Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Kimcil


__ADS_3

...Hai,,, Selamat membaca ya 🤗...


...Maafkan typo yang bertebaran 🤭🙏...


...🌹🌹🌹...


"Ok,,, Kamu atur dan infokan ke semuanya ya Gha,,," titah Dion.


"Baik pak."


Seperti biasa,, Megha yang selalu bisa diandalkan Dion itu sudah tau harus berbuat apa. Kali ini sudah jadi tugasnya untuk mengatur acara pesta tahunan staff perusahaan sekaligus perkenalan istri bosnya kepada semuanya.


Segala urusan catering,,, gedung,,, dekorasi,,, semua diserahkan pada Megha. Dion percaya sekretarisnya itu sudah paham betul apa yang dia mau. Dion tinggal tunggu beres.


"Kabarin bocil dulu deh." ucapnya semangat begitu Megha keluar dari ruangannya.


"Sepagi ini sudah menelpon saja. Kenapa lagi?? Kangen?? Masih kurang jatah Joni??" bidadarinya sudah langsung mencicit saja setelah ucapan salamnya dijawab.


"Kurang lah,,, Mana ada puasnya si Joni??"


"Genit deh,,, Udah tiga kali semalam masih saja kurang. Badanku ini sampai remuk redam rasanya lho,,," Karin mengeluhkan badannya yang pegal pegal habis dibolak balik model bebas oleh Dion semalam.


Karin sendiri sebenarnya tidak menyangka suaminya yang usianya lumayan mulai mengkhawatirkan kalau urusan ranjang,,, ternyata mampu membuatnya kelabakan tiap kali mereka beradu di ranjang panasnya.


Diakui oleh Karin,,


Suaminya ini lebih kuat dibanding dengan puluhan laki laki muda sebayanya yang pernah menidurinya dulu. Bahkan dulu malah ada beberapa teman kencannya yang must' mengkonsumsi obat obatan penguat demi bisa lebih lama bertahan di atas Karin.


Tapi suaminya,,, Tidak perlu semua itu.


Mengingat itu,, Karin bersyukur karena tidak usah dipungkiri, bagi pasangan suami istri tentunya urusan kenikmatan dan kepuasan di ranjang itu juga sensitif. Banyak di luar sana yang retak rumah tangganya karena masalah kepuasan di ranjang tak terpenuhi.


Dan dalam urusan ini,, Karin tidak perlu cemas.

__ADS_1


Yang masih jadi kecemasan Karin hanya satu,,, Kenapa dengan segala kenikmatan yang mampu diberikan suaminya itu,, dirinya masih belum hamil.


Ini memasuki bulan kedua pernikahan mereka dan Karin telah melewatkan masa haidnya yang pertama sejak mereka menikah. Timbul harapan baru di hati keduanya semoga bulan ini Karin tidak lagi kedatangan tamu bulanan.


"Cil,,, Megha lagi atur acara untuk pesta tahunan staff perusahaan. Kemungkinan sih akhir minggu ini diselenggarakan. Aku akan memakai momen ini untuk mengenalkanmu pada semuanya sayang." ucap Dion.


"Apa itu perlu om papa?? Tidak bisakah Karin cuma datang dan berbaur begitu saja??"


"Kenapa sayang?? Kamu malu punya suami tua renta begini??" Dion terdengar sensitif.


"Loh bukan begitu om papa. Karin cuma malu jadi pusat perhatian sebegitu banyaknya karyawan om papa. Gak PD nih,,," Karin menjelaskan agar Dion tak salah pengertian.


"Hmmm kenapa musti gak pd sih sayang?? Kamu itu istri pemilik perusahaannya. Cukup mengabaikan semua pandangan orang. Tapi jangan terkesan sombong ya. Soalnya bosnya ini sudah terkenal sombong hahaha,,," Dion menertawakan dirinya sendiri yang sering bersikap angkuh di depan karyawannya meski itu bukan sifat aslinya.


Dion melakukannya agar para staffnya mengerti bahwa saat bekerja itu konsentrasi diperlukan. Jangan banyak bercanda atau terlalu santai. Keseriusan juga merupakan hal utama.


"Duuh jahatnya si bos,," canda Karin.


"Yang penting kan aslinya ramah, baik hati, jujur, tidak sombong,, gemar menabung lagi." sombong Dion.


"Itu kamu tau." Dion jadi besar kepala.


"Baiklah,, Kalau begitu Karin musti menyiapkan busana apa untuk ke pesta itu?? Karin gak punya baju yang sesuai kayaknya. Hhmmm,,," Karin berpikir keras.


"Ini nih,,, om papa gak habis pikir sama kamu cil. Om papa sudah berikan kartu belanja unlimited buat kamu tapi tiap hari om papa lihat kartu itu masih saja di tempat di mana pertama kali kamu menerimanya. Kamu bahkan sama sekali gak pernah pakai belanja." Dion heran.


"Bagaimana bisa belanja kalau setiap harinya kamu cuma di rumah sama mama. Apa kamu gak bosan sayang?? Kamu boleh kok keluar untuk mencari hiburan atau sekedar kegiatan menghabiskan waktu. Bertemu dengan orang baru,,, berteman,,, om papa tidak keberatan atau pun melarangnya sayang." ucap Dion lagi.


"Karin hanya gak tau mau kemana,,, Di sini Karin gak kenal siapa siapa. Karin cari cari di grup teman sekolah juga tidak ada yang tinggal di sini masalahnya. Jadi Karin pikir di rumah lebih baik daripada keluyuran nggak jelas kan???"


Dion menghela napas menyadari ternyata istrinya itu kesepian juga tiap hari ditinggal kerja. Mama Herna juga sibuk dengan yayasan peduli sosialnya di luaran. Papa Hengki juga sibuk dengan perusahaanya sendiri.


"Kamu kesepian ya sayang??" suara Dion terdengar berat dan penuh rasa bersalah karena dirinya sebagai suami juga selalu sibuk bekerja dari pagi kadang sampai larut baru pulang.

__ADS_1


Tapi itu semua juga untuk Karin dan anak mereka kelak. Dion sadar betul usianya sudah tidak muda lagi dan dia tak ingin nantinya jika waktunya telah tiba,, Dia beluk menyiapkan segala sesuatunya untuk diwariskan pada anak istrinya.


Bukan belum punya,,, Dion bukan orang dengan harta kurang tapi Dion tetap ingin memberikan sebanyak mungkin yang dia bisa untuk anak istrinya.


"Tidak om papa. Karin biasa begini. Jangan khawatir. Dulu sebelum menikah dan masih di Paris juga Karin sering menghabiskan waktu sendiri di rumah kok. Ini bukan hal baru bagi Karin."


Dion sedikit lega mendengarnya.


...🌹🌹🌹...


"Jadi itu istri bos?? Abg gitu?? Ih pasti cuma nyari kekayaan si bos saja." Sandra mendelik.


Bisik bisik mulai terdengar kala Dion mengenalkan istrinya pada semuanya yang hadir di pesta tahunan staff malam itu.


Istrinya yang berdiri anggun disebelahnya itu hanya tersenyum tanpa menunjukkan rasa gugupnya meski dia benar benar merasa gugup dihadapkan pada ratusan pasang mata yang kini memperhatikannya.


"Sudah jelas kalau itu. Dasar kimcil!!!" sungut beberapa yang merasa tidak senang dengan pernikahan bosnya.


..."Kimcil merupakan akronim bahasa Jawa yang berarti alat kelamin perempuan yang masih kecil, dan kerap diidentikkan sebagai gadis remaja yang terlibat pergaulan bebas dan **** bebas."...


"Helloooo,,, ini Hawaii yaa,, masih aja pakai istilah begituan!!!" sungut yang merasa terganggu dengan istilah itu.


"Intinya istri si bos itu wajib disingkirkan. Kasihan kan si bos kalau terus dikeruk hartanya sama si Abg???" tukas Dewi.


"Gue ada ide!!!" cetus Dinda.


"Apaan??" Sandra dan Dewi penasaran.


"Deketin aja si Abg trus kita kasih tau deh hubungan suaminya sama Megha. Sekali tepuk dua nyamuk mati kan?? Gue bisa maju gantiin si Megha,, dan lo Sandra,,, Bisa ngarep pak Dion jatuh ke lo deh." Dinda yang iri pada posisi Megha menghasut Sandra yang lama naksor berat pada si bos.


"Cemerlang!!!" Sandra setuju.


...🌸🌸🌸🌸...

__ADS_1


...Slow up ya,,, author masih tepar 🤧🤒😷...


Beri author vote, like dan komen ya ❤️🌹🌸


__ADS_2