mapan tentunya.
Alea menjadi kesal karena jika dua temannya itu menikah artinya hanya dia yang masih melajang.
"Kalian benar-benar akan meninggalkan ku? aku jadi tidak punya teman main lagi nantinya, pasti kalian akan sibuk dengan suami"
"Hei...kau juga sudah pacaran lama dengan Deni, kenapa tidak kalian halalkan saja hubungan diam-diam itu, apa kau tidak ingin menikah?" jawab Nazli.
"Enak saja... tentu aku mau menikah, tapi dia tidak pernah membicarakan soal pernikahan dengan ku" jawab Alea menunduk.
"Itu artinya dia tidak serius padamu Alea...kau masih saja tidak percaya padaku, Deni bukan pria yang baik" Keysa menimpali.
"Apa mungkin Deni belum berani bicara padaku tentang pernikahan apalagi kami masih saja berhubungan dalam diam tanpa tahu orangtuaku" jawab Alea pelan.
"Jika dia memang menginginkanmu apapun akan dia hadapi termasuk ayah tampan mu itu, jika dia serius tentu akan langsung ke orangtuamu Alea, seperti yang dilakukan kekasihku, tidak seperti kalian masih saja betah diam-diam" Nazli menjawab kesal.
__ADS_1
"Iya ayahku melarang pacaran tentu itu alasannya bukan?"
"Kau ini bodoh Alea, sebaiknya kau perbaiki niat melanjutkan hubungan dengan pria itu, dia tidak serius padamu, kau saja yang tidak percaya pada kami" jawab Keysa.
"Kalian selalu saja menyudutkan Deni, biar begitu aku mencintainya" jawab Alea tersenyum.
"Ueeekkkk" Keysa dan Nazli sama-sama menjulurkan lidahnya, mereka bosan dengan cinta monyet Alea tersebut.
"Kalian jahat padaku" Alea mengerucutkan bibirnya kedepan.
"Begini saja, kau kami tantang untuk bicara pada kekasih brengsekmu itu tentang menikah, iya kau lamar saja dia tidak usah malu kita adalah perempuan emansipasi, jika Deni mau menikah suruh dia datangi orangtuamu, jika tidak tinggalkan dia" usul Keysa.
"Aku setuju" jawab Nazli dengan semangat.
"Mana bisa seperti itu, kalian yang benar saja...bagaimana jika jawabannya tidak, aku akan malu....bisa saja dia belum siap menikah muda, dia kan pria pasti akan menunggu mapan dulu"
"Huh....jika menunggu mapan kau akan menikah 10 tahun lagi Alea, apa kau mau jadi perawan tua? jika memang kalian saling mencintai ada pepatah dari pertamina 'kita mulai dari nol ya bang'.... ha ha ha" Nazli tertawa keras ketika mengatakannya.
Keysa menoyor kepala temannya itu.
"Alea....apa kau pikir kekasihku sudah mapan? belum...kami tidak ingin berlama lagi untuk pacaran yang ada nantinya akan terjadi yang tidak-tidak, aku tidak menuntut hidup mewah yang penting dia bertanggung jawab padaku" jawab Keysa.
Keysa lebih bersikap dewasa dari dua temannya itu, ia memang ingin cepat menikah karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu muda nya untuk hal yang tidak-tidak.
Alea terdiam, ia benar-benar salut akan kedua sahabatnya yang sudah mantap ingin menikah muda.
"Akan ku coba bicara dengan Deni besok" ucap Alea pelan.
__ADS_1
Dua sahabatnya tersenyum sambil mengangkat dua ibu jari mereka.