
Karena Kemal juga memutuskan untuk libur ke kantor hari ini, maka darinya keluarga kecil itu pun melanjutkan rencana akan ke taman bermain bersama kedua buah hatinya.
Menikmati kebersamaan seharian dengan aktivitas bermain yang lebih heboh, membuat Alea dan Dannis kelelahan dan tertidur dipangkuan sang mama ketika mereka sudah berada di dalam mobil pulang menuju rumah.
"Sayang.....kau lelah?" tanya Kemal pada istrinya.
"Tidak.....hari ini sangat menyenangkan, terimakasih sudah mau menemani kami bermain" ucap Eliana tersenyum pada Kemal yang masih fokus mengemudi.
*****
Tiba saatnya hari yang di nanti-nanti oleh Eliana, karena mereka akan pergi berlibur akhir pekan ke villa yang berada di desa masa kecilnya.
Sedang menyiapkan segala keperluan selama disana dimulai dari pakaiannya dan suami, El juga menyiapkan semua kebutuhan si kembar yang juga akan ikut berlibur kesana.
Kemal menghampiri istrinya yang tengah bersiap.
"Kau sudah menyiapkan semuanya sayang?"
Pria itu tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan jika bersama Eliana, ia terus saja merasa candu untuk menyentuh tubuh istrinya yang telah membuatnya tergila-gila.
"Sayang hentikan, itu geli.....aku sudah siap, ayo berangkat, anak-anak sudah menunggu di bawah" El menghindar dari bibir Kemal yang terus mencium leher mulus miliknya.
"Baiklah...." Kemal menghembus napas kasar.
Sampai di bawah mereka berpamitan pada sang ayah dan bunda yang tidak ingin mengganggu acara liburan keluarga kecil itu, mereka hanya menyertakan pengasuh Alea dan Dannis saja untuk ikut berlibur.
Anak-anak lucu itu sangat antusias, mereka dan pengasuhnya sudah lebih dulu masuk mobil, menunggu orangtuanya menyusul.
El ikut masuk, namun ketika Kemal ingin membuka pintu mobil ponselnya berdering ada panggilan dari sahabatnya Andra.
Kemal menerima panggilan tersebut, ia melangkah menjauh dari mobil membuat El merasa penasaran dan kembali turun menghampiri sang suami.
"Tidak.....aku tidak bisa, aku akan pergi berlibur ke villa untuk tiga hari ini bersama istri dan anak-anakku" jawab Kemal yang masih menempelkan benda pipih itu ditelinganya.
Kemal melirik istrinya yang berjalan mendekat, ia mengulurkan satu tangannya menyambut Eliana, perempuan itu menerima uluran tangan suaminya hingga mereka benar-benar dekat, Kemal meraih istrinya dalam dekapan satu tangan sambil mengusap punggung wanita itu membuat El ikut melingkarkan kedua tangannya dipinggang sang suami.
El hanya diam menyimak pembicaraan telepon suaminya yang ia juga tidak tahu tengah bicara pada siapa.
'......'
"Ha ha ha.....apa kau sudah mulai merasakan bagaimana rasanya punya istri yang menjadi prioritasmu sekarang? biarkan Ricko yang menemaninya, mereka masih suami istri....aku tidak ingin ikut campur" jawab Kemal kembali, ia sesekali mendaratkan ciuman pada kening istrinya.
Kata itu membuat El menengadah menatap Kemal yang masih terlihat santai sambil terus tersenyum padanya.
__ADS_1
'......'
"Oke.....baiklah, kami akan segera berangkat aku tidak ingin liburanku terganggu oleh hal yang tidak penting, kau sendiri akan merasakannya jika kau sudah memiliki anak nanti"
Kemal tidak menunggu tanggapan dari Andra, ia langsung saja mematikan ponselnya dan mengaktifkan mode pesawat agar tidak ada yang menghubunginya selama tiga hari kedepan.
"Siapa?" tanya Eliana.
"Mas Andra mu, pria itu juga tidak bisa menemani Tiara berobat, kau tahu sendiri Andra baru memulai hidup baru tentu dia juga akan lebih mementingkan perasaan istrinya sekarang"
"Lantas siapa yang menemani nona Tiara berobat? aku jadi kasihan"
"Sudah.....itu bukan urusan kita, dia punya suami dan orangtua untuk hal itu, jangan berpikir kejauhan, ayo...."
Kemal kembali mencium gemas pipi istrinya kemudian merangkul perempuan itu menuju mobil melanjutkan rencana.
*******
Hampir memakan waktu hingga lima jam menuju sebuah desa yang di dominasi perkebunan teh yang menghijau nan luas, si kembar yang tertidur di bangku penumpang bersama kedua pengasuhnya membuat Eliana lega karena sepanjang perjalanan mereka terus saja terjaga dan mengoceh kadang juga bertengkar hingga membuat Alea menangis.
Eliana membuka jendela mobil, ia sungguh menikmati pemandangan dengan kadar oksigen yang masih tinggi hingga ia mengambil napas dalam dan membuangnya perlahan membawa sebuah ketenangan bagi perempuan itu setelah lama berkutat dengan kehidupan perkotaan yang menjemukan.
Pun suaminya Kemal, pria itu sangat bahagia menikmati raut sumringah istrinya sejak memasuki kawasan hijau pedesaan.
"Kau senang bisa kembali kesini?" tanya Kemal yang mengecup punggung tangan Eliana seraya tetap fokus mengemudi.
"Setelah ini jangan merasa sungkan jika kau ingin berlibur, aku pasti akan menemanimu jika memang tidak ada pekerjaan yang mendesak, semua bisa diatur....yang penting kalian bahagia sayang"
El mengangguk sambil memampilkan senyum lebar yang menampakkan gigi nya berderat rapi, karena memang selama ini Eliana tidak ingin mengganggu pekerjaan suaminya hanya untuk berlibur.
******
Mereka sampai villa sudah hampir tangah hari, beruntung karena sudah diberitahu kepada penjaga villa bahwa mereka akan datang hari ini hingga semua sudah disiapkan makan siang ketika mereka sampai.
Eliana terkejut ketika mendapati Karin yang juga tengah berlibur disana seorang diri.
"Astaga.....rupanya disini gadis manja itu bersembunyi" El merasa geram karena sepupu suaminya itu sudah sangat jarang mengunjungi mereka sekarang, selain Karin sibuk mengurus sebagian restoran ayahnya, gadis itu juga tengah melanjutkan pendidikan S2 di kampus lamanya.
Karin yang masih meringkuk di dalam selimut, belum menyadari bahwa Eliana dan sepupunya sudah tiba.
El tahu keberadaan Karin ketika sampai Villa, pak Hasan mengatakan bahwa Karin sudah dua hari berada disini, maka darinya setelah membereskan semua koper El menghampiri gadis manja yang masih terpejam padahal matahari sudah tinggi.
"Ayo sayang.....kalian bangunkan bibi manja itu" ucap El pada kedua anaknya yang langsung berhambur naik ke ranjang membangunkan bibi mereka.
__ADS_1
"Astaga.....astaga.....kalian sudah tiba?" Karin terbangun oleh ulah si kembar yang menggelitikinya, Dannis sampai menaiki punggungnya hingga Karin melebarkan mata.
"Sayang sayangnya bibi Karin, astaga....kalian sudah besar" Karin menciumi Alea dan Dannis yang terkekeh geli.
El masih berdiri di ambang pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Itu karena kau sudah jarang bertemu mereka" Jawab El kesal.
Karin hanya menyengir saja, El mendekat ke ranjang, Karin yang masih mencium dan memeluk gemas dua keponakannya itu.
"Maaf....kau tahu sendiri aku wanita sibuk sekarang, ha ha...."
"Sibuk berlibur?" El menyindir.
"Ayolah....kau juga sibuk kuliah bukan, maafkan aku El....aku turut berduka atas kehilangan calon bayimu, maaf aku tidak menjengukmu kemarin"
"Iya....kau benar-benar jahat, kau bilang sibuk namun sempat berlibur kemari"
"Maaf....hei aku tidak berlibur sayang, aku melakukan penelitian disini untuk Thesis ku"
"Terserah kau saja, ayo bangun ini sudah terik Karin, kau sama sekali tidak berubah masih saja tidur seperti orang mati"
"Iya iya maaf....aku mengantuk sekali, semalam begadang dengan materi" jawab Karin lesu yang dibuat-buat.
"Cepatlah mandi, kita makan siang bersama" ucap El sebelum keluar kamar.
Karin menatap kedua bocah lucu itu.
"Mau mandi bersama bibi?" tanya Karin sambil menaikkan alisnya pada Alea dan Dannis.
Kedua bocah itu sudah akrab dengan Karin sejak mereka kecil, tidak heran mereka langsung berhambur senang mengetahui bibi manja itu mengajak mereka bermain air.
El hanya geleng kepala membiarkan Alea dan Dannis melepas rindu pada Karin, ia memutuskan keluar dari kamar Karin untuk menghampiri suaminya yang tengah beristirahat di kamar mereka.
Sesampainya di kamar, El memeluk suaminya yang tengah menghadap ke jendela mengirup udara segar pepohonan yang teduh melindungi sudut kamar itu dari terik matahari.
Kemal berbalik badan, ia melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Eliana.
"Kau lelah?"
Kemal hanya menggeleng pelan.
"Tidak akan lelah jika bersama mu sayang, ingin mandi bersama?"
__ADS_1
El tersenyum, ia meraih bibi suaminya perlahan dan Kemal tentu tidak melewatkannya begitu saja.
Berciuman, saling menautkan lidah sambil menggiring tubuh Eliana menuju kamar mandi, adegan mandi bersama pun di mulai untuk meregangkan otot-otot lelah perjalanan sebelum makan siang.