Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Chapter 2 - pertemuan


__ADS_3

 


pertemuan kita memang singkat, tapi


ternyata ada cinta yang melekat.


 


Setelah bus itu sampai di Jakarta. Ayesha turun dari bus tersebut dan berjalan tak tentu arah. ia dari awal tak punya tujuan akan tinggal dimana.


Dengan saran bapak, Ayesha harus mencari kos-kosan atau kontrakan untuk tempat ia tinggal. Tapi sedari tadi ia tak menemukan tempat tersebut. Sambil membawa Tas besar yang berisi baju membuat keringat mengucur deras dipipinya. hari juga sudah semakin terik.


"aduhh.... kenapa dari tadi nggak nemu kontrakan juga ya? aku udah lelah." ia mengusap keringat yang membasahi pipi. Ia pun sedari pagi belum makan, ia merasa lemas.


Ayesha berniat menyeberangi jalan, diseberang jalan ada warteg ia akan beristirahat sejenak disana. Karena ia tak tahu kalau ada jembatan penyeberangan jalan. ia malah menyebrangi jalan sembarangan dan kemudian.......


Aaaaakkkk........


mobil yang melaju kencang dari arah kanan membuat ayesha terkejut dan lemas sampai tak bisa menghindar. Ayesha terjatuh pingsan.


"kenapa rem mendadak. bikin kaget aja" ucap lelaki dengan style jas kantoran yang rapih berada dikursi belakang mobil yang hampir menabrak Ayesha.


"itu pak, ada perempuan lewat terus saya rem mendadak" jawab supirnya.


"terus gimana pak? kena gak?Duh mana saya udah telat banget"


"woi, buka woi!" seorang warga menggedor kaca mobil.


lelaki itu hanya menatapnya dan kemudian menyuruh supirnya turun.


"woi turun lo. tuh liat, lo harus tanggung jawab. bawa dia ke rumah sakit"


"tenang pak, tenang"pak sopir mencoba menenangkan warga yang menggebu-gebu.


"iya,iya.... saya akan bawa dia ke rumah sakit"


"pak bawa dia masuk ke mobil"


sopirnya pun membawanya ke dalam mobil. Dan mulai menjalankan mobilnya.


"pak, ini kita mau ke rumah sakit dulu?"


"hmm... dia luka nggak?"


"kalau saya lihat sih nggak ada luka fisik. Pas saya hampir nabrak , saya juga sudah mengerem kayaknya gak kena deh."


"terus?"


"sepertinya dia pingsan, mukanya pucat sekali"


"yaudah, kita ke kantor aja. bawa dia ke ruangan saya. terus panggil dokter. saya harus buru-buru untuk presentasi ke klien penting"


"oke pak"


*. *. *.


Arya Geano Sanjaya seorang anak dari pemilik perusahaan besar di Jakarta dan sekaligus sebagai direktur utama yang memimpin di perusahaan ayahnya.


Sikapnya yang sombong, angkuh, dan keras kepala tetapi itu semua tidak membuat para gadis cantik berhenti mencari perhatiannya karena Ia memiliki rahang yang tegas, hidung mancung alisnya tebal, matanya kecoklatan sungguh laki-laki yang begitu tampan dan idaman para perempuan.


Kini Arya harus menanggung seorang gadis yang tak kunjung sadarkan diri. ia menaruhnya disofa panjang di ruang kerjanya.


"sudah. tinggalkan kami berdua, biar saya telpon dokter. kamu pergi saja" ucap Arya pada supir pribadinya.


Arya bergegas menelpon dokter yang tidak lain adalah kawannya sendiri yaitu Fathan.


"Fathan, cepat datang ke kantorku" ucapnya.


"ada apa? Gue lagi kerja bro"


"Udah cepet dateng ke kantor, disini juga ada kerjaan buat lo"


"ah, gak bisa bro lagi banyak yang ngantri di luar"


" Kan masih bisa digantikan oleh dokter lain.pokoknya lo harus dateng ke kantor gua. ada pasien yang harus ditangani"


" hah? siapa emang yang harus gue periksa ?"


"udah gak usah banyak tanya. Dateng dan urus perempuan yang ada di ruangan gua"


"what?! perempuan? simpanan lo?"


"ck!"

__ADS_1


"eh tunggu..."


tut .... tut...... tut.......


Arya mematikan telpon nya dengan Fathan. ia sungguh kesal dan juga harus buru-buru untuk presentasi.


* * *


"are you okey?" ucap fathan pada Ayesha yang sudah sadar.


Ayesha hanya mengangguk, kepalanya masih terasa pusing.


"aku dimana?" tanya ayesha saat matanya mulai menelusuri seisi ruangan ini.


"Ini dikantornya Arya, sini duduk dan minumlah dulu" lalu Fathan menyodorkan gelas yang berisi air putih.


Ayesha meneguk air itu tanpa sisa setetes pun. Membuat fathan melongo.


"haus neng?" tanya Fathan. "mau tambah lagi?"


Ayesha tersenyum malu. Ia merasa tenggorokan nya kering seperti padang pasir dan ketika ada air langsung tak dapat ditolaknya.


Arya masuk ke ruangannya melihat dua orang yang sudah tak asing lagi dimatanya.


"kau sudah sadar rupanya. apa ada yang terluka?" ucap Arya kemudian duduk di sofa kecil khusus satu orang.


"nggak ada. Dia cuman pingsan" Ucap Fathan. "bro, loe nemu cewek cantik kayak gini dimana? dan.... beneran ini simpenan loe?"


Arya menepis ucapan Fathan dengan tatapan tajam yang dia anggap ngawur. "gua nemu di jalan. Dan satu hal lagi, dia bukan simpanan gua"


"Buset! udah kayak kucing aja nemu di jalan. Bro, loe gak takut ketahuan Vira kalo loe bawa cewek cantik kesini"


"yah nggak lah. Apa ur........" ketika arya berbicara ada suara yang menggangu nya yaitu suara perut gadis yang berada diantara mereka berdua.


Krunyuk..... krunyuk.......


pipi Ayesha memerah, malu dengan perutnya yang sedari tadi berbunyi. ia memegangi perutnya dengan kedua tangannya.


"Fat, pesan makanan gih." ucap arya.


"lah kok gue sih?" fathan kebingungan.


"lo laper juga kan?" tanya Arya yang langsung membuat fathan cengengesan.


"sekalian pesan makanan buat dia" ucap arya mengarah ke Ayesha.


"oke, siap bos" fathan langsung meng-klik semua menu makan yang tertera pada polsennya.


"oh ya jangan lupa. pesan kopi susu buat gua"


"kopi susu? susu sama kopinya dicampur apa dipisah?" pertanyaan nyeleneh ini akan membuat Arya kesal.


"dicampur" ucap Arya.


"emang gak takut berantem kopi sama susunya?" tanya fathan yang terdengar konyol ditelinga arya.


"yah nggak lah. emangnya minyak dan air yang gak bisa nyatu" jawab arya sinis.


"susunya mau susu apa?" pertanyaan macam apalagi ini ya tuhan batin arya mengernyit. "yah kan siapa tau lo mau pake susu sapi, kambing, kerbau. ya kan?"


"ada ya varian kek gitu?" tanya arya yang kemudian dibalas anggukan kecil dari fathan. "kalau ada sih.... pake susu BAPAK lo aja deh biar nikmat!." Fathan kena semprot arya.


Fathan tertawa puas dengan hasil tingkah lakunya"sorry, sorry, ya gue bakal pesen sesuai keinginan lo"


"lo serius mau pake susu bapak lo?"


"yah nggak gitu juga sih bro"


Fathan pun memesan makanan secara online. Dan setelah beberapa menit kemudian makanan itu sampai diruangan mereka. Diatas meja sekarang sudah tersedia makanan yang begitu banyak.


"fathan, lo serius bisa ngabisin semuanya? banyak banget" tanya Arya.


"yaah pasti bisa. toh gua gak makan sendirian. kan ada kalian berdua" ucap fathan sambil mengarahkan kedua telunjuknya ke arah ayesha dan Arya.


" sorry, gua gak nafsu makan pas liat makanan sebanyak ini. jadi gua gak ikutan"


"yaah.. kok gitu sih lo. gak asik. tapi gapapa nih gua makan semuanya?"


"ya. makan aja. lagipula gua hari ini dapat klien yang bagus buat bisnis gua kedepannya. anggap saja bonus buat lo" ucap Arya kemudian meneguk kopi.


"wahh, beruntung banget lo hari ini. udah dapat omset besar terus nemu cewek cantik. beuuhh gua iri sama lo bro" ucap fathan yang sudah melahap makanan itu dengan cepat.


"kalau ketemu cewek ini sih bukannya beruntung tapi sial!" ucapnya.

__ADS_1


Ayesha sedari tadi diam, terus melihat makanan dan hanya menelan ludah. Ia merasa lapar tetapi malu untuk memakannya.


Arya menyadari hal itu dari raut wajah Ayesha.


"kalau lapar, makan aja."ucap arya.


"iya makan aja jangan dianggurin nih makanan sayang" timpal fathan.


Ayesha dengan malu-malu mengambil makanan dan setelah diicip sedikit langsung ia memakannya dengan lahap.


Arya dan Fathan saling menatap. melihat gadis ini begitu kelaparan seperti belum makan berhari-hari.


"kamu.. sudah berapa lama tidak makan? 2 hari atau 3 hari? lahap banget" ucap fathan.


Ayesha menjawab dengan malu-malu" sebenarnya dari tadi malam belum makan"


"ouh gitu." Fathan mengangguk.


"Dimana rumah lo?biar nanti pulang nya diantar supir gua" tanya Arya tanpa basa-basi.


"nah bagus, kasih tau alamat kamu siapa tau kalau kamu sakit saya bisa dateng buat ngobatin" fathan tersenyum lebar.


"ng.... aku gak punya tempat tinggal" jawab Ayesha.


Arya mengangkat alis kanan nya "maksudnya?"


"aku sebenarnya dari kampung. Dan baru tadi pagi sampai ke kota. aku belum menemukan tempat untuk tinggal"


"buat apa lo datang ke kota? kota itu tempat yang keras untuk lo yang tak tahu apa-apa." ucapan arya kali ini terlalu tegas untuk gadis lugu seperti Ayesha.


"a..aku mau cari kerja disini"


"cari kerja? ijazah terakhir lo apa?" tanya Arya to the point.


"aku... lulusan SMA"


jawaban Ayesha membuat arya tertawa terbahak bahak. pasalnya dengan ijazah SMA dia mau mencari kerja di Jakarta ini, sesuatu hal yang hampir mustahil. Paling mentok jadi pembantu atau Office boy.


"Lo mau cari kerja di Jakarta dengan ijazah SMA dan gua yakin pasti lo belum punya pengalaman apapun, iya kan?"


Ayesha mengangguk.


"tuh kan benar. sulit sekali bagi orang kayak lo untuk dapat pekerjaan. palingan lo bakal jadi pembantu atau office girl" ucap Arya.


"terus kamu mau tinggal dimana?" tanya Fathan.


"nggak tahu" ayesha menggeleng.


"Arya, kasih tempat tinggal gih ke dia" suruh fathan tanpa ragu.


"kok gua sih? ini Jakarta fat, luas masih banyak tempat yang bisa di cari" Arya kesal, mana mau dia mengurus orang tak dikenalnya. itu hanya bisa membuat nya kerepotan. pikirnya.


"Arya.... justru itu lo harus bantu dia cari tempat tinggal. Kan dia masih baru di Jakarta. lo gak kasian apa cewek secantik dia tinggal sebatang kara di Jakarta yang luas ini. kalau perlu lo kasih kerjaan yang layak buat dia"


"kenapa harus gua? kenapa gak lo aja?" tanya arya.


"stop bersikap apatis kayak gini Arya. kita sebagai manusia harus saling tolong menolong. kalau gua yang ajak dia tinggal di apartemen gua ntar si Bella bakal marah. lo tau kan kalau Bella marah bakalan kek gimana?" ucap fathan seperti menceramahi arya.


Arya terdiam, memikirkan ucapan Fathan. Memang ada benarnya ucapan fathan ini.


"yaudah, lo tinggal di apartemen pribadi gua. Kebetulan banget gua butuh pembantu buat bersihin apartemen gua disana. lo mau nggak?"


"apartemen itu apa ?" tanya ayesha dengan polos.


"udah gak usah banyak tanya" ucap Arya.


"apartemen lo yang mana Arya? apartment lo kan banyak" tanya Fathan dia sudah sangat hafal semua tempat yang di tinggali oleh Arya. Arya punya banyak sekali apartemen dan villa. karena ia tak betah tinggal bersama dengan orang tuanya. ia lebih senang tinggal sendirian.


" yang ada daerah distrik"


"ebuseet..... yang paling mahal itu? fathan terkejut sebab dia tahu seberapa mahal dan mewahnya apartemen itu "udah paling mahal, paling berantakan lagi"


"Lo mau nggak tinggal di apartemen dan jadi pembantu disana?" tanya Arya sekali lagi.


"hmm.....i..iya mau" Ayesha tidak punya pilihan lain. ia juga tak punya tujuan yang jelas.


"oke, bagus. langsung aja ke apartemen gua" ucap Arya yang langsung berdiri.


" weiss buru-buru amat Arya. Mau langsung ekhem-ekhem ya." ucap fathan


"ya nggak lah. dia bukan tipe gua"


<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>

__ADS_1


__ADS_2