
Kemal bersiap bersama Eliana yang tengah hamil besar itu berniat menuju ke pernikahannya Ricko dan Bella.
Tidak lupa mereka membawa serta Alea dan Dannis untuk ikut kesana karena mereka tentu akan bertemu dengan Abrar dan Arkan.
El terus memasang wajah yang seperti sedang menahan sesuatu.
"Sayang kau kenapa?" tanya Kemal gusar ketika melihat raut istrinya.
"Tidak.....aku hanya merasa seperti sedang kontraksi saja" jawab El pelan sambil menarik napas dalam dan mengelus perut besarnya.
Mereka sudah berada di pesta yang baru saja dimulai, El terus menggenggam tangan Kemal disela duduknya.
Kemal yang semula belum terlalu memperhatikan raut berkeringat Eliana disampingnya, ketika ia merasa lega bahwa Ricko sudah resmi menjadi suami dari sekretarisnya itu.
Kemal menatap istrinya dengan senyuman, namun tidak bertahan lama ketika El sudah berkeringat dingin di wajahnya.
"Sayang?" Kemal panik.
"Sepertinya ini bukan kontraksi palsu, perutku sakit...." jawab Eliana.
"Sayang, jangan membuatku cemas apa kau mau melahirkan?"
El menggeleng pelan.
"Aku tidak tahu, tapi aku sama sekali belum mengeluarkan tanda ingin melahirkan meski ini sudah mulai sakit sesekali sejak semalam" jawab El yang mulai merasa sesak.
"Dari semalam? yang benar saja kenapa tidak bilang padaku sayang, astaga...ayo kita ke rumah sakit sekarang" Kemal membantu istrinya berdiri.
"Tapi acaranya belum belum selesai"
"Aku tidak peduli dengan acara ini, bagaimana jika kau melahirkan disini?"
"Itu tidak mungkin, ini baru kontraksi saja....butuh beberapa jam untuk melahirkan" El tersenyum melihat suaminya panik.
Dan benar saja, tidak lama kemudian El merasa seperti ada yang mengalir di celana dalamnya, membuat perempuan itu membesarkan matanya.
"Sayang...." ucap El pada Kemal sambil melirik kearah air yang sudah mengalir sampai pada mata kakinya ketika El menyingkap sedikit dress panjang miliknya.
"Astaga....apa kau pipis?"
"Enak saja....ini air ketuban Kemal, aku benar ingin melahirkan ini" jawab El kesal dengan suara meninggi, hingga semua mata tamu undangan yang berada disekeliling mereka menatap ke arah Eliana.
"Apa?"
Suasana seketika menjadi heboh, Kemal gelagapan akan hal itu segera ia mengerahkan tenaga menggendong Eliana dengan susah payah karena tentu saja lebih berat dari biasanya.
Beruntung pengasuh si kembar sigap, mereka ikut bersama mobil yang lain yaitu mobil pasangan Andra dan Zahra yang juga ikut panik, setelah menghubungi orangtua Kemal bahwa Eliana akan melahirkan.
Ricko dan Bella hanya bisa tersenyum menatap satu sama lain, Ricko memeluk istri barunya itu dengan mesra.
__ADS_1
"Aku harap bisa seperti mereka, aku akan lebih sigap daripada Kemal, yang sampai tidak tahu istrinya akan melahirkan"
Bella mengerti akan pembicaraan Ricko, ia mengangguk pelan.
"Kita akan memilikinya nanti"
******
Eliana baru saja selesai sidang skripsi dimana suaminya setia menunggu di luar ruangan.
Dengan wajah sumringah El memeluk suaminya, ia merasa lega telah selesai melaksanakan tugasnya sebagai mahasiswa selama kurang dari empat tahun terakhir.
Kemal memberi ciuman selamat kepada istri tercintanya.
Saat ini, bukan hanya bahagia karena lulus skripsi El juga tengah berbahagia karena baru saja mengetahui bahwa ia kembali hamil anak ke empat seperti yang di inginkan suaminya setelah anak ketiganya Delila yang seorang perempuan telah berumur satu tahun lebih.
******
Sampai pada keluarga kecil itu terus saja berbahagia dari waktu ke waktu hingga beberapa tahun kemudian di saat si kembar berumur sepuluh tahun.
(Delila anak perempuan ke tiga Kemal dan Eliana)
(Syasya anak perempuan kelima yang lebih berwajah asia seperti sang mama, berumur 2 tahun lebih muda dari sang kakak Sheira)
*****
"Sayang.....bagaimana?" tanya Kemal tidak sabar.
El tersenyum menatap suaminya sambil memperlihatkan tespack yang baru saja ia pakai dari dalam kamar mandi.
Kemal membelalakkan mata, lelaki itu langsung memeluk istrinya seraya mengangkat tubuh itu dengan gerakan memutar.
"Astaga.....sayang terimakasih, aku bahagia sungguh"
"Aku juga bahagia, aku mencintaimu...." jawab El dalam gendongan suaminya.
Alea dan Dannis hanya menatap kesal pada orangtuanya.
"Adik lagi....adik lagi...ayolah papa mama, aku sudah dewasa aku malu punya adik terlalu banyak" Ketus Alea sambil tangannya bersedekap di dada.
Kemal menurunkan istrinya.
__ADS_1
"Astaga sayang.....kau baru berumur sepuluh tahun, dewasa darimana?" El geleng kepala sambil memeluk putri sulungnya itu.
Kemal hanya terkekeh.
Dannis hanya diam saja, lelaki sulung itu hanya mengherdikkan bahu mengetahui bahwa ia akan kembali mempunyai seorang adik yang artinya tugasnya pun akan bertambah untuk menjaga adik-adiknya.
"Aku akan sarapan bersama oma di bawah, love you ma..." ucap Alea pamit dari kamar orang tuanya setelah mendaratkan ciuman hangat di pipi sang mama.
Dannis pun ikut berlalu sambil bergumam pelan "Adik lagi....adik lagi...."
Kemal kembali memeluk istrinya, memberi banyak ciuman di wajah yang kian cantik itu.
"Berjanjilah...ini yang terakhir"
"Hei.....bagaimana jika Tuhan masih mempercayakannya pada kita, aku tidak akan menolak" jawab Kemal menggoda Eliana.
"Jika begitu kau saja yang hamil setelah ini"
El mencubit pelan perut suaminya.
"Mama.....pasangkan kepala barbie ku, kak Delila yang merusaknya" Tiba-tiba Sheira datang sambil cemberut kesal pada sang kakak yang suka menjahilinya.
El hanya geleng kepala, ia merangkul anak ke empatnya itu menuju ranjang untuk duduk ditepinya, Kemal hanya mengusap kepala putrinya sebelum masuk ke ruang ganti ingin meneruskan berpakaian.
"Mama....mama...." Tiba-tiba Syasya berlari masuk ke kamar orangtuanya yang masih terbuka.
"Maaf nyonya....nona Syasya tidak mau makan jika bukan nyonya yang menyuapinya" susul pengasuh Syasya yang melangkah sambil menunduk hormat.
El hanya menghela napas dibuat tingkah anak-anaknya.
Belum juga El menjawab satu dari anaknya datang menyusul.
"Ma....oma dan opa menyuruh mama dan papa segera ikut sarapan dibawah, kenapa lama sekali....oma sudah tidak sabar mendengar apa benar aku akan punya adik lagi? kak Alea bilang begitu" ucap Delila menghampiri mamanya dan memberi ciuman di pipi Eliana sambil sesekali menggoda Sheira yang masih kesal padanya soal kepala boneka barbie.
Keluarga Kemal menjelma menjadi sebuah keluarga besar dengan anggota anak yang baru saja bertambah satu lagi yaitu Ibrahim dipanggil Baim yang merupakan putra bungsunya yang baru saja lahir.
Mereka tidak diperbolehkan untuk tinggal terpisah dari bundanya, karena orangtua Kemal lah yang paling berbahagia akan ramainya cucu-cucu yang menghiasi hari-hari tua mereka.
Kemal dan Eliana menurut saja, mereka tidak ingin mengecewakan orangtua yang sudah mulai berumur itu sampai pada Zameer yang baru akan melangkah kepelaminan bersama Shopia setelah melewati lika liku kisah cinta mereka hingga pada akhirnya berjodoh juga.
( Baim putra bungsu El-Kemal yang baru berumur dua hari)
*****
Mau nangis? lagi pengen baca novel yang sedih ayookkkkk silahkan mampir ke " Ku lepas kau dengan ikhlas" yang udah up juga ya....
makasih jangn lupa tinggalkan jejak dan vote jika berkenan...
__ADS_1