
Eliana masih berkutat dengan kegiatan perkuliahan dan berbagai tugas mengisi hari-hari perempuan bermata sipit itu.
Namun ia selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke kantor suaminya hanya untuk makan siang dan pulang bersama sudah hampir sebulan ini.
Kemal merasa istrinya berubah akhir-akhir ini, iya pria itu merasakan Eliana lebih sensitif dan suka marah-marah tidak jelas apalagi jika menyangkut perempuan lain bahkan pada pegawai Kemal sekalipun ia akan sangat cemburu jika mendapati pegawai wanita yang menemui suaminya meski urusan pekerjaan.
Kemal dibuat serba salah, ketika dirumah Eliana bersikap manis dan manja namun berbeda ketika diluar Kemal dibuat ciut oleh tatapan tajam istrinya jika menyangkut wanita lain terlebih itu adalah Tiara.
Meski Kemal menyukai sikap posesif istrinya namun tidak jarang ia juga merasa serba salah jika Eliana mulai merajuk tanpa alasan yang jelas dan tentu saja bisa mengganggu fokusnya dalam bekerja.
*****
"Kau kenapa?" tanya Bella ketika mereka di ruangan meeting baru selesai melakukan pertemuan rutin.
"Istriku merajuk"
"Ha? astaga.....kenapa lagi istrimu? apa kau berbuat salah lagi?"
"Entahlah aku juga bingung, serba salah....di jawab salah, diam lebih salah lagi"
"Aku juga merasa Eliana juga lain akhir-akhir ini, dia seperti ingin menerkam ku jika kita sedang berdua seperti ini padahal kita sudah biasa diapun sering melihatnya, maaf mungkin ini hanya perasaan ku saja"
"Bukan hanya kau, tapi semua wanita yang terlibat denganku" jawab Kemal sambil memijat keningnya.
"Apa jangan-jangan kau memang ada main dengan perempuan lain?" selidik Bella.
"Yang benar saja.....itu tidak akan pernah terjadi" jawab Kemal kesal.
"Lalu?"
"Entahlah..... terlebih itu Tiara, astaga aku pusing memikirkannya.... belum lagi Tiara kembali lemah dan sekarang masuk rumah sakit, kau tahu sendiri setelah mereka bercerai kondisi Tiara kian menurun, aku hanya kasihan padanya"
"Iya aku juga kasihan" jawab Bella menunduk, ia juga merasa sangat kasihan pada teman lamanya itu yang harus menempuh pahitnya perceraian di tambah kondisi sakit yang kian parah.
Pada kenyataannya Tiara terbaring lemah di rumah sakit yang hanya ditemani oleh ibunya saja, kanker rahim yang menggerogotinya sudah setahun lebih ini telah menyebar ke organ lain hingga menyebabkan kondisinya kian menurun bahkan dokter telah memvonis bahwa sakit perempuan itu telah mencapai fase terminal.
Kemal kebingungan di tengah menghadapi sikap sensitif istrinya, ia juga di landa dilema ketika Tiara menginginkan bahwa ia ingin ditemani Kemal dalam menjalani hari-hari yang ia yakini tidak akan lama lagi.
Satu sisi ia merasa kasihan pada perempuan yang pernah mengisi hatinya dalam kurun waktu yang lama itu terlebih Tiara tidak memiliki siapapun selain ibunya, namun juga pria berjambang tersebut tidak bisa menyakiti istrinya akan hal itu.
*****
Ricko kian intens datang ke kantor Kemal sejak resmi bercerai, meski ia masih memberi perhatian pada mantan istrinya yang kian melemah terbaring di rumah sakit.
__ADS_1
Pria bule itu datang ke kantor Kemal bukan untuk bertemu Kemal melainkan Bella, iya mereka kembali dekat sejak pria itu resmi menjadi duda, kesamaan nasib dan merasa cocok dan nyambung dalam bertukar pikiran itu yang menjadi alasan Ricko merasa nyaman berdekatan dengan Bella.
Pun Bella yang tidak menolak meski masih merasa canggung akan hadir kembalinya Ricko dalam hidupnya, ia tidak menyangkal bahwa pria itu mulai membawa perasaan nyaman baginya.
Karena Bella masih mengerjakan tugasnya di lantai yang berbeda, Ricko menemui Kemal di ruanganya.
"Hai bung......kau terlihat bersemangat duda baru, ada apa ini?"
"Apa aku tidak boleh tersenyum lagi?" jawab Ricko terkekeh, ia mendudukkan dirinya di sofa sambil menghidupkan rokok disusul Kemal.
Tidak lama berselang, ponsel Kemal berbunyi mendapat panggilan dari Andra.
"Ada apa kau menghubungiku?"
'Ku lihat Eliana datang ke ruang rawat Tiara, mereka bicara setelah aku pulang menjenguknya' jawab Andra diseberang.
Kata dari Andra membuat Kemal kembali gusar, ada apa istrinya datang ke ruang rawat Tiara tanpa sepengetahuan nya.
Kemal berdiri setelah mematikan rokok dan mengakhiri panggilan dari Andra, ia menyambar kunci mobil di meja kerja membuat Ricko heran.
"Ada apa? kenapa kau panik?"
"Huh.....diamlah jika kau tidak ingin temanmu ini terlibat perang dunia"
"Istriku di rumah sakit bertemu Tiara" jawab Kemal singkat dan segera berlalu dari hadapan Ricko yang masih tercengang.
*****
Kemal sampai dirumah sakit, ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruang rawat Tiara dengan perasaan yang tidak menentu.
Ia tidak ingin karena pertemuan itu istrinya semakin kesal dan membuatnya serba salah, terlebih Kemal tidak terbiasa jika harus di diamkan sang istri dalam waktu yang lama.
Langkah lelaki itu terhenti ketika di pintu kamar rawat Vip tempat Tiara terbaring lemah.
"Ku mohon Eliana....." terdengar suara lemah Tiara bicara pada seorang perempuan yang berdiri di samping ranjang pasien.
"Maafkan aku nona Tiara, aku mengerti perasaanmu....tapi aku tetap tidak bisa melakukannya" jawab El sendu, ia tertunduk ketika mendengar Tiara bicara soal Kemal.
"Kau tidak mengerti, aku membutuhkan seorang teman El.....aku tidak akan merebutnya darimu, aku hanya ingin Kemal menemani saat-saat terakhirku...itu saja"
"Maafkan aku.....aku tidak bisa, kau seharusnya tidak seperti ini nona, jangan mendahulukan takdir, kau akan sembuh...."
"Huh...kenapa susah sekali bicara padamu, bukankah kau yang merebut Kemal dari ku? jangan munafik, aku hanya ingin melewati masa ini dengan pria yang ku cintai, iya Eliana....kau mendengarku? aku masih mencintai suami mu, jika saja kau tidak ada Kemal yang akan menjadi suamiku saat ini"
__ADS_1
Tiara mulai meninggikan suara ketika sudah kehabisan cara membujuk Eliana agar mengizinkan Kemal menemaninya disaat-saat terakhirnya karena memang kondisi perempuan itu kian melemah.
El terperangah mendengar pengakuan Tiara, benar dugaannya selama ini bahwa perempuan pucat itu masih menginginkan Kemal, ia menghela napas kasar dan memalingkan wajah ke sembarang arah demi menetralisir pendengarannya.
"Aku tidak menyangka nona, kau menggunakan rasa sakitmu untuk menarik kembali perhatian suamiku....apa kau pikir aku akan membiarkannya?" jawab Eliana dengan tegas.
"Kau sudah memilikinya......apa salah jika aku ingin dia untuk terakhir kalinya?" tatap Tiara tanpa takut.
"Tentu saja salah, dia suamiku....apapun alasannya kau tidak bisa seperti ini nona, tidak ada yang benar seorang lelaki beristri menemanimu disini, ku mohon jangan seperti ini" El menggeleng pelan.
"Kau sungguh naif, kau lupa siapa yang merebut di antara kita?" Tiara menatap Eliana dengan mata sayu namun tampak tajam.
"Sekarang aku mengerti kenapa kau berpisah dengan suamimu, kau menunjukkan nya hari ini, kau menghancurkan hidup dan pernikahanmu sendiri nona Tiara, ketahuilah....meski Kemal memenuhi permintaanmu sekalipun, ini tetap tidak benar"
El menarik napas dalam lalu kembali melanjutkan "Aku tidak akan membiarkan suamiku menghabiskan waktunya sia-sia disini, menyia-nyiakan anak-anakku dirumah demi obsesi masa lalu mu, tidak akan nona Tiara.....ketahuilah, aku kasihan padamu" jawab Eliana tajam sebelum langkah kakinya meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal sakaligus sedih.
El keluar ruangan dengan perasaan kesal membuncah di dadanya, bagaimana firasatnya selama ini benar Tiara sering datang ke kantor Kemal hanya ingin menarik kembali perhatian suaminya.
"Sayang....." ucap Kemal sambil mengulum senyum setelah mendengar percakapan istrinya dengan Tiara.
El tidak menghiraukan keberadaan Kemal yang menyusul langkah kakinya menjauh dari kamar rawat Tiara.
"Ada apa ha? kau berdiri di pintu mendengar semuanya bukan? sekarang terserah padamu.....jika kau tetap ingin menemaninya silahkan saja, kalian benar-benar membuatku kesal...."
"Hei....tenanglah, aku tidak bilang begitu sayang, aku hanya tidak menyangka kau bisa bicara seperti itu pada Tiara" Kemal masih menahan senyum mengingat istrinya tadi, karena memang Eliana tidak pernah bicara berani seperti itu dengan orang lain.
"Kau pikir ini lelucon? kenapa kau tersenyum? Apa kau senang dua perempuan memperebutkanmu? huh.....coba saja jika kau berani, kau suamiku tidak ada alasan apapun untuk ku mengizinkan mu menemani mantan kekasihmu itu meski dengan alasan sakit sekalipun, itu tidak benar...jika kau tetap melakukannya maka bersiaplah kehilangan istri dan anak-anakmu"
El bicara dengan dada yang kempang kempis menahan kesal, bagaimana suaminya terlihat santai dengan situasi ini, ia meneruskan langkah menuju keluar rumah sakit.
"Haaaaaaahhhhhh......wajahmu menyebalkan" El memekik di hadapan wajah suaminya sambil memukul pelan dada pria itu dan menghentakkan kakinya kesal.
Entah kenapa perasaan perempuan itu seperti di aduk-aduk akhir-akhir ini, ia sungguh takut jika suaminya tergoda perempuan lain, padahal Kemal sama sekali tidak menunjukkan sikap seperti itu, bahkan Kemal masih seperti biasa tidak ada yang berubah dari lelaki itu, namun Eliana lah yang berubah menjadi sensitif.
"Astaga.... apa aku salah bicara? aku tidak bilang ingin memenuhi permintaan Tiara" Kemal menepuk keningnya sambil menyusul Eliana.
"Kau berani menyebut nama mantan kekasihmu dihadapanku?" El berhenti dan kembali menatap tajam suaminya.
Kemal menggeleng cepat, benar saja pria ini kembali dibuat serba salah.
"Kenapa kau diam? ayo jawab?"
# maaf ya para readers numpang promo novel baru author ya yang terinspirasi dari seleb yang ditinggal nikah baru-baru ini judulnya " Ku Lepas Kau dengan Ikhlas" udah up prolog ya, insyaallah ga tersendat kayak hot duda soalnya yg ini udah terkonsep lama dan baru berani angkat judul kayak lagunya Lesty yah...ha ha , ayo dukung author ya, di jamin mantul lah ya ceritanya, klik profil author atau di pencarian judul.
__ADS_1