Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Bos Baik Hati


__ADS_3

...Hai,,, Selamat membaca 🌸 Maafkan typo yang bertebaran πŸ€­πŸ™...


...🌸🌸🌸...


"Baik ibu,,, pasti saya awasi." Megha menutup teleponnya dan tersenyum geli dengan ulah atasan bosnya.


"Senyum senyum kenapa sih sayang??" Bayu, suaminya mengagetkannya.


"Ini bu Karin,,, dia telepon aku barusan. Dia minta aku bantu awasin pak Dion biar gak macam macam selama di Singapura. Lucu aja sih,,, Sejak hamil bu Karin jadi bawaannya curiga, marah marah dan cemburuan sama pak Dion."


"Sebenarnya aku lama lama juga cemburu melihat kedekatan kalian." ucap Bayu.


Megha menghentikan kegiatannya menyiapkan bajunya di koper. Dipandangnya pria yang menikahinya tiga bulan lalu itu setelah lima tahun keduanya menjalin kasih.


"Mas,,, Mas masih ingat kan rumah yang kita tinggali sekarang ini dari siapa? Biaya pernikahan kita yang serba mewah kemarin juga dari siapa?" Nada bicara Megha seolah mengingatkan.


"Justru karena itu,,, Karena semua dari bosmu itu makanya aku merasa ini tidak wajar." ujar Bayu.


"Tidak wajar bagaimana sih mas??" Megha gak paham maksud Bayu.


"Ya mana ada bos yang sampai kasih rumah,,, biayain nikah kita kalau dia itu gak ada niatan aneh aneh sama kamu." Bayu menunjukkan kecemburuannya pada Dion.


"Mas,,, tanpa mengurangi rasa hormatku pada mas,,, aku tidak bisa terima begitu saja mas menuduh ada sesuatu di balik kebaikan yang diberikan pak Dion. Pak Dion itu bukan hanya sekali dua kali memberikan hadiah yang fantastis untuk karyawannya. Bukan aku saja ya mas,,, Tapi banyak juga yang lainnya. Aku ini kompeten dalam pekerjaan, jadi aku merasa ini semua diberikan padaku karena pekerjaanku memuaskan." jelas Megha.


Bayu mendengarkan walau sesekali ia tampak malas menyaring ucapan Megha. Bola matanya berputar malas.


"Kalau biaya pernikahan,,, itu diberikan atas permintaan bu Karin. Bukan dari pak Dion sendiri. Itu sebagai permohonan maaf bu Karin karena pernah salah paham padaku dulunya. Itu pun karena hasutan orang orang kantor yang gak bertanggung jawab." lanjut Karin.


"Jadi mas,,, sekali lagi tolong jangan punya pikiran aneh aneh sama pak Dion. Beliau hanya orang baik yang ingin menebar kebahagiaan untuk orang lain. Jangan disalahartikan."


Megha memeluk erat pinggang Bayu. Memutar tubuh pria itu agar menghadap dirinya. Setelah itu menempelkan bibirnya pada bibir pria itu.

__ADS_1


"Jangan cemberut gitu dong. Aku mau berangkat nih,,, masak diantar dengan muka masam begini. Lagipula,,, bagiku mas adalah pemilik hatiku. Dari dulu dan sampai maut memisahkan." ucap Megha penuh cinta.


"Janji Sama mas kamu akan selalu jaga hati dan jaga dirimu kalau mas tidak bersamamu ya,,," Bayu pun luluh dengan kecupan bibir Megha.


"Janji mas."


Detik kemudian keduanya saling berpagutan mesra sampai mobil perusahaan yang menjemput Megha datang. Megha berpamitan pada suaminya. Melambaikan tangan pada pria yang tumben hari itu sangat berat melepas kepergiannya.


🌹🌹🌹


"Semua sudah siap kan Gha??" tanya Dion dalam perjalanan mereka menuju ke bandara.


"Sudah semua pak." jawab Megha yakin.


"Ibu sudah telepon kamu juga kan pastinya. Tugas negara dari ibu sudah diturunkan kan??"


"Hehehe kalau yang itu sudah paling pagi tadi pak diturunkan." Megha tertawa kecil mengingat telepon dari Karin pagi tadi yang memintanya menjewer suaminya kalau mulai bicara genit atau matanya genit kesana kemari.


"Susah juga ngadepin bumil Gha,,, tapi aku bahagia. Sebentar lagi aku akan jadi papa. Kamu juga semoga cepat nyusul ya jadi ibu." ucap Dion.


"Oh ya?? Selamat ya,,Karin pasti senang mendengarnya. Bayu beruntung tidak usah menunggu lama untuk bisa segera jadi bapak." kata Dion.


"Iya pak. Kami berdua sangat bersyukur."


"Kalau begitu,,, kamu gak usah ikut berangkat ke Singapura. Kamu pulang saja. Ambil cuti dulu. Kamu lagi hamil dan aku gak mau terjadi apa apa pada kehamilan mudamu ini. Aku ingat dulu Karin juga banyak keluhan di awal kehamilan."


"Tapi pak,,, Nanti anda,,," sela Megha yang merasa cemas bosnya itu kewalahan tanpa dirinya nanti.


"Megha,,, aku ini sudah lama berbisnis. Ditinggal cuti sama sekretarisku tidak akan buat bisnisku langsung hancur. Aku bisa melakukannya sendiri. Kamu tenang saja."


"Tapi ibu Karin nanti marah sama saya pak. Saya sudah terlanjur janji juga pada ibu untuk awasi bapak." Megha gak enak pada Karin.

__ADS_1


"Biar aku telepon ibu dulu."


Megha tak lagi protes dan membiarkan bosnya menjelaskan pada istrinya tentang alasannya tidak jadi mengajaknya ke Singapura. Dalam hati Megha sebenarnya berterima kasih atas kebaikan bosnya yang juga turut memperhatikan kondisi kehamilannya itu.


"Sampaikan ucapan selamat pada Megha ya om papa." pesan Karin sebelum Dion memutus sambungan telepon.


"Akan om papa sampaikan. Tunggu om papa di rumah ya sayang. Bilang sama baby D,,, papa akan cepat pulang." serentetan pesan untuk sama sama jaga diri dan kesehatan pun saling dilontarkan keduanya.


"Sudah beres. Ibu sudah tau kalau aku pergi tanpa kamu. Ibu titip salam buat kamu. Selamat katanya." ucap Dion.


"Salam balik ya pak."


"Mana berkas berkasnya Gha?"


"Bapak yakin mau berangkat sendiri??" tanya Megha sekali lagi saat Dion memintanya menyerahkan semua berkas yang diperlukan untuk meeting di Singapura.


"Yakinlah. Sudah kamu jangan cemaskan bosmu ini. Kamu pulang saja ya. Istirahat,,, jaga kesehatanmu dan kandunganmu." ucap Dion.


"Baik pak. Sekali lagi terima kasih atas pengertian bapak. Saya permisi." Megha meninggalkan bandara dan meminta sopir kantor mengantarnya pulang ke rumah.


Bayu tentu senang melihatnya pulang dan tidak jadi ke Singapura. Dari awal juga Bayu kurang setuju tapi kalah dengan sikap profesional dalam bekerja istrinya.


"Loh kok balik lagi sayang??" Bayu terkejut melihat istrinya pulang.


"Iya sama pak Dion suruh balik mas. Beliau minta aku pulang setelah tau kalau aku hamil. Katanya ingat dulu bu Karin pas awal kehamilan banyak masalah jadi sekarang aku malah disuruh cuti saja biar tidak terjadi apa apa dengan kehamilanku." jelas Megha.


"Bosmu itu memang baik ya sayang. Mas menyesal sudah sering cemburu sama beliau padahal memang aslinya beliau itu bos yang baik."


Megha tersenyum lalu dibimbing masuk oleh Bayu. Cuti kali ini ingin dihabiskan Megha untuk bersantai di rumah bersama suaminya yang juga kebetulan tengah mengambil cuti tahunan.


Dan akhirnya si bos yang baik hati pun sampai di Singapura. Langsung menuju ke tempat meeting dan kliennya cukup heran karena ia datang sendiri. Tapi dengan segala kepandaian dan pengalaman yang banyak di bidangnya membuat Dion tetap luwes dan seperti biasa,,, Kliennya berhasil ditaklukkannya.

__ADS_1


...🌸🌸🌸🌸...


Dukung author dengan vote, like dan komen ya 🌹🌸❀️


__ADS_2