Bidadari Tak Bersayap

Bidadari Tak Bersayap
Coba Lagi


__ADS_3

...Selamat membaca ya 🌸...


...Maafkan typo yang bertebaran πŸ˜†πŸ™...


...🌸🌸🌸...


Karin meringis menatap testpack yang dipegangnya. Hampir seminggu telat haid tapi nyatanya benda pipih itu menunjukkan satu garis saja.


"Hhmm kirain hamil ya Rabb. Udah baper saja akunya." Karin kecewa tapi mau bagaimana lagi.


Dibukanya pintu kamar mandi yang pasti dibaliknya sudah berdiri suaminya yang penasaran dengan hasilnya. Dan benar saja,,, Begitu dibuka pintunya Dion sudah berdiri dengan wajah penuh harapan.


"Gimana sayang??" tanyanya.


"Maafin Karin om papa." Karin tertunduk lesu. Airmatanya pun mulai menetes satu persatu dari kelopak matanya.


"Kok minta maaf sayang??"


"Karin gak hamil."


Tangis Karin makin pecah. Dia tersedu sedu. Dion meraih tubuh istrinya itu dan mendekapnya penuh kehangatan.


"Berarti masih belum waktunya sayang. Percayalah,,, Tuhan itu jauh lebih tau kapan waktu yang tepat dan terbaik bagi kita. Pokoknya kita sebagai hambaNYA hanya harus tetap berusaha dan berdoa." ucap Dion.


Apa Dion tidak kecewa dengan hasil testpack itu??


Tidak,,,


Dia tidak kecewa karena Dion sudah berserah diri saja pada kehendak tuhanNYA. Yang jelas tidak ada niatan dalam dirinya sedikit pun untuk meninggalkan atau menduakan Karin.


Apa pun hasil dari tiap testpack nantinya,,, Dion hanya ingin Karin yang menjadi satu satunya bidadari hatinya.


"Udah dong nangisnya. Kalau kamu nangis nanti malah akan buat kamunya down. Dan bukan kamu aja sayang,,, Nanti mama sama papa ikut sedih juga lho. Kamu gak mau kan bikin mereka sedih juga??" Dion mengangkat dagu Karin kemudian tersenyum hangat.


"Om papa gak marah sama Karin??" tanya Karin polos.


"Nggak sayang. Belum tentu itu karenamu. Bisa jadi karenaku kan? Pokoknya apa pun yang terjadi,, Kita sudah sepakat untuk saling menguatkan bukan?? Bukan saling menyalahkan."


Karin mengangguk. Dibiarkannya suaminya menghapus sisa lelehan airmata di pipinya.

__ADS_1


"Ayo,,, Berikan senyum manismu pada suamimu ini." bujuk Dion.


Karin perlahan menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah lengkungan dan akhirnya sebuah senyum manis tercipta hanya untuk sang suami tercinta.


"Nah,,, kalau gini baru istri kecilku yang ceria dan riang. Ayo kita temui papa mama. Mereka mungkin juga sudah menunggu dan berharap. Tidak apa apa kalau kita belum bisa beri kabar bahagia bagi mereka. Mereka akan mengerti sayang." Dion meyakinkan Karin agar tak berkecil hati.


"Iya om papa." suara riang itu telah kembali.


Dengan bergandeng tangan keduanya menuruni tangga. Menemui mama Herna dan papa Hengki di meja makan.


"Selamat pagi pa,,, ma,,," sapa Dion.


"Kalian sudah turun rupanya. Sini sarapan dulu. Karina,, bantu tuangkan dulu susu buat suamimu ya,,," mama Herna seperti biasa memberi instruksi.


"Iya ma,,," sahut Karin.


Menikmati sarapan bersama tiap pagi memang jadi rutinitas wajib sebelum semuanya melanjutkan aktifitas masing masing.


"Gimana Karina?? Sudah kamu test belum? Sudah seminggu lho kamu telat. Siapa tau hamil kan??" mama Herna bertanya sambil mengoles rotinya.


"Sudah test kok ma. Tapi masih kosong bulan ini. Sabar ya,,, Nanti kita bakal coba lagi." Dion menjawab mewakili Karin karena merasa bersalah sudah membuat mamanya berharap.


Begitu juga Dion.


"Oh iya,,, Gak apa apa. Belum dikasih aja kalau gitu. Bisa coba lagi ya Rina,," mama Herna sama sekali tak menunjukkan rasa kecewa.


"Iya ma. Maaf ya kalau buat mama sama papa musti nunggu lagi." ucap Karin.


"Gak perlu bicara gitu Rin. Kamu sama Dion tidak perlu merasa bersalah. Anak itu rejeki,,, Dan rejeki itu adalah salah satu rahasia tuhan. Hanya tuhan yang tau kapan akan diberikan pada kita." papa Hengki juga ikut menambahi.


"Iya pa." Karin mengangguk sambil tersenyum.


"Tuh kan apa om papa bilang?? Mama sama papa akan mengerti dan gak akan galak sama kamu sayang,," ucap Dion sengaja dengan suara keras karena dia ingin mencairkan suasana.


"Kapan emangnya Karin bilang mama papa galak???"


Akhirnya umpan berhasil. Karin terpancing dengan ucapan Dion.


"Lah tadi nangis nangis di kamar hayoooo,,, Takut dimarahin papa sama mama kan?? Tuh ma,,, Makanya jangan galak galak sama menantu. Kasihan kan menantunya sampai takut duluan tuh,,,"

__ADS_1


Dion memonyongkan bibirnya ke arah Karin yang memelototinya.


"Ah palingan juga kamu yang nakut nakutin Karina kan??" mama Herna rupanya paham putranya hanya sedang mengalihkan pikiran istrinya agar tak terlalu berkecil hati.


"Mana ada seperti itu?? Karin pasti sering lihat mama ngomelin Dion nih. Suka jewer jewer Dion juga. Jadi kelihatan galaknya kan,,, Makanya udahan dong bawelin Dion,,," sungut Dion.


"Hmm kan,,, Ujungnya juga cuma mau bilang gitu ke mama. Isi bilang Karina yang ngira mama galak. Karina ini tiap hari di rumah sama mama. Masak bareng mama,,, Ngapain aja sama mama. Dia lebih paham sifat mama daripada kamu. Karina kan menantu mama yang tersayang. Mana mungkin mama galak sama anak baik dan cantik ini."


Mama Herna mengedip pada Karin.


"Makasih lo ma pujiannya. Pagi pagi sudah bikin kepala Karin bercabang dua aja mama ini. Karina juga sayang sama mama. Mertua paling cantik sedunia ini." Karin balas pujian mama Herna.


"Ih kok kamu ngegombalnya ke mama sih sayang?? Ke om papa malah gak pernah gombal gitu." sungut Dion.


"Siapa yang gombal sih?? Orang beneran mama paling cantik. Iya kan pa??" mata Karin tertuju pada papa Hengki.


"Sudah pasti kalau itu. Mama yang paling cantik buat papa dan Karina yang tercantik buat Dion. Sudah jangan ribut lagi,,, Ayo sarapan dulu. Nanti papa telat lho ke kantornya." omel papa Hengki.


"Ngambek tuh papa karena gak ada yang muji." sindir mama Herna membuat semua yang ada di sana tertawa.


Mama Herna meraih jemari Karin dan menggenggamnya hangat. Posisi duduk yang tidak berjauhan membuat mama Herna bisa melakukannya tanpa berpindah posisi.


"Rina,,, Jangan takut,, Jangan berkecil hati ya Rina. Berdoa dan berusaha terus. Gagal,,, coba lagi. Gagal lagi,,, coba lagi. Begitu terus pokoknya. Tapi mama sama papa berdoa agar tuhan tidak perlu membuat kalian mencoba berkali kali." ucap mama Herna.


"Aamiin,,,"


Semua serentak menjawab.


...🌸🌸🌸...


...Udah kayak main lotre aja ya,,...


...Gagal?? Coba lagi πŸ˜†...


Maafkan author yang libur up kemarin ya πŸ™


Author lagi sakit ini 😷 Minta doanya ya biar author cepat sembuh dan bisa tambah semangat up nya πŸ€—


Dukung author dengan vote, like dan komen ya 🌸❀️🌹

__ADS_1


__ADS_2