
Keesokan harinya, Alea menjalankan rutinitasnya seperti biasa ia merasa semakin baik setiap harinya tidak ada mual muntah berlebih hanya sesekali saja itupun jika berciuman dengan suaminya, ia pun merasa lucu sebab itu sedikit mustahil namun benar adanya perempuan itu merasakan sendiri perutnya terasa di aduk-aduk jika mulai berciuman bibir, tapi tidak dengan lainnya.
Abrar benar-benar di uji kesabarannya akan hal itu, sebab puasa berciuman sangatlah menyiksa bagi pria ini yang harus terus menahan rasa ketika melihat bibir manis menggoda istrinya jika di rumah, namun ia tahan karena tidak ingin membuat Alea menderita terlebih jika perempuan itu muntah tidaklah sedikit dan sangat menguras tenaga.
Abrar mulai sibuk dengan pekerjaannya yang kini tengah bersaing dengan perusahaan temannya Imran untuk mendapatkan proyek besar yang akan mempengaruhi eksistensi perusahaan mereka masing-masing.
Tidak berbeda Alea pun sama sibuknya, menjalani koas meski tidak terlalu lelah namun tetap menyita waktu, perempuan ini menikmati setiap pertumbuhan janinnya tanpa harus berpikir keras jika ia tengah sibuk menjalani tanggung jawabnya sebagai mahasiswa sama seperti temannya yang lain.
Setelah istirahat siang, Alea telah berjanji akan pergi bersama dua sahabatnya untuk memeriksakan kehamilan mereka pada dokter Shopia yang tidak lain adalah bibinya sendiri istri dari paman Zameer yang berada di rumah sakit swasta.
Tertawa cekikikan adalah khas mereka dimanapun berada, selalu menganggap semua hal menjadi ringan jika sudah bergabung tiga sahabat tersebut terlebih mereka sama-sama hamil sekarang, memang menyenangkan menikmati masa muda bersama sahabat tercinta.
"Sayang.....astaga, kau hamil gemelli (kembar) Alea....bibi tidak menyangka kau mengikuti mama mu akan hal ini" ucap bibi Shopia dengan raut bahagianya menatap sang keponakan suaminya yang tengah berbaring di ranjang dan tengah melakukan pemeriksaan USG.
"Bibi benarkah? apa itu janinnya?" tanya Alea terharu.
Bibi Shopia mengangguk tersenyum "Kau lihat ini memang masih tampak sangat kecil mengingat usia kandunganmu baru sepuluh minggu, kau lihat mereka sangat lucu sayang....selamat Alea, tapi ini tidak seperti kau dan Dannis, ini kembar identik sayang"
"Ya ampun kalian sangat lucu nak, bang Abrar pasti sangat terkejut akan hal ini" jawab Alea melihat layar monitor yang memperlihatkan janinnya yang berdekatan di dalam satu kantong kehamilan.
"Pasti sayang, suamimu pasti akan sangat senang....mereka sehat, tidak ada kendala sejauh ini, bibi akan resepkan vitamin saja oke....jaga mereka baik-baik, jangan seperti mama mu dulu"
"Bibi jangan membuatku takut....aku akan berhati-hati, jangan kaitkan kehamilan ku dengan mama, bibi juga jangan bicara yang tidak-tidak pada mama atau aku akan menjadi dokter tiga tahun lagi karena pasti mama akan menyuruhku cuti" ucap Alea pada bibi nya.
Bibi Shopia terkekeh dibuatnya, wanita hampir paruh baya ini mengakui bahwa Alea sangat berbeda dengan iparnya Eliana yang lebih lembut dan mudah menyerah, sedang Alea tidak takut apapun.
__ADS_1
*****
Setelah kembali ke rumah sakit, Alea dan sahabatnya pun berpisah sebab mereka tak lagi satu ruangan.
Alea memegang ponselnya seraya berpikir.
"Bilang bang Abrar tidak ya....?" gumam Alea sendiri pada ponselnya.
"Tidak....tidak....ini akan menjadi sebuah kejutan untuk suamiku, bagaimana bisa aku memang terlambat hamil dari teman-temanku namun tidak ku sangka akan mendapat dua sekaligus, beginilah jika mempunyai keturunan kembar" ucap Alea mengusap perutnya lembut sambil terus tersenyum.
Tidak jadi menggeser tombol menghubungi pada kontak suaminya, Alea berniat akan memberi kejutan saja nanti jika di rumah, ia teringat saudaranya Dannis dan tidak berpikir lama iapun menghubungi Dannis yang nun jauh disana.
'Kenapa kau menghubungiku, aku sedang sibuk Alea' jawab Dannis tanpa basa basi pada saudara perempuan yang merindukannya saat ini.
"Apa kau bilang? memangnya sibuk apa kau sekarang? ayolah Dannis aku merindukanmu, aku perlu bicara sebentar yang akan membuat mu bahagia jika mendengarnya"
"Kau lihat ini?" tanya Alea yang memamerkan print photo USG tadi.
'Apa itu?' Dannis bingung.
"Huh....kau ini, ini hasil USG kehamilanku Dannis, keponakanmu" kesal Alea.
'Iya aku tahu kau hamil, kenapa kau pamer itu masih kecil belum terlihat seperti bayi' jawab Dannis membuat Alea bertambah kesal.
"Dasar saudara tidak peka, kau tahu aku baru saja dari praktek bibi Shopia dan hasilnya aku hamil kembar, iya Dannis aku hamil kembar itu artinya kau akan mendapatkan keponakan dua sekaligus seperti kita dulu" jawab Alea bersemangat.
__ADS_1
'What.....kembar? benarkah? oh astaga....aku bahagia mendengarnya tapi anakmu cukup dua ini saja, jangan terlalu banyak seperti kita, rumah mama akan penuh jika kau melahirkan seperti mama' jawab Dannis terkekeh sambil bercanda.
"Dannis....kau ini begitu kejam, aku akan hamil seperti mama, banyak anak banyak rejeki, jika bukan anak siapa lagi yang akan menghabiskan harta suamiku" kesal Alea mengerucutkan bibirnya kedepan.
Mereka menghabiskan waktu dengan berdebat sampai Dannis mengalah sendiri dan segera menutup panggilan video mereka karena pria ini tahu jika terus diladeni Alea tidak akan pernah mau mengalah meski itu hanya candaan saja.
*****
Alea berjalan akan menunggu sang suami kembali menjemputnya seperti biasa, bagai de ja vu kembali Alea merasa tubuhnya lemas dan melayang ketika sebuah tangan menariknya ke dalam sebuah mobil.
Lama tertidur nyaman, perempuan ini mengerjapkan mata seraya melihat sekeliling ia mendudukkan diri dan mengumpulkan nyawa dan baru menyadari bahwa ia tengah berada di sebuah ranjang empuk.
Kembali matanya berpendar turun dari ranjang yang dipenuhi kelopak mawar merah dan Alea tersenyum melihat sekeliling kamar yang di dekor sedemikian rupa dan tampak sangat romantis dengan boneka besar dan beberapa buket bunga juga ada diatas ranjang.
Semula Alea pikir ia kembali di culik, namun hatinya berbunga seperti kelopak mawar yang bertaburan, ia berjalan menuju jendela yang ternyata terlihat sebuah danau dari sana, ia menjadi heran bahwa dimana sebenarnya ia berada.
"Aku tidak menyangka bang Abrar akan memberiku kejutan seperti ini, astaga ini sangat indah, aku tidak pernah tahu jika suamiku mengetahui villa secantik ini....aku yang akan memberinya kejutan kenapa sekarang berbalik aku sendiri yang terkejut akan hal yang sangat romantis ini....suamiku memang pandai membuatku jatuh cinta lagi dan lagi" gumam Alea kagum pada kamar dan pemandangan di luar jendela yang ia yakini itu adalah sebuah villa di tepi danau.
"Bagaimana bisa bang Abrar menyiapkan ini semua, padahal dia tengah sibuk dengan pekerjaannya" ucap Alea lagi yang terheran-heran dengan apa yang ia alami sekarang sambil tangannya memungut kelopak mawar yang memenuhi kamar tersebut.
Ia mengembangkan senyum tatkala mendengar suara seseorang membuka pintu yang ia pikir itu pasti suaminya.
Namun siapa sangka senyum perempuan ini pudar seketika mendapati seorang lain yang sama sekali bukan suaminya yang membuka pintu tersebut.
__ADS_1
"Dokter Bayu?"