
"Tidak semudah itu sayang", jawab Dannis yang telah menangkap tubuh istrinya menggendongnya layak anak kecil seraya kembali membawa Nara ke mobilnya.
Nara meronta memukul pundak Dannis dengan geram, namun tentu saja pria itu lebih kuat.
"Dannis, turunkan aku.... lepaskan, lepaskan tolong", teriak Nara.
"Tidak akan".
"Kau gila".
"Kau yang membuatku seperti ini", jawab Dannis terkekeh.
"Dannis lepaskan aku!".
"Sayang, diamlah apa kau tidak malu kita dilihat orang".
"Aku tidak mau Dannis, cepat lepaskan aku", ucap Nara ketika sudah dekat mobil Dannis.
Dannis tidak peduli ada banyak pengendara yang membuka kaca mobil sengaja untuk melihat mereka, sampai pada Nara melihat ada dua orang berseragam polisi lalu lintas yang memakai motor besar datang dari arah yang sama.
"Pak polisi.... tolong aku, tolong aku diculik", teriak Nara seraya melambaikan tangan pada dua polisi tersebut.
"Sayang apa-apaan kau ini", jawab Dannis kesal, dan benar saja saat dua polisi itu berhenti tidak jauh dari mobilnya.
Dannis memutar bola mata malas saat kedua lelaki berseragam itu turun dari motor mereka dan menghampiri Dannis dan Nara seraya membuka kaca helm.
Dan Dannis terpaksa menurunkan Nara.
__ADS_1
"Selamat siang tuan, ada apa ini? anda terlihat sedang memaksa nona ini?", tanya salah satu dari mereka.
"Benar pak, dia memaksaku.... dia ingin menculikku, aku mohon selamatkan aku", jawab Nara dengan cepat melarikan diri bersembunyi di belakang salah satu polisi.
"Jangan percaya, mana ada penculik keren seperti ku... dia istriku, dia hanya sedang merajuk saja", jawab Dannis menyela perkataan Nara.
"Sayang ayo pulang, jangan mengganggu pak polisi dalam tugasnya", rayu Dannis menatap Nara memberi kode.
"Tidak mau, dia benar-benar ingin menculikku pak polisi ayo antar aku pulang, dia jahat padaku", ucap Nara meyakinkan dua polisi yang sejak tadi menatap keduanya dengan bingung.
"Sayang apa yang kau katakan?", Dannis mencoba meraih tangan istrinya namun dengan cepat salah satu polisi menghalanginya."
"Maaf tuan, apa yang membuat kami percaya jika perempuan ini adalah istrimu? kejahatan bisa terjadi dimana saja, apa kau ingin melecehkannya?", bentak salah satu polisi.
Dannis menghela napas dalam, sungguh ia merasa tersita waktunya percuma untuk menjawab pertanyaan dua polisi yang mereka repotkan.
"Jangan berani memaksa apalagi berniat melecehkan anak di bawah umur, atau tuan akan merasakan dinginnya penjara".
"Apa? dibawah umur apanya, dia istriku.... ya Tuhan, kalian membuat ku kesal, kalian ingin bukti oke tunggulah sebentar".
Dannis berjalan ke arah mobilnya yang berjarak lebih kurang dua puluh meter saja dari polisi dan Nara berdiri sekarang.
Selagi Dannis ke mobil, Nara dengan cepat bicara untuk meyakinkan dua polisi itu agar membantunya lepas dari Dannis.
Namun ujung kalimatnya tergantung saat matanya melirik Dannis yang sudah kembali dari mobil sambil memegang sesuatu.
"Ini, lihat baik-baik", Dannis menyerahkan dua buku kecil yang diyakini adalah buku nikahnya dengan Nara.
__ADS_1
Polisi itu terdiam saat membacanya seraya menatap membandingkan photo Nara di buku nikah dan Nara yang asli.
"Baiklah tuan, maafkan kami... bukankah kalian bisa menyelesaikan masalah di rumah, kenapa buat kegaduhan di tepi jalan seperti ini", ucap salah satu polisi heran seraya mengembalikan dua buku nikah Dannis dan Nara.
Nara kesal bukan main, Dannis mengerlingkan sebelah matanya pada sang istri.
"Sudah ku katakan, dia istriku.... dia milikku, salah paham dalam rumah tangga itu biasa terjadi bukan? terimakasih sudah menjadi penengah diantara kami", jawab Dannis yang meraih tangan istrinya setelah memasukkan buku nikah ke saku celana jeans yang pria itu kenakan.
"Dannis, aku tidak mau", ucap Nara lagi.
"Berhenti mengoceh sayang, ayo pulang", jawab Dannis yang telah menggendong Nara di bahunya seperti karung beras.
"Dannis, aku pusing, lepaskan aku", teriak Nara memukul punggung Dannis dengan kesal.
Pria itu hanya terkekeh, seraya berlalu ke arah mobilnya meninggalkan dua polisi yang menatap mereka dengan geleng kepala.
"Anak jaman sekarang, kenapa mau menikah muda jika masih ingin bebas, suami sendiri diakuinya sebagai penculik, ada-ada saja", gumam salah satu dari mereka.
"Untuk itulah aku membujang hingga sekarang, aku takut menikah dengan perempuan yang jauh muda dariku jika memang seperti wanita itu, pria itu tampan dan kaya saja bisa tidak diakuinya suami, lalu bagaimana dengan ku yang hitam dan jelek ini?", gumam polisi satunya lagi.
"Kau ingin glow up seperti selebgram? sebaiknya kau terima tawaran memakai produk skincare jualan istriku, aku jamin kau akan putih permanen, setidaknya itu yang ku baca pada kemasannya", jawab polisi beristri.
Polisi yang masih bujangan itu hanya bisa menatap horor temannya yang terkikik geli seraya mengunci helm.
#####
Nah lo pak polisi bantu jualan skincare istrinya gaesssss, mau dong pak asal bukan skincare abal-abal ya pakpol.
__ADS_1